Articles
PERILAKU KOMUNIKASI PELAKU HIJRAH: Studi Fenomenologi Pelaku Hijrah dalam Shift Gerakan Pemuda Hijrah di Kota Bandung
Annisa Novia Sari, Adi Bayu Mahadian
Linimasa : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Hijrah merupakan sebuah fenomena yang ramai dilakukan oleh masyarakat terutama bagi masyarakat pemeluk agama Islam. Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia menjadi lahan yang subur bagi kelompok keagamaan yang mengajak masyarakat muslim untuk berhijrah, terlebih setelah adanya social movement pada akhir tahun 2016 yang membuat masyarakat muslim Indonesia bersikap penasaran terhadap agama Islam. Shift sebagai salah satu kelompok keagamaan telah lebih dulu hadir sebelum social movement 212 ataupun 411 yaitu pada tahun 2015 dengan misi untuk mengajak masyarakat terutama remaja dewasa untuk berhijrah atau berpindah dari kebiasaan lamanya, untuk lebih mengenal agama dan membuka pemahaman bahwa segala urusan dunia harus dibarengi dengan urusan akhirat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Perilaku Komunikasi dengan melihat motif sebagai dorongan, makna dan interaksi yang dipertukarkan seseorang yang berhijrah dengan lingkungannya yang dapat membentuk perilaku untuk melakukan suatu tindakan tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan paradigma intepretif dengan membangun pemahaman dari realitas yang tampak dan melihat suatu fenomena melalui orang yang mengalaminya. untuk mendapatkan sumber data, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dengan enam orang informan dengan tiga informan adalah informan utama dan tiga lainnya sebagai informan pendukung dan dokumentasi berupa audio maupun visual. Hasil dari penelitian selama tiga bulan untuk melihat Perilaku Komunikasi Pelaku Hijrah adalah ada empat motif yang membuat seseorang berhijrah yaitu dorongan masa lalu, dorongan teman, ingin mempengaruhi orang lain dan dorongan masa depan. Selain itu terdapat makna hijrah bagi pelakunya yaitu ingin terus memperbaiki diri, membuat diri lebih berhati – hati dan membuat pandangan baru dalam melihat Islam. Perilaku komunikasi juga dapat dilihat berdasarkan interaksi yang dipertukarkan oleh pelaku hijrah. Terlihat dari bahasa yang digunakan yang tidak memiliki perbedaan dengan sebelum berhijrah, namun lebih menggunakan bahasa yang lebih baik dari sebelumnya yang dianggap buruk, selanjutnya seseorang yang telah berhijrah memiliki keinginan lain yaitu mengajak orang lain agar merasakan pengalaman serupa dengan orang yang telah memiliki pengalaman berhijrah dengan pendekatan yang berbeda – beda.
ISU SOSIAL DALAM BENTUK INTERNET MEME MENJELANG PEMILIHAN PRESIDEN 2019 (Analisis Konten pada Meme Gambar dalam Instagram @memecomic.id)
Nova Rachmawati Puteri;
Adi Bayu Mahadian
Scriptura Vol. 9 No. 1 (2019): JULY 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (471.263 KB)
|
DOI: 10.9744/scriptura.9.1.1-8
Menjelang pemilihan presiden tahun 2019, masyarakat Indonesia menggunakan isu sosial dalam konteks perbincangan politik. Perbincangan tersebut terepresentasikan dalam akun Instagram @memecomic.id, salah satu komunitas internet memes terbesar di Indonesia. Untuk mempelajari penggunaan internet memes yang memperbincangkan isu sosial menjelang Pemilihan Presiden 2019, maka dilakukan penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif analisis isi deskriptif. Penelitian ini dilandasi oleh konsep internet memes dikemukakan oleh Shifman (2014:7), yaitu form, content, dan stance. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Internet memes menjadi sarana menyampaikan pendapat dan kritik terhadap praktik politik para politikus di Indonesia, dengan memperbincangkan masalah sosial yang populer. Penyampaian pendapat dipresentasikan dalam bentuk meme gambar, yang berisi sindiran atau satir. Sebagian konten-konten yang dijadikan internet meme gambar dibuat secara serius atau tidak menggunakan humor dan secara tidak serius. Sebagian lainnya dibuat dengan menambahkan unsur humor atau lelucon pada setiap cerita yang terdapat pada meme-meme tersebut.
ANALISIS KONTEN MEME SHIN-SANG SEBAGAI BAHASA GLOBAL
Rayhan Akmal Fachrezi;
Adi Bayu Mahadian
Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 9, No 3 (2022): September - Desember
Publisher : Universitas Negeri makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tanra.v9i3.36218
Meme merupakan sebuah gambar yang digunakan untuk mengekspresikan sebuah sindiran, kritikan, hingga memberikan sebuah motivasi. Meme bukan saja menjadi sebuah gambar yang lucu, namun terdapat pesan-pesan yang mampu disampaikan melalui meme. Melalui penggunaan meme pengguna internet dapat mengkomunikasikan sebuah fenomena yang sedang terjadi dengan bentuk visual yang menarik. Meme menjadi sebuah bahasa digital baru yang efektif dalam menyampaikan pesan. Salah satu fenomena meme yang marak muncul di media sosial yakni meme shin-sang yang viral pada tahun 2021 berhasil menyita perhatian pengguna internet. Meme shin-sang digunakan sebagai meme untuk menandakan urutan sebuah posisi seseorang ataupun berbagai macam hal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk, konten, sikap, yang terkandung dalam meme shin-sang sebagai sebuah bahasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, paradigma strukturalisme. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan metode observasi. Hasil dari analisis konten meme shin-sang yaitu dengan menggabungkan unsur teks dan penambahan gambar atau simbol tambahan ke dalam bentuk meme dapat membuat meme menjadi sebuah bahasa global, bahasa yang dapat digunakan dan dipahami oleh seluruh individu tanpa adanya batasan meskipun kreator dan audiens berbeda negara.
MAKNA KONSEP DIRI MANTAN ANAK JALANAN
Anisa Diniati;
Reni Nuraeni;
Adi Bayu Mahadian
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.882 KB)
|
DOI: 10.24198/jkk.v3i1.7392
Mantan anak jalanan dalam kehidupannya saat ini memiliki konsep diri atau gambaran terhadap dirinyadari apa yang sudah mereka alami dalam peristiwa dan pengalamannya di masa lalu. Melalui konsepdirinya, mantan anak jalanan menampilkan simbol-simbol yang telah mereka beri makna dan telah merekapertukarkanhingga mereka tampilkan dalam tindakannya saat ini.Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui bagaimanakah konsep diri mantan anak jalanan dan bagaimanakah makna simbolik yangdipertukarkan oleh mereka.Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori interaksi simbolik menurutBlumer dan Mead serta teori the looking glass self menurut Cooley. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan fenomenologi sebagai metode penelitiannya. Dari seluruh proses penelitian yang dilakukan,didapatkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa dari keempat kelompok makna konsep diri yangmelekat pada diri mereka, yaitu peran ekonomi, moral, harga diri, dan aktualisasi diri, mereka melakukansebuah pertukaran simbol yang telah mereka beri makna lalu mereka tunjukkan melalui tindakan berupapenampilan dan perilaku.
Interaksi Simbolik Pengajar dan Siswa di Komunitas Matahari Kecil
Tasya Aulia Maghfira;
Adi Bayu Mahadian
Jurnal Komunikasi Global Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (544.368 KB)
|
DOI: 10.24815/jkg.v7i1.10540
SMP Terbuka Gading Regency is a free school founded by the Matahari Kecil community to alleviate the burden of underprivileged students. The purpose of this study was to figure out the symbols and the meaning negotiation in the interaction in forming the self-concept of teachers and students. The theory underlying this research was the symbolic interaction according to George Herbert Mead. This study used in-depth interviews and observations on four students, teachers, and supporting informants for each who were selected with purposive sampling techniques. The result showed that the interaction of teachers and students was built through formal and informal interpersonal relationship. There was an exchange of verbal and nonverbal symbols in shaping the same meaning in the interaction. The meaning formed in the interaction process affected the self-concept of the teachers and students. As a result, there was a change in self-concept of students and teachers during the interaction. The self-concept was inseparable from the role of mind, self, and society of the teachers and students.
Perilaku Menulis Fanfiction oleh Penggemar Kpop di Wattpad
Nadya Syaharani;
Adi Bayu Mahadian
Jurnal Komunikasi Global Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (523.509 KB)
Wattpad is one of the sites and blogging applications that provide facilities for users to write and read, meaning that the users can write stories and also read stories created by other users. One of the postings made by the user is fanfiction which is the imagination of fans about idols especially Kpop idol in the form of writing. The purpose of the study is to understand the motivation and know the process of making fanfiction by Kpop fans who write fanfiction on Wattpad. The research method used is grounded theory in which the researcher tried to find data by online and offline interview and observation on 10 informants with criteria is Kpop fans who write fanfiction in Wattpad. The results showed that there was a motivation from inside and outside of Kpop fans and the process of making fanfiction consists of three stages: the creative process, the writing process and the editing and posting process.
Perempuan Muslim dalam Stand Up Comedy Sakdiyah Ma’ruf
Ismiana Roosyidah;
Adi Bayu Mahadian
Jurnal Komunikasi Global Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (385.523 KB)
|
DOI: 10.24815/jkg.v9i1.16547
Dalam pandangan masyarakat, kultur dan tafsiran agama perempuan masih lekat dengan isu ketidakadilan gender. Khususnya bagi kaum feminisme, pandangan budaya dan keagamaan yang bersifat patriarkis menjadi tantangan untuk kebebasan perempuan dan kesetaraan gender. Dengan menggunakan metode Analisis Wacana Sara Mills, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi wacana perempuan dan Islam dalam stand up comedy Komika Santri oleh Sakdiyah Ma’ruf. Peneliti menganalisis stand up comedy Komika Santri yang dibawakan oleh Sakdiyah Ma’ruf melalui tiga tahapan level analisis yaitu level kata, kalimat, dan wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan masih diperbincangkan sebagai korban dalam stand up comedy Komika Santri. Sakdiyah Ma’ruf menegaskan wacana bahwa ketidakadilan terhadap perempuan yang digambarkan dengan adanya pelarangan perempuan dalam beraktivitas di luar dan pembatasan hak perempuan disebabkan oleh ideologi agama yang bersifat patriarki. Melalui wacana tersebut, Sakdiyah Ma’ruf mengesampingkan bahwa diskriminasi terhadap perempuan terjadi karena praktik budaya patriarki yang menjadikan agama sebagai justifikasi untuk melakukannya.In the view of the community, culture and the interpretation of religion is still closely related to the issue of gender injustice. Especially for feminists, patriarchal culture and religion have challenged women's liberation and gender equality. Using Sara Mills’s discourse analysis method, this study sought to understand how Muslim woman was constructed in stand up comedy Komika Santri which was delivered by Sakdiyah Ma'ruf. Researchers analyzed the stand up comedy script through three levels of analysis, including words, sentences, and discourse. The research results showed that women were mainly discussed as victims in the stand up comedy Komika Santri. Sakdiyah Ma'ruf confirms discourse that social injustices against women such as the prohibition of women to perform an outdoor activity and the restrictions of women's rights was caused by religious-based patriarchal ideology. Through such a discourse, Sakdiyah Ma'ruf ignored that discrimination against women occurred because of the practice of patriarchal culture who made religion as a justification for doing so.
Youth Political Expression Through Tiktok Social Media
Amelia Qory, Wafa;
Bayu Mahadian, Adi
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51544/jlmk.v7i1.3948
This research aims to find out the political expression of youth on the @presiden Gen Z account on Tiktok. This research uses descriptive qualitative method. The discourse analysis research method developed by Teun A. Van Dijk. Data was collected through observation, interviews and questionnaires. Data will be accumulated through two different methods, in terms of studying political attitudes towards the Gen Z President's TikTok account, data collection is used directly on the TikTok application, while data collection techniques are used to examine freedom of expression in the form of documentation and observation. Researchers have accumulated data in accordance with research. There are 6 total data and 4 are taken by random sampling. Based on the findings of this research, it can be seen that through Van Dijk's critical discourse analysis, the content in the Gen-Z President's Tiktok account has its own position in accordance with the prevailing discourse structure. However, on the one hand, in the micro discourse structure (rhetoric) of the graphic section, researchers do not find any graphics there. First, this content has a macro structure so it can be said to be a positive structure. While the superstructure in this content is also known there are 5 points that fill in and integrate each other between subtopics so that they are also known to be positive. Further to the positive microstructure to be found in this content is weak in graphics only. Second, this content has a positive macro structure, positive superstructure and negative microstructure in graphics. Third, content 3 has a positive macro structure, positive superstructure and negative microstructure in graphics. Fourth, content 4 has a positive macro structure, positive superstructure and negative microstructure in graphics.
LITERASI DEMOKRASI DAMAI DI ERA DIGITAL PADA PERWAKILAN PELAJAR SMPN 4 SURAKARTA
Haqqu, Rizca;
Mahadian, Adi Bayu;
Satria Putri, Berlian Primadani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1892
Based on the information from the Principal of SMPN 4 Surakarta, many of her students experienced bullying when using social media and inappropriately expressed their freedom of opinions. As a result, a team of lecturers from the Faculty of Communication and Business, Telkom University conducts a Community Service Activity at SMPN 4 Surakarta entitled "LITERATION OF PEACE DEMOCRACY IN THE DIGITAL ERA IN STUDENT REPRESENTATIVES OF SMPN 4 SURAKARTA" with the aim of helping schools and their students maximize the use of gadgets effectively and safely. This topic is interesting and important to discuss because currently the school is one of the schools that is experiencing climate change in the learning process and social interaction between students due to the zoning system. The aim of this Activity is so students become people with good character and become responsible when using their social media. With the use of participatory, educative method and training the result shows that SMPN 4 Surakarta students, have successfully carried out all the trainings in two different sessions. The first one focuses on Communication area while the second one focuses on the Democracy Literacy. Even though they were forced to get out of their comfort zone in expressing their opinions, SMPN 4 Surakarta students were finally able to apply what they have learned from this training, as evidenced by the presentation at the end of the activity. Keywords: Social media, Literasi Demokrasi, Digital Era
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM ANGGOTA KOMUNITAS PENA DAN LENSA PURWAKARTA
Meliana, Siska;
Ira Dwi Mayangsari;
Adi Bayu Mahadian;
Maulana Rezi Ramadhana
Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Vol 10 No 1 (2022): Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25299/medium.2022.vol10(1).9014
Komunikasi merupakan hal mendasar yang dibutuhkan oleh manusia. Komunikasi yang terjadi antara individu dengan kelompok disebut dengan komunikasi antarpribadi. Komunikasi antarpribadi dapat berjalan secara efektif jika memenuhi lima aspek efektivitas komunikasi antarpribadi, antara lain keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Salah satu kelompok atau komunitas yang perlu mengetahui efektivitas komunikasi antarpribadi dalam keanggotaannya adalah Komunitas Pena dan Lensa Purwakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas komunikasi antarpribadi dalam Komunitas Pena dan Lensa Purwakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian campuran model sequential explanatory dan dilakukan dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh anggota Komunitas Pena dan Lensa sebanyak 75 orang dan wawancara mendalam dengan lima informan anggota Komunitas Pena dan Lensa. Hasil penelitian menunjukkan adanya efektivitas komunikasi antarpribadi dalam Komunitas Pena dan Lensa yang dibuktikan dari tingkat capaian responden sebesar 84,64%. Aspek kesetaraan merupakan aspek pertama yang banyak mendukung efektivitas komunikasi dalam Komunitas Pena dan Lensa yang dibuktikan dengan tingkat capaian responden sebesar 89,06%, sikap positif sebesar 87,86%, keterbukaan sebesar 85,77%, empati sebesar 82,4%, dan sikap mendukung sebesar 79,73%. Hasil tersebut diperkuat dengan data kualitatif yang didapatkan melalui wawancara mendalam dengan informan. Data yang diperoleh menunjukkan adanya lima aspek efektivitas komunikasi antarpribadi dalam komunitas ini.