Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

KARAKTERISASI TEPUNG KACANG HIJAU DAN OPTIMASI PENAMBAHAN TEPUNG KACANG HIJAU SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN KUE BINGKA Ema Lestari; Mariatul Kiptiah; Apifah Apifah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.048 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v4i1.45

Abstract

Program penganekaragaman olahan dari kacang hijau dilakukan sebagai salah satu cara untuk memanfaatkan kacang hijau yang berlimpah pada musim panen dan mengembangkan produk pangan. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu pembuatan tepung kacang hijau untuk mengetahui kandungan yang terdapat pada tepung kacang hijau dan mendapatkan formulasi penambahan tepung kacang hijau dalam pembuatan kue bingka. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkarakterisasi tepung kacang hijau dan menentukan optimasi terbaik tepung kacang hijau dalam pembuatan kue bingka. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pembuatan tepung kacang hijau, pengujian kadar air, protein dan lemak pada tepung kacang hijau dan pembuatan kue bingka berbagai formulasi. Hasil uji organoleptik dilakukan pengumpulan data selanjutnya dilakukan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kandungan yang terdapat pada tepung kacang hijau kadar air 1,564%, kadar lemak 1,055% dan proteinnya 22,75% dan perlakuan kue bingka terbaik adalah A4 100% tepung kacang hijau.
Analisis Penerapan Produksi Bersih Pengelolaan Sampah Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakunci Kabupaten Tanah Laut Meldayanoor Meldayanoor; Mariatul Kiptiah; Dian Permata Sari
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.369 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i2.99

Abstract

Permasalahan sampah saat ini menjadi suatu hal yang memerlukan perhatian, karena sampah-sampah yang dibiarkan saja akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakunci Kabupaten Tanah Laut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengolahan sampah di TPA Bakunci serta menganalisis penerapan produksi bersih dari segi kelayakan teknis, kelayakan lingkungan dan kelayakan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, kuisioner, pengamatan langsung dan studi pustaka yang berkaitan dengan penelitian. Pengelolaan sampah di TPA Bakunci yaitu mengolah sampah organik diolah menjadi kompos, sampah organik diolah menjadi biogas dan sampah anorganik dikelola dibank sampah. Dilihat dari segi kelayakan teknis pengelolaan kompos dan bank sampah layak untuk dilanjutkan, sedangkan dari segi kelayakan lingkungan setiap pengelolaan sampah yang dilakukan tidak ada pengaruhnya terhadap lingkungan. Dilihat dari segi kelayakan ekonomi dalam pengelolaan kompos perkiraan keuntungan yang diperoleh yaitu Rp. 23.856.000/bulan dan pengelolaan bank sampah yaitu 28.818.900/bulan untuk 33 nasabah bank sampah.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberlanjutan Industri Kecil Menengah Sasirangan di Kabupaten Tanah Laut Mariatul Kiptiah; Muhammad Indra Darmawan; Adzani Ghani Ilmannafian
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v8i1.133

Abstract

Kain sasirangan merupakan kain khas budaya Banjar dalam motif, bentuk, gambar dan corak warna. Motif kain sasirangan memiliki nilai estetika tinggi dalam proses pembuatannya serta memiliki harga jual yang tinggi. Kabupaten Tanah Laut merupakan salah satu sentra IKM sasirangan yang mulai berkembang dalam memproduksi dan menghasilkan produk dengan kekhasan daerah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis indeks dan status keberlanjutan industri kecil menengah sasirangan di Kabupaten Tanah Laut menggunakan Software Expert Choice,dalam melakukan transformasi terhadap setiap dimensi keberlanjutan IKM sasirangan di Kabupaten Tanah Laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas pengembangan IKM sasirangan terdapat pada dimensi ekonomi berupa pemanfaatan media sosial terbatas, keterbatasan modal, kurang keterampilan pengelolaan keuangan serta jangkauan pemasaran terbatas.
Pengaruh Substitusi Tepung Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L) terhadap Kadar Serat dan Daya Terima Cookies Mariatul Kiptiah; Nina Hairiyah; Ayu Nurmalasari
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.017 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i2.72

Abstract

Kulit pisang berpotensi sebagai sumber pati untuk pembuatan tepung karena mengandung karbohidrat sebesar 18,50%. Tepung kulit pisang kepok dapat dimanfaatkan sebagai bahan pensubtitusi pembuatan cookies untuk meningkatkan nilai serat. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur rendemen tepung kulit pisang yang dihasilkan pada proses pembuatan cookies menggunakan metode pengeringan sinar matahari, menganalisis perbandingan formulasi terbaik substitusi tepung kulit pisang kepok pada cookies, dan menganalisis tingkat penerimaan panelis terhadap produk cookies yang dihasilkan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan substitusi tepung terigu dan tepung kulit pisang kepok yaitu A1 (100% : 0), A2 (75% : 25 %), A3 (70% : 30%), A4 (65% : 35%) dan A5 (50% : 50%), kemudian dilanjutkan dengan analisis kadar air dan kadar serat. Pada masing-masing perlakukan dianalisis uji organoleptik (rasa, aroma, tekstur dan warna). Data yang diperoleh diuji ANOVA dan uji lanjutan DMRT untuk mengetahui pengaruh perlakukan pada masing-masing perlakukan cookies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tepung kulit pisang kepok perlakukan terbaik yaitu tepung terigu 75% dan tepung kulit pisang kepok 25% dengan kadar air 2,13% serta kadar serat 15,34%. Berdasarkan hasil uji daya terima, penggunaan tepung kulit pisang kapok sebesar 75% tepung terigu 25% tepung kulit pisang kepok lebih disukai oleh panelis.
PROSES PEMBUATAN TEH DAUN SALAM (Syzygium Polyanthum) DENGAN PERBANDINGAN DAUN SALAM MUDA DAN DAUN SALAM TUA Mariatul Kiptiah; Nina Hairiyah; Ade Setia Rahman
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v7i2.130

Abstract

Daun salam merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia sebagai anti virus, anti mikroba, anti alergi, anti tumor dan anti oksidan. Adanya manfaat yang baik dari daun saam, maka perlu dilakukan penelitian ini melalui proses pembuatan teh daun salam yang dipilih dari kualitas teh daun salam muda dan teh saun salam tua dalam bentuk bubuk agar dapat dikonsumsi oleh manusia, karena masih kurangnya pengetahuan terhadap manfaat daun salam. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kualitas teh terbaik dari daun salam muda dan tua menggunakan pengeringan oven. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan pengeringan oven dengan perbandingan dari daun salam muda dan daun salam tua. Uji yang dilakukan adalah uji tanin, uji flavonoid, uji vitamin C, uji kadar air, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas teh daun salam yang terbaik adalah daun salam muda dengan rendemen 47,85%, kadar air 3,24%, uji tanin dan uji flavonoid menunjukan hasil positif (+),uji vitamin C 4,61 (mg/100g), serta hasil uji kesukaan panelis yang menyukai teh daun salam bernilai 7.
PENGEMBANGAN WILAYAH DALAM PERSFEKTIF POTENSI SUMBER DAYA Mariatul Kiptiah
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.582 KB) | DOI: 10.34128/jht.v1i1.12

Abstract

Indonesia dengan segala potensi yang dimiliki sebagai modal pembangunan, semestinya mampu menjadi negara maju dan sejajar dengan negara-negara lainnya.Namun pada kenyataannya potensi alam yang meliputi kekayaan alam di darat dan di laut belum mampu menciptakan kesejahteraan bagi masyarakatnya.Upaya pemerintah dalam memerangi kemiskinan dari tahun ke tahun terus meningkat, hal ini terlihat dari dana yang di kucurkan untuk program pengentasan kemiskinan. Kebijakan yang “ pro-kaum miskin” sangat di perlukan agar pertumbuhan ekonomi mempunyai dampak positif yang berarti bagi pengurangan kemiskinan, terutama kebijakan yang produktif seperti perluasan akses bagi semua orang pada bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, peningkatan kesempatan kerja serta pembangunan sektor pertanian dan ekonomi pedesaan.Penelitian ini lebih difokuskan pada eksperimental sehingga mampu menciptakan fenomena pada kondisi tertentu yang mengakibatkan adanya hubungan sebab akibat dari kondisi yang diteliti dengan menggunakan model penelitian kuantitatif.Adanya pembangunan dan pengembangan wilayah yang seimbang di seluruh wilayah Indonesia tampaknya masih menjadi wacana, Kawasan Indonesia Timur (KTI) sampai sekarang masih jauh ketinggalan di bandingkan dengan pembangunan yang terjadi di Kawasan Barat Indonesia (KBI). Kesenjangan antar wilayah ini dapat dilihat dari beberapa dimensi, yaitu sosial ekonomi dan layanan publik yang berimplikasi pada kesejahteraan masyarakatnya, angka kemiskinan, akses layanan kesehatan dan pendidikan, kemudian dimensi wilayah yang tumbuh.Pembangunan atau pengembangan wilayah yang dilaksanakan tentunya ingin mencapai keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumberdaya, merekatkan dan menyeimbangkan pembangunan nasional/wilayah/regional dalam satu kesatuan wilayah nasional, meningkatkan keserasian antar kawasan, dan keterpaduan antar sektor pembangunan dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Untuk itu diperlukan keseimbangan regional dalam melaksanakan pembangunan atau pengembangan wilayah sehingga hasil pembangunan dapat dinikmati merata di seluruh wilayah Indonesia dan kesenjangan antar daerah dapat dikurangi.
Motivasi Keterwakilan Perempuan dalam Politik Pada Pemilu Legislatif Di Kabupaten Tanah Laut Mariatul Kiptiah
Jurnal Humaniora Teknologi Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Humaniora Teknologi
Publisher : P3M Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.834 KB) | DOI: 10.34128/jht.v5i1.45

Abstract

Keterwakilan perempuan dalam pemilu legislatif merupakan proses demokrasi dimana partai-partai politik memberikan otoritas bagi perempuan untuk membuat kebijakan yang berorientasi dalam pemenuhan hak-hak perempuan khususnya kesetaraan gender. Gambaran demokrasi dalam politik dilakukan melalui motivasi bagi para calon legislatif perempuan sebagai pemenuhan hak keterwakilan perempuan di politik pada saat nanti terpilih sebagai wakil rakyat dalam membawa aspirasi masyarakat dan membawa arah kebijakan pembangunan bagi daerah. Penelitian ini menggunakan analisis deskripsi kualitatif (cualitative research approach) dengan cara pengumpulan data survei, wawancara mendalam, pembagian kuesioner terhadap responden yang diteliti sebanyak 6 anggota legislatif incumbent dan 10 orang caleg terdaftar sebagai DCT oleh KPU. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pendapat para responden dalam menentukan motivasi caleg perempuan dengan menggunakan Statistical Package For Social Science (SPSS). Adapun hasil penelitian yang dilakukan bahwa persentase keterwakilan perempuan dalam pemilu yang dilaksanakan dalam waktu 5 tahun sekali mengalami peningkatan dari pemilu 1992-1999 sebesar 9.2%, pemilu 1999-2004 sebesar 11, 8%, tahun 2004-2009 sebesar 18,2% dan 2009-2014 sebesar 17,3%. Ini menggambarkan bahwa refresentasi partisipasi keterwakilan caleg perempuan mengalami kenaikan dalam pemilu. Jumlah partisipasi pemilih perempuan dikabupaten Tanah Laut serta motivasi Caleg perempuan dalam pemenuhan kouta 30 persen dalam kategori tinggi dengan persentase 100%. Artinya caleg perempuan di Tanah Laut sudah memiliki strategi untuk mendapatkan perolehan suara dalam persaingan pemilu legislatif sesuai dengan daerah pemilihan masing-masing. Kata Kunci: Motivasi, Keterwakilan Perempuan, Pemilu Legislatif
Pengaruh Fitoremediasi dengan Kombinasi Tanaman pada Kadar BOD dan COD Limbah Sasirangan Adzani Ghani Ilmannafian; Muhammad Indra Darmawan; Mariatul Kiptiah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v9i1.158

Abstract

Most of sasirangan craftsmen in South Kalimantan have not carried out an optimal liquid waste treatment effort. In order to improve the quality of the waste, a combination of filtration and phytoremediation using the symbiosis of water hyacinth and calamus plants were applied. This study aimed to analyse the effectiveness of the filtration and phytoremediation processes using a combination of the two aquatic plants. The method used in this study was an experimental method with the treatment of a comparison of water hyacinth and calamus, namely 25%:75%, 50%:50%, and 75%:25%. The research stages are the acclimatization of the two aquatic plants for ten days, filtration with sand, gravel, and coconut fibers, and phytoremediation. The parameters tested in this study were BOD and COD. The results showed that the filtration and phytoremediation treatment with a combination of water hyacinth and jeringau could reduce the BOD and COD values on the 7th day with the highest level of effectiveness in reducing BOD obtained in treatment A2 with BOD levels of 15.21 mg/L or decreased by 80, 65% and the largest COD decrease was in the A3 treatment with a COD value of 797.5 mg/l or decreased by 14.99% from the initial COD value.
The effect of sucrose concentration on the transparency of solid soap-based cooking oil Irda Handriani; Ika Kusuma Nugraheni; Mariatul Kiptiah
Jurnal Pijar Mipa Vol. 17 No. 4 (2022): July 2022
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.124 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v17i4.3703

Abstract

This research aimed to identify the effect of sucrose concentration on the transparency of solid soap and to analyze the quality of used cooking oil based on the pH standards of bath soap and the quality requirements of bath soap. Sucrose, a soaping agent, was concentrated at 0%, 7%, 9%, 11%, and 13%, for the test was carried out three times in a row. The test of solid soap was a test of soap transparency, pH, air content, amount of fatty acids, free alkali, free fatty acids, neutral fats, and mineral oil. The results showed that the concentration of sucrose in soap making greatly affected the transparency of soap. The most transparent is a soap with a concentration of 13% sucrose. The quality of soap based on used cooking oil against the pH standard of bath soap has met the standard, and the quality requirements of the Indonesian Nasional Standard for bath soap are appropriate except for the water content and the number of fatty acids.
PEMBUATAN BIOADSORBEN DARI KOMBINASI KITOSAN DAN KULIT JAGUNG PADA PROSES PEMURNIAN MINYAK JELANTAH Adzani Ghani Ilmannafian; Muhammmad Indra Darmawan; Mariatul Kiptiah; Hasnan Bukhari
EnviroScienteae Vol 19, No 1 (2023): ENVIROSCIENTEAE VOLUME 19 NOMOR 1, FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/es.v19i1.15756

Abstract

Adsorbent is a solid substance that can absorb certain components from a fluid phase. Adsorbents consist of materials that are porous and directly hit the pore walls at a pertical location. The purpose of this final project is to see whether the purification of used cooking oil with the adsorbent method using a mixture of corn husk and shrimp shell chitosan adsorbents in several comparisons has an effect in purifying used cooking oil. This research was conducted by adsorption method of used cooking oil samples using corn husk bioadsorbent and shrimp shell chitosan. The use of this used cooking oil adsorbent process is so that used cooking oil that is no longer suitable for use in the community can be reused. Then proceed with the adsorption process starting with 100 ml of oil added 5 g of adsorbent with variations in the mass ratio of chitosan and corn husk = ((25: 75), (50: 50), and (75:25)%) stirring constantly for 90 minutes with temperature 70-80 C. The best results based on SNI cooking oil are in a ratio of 3,5 g: 1,5 g to 5 grams of adsorbent used or at a ratio of 75% corn husk adsorbent: 25% shrimp shell chitosan, with an acid number of 0,62 mg KOH /g, the free fatty acid compound is 0,80% and the peroxide number is 6,36 meq 02/kg.