Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM ANGGOTA KOMUNITAS PENA DAN LENSA PURWAKARTA Meliana, Siska; Ira Dwi Mayangsari; Adi Bayu Mahadian; Maulana Rezi Ramadhana
Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Vol 10 No 1 (2022): Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/medium.2022.vol10(1).9014

Abstract

Komunikasi merupakan hal mendasar yang dibutuhkan oleh manusia. Komunikasi yang terjadi antara individu dengan kelompok disebut dengan komunikasi antarpribadi. Komunikasi antarpribadi dapat berjalan secara efektif jika memenuhi lima aspek efektivitas komunikasi antarpribadi, antara lain keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Salah satu kelompok atau komunitas yang perlu mengetahui efektivitas komunikasi antarpribadi dalam keanggotaannya adalah Komunitas Pena dan Lensa Purwakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas komunikasi antarpribadi dalam Komunitas Pena dan Lensa Purwakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian campuran model sequential explanatory dan dilakukan dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh anggota Komunitas Pena dan Lensa sebanyak 75 orang dan wawancara mendalam dengan lima informan anggota Komunitas Pena dan Lensa. Hasil penelitian menunjukkan adanya efektivitas komunikasi antarpribadi dalam Komunitas Pena dan Lensa yang dibuktikan dari tingkat capaian responden sebesar 84,64%. Aspek kesetaraan merupakan aspek pertama yang banyak mendukung efektivitas komunikasi dalam Komunitas Pena dan Lensa yang dibuktikan dengan tingkat capaian responden sebesar 89,06%, sikap positif sebesar 87,86%, keterbukaan sebesar 85,77%, empati sebesar 82,4%, dan sikap mendukung sebesar 79,73%. Hasil tersebut diperkuat dengan data kualitatif yang didapatkan melalui wawancara mendalam dengan informan. Data yang diperoleh menunjukkan adanya lima aspek efektivitas komunikasi antarpribadi dalam komunitas ini.
Effectiveness of Humor in Advertising: Descriptive Comparative Study Tampubolon, Cafriaty Mathylle; Mahadian, Adi Bayu
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v4i2.4495

Abstract

Iklan humor dapat membentuk pemahaman konsumen terhadap sebuah merek atau produk, karena teknik ini dapat menarik perhatian konsumen. Sehingga pendekatan ini efektif dilakukan oleh perusahaan untuk promosi iklan produk mereka. Adanya ketidakkonsistenan pada penelitian sebelumnya, hal ini menjadi cela bagi penelitian ini untuk mencari kurangnya pengetahuan tentang efektivitas penggunaan humor dalam iklan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas penggunaan humor dalam iklan melalui iklan Fituno tersebut tercapai atau tidak kepada audiens baik secara persuasi, menarik perhatian, atau mengingat pesan dari kedua iklan tersebut. Metode dari penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif. Hasil penelitian ini adalah efektivitas penggunaan humor dalam iklan Fituno pada akun @dennysumargoreal mendapatkan kategori efektif. Sedangkan efektivitas penggunaan humor dalam iklan “#HarusFit, Minum Fituno” mendapatkan kategori efektif. Sub variabel kompleksitas humor pada kedua iklan Fituno tidak signifikan. Namun sub variabel keterkaitan humor terhadap efektivitas penggunaan humor dalam iklan Fituno “#HarusFit, Minum Fituno” yaitu sebesar 2,1%.
Analysis of Actors' Network and Racial Sentiments in YouTube Commentary (Indonesia U23 VS Guinea U23 Match) Salika, Salla; Mahadian, Adi Bayu
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 5 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i5.51157

Abstract

This article aims to examine the dynamics of YouTube user interaction in the comment column during the football match between the Indonesian U23 National Team and Guinea U23, which took place on May 9, 2024, in Claire Fontaine, Paris. The issue is focused on how comments that appear within the network evoke a sense of ethnocentrism and how key actors influence the spread of racist comments. To approach this problem, a theoretical reference from Social Network Analysis (SNA) is used, which is used to map the network structure and identify the position of actors based on measures of centrality, such as degree, betweenness, closeness, and eigenvector centrality. Data was collected through commentary documentation from the RCTI+ YouTube channel and qualitatively analyzed with the help of @andri_siddhartagautamma and @nido2102, who play a central role in the distribution of information and facilitating the spread of racist comments. The dominant network structure is in the form of a wheel model, which shows the concentration of communication at several key nodes. This study recommends the development of a digital moderation system and the improvement of digital literacy as a strategic step to create a healthier and more inclusive discussion space on social media.
Representasi Islam Dalam Humor Habib Ja’far Al-Hadar (Analisis Semiotika Pada Konten Youtube Jeda Nulis) Tasman, Putri Affifah; Mahadian, Adi Bayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji representasi Islam dalam humor melalui analisis semiotika konten YouTube "Jeda Nulis" olehHabib Ja’far Al-Hadar. Dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, penelitian ini mengeksplorasibagaimana humor digunakan sebagai media dakwah yang relevan, khususnya di era digital. Penelitian ini berfokuspada lima konten dengan tingkat keterlibatan audiens yang tinggi, menggali lapisan makna denotasi, konotasi, danmitos yang muncul dalam humor Habib Ja’far. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor dalam dakwah HabibJa’far tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesanIslam yang toleran, relevan, dan inklusif. Humor menjadi medium yang efektif dalam membangun dialog lintasagama, menciptakan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai Islam tanpa melanggar kesakralan agama. Studiini juga menemukan bahwa penggunaan humor dengan pendekatan kritis dan argumentatif membantu menarikperhatian generasi muda, sekaligus memperkuat nilai-nilai moderasi dan toleransi. Penelitian ini memberikankontribusi pada literatur akademik terkait peran humor dalam komunikasi agama di media digital, serta membukapeluang bagi penelitian lebih lanjut tentang strategi komunikasi dakwah yang inovatif di era modern. Kata Kunci-humor islam, dakwah, semiotika, media digital.
Analisis Resepsi Konten Satire Politik Bintang Emon (Studi Pada Remaja Pemilih Muda Di Kota Bandung) Mubarrok, M. Rizki Mukhlis; Mahadian, Adi Bayu; Pradana, Yoka
eProceedings of Management Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang content creator Bintang Emon membuat konten-konten politik pada akun Instagramnya. Ia membagikankonten politik dengan menggunakan gaya bahasa satire. Konten satire Bintang Emon mengemas pesan politik yangterkesan berat menjadi lebih ringan untuk diterima oleh remaja. Akan tetapi adanya konten satire politik ini jugamenjadi kontroversi bagi beberapa yang menontonnya. Penelitian ini disusun dengan tujuan untuk menganalisisresepsi konten satire politik Bintang Emon pada remaja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatananalisis resepsi. Data penelitian dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara pada 15 informan dengan 3 kategoriberbeda, yaitu pemilih pemula, remaja sudah pernah melakukan pemilihan (memiliki pengalaman memilih), danremaja aktivis kampus. Konten yang dianalisis berjumlah 5 konten yang dipilih berdasarkan engagement tertinggi.Hasil penelitian menunjukan bahwa konten satire politik Bintang Emon dikemas dalam bentuk satire yang halus(Horatian satire) dengan cara menyisipkan humor pada setiap konten satire yang dibuatnya. Selanjutnya resepsiinforman pada penelitian ini mayoritas berada pada posisi dominant hegemonic. Setiap informan dari ke-tiga kategorimenerima dan setuju dengan konten politik yang dikemas dalam bentuk satire. Informan setuju jika konten politikyang disisipkan humor didalamnya dapat lebih mudah diterima. Akan tetapi pada beberapa konten adapun informanyang muncul pada posisi negotiated dimana mereka menerima sebagian isi pesan satire dalam konten Bintang Emontetapi kurang menerima pesan satire yang mereka anggap terlalu menjurus pada pihak tertentu. Selain itu posisioppositional juga muncul pada satu konten, dimana informan tidak menolak pesan satire yang dianggap terlalumenyudutkan Gen-Z. Temuan ini menunjukan bahwa remaja memiliki intensi pada isu politik, temuan ini merupakanperspektif lain dari temuan tentang rendahnya remaja pada isu politik. Kata kunci: Analisis Resepsi, Remaja, Konten Satire Politik, Bintang Emon.
Penerimaan Film Yuni (2021) Oleh Perempuan Di Pedesaan (Analisis Resepsi Khalayak Perempuan Di Daerah Katapang) Rheznandya, Ghazy Reviditya; Mahadian, Adi Bayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan film Yuni (2021) oleh perempuan di daerah pedesaanKatapang, yang dihadapkan pada norma-norma tradisional yang membatasi kebebasan perempuan. Film Yunimengangkat isu emansipasi perempuan dalam konteks budaya patriarki melalui cerita seorang remaja perempuan yangmenolak pernikahan dini demi pendidikan. Dengan pendekatan kualitatif dan teori resepsi Stuart Hall, penelitian inimelibatkan 10 informan perempuan yang dibagi berdasarkan tingkat pendidikan. Informan diminta menonton filmYuni dan wawancara dilakukan untuk memahami posisi mereka: dominan, negosiasi, atau oposisi. Hasil penelitianmenunjukkan mayoritas informan berada pada posisi dominan, yang menerima pesan film tentang perjuanganemansipasi perempuan. Beberapa informan berada pada posisi negosiasi, mengakui perjuangan perempuan namunmempertanyakan penggambaran realitas tertentu dalam film. Sebagian kecil berada pada posisi oposisi, menolakbeberapa adegan yang memperkuat norma patriarki. Penelitian ini menegaskan bahwa film dapat menjadi alat pentinguntuk meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan gender dan memperjuangkan hak perempuan, khususnya dalammasyarakat tradisional.Kata Kunci: Emansipasi Wanita, Feminisme, Film Yuni 2021, Penerimaan Film, Resepsi Khalayak.
Influence of Influencer Post Characteristics through Peripheral Routes on Behavioral Intentions of TikTok Users Maulana, Aziz Akram; Mahadian, Adi Bayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study examines the influence of TikTok influencers' post characteristics on followers' behavioral intentionsthrough peripheral route mechanisms, using the Elaboration Likelihood Model (ELM) and the StimulusOrganism-Response (SOR) framework. By focusing on Indonesia, the country with the largest number of TikTokusers globally, this research addresses the limitations of previous studies conducted in Spain, which has a smalleruser base. The study explores how originality, quality, quantity, and humor in influencer posts impact hedonicexperiences and perceptions of opinion leadership, subsequently shaping behavioral intentions, such as the intentto follow accounts and advice. Data was collected through a survey of 420 followers of Fadil Jaidi, a topIndonesian TikTok influencer. The findings indicate that originality and humor significantly enhance hedonicexperiences and opinion leadership, which positively influence behavioral intentions. The study providestheoretical contributions to influencer marketing research and practical recommendations for influencers tooptimize content strategies on TikTok.Keywords: TikTok, influencers, post characteristics, peripheral route, behavioral intention.
Analisis Konten Meme Seputar Kehidupan Mahasiswa di Instagram @drama.telyu Wijakseni, Anisa; Mahadian, Adi Bayu
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meme digunakan oleh populasi mahasiswa untuk mengekspresikan pengalaman mereka. Mahasiswa jugamenggunakan meme untuk mentertawakan penderitaan yang dialami mereka selama menjadi mahasiswa. Humor selfdeprecatingyang muncul dalam meme seputar kehidupan mahasiswa biasanya menggambarkan kehidupan akademisyang tidak jauh dengan tugas dan ujian. Akun Instagram @drama.telyu merupakan tempat, forum atau media yangdigunakan untuk membagikan hal-hal menarik dan unik dalam kehidupan maupun peristiwa yang terjadi di sekitarmahasiswa Telkom University. Akun @drama.telyu selalu menyajikan meme-meme terbaru seputar kehidupanmahasiswa baik mahasiswa secara umum maupun mahasiswa Telkom University secara spesifik.Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui form (bentuk), content (konten), dan stance (sikap) dalam meme seputar kehidupanmahasiswa di Instagram @drama.telyu, serta mengetahui bagaimana meme di Instagram @drama.telyu digunakansebagai bentuk self-deprecating mahasiswa Telkom University. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptifdengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Humor self-deprecating dalam meme di Instagram@drama.telyu bukan hanya bahan tertawaan semata. Di dalamnya terdapat pesan tersirat yang secara tidak langsungmengandung kritik atau sindiran yang ditujukan pada situasi yang menyedihkan atau kenyataan yang pahit yangdialami mahasiswa Telkom University. Meme seputar kehidupan mahasiswa di Instagram @drama.telyu hanya dapatmemberikan hiburan dan berfungsi sebagai pelepas masalah dan rasa stres sementara. Kata Kunci-meme, konten, self-deprecating
Negosiasi Identitas Pada Pasangan Suami Istri Beda Agama Larasati, Maria Jessica; Mahadian, Adi Bayu; Pradana, Yoka
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena pernikahan beda agama di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, hal tersebut menimbulkankomentar pro dan kontra dari masyarakat terkait isu pernikahan beda agama di Indonesia. Sehingga tujuan padapenelitian ini yaitu negosiasi identitas pada pasangan suami istri beda agama dalam upaya mereka mempertahankanhubungan pernikahan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatanfenomenologi. Pengumpulan data telah dilakukan pada Maret 2024 hingga Mei 2024 melalui observasi danwawancara mendalam dengan tiga pasangan informan kunci dan beberapa informan pendukung yang dipilihberdasarkan purposeful sampling. Hasil temuan penelitian memperlihatkan bahwa ketiga pasangan memiliki prosesnegosiasi identitas yang berbeda-beda. Terdapat pasangan melakukan pemahaman pengetahuan identitas yangdidapatkan dari pengalaman berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki agama berbeda termasuk ahli-ahli agama.Pasangan juga telah merasakan kesadaran yang tinggi dan proses penerimaan akan perbedaan agama dalam pernikahanmereka karena adanya pengetahuan yang mereka punya sehingga hal tersebut menjadi pedoman bagi mereka untukmempertahankan pernikahan. Setelah melalui kedua proses tersebut dua dari tiga pasangan dapat berhasil bernegosiasimengenai identitas dan meraih pemahaman yang sama dalam pernikahan mereka. Sedangkan terdapat pasanganmemiliki kondisi yang berbeda karena dari awal mereka tidak memahami agama pasangannya dan hanya berfokuspada diri masing-masing. Kata Kunci-negosiasi identitas, pernikahan beda agama, pasangan suami istri.
Internet Meme Sebagai Bahasa Baru yang Mengglobal di Era Digital (Analisis Konten pada Meme Swole Doge vs Cheems Doge dalam Situs Knowyourmeme.com) Rahmawati, Nabila Dyahtasya; Mahadian, Adi Bayu
eProceedings of Management Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Mei 2020, muncul internet meme di media sosial, <Swole Doge vs Cheems Doge= yang merupakan memesatir berisi perbandingan dua gambar doge. Berawal dari suatu unggahan Facebook, meme tersebut kemudiandireplikasi dan oleh masyarakat global di media sosial. Internet meme ini lalu berevolusi hingga memiliki banyakvariasi yang digunakan untuk merepresentasikan berbagai isu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari meme<Swole Doge vs Cheems Doge= sebagai bentuk bahasa baru yang mengglobal di era digital, juga sebagai bagiandari meme studies yang dimulai oleh Limor Shifman. Penelitian ini mempelajari strukturnya menggunakan tigaelemen meme, yaitu: bentuk, konten, sikap serta mempelajari bagaimana sebuah masyarakat menggunakan memesebagai media untuk memperbincangkan beragam isu. Penelitian dilakukan menggunakan analisis kontenkualitatif-deskriptif, dilandasi oleh paradigma strukturalisme. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapatmenggambarkan struktur meme ini sebagai bentuk bahasa baru yang digunakan masyarakat sebagai wadah untukmembahas isu yang terjadi. Hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai internetmeme sebagai bentuk bahasa baru di era digital, juga dapat menjadi sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan dalambidang meme studies sebagai salah satu bentuk budaya digital. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahanreferensi dan masukan bagi para peneliti selanjutnya yang akan menggali lebih dalam mengenai meme studies.Kata Kunci-internet meme, konten, struktur meme, bahasa global