Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Perilaku Komunikasi Komunitas Korea Dalam Pembentukan Modal Sosial (Studi Fenomenologi Pada Komunitas Korea Hansamo Bandung) Wigo Mardana Pinky Mayo; Mohamad Syahriar Sugandi
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 4 No 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/8r2c0691

Abstract

Korean Wave atau yang dikenal dengan Hallyu menimbulkan berbagai komunitas-komunitas pecinta Korea diIndonesia, salah satunya yaitu Kota Bandung. Hansamo adalah komunitas Korea yang telah diakui olehPemerintah Korea. Komunitas Hansamo melakukan pertukaran informasi tentang hal-hal mengenai Korea.Dengan adanya persamaan mengenai kecintaan pada Korea, menimbulkan hubungan social. Dalam membentukhubungan positif tidak terlepas dari upaya komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif anggota,hubungan yang terjalin di dalarnnya untuk membentuk modal sosial, penggunaan komunikasi verbal dannonverbal dalam pembentukan modal sosial, dan proses pembentukan modal sosial Komunitas Korea Hansamo.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam penelitianini, pengumpulan data meliputi sumber primer yaitu wawancara mendalam dan observasi partisipatif, sertasumber sekunder sepert buku, skripsi, jurnal maupun media online. Teori yang digunakan yaitu perilakukomunikasi dan modal sosial. Hasil dari penelitian ini meliputi terbentuknya motif yang berasal dari becausemotive dan In Order to Motive, adanya hubungan dalam modal sosial yaitu strong ties, weak ties, dan latent ties yang terdapat pada perilaku komunikasi verbal sedangkan nonverbal yaitu kinesik (gerak tubuh) danparalinguistik (suara) serta pembentukan modal sosial yang terjadi pada bonding social capital dan bridging social capital.
Strategi Komunikasi Guru Dalam Proses Belajar Anak Tunanetra Dengan Menerapkan Multimodal Learning Di Sekolah Luar Biasa Negeri A Bandung Emiliana Saragi; Mohamad Syahriar Sugandi
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 4 No 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/t1rfsx10

Abstract

Komunikasi merupakan kegiatan sosial yang dilakukan pada proses belajar mengajar. Guru dituntut untuk membentuk strategi pembelajaran yang berbeda di dalam kelas dengan memanfaatkan alat indera lainnya yang ada pada murid tunanetra selain indera penglihatan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, guru mengkomunikasikan materi pembelajaran dengan menerapkan beberapa metode. Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan guru pada Sekolah Luar Biasa Negeri A Bandung adalah metode multimodal learning. Multimodal learning merupakan kegiatan pembelajaran dengan menggabungkan beberapa metode pembelajaran sehingga makna pesan lebih luas dan lebih mudah dipahami oleh murid tunanetra. Tidak hanya pembentukan metode pembelajaran, namun guru Sekolah Luar Biasa Negeri A Bandung juga memiliki strategi tersendiri dalam mengirimkan pesan pembelajaran kepada murid tunanetra di dalam kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan guru dalam mengajar anak berkebutuhan khusus tunanetra serta pola komunikasi antara guru dan murid dan penerapan metode pembelajaran multimodal yang di lakukan guru dalam mengirimkan pesan pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis melalui pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat tahapan strategi pembelajaran yang di lakukan guru di dalam kelas, yaitu tahapan pembentukan hubungan pribadi, tahapan membentuk hubungan kedekatan, tahapan memilih bahan ajar, tahapan strategi penyampaian dengan menerapkan multi modal learning yaitu penggabungan gaya belajar auditori-kinestetik, kinestetik-visual audio visual, tahapan hasil pembelajaran dan tahapan respon guru terhadap murid. Strategi tersebut dikomunikasikan dengan menerapkan pola komunikasi dua arah di dalam kelas
SOSIALISASI APLIKASI E-SELAMAT UNTUK UJI KELAYAKAN HEWAN QURBAN PADA REMAJA MASJID KOTA BANDUNG Miftahul Rozaq; Miftakhul Fikri; Mohamad Syahriar Sugandi; Indra Novianto Adibayu Pamungkas; Arie Prasetio
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7779

Abstract

Program pengabdian masyakarat ini bertujuan untuk mengetahui proses sosialisasi aplikasi E-Selamat untuk uji kelayakan hewan qurban pada remaja masjid Kota Bandung. Metode program ini terdiri dari lima tahap difusi inovasi yaitu tahap mendapatkan pengetahuan, persuasi, pengambilan keputusan, implementasi dan konfirmasi. Program dilaksanakan secara online melalui zoom dan offline melalui wawancara mendalam kepada remaja masjid di Kota Bandung. Program online diadakan webinar dengan mendatangkan narasumber yang kompeten pada bidang aplikasi. Sedangkan program offline dengan wawancara mendalam kepada remaja masjid bertempat di Masjid Syamsul Ulum dan Masjid Permata Iman Kota Bandung. Hasil program ini menunjukkan bahwa pendekatan program berdasarkan teori difusi inovasi dapat secara signifikan meningkatkan tingkat pengetahuan dan persuasi terkait penggunaan aplikasi E-Selamat kepada remaja Masjid. Selain itu, hasil wawancara mendalam juga diperoleh diskusi interaktif yang terbukti efektif dalam pengambilan keputusan, implementasi serta konfirmasi atas penggunaan aplikasi E-Selamat untuk mengetahui kelayakan hewan qurban. Akhirnya, program pengabdian masyarakat ini tidak hanya sekedar sosialisasi apliaksi E-Selamat saja akan tetapi bisa memberikan wawasan yang bermanfaat bagi remaja masjid ataupun umat muslim lainnya sehingga dapat memudahkan untuk pemilihan hewan qurban yang layak disembelih ketika pada hari Raya Idul Adha tiba.
Information Management Behavior Related to the Self-Diagnosis of Mental Health Disorders by the Generation Clarissavitri, Ivanna; Sugandi, Mohamad Syahriar
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 5 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i5.52640

Abstract

The rapid growth of social media, particularly TikTok, has significantly influenced how Generation Z accesses and manages mental health information, leading to an increasing trend of self-diagnosis. However, previous studies have primarily focused on the impacts of self-diagnosis rather than the underlying information management process, creating a research gap. This study aims to explore how Generation Z manages mental health information on TikTok and how this process contributes to self-diagnosis behavior. Using an interpretive paradigm with a qualitative phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews with Generation Z TikTok users and an expert informant, selected through purposive sampling. The data were analyzed using thematic analysis supported by NVivo 12. The findings reveal that information exposure initially occurs passively through TikTok’s algorithmic For You Page, which later develops into active information seeking. The interpretation and selection of information are largely influenced by emotional validation rather than scientific reasoning, while social interaction reinforces perceived credibility. This process leads to the formation of self-perception and self-diagnosis decisions. The study concludes that self-diagnosis is a subjective and gradual outcome of information management driven by media dependency. Theoretically, this research extends information behavior and media dependency frameworks, while practically emphasizing the need for improved digital mental health literacy and professional guidance.