Claim Missing Document
Check
Articles

Komunikasi Orangtua pada Anak Remaja melalui Pembatasan Penggunaan Media Sosial Instagram di Bogor Nabilla, Jihan; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media Sosial adalah tempat untuk pelanggan dalam melakukan berbagi video, informasi teks, audio, serta gambardengan satu sama lain. Begitu juga dengan perusahaan dan kebalikannya. Saat ini media sosial yang populardikalangan remaja adalah Instagram. Instagram dianggap oleh semua orang sebagai media sosial terbaru Penelitianini bertujuan Untuk menggambarkan Komunikasi Orangtua terhadap Anak Remaja Melalui PembatasanPenggunaan Sosial Media Instagram. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan paradigmakonstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam kepada informanahli dan informan pendukung, serta melakukan observasi online. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasanyang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dandokumentasi mengenai Komunikasi Orangtua dengan Anak Remaja dalam Pembatasan Penggunaan Media SosialInstagram di Bogor dapat di tarik kesimpulan bahwa orang tua anak remaja menerapkan dimensi percakapan dandimensi komformita dalam pola komunikasi keluarga. Pada dimensi percakapan ditemukan adanya sikap terbuka,orang tua anak remaja mengenai sosial media Instagram kemudian orang tua anak remaja menerapkan sikap yangterbuka tanpa adanya batasan waktu dan berbicara dalam berbagai topik.Kata kunci- komunikasi keluarga, komunikasi orangtua dan anak
Komunikasi Interpersonal Antara Istri Dan Suami Dalam Menghadapi Hubungan Jarak Jauh Shabila, Shaffa; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Jarak Jauh menjadi salah satu faktor permasalahan yang muncul dalam pernikahan karena tuntutan danmenjadi sebuah tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Hal ini, dapat merenggangkan hubungan pernikahan danmembuat komunikasi tidak efektif. Komunikasi Interpersonal yang efektif menjadi sebuah aspek penting yang harusdiperhatikan dalam hubungan jarak jauh. Komunikasi Interpersonal antara Istri dan Suami dalam MenghadapiHubungan jarak jauh, penulis memfokuskan kepada istri dan suami yang mengalami hubungan jarak jauh diperumahan Citra Gran Cibubur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif denganmenggunakan paradigma deskriptif interpretatif yang dapat menyampaikan, memberi makna sosial denganmenjabarkan permasalahan bertujuan untuk menjelaskan fenomena penelitian. Pada penelitian ini, penelitimendapatkan hasil bahwa hambatan yang terjadi pada pasangan suami istri hubungan jarak jauh adalah adanyasensitivitas dan miskomunikasi, Kemudian untuk media komunikasi yang dilakukan bagi pasangan suami istri jarakjauh secara langsung melalui media sosial dan komunikasi non-verbal dengan mengirimkan foto/video danmengontrol pasangan dengan sharelock. Namun, setiap informan memiliki strategi yang berbeda-beda untukmengatasi pernikahannya untuk dapat membangun keefektifan hubungan komunikasi interpersonal dan penguranganketidakpastian bagi satu sama lainnya, walaupun harus dipisahkan oleh jarak fisik dan waktu yang dibutuhkan adalaheffort karena setiap pasangan harus saling bergantung.Kata Kunci-komunikasi interpersonal, hubungan jarak jauh, pasangan istri suami
Komunikasi Keluarga Antara Ayah Tunggal Dan Anak Perempuan Dalam Pertukaran Kasih Sayang Deivita, Monica Tyas Cahya; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena ayah tunggal yang mengalami cerai mati memiliki tantangan tersendiri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai orang tua terlebih dalam mengurus anak remaja perempuan yang dalam hal ini masa remaja merupakan masa peralihan menuju dewasa sehingga dibutuhkan komunikasi kasih sayang dalam keluarga. Peneliti memfokuskan pada keluarga ayah tunggal dan anak remaja perempuan yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan paradigma naturalistik. Data yang diperoleh pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dari keenam informan kunci yaitu ayah tunggal dan anak remaja perempuan, dua informan pendukung, serta satu orang informan ahli. Pada penelitian ini, peneliti menemukan hasil bahwa komunikasi keluarga mempengaruhi bentuk pesan yang dihasilkan sebagai wujud dari pertukaran kasih sayang dapat berupa komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal dalam kaitannya dengan pertukaran kasih sayang dan pola pengasuhan ayah tunggal. Selain itu, ayah tunggal yang melakukan komunikasi kasih sayang dengan anak memiliki tingkat stres dan penghindaran konflik yang lebih rendah daripada ayah tunggal yang tidak melakukan komunikasi kasih sayang dengan anak. Oleh karena itu, komunikasi kasih sayang berkontribusi dalam keluarga karena dapat meminimalisir konflik yang mungkin terjadi antara ayah tunggal dan anak remaja perempuan.Kata Kunci-Pertukaran Kasih Sayang, Komunikasi Keluarga, Ayah Tunggal, Remaja Perempuan
Peran Komunikasi Keluarga Pada Remaja Penderita Depresi Di Kota Bandung Dwiyana, Reiva Farah; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus depresi yang terjadi Indonesia sudah banyak sekali dialami oleh masyarakat pada usia produktif terutama pada usia remaja sehingga perlu mendapat perhatian dari masyakarat akan betapa pentingnya mencoba memahami keaadan orang di lingkungan sekitarnya agar lebih aware lagi terharap masalah kesehatan mental. Menjalin komunikasi keluarga yang harmonis antara orang tua dan anak mampu membuat anak merasa aman dan nyaman ketika berada di lingkungan rumah sehingga akan membantu mempercepat proses pemulihan, disamping itu peran orang tua dalam menerapkan pola asuh juga memengaruhi kesehatan pada anak terutama pada anak usia remaja yang sedang dalam masa transisi menuju dewasa sehingga membuatanak pada usia remaja memiliki pemikiran yang masih labil dan ego yang belum stabil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana peran komunikasi keluarga antara orang tua dan remaja depresi di Kota Bandung dalam proses pemulihan dengan menggunakan metode penelitian kulitatif deskriptif. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa peran komunikasi yang harmonis dan keterbukaan komunikasi antar anggota keluarga mamp memberikan dampak yang sangat besar dalam menjaga kesehatan mental anak dan mampu membantu dalam proses pemulihan depresi.Kata Kunci-Komunikasi keluarga, pola komunikasi, depresi. remaja
Pola Komunikasi Keluarga Pada Anak Usia Sekolah Dasar Berkecanduan Bermain Game Free Fire Di Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur Saputra, Muhammad Obby; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game Free Fire merupakan game online yang sedang digemari oleh anak-anak usia sekolah dasar yang sudah diunduh sebanyak lebih dari satu juta kali. Banyak anak-anak yang sudah diberikan gadget sendiri oleh orangtua mereka. Hal tersebut membuat anak-anak usia sekolah dasar cenderung ketagihan terhadap game ini. Oleh karena itu peneliti ingin melihat bagaimana komunikasi yang terjadi di keluarga pada anak yang berkecanduan bermain game free fire. Peneliti memfokuskan pada Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan kunci pada penelitian ini berjumlah 4 orang terdiri dari 2 orang tua, 2 orang anak, 1 orang teman bermain anak, 1 kakak kandung, dan satu informan ahli yang merupakan seorang psikolog keluarga. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan wawancara. Peneliti menggunakan metode triangulasi yaitu membandingkan hasil antara observasi dengan wawancara mendalam yang didapatkan. Berdasarkan hasil penelitian dari empat aspek kecanduan game online, informan kunci penelitian sudah memiliki tiga aspek yang terlihat dari kecanduan game online, yaitu kompulsif, menarik diri, dan masalah kesehatan dan hubungan interpersonal. Pada penelitian ini ditemukan bahwa keaktifan berkomunikasi dengan anak setiap hari belum cukup untuk menghilangkan kecanduan game online pada anak. Orangtua harus lebih peduli terhadap anak-anak mereka.Kata Kunci-Pola Komunikasi Keluarga, Game Online, Free Fire, Anak Sekolah Dasar
Pola Komunikasi Orangtua Dalam Mengendalikan Penggunaan Gawai Pada Anak Hamdi, Muhammad Alfin; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola komunikasi orang tua dalam mengendalikan penggunaan gawai pada anak memiliki peran yang penting dalamera digital ini. Penggunaan gawai atau perangkat elektronik seperti smartphone, tablet dan komputer telah menjadibagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari anak-anak. Namun, penggunaan yang berlebihan dan tidakterkendali dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik, mental dan sosial anak. Orang tua memiliki peran sentraldalam mengelola dan membatasi penggunaan gawai pada anak. Komunikasi yang efektif antara orang tua dan anakmerupakan fondasi utama dalam menciptakan pemahaman bersama mengenai batasan penggunaan gawai. Melaluikomunikasi yang terbuka, orang tua dapat menjelaskan pentingnya waktu layar yang seimbang, dampak negatif daripenggunaan yang berlebihan, serta risiko konten yang tidak sesuai bagi anak. Hal tersebut membuat penulis tertarikuntuk melakukan sebuah penelitian yang berjudul Strategi Komunikasi Mediasi Orang Tua dalam MengendalikanPenggunaan Gawai pada Anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi orang tuadalam mengendalikan penggunaan gawai pada anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatifdeskriptif dengan paradigma interpretif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi pustaka. Penulismelakukan wawancara melakukan wawancara dengan delapan informan kunci dan satu informan ahli yang berdomislidi Kota Bukittinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ini orang tua membuat aturan-aturan untuk mengendalikanpenggunakan gawai pada anak, seperti durasi dalam penggunaan gawai, pembatasan yang di akses oleh anak sertapola dalam penggunaan gawai. Orang tua juga harus melakukan pengalihan yang efektif dan menarik bagi anak untukdapat mengurangi intensitas penggunaan gawai pada anak. Orang tua juga harus terbuka dan diskusi tentang bahayapenggunaan gawai yang berlebihan bagi anak Kata Kunci-orang tua, gawai, anak, komunikasi
Kualitas Komunikasi Antara Orang Tua Single Parent Dan Remaja Di Karawang Ramadhan, Mohammad Rizqi; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah kehidupan pastinya semua orang menginginkan keluarga yang memiliki hubungan harmonis danbahagia. Tetapi, setiap orang memiliki sifat, watak, karakter, dan keinginan yang berbeda-beda apalagi suami dan isteripasti tidak akan jauh dari kesalahan ataupun salah paham, biasanya permasalahan ini tidak bisa dihindari di dalamsebuah keluarga. Putusan perceraian di Karawang pada tahun 2022 menunjukan setiap bulannya banyak pasangan yangmengajukan putusan perceraian dan mengalami persentase yang meningkat dari tiap bulannya. Pada umumnya seoranganak pastinya membutuhkan kualitas komunikasi yang baik dengan orang tuanya, guna membentuk kepribadian yang baikserta menjaga kesehatan mental anak. Seorang anak membutuhkan figur orang tua yang lengkap dalam masapertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana kualitas komunikasi keluarga yang terjalinantara orangtua dengan anak usia remaja korban perceraian. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatid danmenggunakan paradigma penelitian interpretif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan berada di Karawang. Secara garis besarbawah pembentukan kualitas komunikasi antara orang tua tungal dan anak remajanya dapat berjalan dengan baik, karenaadanya lima sikap positif yang dilakukan antara orang tua tunggal dan anak remajanya. Kata Kunci-komunikasi keluarga, komunikasi interpersonal, orang tua tunggal, anak remaja.
Persepsi Remaja Generasi Z Mengenai Fenomena Childfree Di Era Masyarakat 4.0 Zahara, Tittamah; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

media sosial, robot otomatis menjadi makanan sehari-hari saat ini. Begitu pun dengan adanya informasimengenai budaya dan gaya hidup. Childfree merupakan pilihan dan gaya hidup yang bermula dari negara Eropadan baru saja masuk ke Indonesia pada tahun 2021 oleh influencer Gita Savitri melalui media sosialnya. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif fenomenologi. Subjek dalam penelitianini adalah enam remaja generasi z yang tinggal di Bogor dan menggunakan internet. Pengumpulan datadilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua informan setujudengan adanya Childfree di Indonesia sebagai bentuk toleransi atas pilihan hidup masing-masing individu.Meskipun semua informan setuju, tidak semua informan akan pasti melakukan Childfree setelah menikah. Adabeberapa informan masih mempertimbangkan kedepannya, namun ada juga informan yang setuju denganChildfree namun tidak akan melakukannya. Kata kunci-persepsi, generasi z, remaja, childfree
Communication Patterns Of Parents' Closeness With Students In La Tansa Boarding School Agustina, Alya; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic boarding schools are Islamic educational institutions that have become a symbol of Islamic education inIndonesia.Pondok pesantren are present not only as an educational alternative to public school academies, but havealso become the main choice for parents who want to entrust their children to study Islam better and more deeply(Syahrani, 2022).This requires parents and students to live separately and far apart due to boarding school regulationsthat require students to live in dormitories and not be allowed to bring communication media tools to the dormitory;asa result, parents cannot contact them in advance and students have to attend school and live a life with dormitoryregulations that keep students quite busy.In general,it is difficult for parents and students to connect in person orthrough communication media. The purpose of this study is to find out how the communication patterns of parentsand children who are in boarding school maintain their close relationship.The research method used in this study isqualitative, with a case study approach.The findings of this study are that there are three families who use democraticcommunication patterns, one family uses permissive communication patterns and one family uses authoritariancommunication patterns. Keywords-boarding school, family communication patterns, parents and children
Dukungan Komunikasi Keluarga pada Mahasiswa Pascasarjana yang mengalami Fase Quarter Life Crisis Ula, Fittrah; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fase quarter life crisis, yang mana ini merupakan bagian dari transisi kehidupan remaja menuju dewasa awal dengandampak yang besar terhadap kesejahteraan psikologis dan perkembangan individu yang di mana mahasiswapascasarjana termasuk kedalam kelompok tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentukdukungan komunkasi keluarga pada mahasiswa pascasarjana yang mengalami fase quarter life crisis. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teori Pertukaran Kasih Sayang menjadilandasan teori dari penelitian ini. Hasilnya, dalam fenomena ini dukungan komunikasi keluarga sangat berperan,keberadaan keluarga yang tulus tidak hanya telah mencapai tujuan komunikasi keluarga dalam memperkuat hubunganemosional satu sama lain dan rasa saling mendukung melainkan turut membantu menyembuhkan luka yang takterlihat.Kata Kunci: Dukungan, Keluarga, Komunikasi Keluarga, Mahasiswa Pascasarjana, Quarter Life Crisis