Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Wacana Keberlanjutan Kepemimpinan Nasional Sebagai Praktik Oligarkis Dalam Pidato Presiden Jokowi Menjelang Pemilu 2024 Wicaksono, Priyo; Mahadian, Adi Bayu
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para elit politik melakukan dinamika politik, safari politik, dan bongkar pasang koalisi pengusungan. Sebagai pejabatnegara dan politik yang aktif, Jokowi berkontribusi pada dinamika politik menjelang pemilu 2024. Jokowi memilikifigur sentral berdasarkan kemampuannya untuk merangkul atau menyingkirkan lawan politik 2019 untuk bergabungdalam koalisi. Pidato politik sebagai bagian dari komunikasi politik menjadi sumber untuk memahami arah kebijakanpemerintah dan pandangan Jokowi terhadap isu-isu strategis yang dihadapi Indonesia menjelang pemilu 2024.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model analisis wacana kritis Teun A Van Dijkuntuk melihat mengapa wacana ini menjadi agenda kepresidenan Jokowi. Penelitian ini menemukan bahwapraktik demokrasi yang berbasis oligarki dapat bersumber dari ketenaran pejabat publik yang merintis dari akarrumput atau tanpa dipengaruhi oleh kekayaan dan menjadi sebuah kekuatan. Analisis ini dapat memberikansumbangan pemikiran mengenai wacana kesinambungan kepemimpinan bahwa Presiden Jokowi memiliki berbagaidiksi. Dalam konteks sosial ia pandai mempengaruhi untuk memperkuat eksistensi feodalisme, oligarki, dandemokrasi di periode kedua, temuan pada bagian kognisi sosial Presiden Jokowi berusaha meredam polarisasi. Kata Kunci-presiden Jokowi, pemilu 2024, politik,oligarki
KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL TENTANG PRAKTIK BERPOLITIK DI PERGURUAN TINGGI (Studi Pada Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Telkom) Wafi, Muhammad Rafid; Mahadian, Adi Bayu; Alwaton, Yogie
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi realitas sosial praktik berpolitik di perguruan tinggi, berfokus pada BadanEksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KEMA) Universitas Telkom. Praktik berpolitik di perguruan tinggisering dipandang sebagai realitas yang terbentuk secara organik. Namun, realitas ini dikonstruksi secara sosial dandifasilitasi dalam organisasi mahasiswa, khususnya BEM KEMA Universitas Telkom. Penelitian ini bertujuan untukmemahami bagaimana praktik politik mahasiswa dibentuk dan dilembagakan. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif diterapkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, pendukung dan ahli. Mengintegrasikanteori konstruksi realitas sosial Berger dan Luckmann (eksternalisasi, objektivasi, internalisasi) dengan konsepscaffolding Vygotsky. Hasil menunjukkan realitas politik BEM KEMA adalah dialektika dinamis yang dimediasi olehkonsep scaffolding. Eksternalisasi terwujud dalam model "Keluarga Mahasiswa". Objektivasi melembagakan praktikini sebagai norma kampus, menjadikan BEM KEMA pembentuk kesadaran politik. Ketiadaan BEM KEMA secaradramatis mengobjektivasi degradasi politik, menegaskan peran scaffolding institusional. Internalisasi terjadi saatmahasiswa menyerap realitas politik objektif, mengadopsi orientasi politik dan soft skill yang difasilitasi scaffolding adaptif, bahkan memungkinkan pemahaman kritis terhadap praktik problematis. Disimpulkan bahwa scaffoldingadalah mekanisme fundamental dalam pembentukan realitas sosial praktik berpolitik mahasiswa. Penelitianmerekomendasikan restrukturasi dan revitalisasi BEM KEMA, rekrutmen meritokratis, pendidikan politiktransformasional, dan peran proaktif universitas.Kata Kunci : Konstruksi Realitas Sosial, Praktik Berpolitik, Scaffolding, Perguruan Tinggi.
Representasi Penumpasan Komunisme dalam Film ”Gadis Kretek” Kesuma, Satyawada Wiratama; Mahadian, Adi Bayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi penumpasan komunisme pasca-peristiwa Gerakan 30 September (G30S) dalamfilm serial Netflix Gadis Kretek. Tujuan utamanya adalah untuk mengungkap bagaimana elemen-elemen sinematikdalam film tersebut merepresentasikan trauma kolektif dan konflik ideologis, serta bagaimana film menghadirkanperspektif baru yang lebih inklusif terhadap ingatan sejarah, khususnya terkait simpatisan Partai Komunis Indonesia(PKI). Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika sosial Theo van Leeuwen, penelitian ini berfokuspada analisis episode 3 hingga 5, dengan unit analisis mencakup Representational Meaning, Gramatika Desain danVisual, serta Analisis Multimodal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Gadis Kretek merepresentasikanpenumpasan komunisme secara implisit melalui berbagai simbol (seperti "Partai Merah", tanda "X", dan "KretekMerah"), dialog, dan elemen visual. Representasi ini tidak hanya menantang narasi sejarah dominan denganmemanusiakan korban dan menampilkan dampak antar generasi, tetapi juga mengindikasikan adanya penggunaan isupolitik sensitif sebagai elemen yang berpotensi komersial dalam industri film populer. Film ini disimpulkan berfungsisebagai media alternatif yang penting dalam merepresentasikan sejarah kelam Indonesia, mengkritisi cara-cararepresentasi di media arus utama, dan membuka ruang bagi narasi tandingan sekaligus menyoroti multifungsi mediafiksi dalam diskursus sejarah, politik, hingga komersialisasi budaya.Kata Kunci- Representasi Sejarah, Gadis Kretek, Penumpasan Komunisme, Semiotika Sosial, Budaya PopulerIndonesia
PENGUATAN IDENTITAS KAMPUNG ADAT MELALUI EKSPLORASI NILAI LOKAL UNTUK PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PARIWISATA DI KAMPUNG ADAT MIDUANA CIANJUR Mahadian, Adi Bayu; Qathrunnada, Zalfa; Prdana, Yoka; Wulandari, Astri; Santi, Astaria Eka
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/kh3cp571

Abstract

Program pengabdian ini dilaksanakan di Kampung Adat Miduana, Cianjur, sebuah komunitas tradisional yang masih menjaga kearifan lokal namun mulai menghadapi peningkatan minat wisata budaya. Tujuan kegiatan adalah memperkuat kapasitas komunikasi masyarakat—khususnya kemampuan storytelling digital—agar potensi budaya dapat dipromosikan secara berkelanjutan dan berbasis komunitas. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan FGD bersama tokoh adat, pemuda, serta pengelola wisata. Hasil menunjukkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada keterbatasan potensi, melainkan pada kapasitas pengelolaan: ketiadaan aturan tertulis, kelembagaan yang lemah, promosi digital yang terbatas, serta administrasi kunjungan yang masih manual. Analisis menegaskan pentingnya komunikasi partisipatif, peran opinion leader, proses difusi inovasi, dan sensemaking kolektif dalam membangun kesepahaman dan komitmen warga. Program menghasilkan beberapa langkah strategis, antara lain penyusunan SOP wisata, pengembangan paket wisata tematik, penataan media sosial, digitalisasi registrasi, serta penguatan organisasi pengelola. Intervensi ini menjembatani pelestarian budaya dengan pengelolaan destinasi modern tanpa mengabaikan nilai kesakralan. Secara keseluruhan, penguatan kapasitas komunikasi dan storytelling digital terbukti krusial dalam membangun tata kelola wisata berbasis komunitas yang inklusif, etis, dan berkelanjutan