Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Terhadap Fungsi Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin Jambi: Community Perceptions Toward the Functions of Sultan Thaha Syaifuddin Grand Forest Park, Jambi Fazriyas, Fazriyas; Muryunika, Rince; Lestari, Eni; Marwoto, Marwoto; Ahyauddin, Ahyauddin; Jamaluddin, Jamaluddin
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.48540

Abstract

ABSTRACT Senami Forest is a conservation area with strategic functions, including education, research, socio-cultural development, and tourism.  However, its designation as a forest park is not without its challenges of land conversion and social issues. This study aims to analyze community perceptions of the functions of the Sultan Thaha Syaifuddin Grand Forest Park in Jambi, covering aspects of education, research, socio-cultural roles, as well as tourism and recreation. The research was conducted in Jangga Baru Village, Batin XXIV Subdistrict, Batanghari Regency, from November to December 2023, involving 90 respondents selected through proportional random sampling. Data were collected using a three-point Likert scale questionnaire and analyzed descriptively. The results showed that community perceptions of forest park functions in education (33.33%) and research (33.33%) were in the poor category, while socio-cultural (44.61%) and tourism-recreation (55.60%) were in the moderate category. Overall, the community tends to view the area as more beneficial if converted into plantations, due to limited economic access, low educational levels, and minimal involvement in management activities. These findings highlight the importance of management strategies that actively involve local communities to ensure the balance between conservation, social, and economic functions.   Keywords: batanghari, community perceptions, conservation, forest functions, forest park   ABSTRAK Hutan Senami merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi strategis yaitu fungsi pendidikan, penelitian, sosial budaya dan wisata. Namun, penetapannya menjadi Tahura STS tidak terlepas dari berbagai persoalan alih fungsi lahan dan masalah sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap fungsi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi yang mencakup aspek pendidikan, penelitian, sosial budaya, serta wisata dan rekreasi. Penelitian dilaksanakan di Desa Jangga Baru, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari pada November–Desember 2023 dengan melibatkan 90 responden yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert tiga poin dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap fungsi Tahura STS pada aspek pendidikan (33,33%) dan penelitian (33,33%) berada pada kategori buruk, sosial budaya (44,61%) pada kategori sedang, serta wisata dan rekreasi (55,60%) juga pada kategori sedang. Masyarakat cenderung memandang kawasan lebih bermanfaat jika dialihfungsikan menjadi perkebunan karena keterbatasan akses ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, dan minimnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pengelolaan kawasan. Hasil ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan Tahura STS yang melibatkan masyarakat secara aktif agar fungsi konservasi, sosial, dan ekonomi dapat berjalan beriringan.   Katakunci: batanghari, fungsi hutan, konservasi, persepsi masyarakat, taman hutan raya
STUDI KERAPATAN MANGROVE DAN PERUBAHAN GARIS PANTAI TAHUN 1989-2018 DI PESISIR PROVINSI JAMBI Achmad, Eva; Nursanti, Nursanti; Marwoto, Marwoto; Fazriyas, Fazriyas; Jayanti, Dwi Putri; Marwoto
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.10.2.138-152

Abstract

The density of mangrove cover is one of the factors that influence changes in shoreline both accretion and abrasion. This study aims to determine the effect of changes in density of mangrove cover on shoreline changes in 1989-2018 in the Coastal Province of Jambi. The method used is the interpretation of Landsat satellite images in 1989, 2000 and 2018 using NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) and overlaying images to see shoreline changes and DSAS (Digital Shoreline Analysis System) to calculate the area of change. The results showed that there had been a change in shoreline both accretion and abrasion in several locations that had different mangrove densities in the period 1989-2018. The results showed that accretion occured in 6 locations with an average change of Kota Sebrang 771 m, Tungkal Ilir 240.65 m, Kuala Betara 153.73 m, Mendahara 167.78 m, Kuala Jambi 169.35 m and Nipah 57.3 m, while abrasion occurs at 2 locations with an average change in Sabak Timur -41.8 m and Sadu -36.55 m. Where in the 6 locations that had accretion, mangrove density dominantly was in a close-densed and moderate state and only a few are in a low-densed condition. Meanwhile, the 2 locations that had abrasion were in a moderate state and have a low density mangrove forest.