Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Keanekaragaman dan Kelimpahan Ikan Karang di Perairan Desa Pelapis Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara Ramadhan, Sahari; Marista, Etha; Zibar, Zan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2024): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i3.81927

Abstract

Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem dengan produktivitas yang relatif tinggi. Salah satu jenis yang ditemukan di dalamnya adalah ikan karang. Ikan karang adalah sekelompok ikan yang hidup selaras terhadap ekosistem terumbu karang dan memanfaatkannya untuk mencari makan, memijah dan tempat pembesaran. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis ikan karang, keanekaragaman jenis ikan karang dan kelimpahan jenis ikan karang di perairan Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Penentuan titik lokasi penelitian dilakukan selama bulan Juni-Agustus 2023. Menggunakan metode purposive sampling untuk membandingkan sampel ikan karang pada tiga stasiun pengamatan dengan kedalaman 3-10 meter. Pengumpulan data selanjutnya menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC). Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukan bahwa keanekaragaman, keseragaman, dominansi dan kelimpahan ikan karang tergolong sedang. Jenis-jenis ikan karang yang terindentifikasi terdapat 8 famili dan 22 spesies ikan karang, keanekaragaman ikan karang berkisar antara 1,7567 hingga 2,4331, keseragaman ikan karang berkisar antara 0,5683 hingga 0,7871, dominansi ikan karang berkisar antara 0,1214 hingga 0,2483 dan kelimpahan ikan karang berkisaran 0.384-0.712 ind/m ².
Analisis Hubungan Kandungan Klorofil-a dengan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Desa Pelapis Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara Setiawati, Wulandari; Shofiyah, Sofi Siti; Marista, Etha
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2024): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i3.82513

Abstract

Fitoplankton dapat berperan sebagai bioindikator untuk mengindikasi baik atau buruknya perairan. Fitoplankton juga menjadi produsen primer karena menghasilkan klorofil-a yang berperan dalam proses fotosintesisnya. Salah satu komponen yang mempengaruhi produktivitas primer perairan adalah klorofil-a. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis fitoplankton, kelimpahan dan hubungan antara kandungan klorofil-a dengan kelimpahan fitoplankton di Perairan Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan menentukan enam titik stasiun dan menganalisis data menggunakan analisis kolerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton yang ditemukan   yaitu dari kelas Bacillariophyceae, Dinophyceae, Cyanophyceae, Chlorophyceae dan didominasi oleh spesies Chaetoceros sp., Biddulphia sinensis, dan Asteroplanus karianus. Perairan Desa Pelapis memiliki tingkat kesuburan sedang (mesotrofik) berdasarkan kelimpahan fitoplankton. Perairan dengan kandungan klorofil-a 0,005 hingga 0,022 mg/L dianggap memiliki tingkat kesuburan tinggi (eutrotrofik). Hubungan antara kandungan klorofil-a dan kelimpahan fitoplankton sangat kuat, dengan nilai kolerasi 0.941 dan dipengaruhi oleh perameter lingkungan lainnya seperti kecepatan arus dan kecerahan perairan yang bersifat positif, dengan nilai kolerasi 0.551 dan 0.141
PEMETAAN SEBARAN PRASARANA DAN BATAS DESA PELAPIS KECAMATAN KEPULAUAN KARIMATA KABUPATEN KAYONG UTARA Saputra, Robin; Zibar, Zan; Raynaldo, Adityo; Shofiyah, Sofi Siti; Marista, Etha; Linda, Riza
Bina Bahari Vol 1, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v1i2.12

Abstract

Penyelenggaraan pemerintahan yang baik harus didukung dengan data yang baik agar dalam mengelola desa dapat dengan optimal. salah satu data yang penting adalah peta batas wilayah desa. Pembuatan peta batas desa merupakan amanat yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Tujuan dari kegiatan ini adalah tersedianya peta desa dalam bentuk fisik untuk mendukung pemerintah desa dalam menjalankan fungsi pemerintahannya. Kegiatan pembuatan peta desa melibatkan pihak desa dan masyarakat. Hasil kegiatan pemetaan desa ini dapat diselesaikan dengan baik dan berjalan lancar sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil evaluasi dan pernyaatan pihak desa peta yang dihasilkan juga representatif untuk kebutuhan administrasi desa. Pemerintah desa juga menganggap bahwa kegiatan ini bermanfaat, dan berharap kedepannya ada kegiatan yang sejenis, dengan target keluaran sampai ke peta batas dusun, RT dan RW.
Butterfly Species Richness in Different Habitats of Pontianak City, West Kalimantan Bibas, Elpe; Kurnia, Fitriyan; Raynaldo, Adityo; Marista, Etha; Wahyuni, Muftiah Yasi Dwi; Linda, Riza
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 2 (2025): April-Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i2.8715

Abstract

Urbanization drives biodiversity loss, but green spaces in Pontianak City may still serve as important refuges for butterflies. This study aims to assess butterfly species richness across different habitat types in Pontianak City, including agricultural, agroforestry, city parks, suburban areas, and marginal lands. Data were collected using the time-constrained counts method with a 30-minute observation period per site. Species richness was estimated using Chao1 estimator, diversity was analyzed with Hill numbers, and species composition was compared using the Chao-Sørensen similarity. A total of 438 individuals from 50 species were recorded. Agroforestry, suburban areas, and city parks exhibited relatively similar levels of species richness (28, 26, and 25 species, respectively), with agroforestry demonstrating the highest species richness and diversity (Shannon = 20, Simpson = 16). Conversely, agricultural areas (14 species) and marginal lands (7 species) showed comparatively lower species richness. The highest estimated species richness was found in city park habitats (36 species). Agricultural and marginal lands had the highest species similarity (0.77), whereas agroforestry and marginal lands had the lowest (0.22). These findings highlight agroforestry, suburban areas, and city parks as key conservation areas for butterflies. Habitat management strategies should prioritize these habitats to support butterfly diversity in Pontianak City.
Variation of Fingerprint Patterns Among Students at OSO University Based on Ethnicity and Gender Wahyuni, Muftiah Yasi Dwi; Raynaldo, Adityo; Marista, Etha; Bibas, Elpe; Kurnia, Fitriyan; Linda, Riza
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 2 (2025): April-Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i2.8716

Abstract

Fingerprints are utilized for personal identification, as well as to identify ethnicity, blood type and gender. They are permanent and remain unchanged throughout lifetime, unless an injury causes skin damage. This study aims to examine the variation in fingerprint patterns among students at OSO University, considering ethnic and gender differences. This study used a purposive sampling method and at least 50 fingerprint samples from students at the Faculty of Natural Sciences and Marine Science, OSO University. Generally, the loop fingerprint pattern is found in approximately 54.67% of the total sample of students. The loop fingerprint pattern is most commonly found in the Bugis, Malay and Javanese ethnic, while the Dayak ethnic predominantly has the whorl pattern. The arch fingerprint pattern is only found in the Dayak ethnic group. It can be assumed that the arch pattern may act as a distinguishing characteristic among ethnic groups in West Kalimantan. This study can contribute to forensic science, especially in identifying individuals based on fingerprint patterns associated with ethnicity and gender.  This research can provide as a foundation for further studies that explore the relationship between fingerprint patterns and other demographic factors, such as age or geographic location.
Macrozoobenthos Community Structure as a Bioindicator for Waters in Sungai Kakap Village, Kubu Raya Marista, Etha; Raynaldo, Adityo; Shofiyah, Sofi Siti; Zibar, Zan; Saputra, Robin; Linda, Riza
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4.10194

Abstract

Coastal waters are vital for aquatic life and human activities, yet their quality is highly susceptible to environmental pressures. Because macrozoobenthos are sensitive to environmental changes and have limited mobility, they are frequently utilized as bioindicators. This study aims to examine the structure of the macrozoobenthos community in the waters of Sungai Kakap Village, Kubu Raya Regency, and its relationship with environmental parameters. Samples were collected at five stations using purposive sampling with line transects and quadrants, then analyzed for density, diversity (H'), evenness (E), and dominance (C). A total of 14 species were found with distinct dominant patterns across stations, notably the high dominance of Neritina violacea, Corbicula fluminea, and Corbicula fluvitalis at Stations I, III, and V, respectively. Community structure analysis showed low diversity (H': 0.33–0.65) and high dominance (C: up to 0.84), suggesting a community structure dominated by a few species, leading to relatively low stability. Environmental parameters—temperature (30.1–31.7∘ C), salinity (0.50–3.00%), pH (5.45–7.58), and DO (3.77–7.51 mg/L)—were found to influence species distribution. These results confirm that macrozoobenthos is an effective bioindicator for water quality assessment in the Sungai Kakap area. The low community stability implies a need for consistent monitoring to prevent further degradation. Future research should focus on the impact of specific pollutants on these dominant species to support informed mangrove ecosystem management.
EKSPLORASI BIODIVERSITAS LOKAL KALIMANTAN BARAT DAN PENGENALAN PLATFORM BIOLOGI DI SMAN 1 SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Wahyuni, Muftiah Yasi Dwi; Raynaldo, Adityo; Marista, Etha; Bibas, Elpe; Kurnia, Fitriyan; Linda, Riza
Jurnal Pasopati Vol 7, No 1 (2025): Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2025.26190

Abstract

Kalimantan Barat merupakan wilayah yang memiliki biodiversitas lokal dengan ciri khas alam tersendiri. Beberapa spesies menjadi flora dan fauna identitas daerah, ada yang berpotensi sebagai obat-obatan dan berbagai manfaat lainnya. Pemahaman tentang jenis-jenis dan potensi biodiversitas di Kalimantan Barat masih terbatas di kalangan masyarakat, terutama di kalangan siswa di sekolah. Meskipun para siswa telah mempelajari materi biodiversitas sebelumnya, namun mereka belum memahami konsep biodiversitas tersebut, khususnya biodiversitas lokal yang dimiliki daerah mereka sendiri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengeksplorasi biodiversitas lokal Kalimantan Barat dan mengenalkan platform biologi sebagai media eksplorasi biodiversitas kepada siswa SMAN 1 Sungai Kakap sebagai target kegiatan ini. Penyampaian materi menggunakan Learning Method, yaitu penyampaian materi secara lisan dan dikombinasikan dengan penggunaan poster edukasi. Berdasarkan hasil Pre-Test dan Post-Test, diketahui bahwa pemahaman siswa tersebut meningkat secara signifikan dengan nilai rata-rata 87,96 (Post-Test) dibandingkan sebelumnya 45,93 (Pre-Test). Selain itu, persentase pemahaman siswa terhadap biodiversitas juga meningkat menjadi 92,59% paham dari 62,96% siswa yang tidak tahu tentang biodiversitas. Hal ini menunjukkan bahwa siswa-siswa tersebut telah memahami konsep biodiversitas dan biodiversitas lokal yang dimiliki daerahnya. Platform biologi sebagai media eksplorasi biodiversitas juga membantu siswa dalam memahami spesies, penyebaran dan potensi biodiversitas yang ada di Kalimantan Barat.
Keanekaragaman Kepiting Bakau (Scylla spp.) di Kawasan Mangrove Desa Masbangun Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara Putri, Virda Juliati; Linda, Riza; Marista, Etha
JKP - Jurnal Kelautan dan Pesisir Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : JKP - Jurnal Kelautan dan Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangrove ecosystems as a coastal resource known as an important ecological function in supporting fisheries resources and is a very potential habitat for various aquatic biota. Mangrove crab (Scylla sp.) is one of the biota that has an ecological relationship with mangrove ecosystem areas with a high enough protein content to become one type of potential marine commodity. The purpose of this study was to determine the type and diversity of mangrove crabs found in the Mangrove Area of Masbangun Village, Teluk Batang District, North Kayong Regency. Determination of observation stations using purposive sampling method based on environmental hue. The results showed that the mangrove crabs found totaled 11 individuals consisting of 2 species, namely Scylla olivacea and Scylla tranquebarica. The diversity index value is low, ranging from 0-0.63, the uniformity value is high, ranging from 0-0.81, and the dominance value is moderate, ranging from 0.55-1. Aquatic environmental factors in the study area are included in the optimal range that can affect the presence and growth of mud crabs.
Inventarisasi Jenis - Jenis Makroalga di Perairan Pantai Pulau Pelapis Kabupaten Kayong Utara Lestari, Fikanti Putri; Juliono, Fransiskus; Ramadhani, Hendri; Halim, Sadri; Alfikri, Shihab Hidayat; Raynaldo, Adityo; Marista, Etha; Hafidz, Muhammad
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i2.64093

Abstract

Makroalga adalah organisme yang hidup di air tawar dan air laut, termasuk rumput laut, mikroalga, protista, dan ganggang merah. Makroalga dikenal sebagai salah satu makanan utama bagi ekosistem laut. Selain itu, makroalga juga merupakan sumber penting dari banyak bahan utama yang digunakan dalam industri, produk farmasi dan bahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data awal jenis-jenis makroalga yang ditemukan dan mengetahui kualitas perairan di pesisir Pulau Pelapis berdasarkan faktor fisika dan kimia. Penelitian dilakukan di 2 stasiun dengan menggunakan metode eksplorasi yang meliputi pengambilan sampel, pengukuran kualitas air dan identifikasi makroalga. Pengukuran kualitas air dan pengambilan sampel makroalga dilakukan secara bersamaan. Parameter kualitas air yang diukur adalah suhu, salinitas. Oksigen Terlarut (DO), Derajat Keasaman (Ph) dan Total Padatan Terlarut (TDS). Kualitas air habitat makroalga pada stasiun 1 menunjukkan nilai suhu 27,9, salinitas 15,9, konduktivitas 25,3, Ph 8,35, TDS 12,7, dan DO 7,54. Selanjutnya, stasiun 2 memiliki nilai rata-rata suhu 29,7, salinitas 14,7, konduktivitas 23,5, Ph 8,26, TDS 11,8, dan DO 6,08. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan 17 spesies makroalga dari 4 kelas makroalga yaitu chlorophyceae, phaeophyceae, florideophyceae dan ulvophyceae yaitu Halimeda macroloba, Halimeda opuntia, Halimeda discoidea, Spongomorpha aeruginosa, Gelidium sp, Galaxaura rugosa, Acanthopora spicifera, Turbinaria ornata, Gigartina sp, Padina sp, Ahnfeltia plicata, Caulerpa racemose, Caulerpa sertularioides, Caulerpa serrulate, Hydroclathrus clathratus, Sargassum sp, Sargassum duplicatum.