Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KOMUNIKASI NONVERBAL PROKSEMIK DI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI Meria Octavianti
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1236.073 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i1.7547

Abstract

Keberadaan ruang dalam sebuah rumah memiliki arti tersendiri bagi para penghuni yang tinggal di dalamnya. Ruang merupakan sebuah pesan nonverbal yang berkontribusi dalam interaksi dan komunikasi. Ruang haruslah memenuhi syarat-syarat tertentu agar dapat memenuhi kebutuhan para penghuninya. Rumah di pemukiman kumuh memiliki ruang-ruang yang berada di bawah standar, salah satunya rumah yang terdapat di Bantaran Sungai Cikapundung Kota Bandung. Rumah yang berdiri hanya pada luas tanah 12m2 ini harus dihuni oleh delapan anggota keluarga yang terdiri dari tiga buah keluarga inti. Penelitian ini berupaya untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai komunikasi nonverbal proksemik yang terjadi dalam sebuah rumah yang tidak layak huni. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep ruang yang terbentuk dalam sebuah rumah tidak layak huni terbagi menjadi empat kategori yaitu (1) ruang privat untuk setiap penghuni (private space for everyperson), (2) ruang privat untuk keluarga kecil (private space for nuclear family), (3) ruang publik untuk keluarga kecil (public space for nuclear family), dan (4) ruang publik untuk keluarga besar (public space for extended family). Karakteristik ruang di rumah tidak layak huni berkontribusi pada proses komunikasi yang terjadi di antara sesama anggota keluarga. Pesan yang disampaikan dalam proses komunikasi keluarga tersebut hanyalah pesan yang bersifat umum.DOI: 10.24198/jkk.vol4n1.2
Golkar party’s utilization of TikTok for the 2024 election campaign Yudhis Salvania Pradana; Ira Mirawati; Meria Octavianti
Manajemen Komunikasi Vol 7, No 2 (2023): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v7i2.44605

Abstract

The successful political communication between politicians and the general public demands the utilization of social media, including TikTok, which is currently being utilized by the Golkar Party in preparation for the 2024 elections. This article examines the strategies of political communication in utilizing social media as a means of a political campaign, along with the potential opportunities and challenges that arise during the campaign. This research employs a qualitative descriptive method, collecting primary data through interviews with informants from the Golkar responsible for managing their official TikTok account. The research was conducted from October 2022 to January 2023. The results show that the utilization of TikTok by the Golkar as a campaign platform is driven by several reasons, including adaptation to reach the younger generation, leveraging TikTok’s unique features and wide reach, alignment between party leadership and team enthusiasm, expanding efforts towards democratic campaigns, and being a pioneer among political parties in TikTok utilization. This process involves audience acquisition, content direction, and human resource management. Planning the target audience and message, content design, key messages, and audience interaction are crucial aspects. The experience of Golkar can serve as an example of utilizing TikTok in politics. Challenges faced include content direction, staying up-to-date, consistency, software proficiency, and consolidating the user base.
PERENCANAAN PROGRAM PELATIHAN MANAJEMEN SANGGAR/LINGKUNG SENI DI KOTA BANDUNG Farras Aqilah; Meria Octavianti; Yuliani Dewi Risanti
Sintesa Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Sintesa Volume 02 No 01 Februari 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sintesa.v2i01.8169

Abstract

Program pengembangan sanggar atau lingkung seni merupakan hasil dari aspirasi masyarakat kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung (Disbudpar Kota Bandung) terkait sanggar seni milik masyarakat yang terbengkalai akibat adanya pandemi Covid-19. Tugas dan fungsi tersebut diturunkan ke Bidang Produk Budaya dan Kesenian (Bidang Produsen) sebagai pemegang Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan fungsi manajemen yaitu proses perencanaan yang disusun oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung agar dapat diimplementasikan dengan efektif oleh tim pelaksana. Hal ini agar masyarakat kesenian dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola organisasi agar tidak bergantung dengan pemerintah maupun unsur lainnya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian, perencanaan dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu (1) penyusunan kerangka acuan kerja, (2) perekrutan anggota tim pelaksana teknis, (3) penyusunan silabus kegiatan, (4) rapat koordinasi, (5) pelaksanaan program, (6) evaluasi program bulanan. Proses perencanaan berjalan dengan baik apabila berbagai pihak yang bersangkutan dapat melakukan komunikasi dengan efektif dan juga komprehensif.
Optimalisasi Pemesanan Sarana Olahraga Bulutangkis di GOR Lodaya Kota Bandung Muhammad Anandi Noerrachman; Ilham Gemiharto; Meria Octavianti
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v1i3.425

Abstract

This study aims to find out how the communication strategy is carried out in the process of ordering badminton sports facilities at the Lodaya Sports Hall in Bandung City with an Exploratory Case Study Approach. The aspects studied included knowing how the communication strategy was carried out, why the communication strategy was used, knowing how the evaluation was carried out, and knowing why optimization needed to be done in the process of ordering badminton sports facilities at Lodaya Sports Hall, Bandung City. This study used a qualitative research approach with an exploratory case study research method. Data collection was carried out through in-depth interviews and observation. Then a technical triangulation technique was carried out to test the validity of the research data. The results of the study show that the Lodaya Sports Hall in Bandung City applies an offline communication strategy to the process of ordering badminton sports facilities. This strategy was carried out because the managers of the Lodaya Sports Hall in Bandung City felt they could trust customers who came directly to the field and there were limited resources on the part of the manager. The evaluation was carried out by the manager of GOR Lodaya Bandung City with the results of the evaluation showing that there was a negative effect received by the customer. Customers feel that there are limitations to accessibility and efficiency of the ordering schedule, as well as that there is an uneven implementation of the transparency of the ordering system which results in difficulty ordering badminton sports facilities. Optimization is needed to fulfill the objectives of GOR Lodaya Bandung City, which is to provide badminton sports facilities for all levels of society.
Alur Pesan Kampanye Gerakan Cikapundung Bersih Dalam Meningkatkan Kesadaran Kebersihan Lingkungan Meria Octavianti
Jurnal Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v6i2.32

Abstract

Abstract: Awareness of environmental cleanliness is very important, especially for those who live along the river. Cikapundung is a river that stream down from the north until the south in Bandung City, the Capital of West Java Province, Indonesia. Cikapundung river's conditions is so bad. The data showed that 90% rubbish from the people who live along the Cikapundung River discarded in to the river. The condition causes the river receives the waste bin more than 5.5 million liters/day. To resolve this problem, the government launched a environmental cleanliness campaign that called “Gerakan Cikapundung Bersih” (GCB). The purpose of this campaign will not be achieved if the campaign messages can not be conveyed properly to the public, especially people who live in the Cikapundung Riverbank. Therefore, this research contains a study on the flow delivery of campaign messages consisting of the receipt of the message, the form of the message and the use of media in the GCB campaign. This research showed that the presence of the local community who care of cleanliness Cikapundung River has an important role in the process of delivering campaign message. Face to face communication channels with the informal message used by the local community. While the mass media with the formal message used by the government to delivering campaign messages. Abstrak: Kesadaran kebersihan lingkungan sangat penting, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai. Cikapundung merupakan sungai yang mengalir dari utara sampai ke selatan Kota Bandung. Kondisi Sungai Cikapundung sangatlah buruk. Data menunjukkan bahwa 90% sampah dari orang-orang yang tinggal di sepanjang Sungai Cikapunung dibuang ke sungai. Kondisi tersebut menyebabkan sungai ini menerima limbah sampah lebih dari 5,5 juta liter/hari1. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah mencanangkan kampanye kebersihan lingkungan yang disebut Gerakan Cikapundung Bersih (GCB). Tujuan dari kampanye ini tidak akan tercapai apabila pesan-pesan kampanye tidak dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di Bantaran Sungai Cikapundung. Oleh karena itu, penelitian ini berisikan kajian mengenai alur penyampaian pesan kampanye yang terdiri dari proses penerimaan pesan, bentuk pesan dan penggunaan media dalam kampanye Gerakan Cikapundung Bersih (GCB). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan studi kepustakaan. Triangulasi sumber dilakukan dan member check dilakukan untuk menguji keabsahan data yang digunakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan komunitas yang peduli akan kebersihan Sungai Cikapundung memiliki peran penting dalam proses penyampaian pesan kampanye. Saluran komunikasi tatap muka digunakan oleh komunitas dalam menyampaikan pesan kampanye secara informal. Sedangkan saluran komunikasi massa digunakan oleh pemerintah untuk menyampaikan pesan kampanye secara formal. 
Karakteristik Inovasi Kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis Bagi Ibu Rumah Tangga Di Kota Bandung Meria Octavianti; Iwan Koswara; Dhisa Yunita Advika Sari
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i2.64

Abstract

Abstract:Bandung become one of the pilot areas of “Kantong Plastik Tidak Gratis” policy which is a pilot project to resolve the plastic garbage problem in Indonesia. At trial implementation of this policy, the mothers of households in the Bandung City, which is the main target of the policy, are required to bring their own shopping bags or have to spend money to pay for plastic bags that they will use. As an innovation, this policy has five characteristics that can be assessed to determine whether the policy can be easily accepted or difficult. According to Rogers, the five policy are relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability (1983 : 5 ). Accordingly, this study aims to reveal how the assessment of mother - housewife in the city of Bandung on the five characteristics of innovation policy. The theory used as the basis of this research is the theory Innovation Diffusion from Everett M. Rogers . The research method used is quantitative method with survey approach. The data collection study conducted by distributing questionnaires to 103 housewives in Bandung, which has been selected by using multistage cluster sampling technique . The results showed that the characteristics of innovation policy consisting of relative advantage, compatibility, triability , and observability overall rated high by mothers of households in Bandung City . While the characteristics of the complexity of the policy rated low because the majority of mothers of households think that this policy is easy to apply. It can be concluded that the characteristics of innovation policy is considered to be good by the mother of households in Bandung City .Abstrak:Kota Bandung dijadikan salah satu tempat uji coba dari kebijakan kantong plastik tidak gratis yang merupakan pilot project untuk mengatasi permasalahan sampah palstik di Indonesia. Pada pelaksanaan ujicoba kebijakan ini, ibu-ibu rumah tangga di Kota Bandung, yang merupakan target utama dari kebijakan, diharuskan untuk membawa tas belanja sendiri atau harus  mengeluarkan uang untuk membayar kantong plastik yang akan mereka gunakan. Sebagai sebuah inovasi, kebijakan ini memiliki lima karakteristik yang dapat dinilai untuk mengetahui apakah kebijakan tersebut dapat dengan mudah diterima atau justru sebaliknya. Menurut Rogers, lima kebijakan tersebut yaitu keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, trialabilitas, dan observabilitas (1983:5). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana penilaian ibu-ibu rumah tangga di Kota Bandung terhadap lima karakteristik inovasi dari kebijakan kantong plastik tidak gratis.Teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian ini adalah teori divusi inovasi dari Everett M. Rogers. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 103 ibu rumah tangga di Kota Bandung yang telah terpilih dengan menggunakan teknik multistage cluster sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik inovasi kebijakan kantong plastik tidak gratis yang terdiri dari keuntungan relatif, kompatibilitas, triabilitas, dan observabilitas secara keseluruhan dinilai tinggi oleh ibu-ibu rumah tangga di Kota Bandung. Sedangkan karakteristik kompleksitas dari kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis  dinilai rendah karena mayoritas ibu-ibu rumah tangga menganggap bahwa kebijakan ini mudah untuk diterapkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik inovasi dari Kebijakan Kantong Pastik Tidak Gratis dinilai sudah baik oleh ibu-ibu rumah tangga di Kota Bandung.