Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

REGULASI EMOSI BERBASIS AL-QURAN DAN IMPLEMENTASINYA PADA KOMUNITAS PUNK TASAWUF UNDERGROUND Febriani, Nur Arfiyah; Kamaluddin, Ahmad
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 6, No 1 (2022): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36671/mumtaz.v6i01.277

Abstract

Regulasi emosi berbasis al-Qur’an dalam penelitian ini mengusung teori psikosufistik, yakni teori yang membahas tentang tingkah laku manusia dari sudut pandang tasawuf yang mengedepankan pengembangan potensi batin (qalb) ke arah psikologis agar senantiasa dekat dengan Allah. Hal ini berdasarkan dari perintah Al-Qur’an kepada manusia untuk menggali potensi hati (qalb) untuk membangun hubungan vertikal dan horizontal dengan baik agar tercipta kesejahteraan diri (kebahagiaan) bagi individu. Penelitian ini mengungkapkan isyarat Al-Qur’an tentang regulasi emosi yang  mencakup empat model yaitu: 1) displacement, yaitu mengalihkan emosi kepada obyek lain seperti berdzikir. 2) adjusment, yaitu mengalihkan pikiran ke arah yang positif seperti husnuzzhon. 3) coping, yaitu menerima dan menjalani segala hal yang terjadi dalam hidup seperti bersabar. 4) regresi, yaitu kembali kepada fitrah manusia seperti bertaubat. Hasil penelitian ini adalah bahwa konsep psikosufistik dinilai dapat mengurangi kegelisahan hati dan tekanan psikologis komunitas punk tasawuf underground sehingga dapat merubah sikap dan perilaku mereka dari aspek kepribadian (personaliity), kesejahteraan diri (well being), penerimaan diri (self acaptance), dan kesadaran diri (self awareness).
THE QUR’ANIC PERSPECTIVE ON ECOLOGY IN ṬABĀRĪ AND ṬABĀṬABĀ’Ī INTERPRETATION Febriani, Nur Arfiyah; Aziz Waktar, Alfi Sachdeva; Tamam, Badru
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 4, No 1 (2020): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36671/mumtaz.v4i01.89

Abstract

The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) at the end of 2019 launched findings on global warming which increased by 0.5%. The lifestyle of modern humans starting from the anthropocentric paradigm is often said to be a trigger for environmental damage. Interestingly, anthropocentric precisely argued the teachings of celestial religion which became the basis of his thought. This paper aims to make a reconciliation effort towards the anthropocentric paradigm by providing an explanation of the views of the Koran which are read through the thoughts of Ṭabārī and Ṭabāṭabā'ī related to the pattern of human and natural interaction. Using the maudu'i interpretation method and based on scientific arguments through Ecology studies, this paper discovers Ṭabārī and Ṭabāṭabā'ī's views on ecological concepts that can be understood in the sense of: "The study of the interactions between nature and humans in the ecosystem where they grow and develop and benefit each other with the same goal, namely to worship God ". This is based on findings about the spiritual dimension between nature and humans in the activities and purposes of creation revealed by the Koran. With this view, humans can use natural resources while preserving them as a khalīfah fī al-Arḍ/natural conservator, as Allah's mandate to humans in the Koran.
Ra’yu Sebagai Sumber Hukum Islam Febriani, Nur Arfiyah
al-'adalah Vol 9 No 2 (2012): Al-'Adalah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/adalah.v10i2.291

Abstract

Ra’yu  adalah salah satu cara umat  Islam untuk menetapkan suatu hukum dari permasalahan-permasalahan kontemporer yang belum didapati dalam Alquran dan Hadis. Manusia memiliki akal yang mampu berfikir secara komprehensif dengan tetap berpegang teguh pada Alquran dan Hadis sebagai bukti keabsahan hasil ra’yu. Namun perlu digarisbawahi bahwa akal dan ra’yu memiliki perbedaan dalam pengertiannya. Akal adalah subjek (alat/pelaku yang melakukan pemikiran), sedangkan ra’yu adalah, suatu hasil/obyek dari proses pemikiran yang bertujuan untuk mencari kebenaran/solusi dari suatu hukum yang tidak ada di dalam Alquran dan hadis.
PENERAPAN PENDIDIKAN SOSIAL BERWAWASAN GENDER DALAM PERAN PUBLIK DAN DOMESTIK Ediansyah, Suherman; Arief, Armai; Febriani, Nur Arfiyah
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol. 9 No. 1 (2025): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan sosial berwawasan gender dalam peran publik dan domestik yakni pendidikan yang mengedepankan pemahaman yang seimbang tentang peran laki-laki dan perempuan dalam masyarakat serta mengajarkan bahwa keduanya memiliki hak dan tanggung jawab yang setara sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan gender dalam al-Quran. Pendidikan sosial berwawasan gender dalam Al-Qur’an ditemukan dalam enam isyarat, yaitu: 1) keseimbangan peran publik dan domestik, 2) Pendidikan nilai-nilai agama dalam karakter sosial, 3) Pendidikan gerakan sosial, 4) Pendidikan gerakan masyarakat sehat, 5) pendidikan sosial dalam bidang politik, dan 6) Pendidikan sosial dalam bidang lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi. Sumber Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer dalam disertasi ini adalah ayat-ayat al-Qur’an yang memiliki kesamaan tema tentang pendidikan sosial. Data sekunder dalam penelitian ini yakni studi literatur. Metode pengumpulan data dan pendekatan dalam penelitian ini diperoleh melalui riset kepustakaan (library research).
De-Islamophobia Melalui Pilar Moderasi Beragama Perspektif Al-Qur’an: De-Islamophobia Through the Pillars of Religious Moderation In the Qur’an Perspective Febriani, Nur Arfiyah; Badruzaman, Abad
Jurnal Bimas Islam Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Bimas Islam
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v16i2.954

Abstract

This paper will examine the pillars of religious moderation in the Koran in relation to tackling the problem of Islamophobia both from within and outside of Islam. Searching for the cornerstones of moderation in the Koran uses the thematic method. Namely: First, determining the theme. In this case, is religious moderation. Second: tracing the verses that talk about religious moderation, then drawing several points from it which in the author's observation contain the central teachings (pillars) about religious moderation. Third: each pillar is discussed and developed by referring to relevant references, especially works of interpretation, then contextualized in such a way as to be in line with Indonesian and contemporary dynamics related to efforts to overcome Islamophobia. From the search and discussion of verses related to religious moderation, at least three pillars for religious moderation were found, namely: wasathiyah, samahah, and hiwar.
The Qur'anic Strategy In Overcoming Islamophobia Using Rahmatan lil 'Alamîn Approach Yusron, M Agus; Febriani, Nur Arfiyah
ZAD Al-Mufassirin Vol. 7 No. 1 (2025): ZAD Al-Mufassirin June 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) ZAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55759/zam.v7i1.279

Abstract

Islamophobia is a worldwide issue that impacts Muslims, particularly in countries where they are a minority. Therefore, it is crucial to prevent or reduce various forms of Islamophobia. This research aims to re-establish the loving essence of Islam to foster a genuine affection for the faith. This, in turn, will promote peace amidst diversity, rather than the proliferation of Islamophobia or other types of religious intolerance. This research employs a descriptive qualitative method with conceptual thematic technique. It involves examining Qur’anic verses that specifically mention the contestation of Islamophobia, furthermore, analyzing them to determine how to prevent it. By portraying the face of Islam, using the frame of rahmatan lil 'alamîn, which is in accordance with the Islamic identity, the research findings indicate that the fear of non-Muslims can be eradicated. Islamic precepts of tolerance for religious diversity, treating everyone with kindness and justice, and presenting Islam as a religion of rahmatan lil 'alamin are all things that must be demonstrated. This research underscores that the Qur'an does not promote religious phobia; rather, its teachings are rich in universal values that resonate across different contexts and eras.
Blue Economy from Perspective of Al-Qur'an Sultoni, Ahmad Hery; Anwar, Hamdani; Febriani, Nur Arfiyah
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 04 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i04.1096

Abstract

This research concludes that from the Al-Qur'an perspective, the maritime concept with a blue economy perspective is an integral approach, where the utilization of marine resources, which are referred to as al-Bahr and al-yam in the Al-Qur'an, needs to integrate several aspects interrelated maritime affairs. Reduction of one maritime aspect can result in ineffectiveness in dealing with the complexity of maritime problems as a whole.The framework used in this research includes the following aspects:First, Aqidah: Humans are seen as caliphs who are responsible for the universe that Allah rules. Second, Sharia: Maritime natural resource utilization activities must be in accordance with the principles of Islamic law. Third, Morals: Improvement with adaptive innovation for the efficiency of natural resources, fair distribution, and consumption that does not damage or waste natural resources.This research supports the views of several figures such as Robert Maltus, Langdon Gilkey, Seyyed Hossein Nasr, Donella H. Meadow, Arne Naess, Edith Brown Weiss, and Gunter Pauli, who emphasize the need for wise management of natural resources for sustainability. The research method used is a qualitative method with the Tafsir Maudū'i (thematic) interpretation method.This research differs from the views of several figures, such as Hugo Grotius, Adam Smith, David Ricardo, Immanuel Kant, and Garret Hardin, who have different views regarding natural resource management. Thus, this research proposes a holistic approach based on Islamic values in viewing and managing marine resources to achieve economic and environmental sustainability.
Manajemen Energi Terbarukan sebagai Penanggulangan Emisi Karbon Perspektif Al-Qur’an Khaidir, Teuku; Febriani, Nur Arfiyah; Hariyadi, Muhammad
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/gazx9c67

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan model manajemen energi terbarukan dalam perspektif Al-Qur’an sebagai solusi penanggulangan emisi karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model manajemen mencakup perencanaan (at-takhth??), pengorganisasian (at-tanzh?m), pelaksanaan (at-tans?q), pengendalian (ar-riq?bah), kompetensi (al-kaf?’ah), dan akhlak (al-akhlaq). Energi matahari dipandang sebagai alternatif strategis karena selaras dengan fitrah Islam, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Dalam isyarat Al-Qur'an, penulis mengungkap temuan yang menarik dari penelitian ini bahwa matahari tidak hanya disebut secara eksplisit, melainkan tersebar dalam berbagai bentuk kosakata yang sarat makna seperti misbah, dhiy?', dan sir?j, secara umum diartikan sama yakni cahaya atau pelita. Berdasarkan sains dan Al-Qur’an setiap kosakata memiliki makna yang khas yang menggambarkan peran matahari sebagai pemberi cahaya yaitu misbah adalah pelita besar yang berada dalam reaksi fusi matahari atau reaksi fusi matahari itu sendiri, dhiy?' adalah sinar-sinar yang ada dalam gelombang elektromagnetik matahari, dan sir?j adalah foton yang membawa gelombang elektromagnetik matahari. Pemilihan energi yang bersumber dari energi matahari, dilakukan dengan menggunakan metode SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats), ini merupakan pendekatan yang efektif untuk mengevaluasi potensi dan tantangan terkait penggunaannya. Dengan analisis SWOT menunjukkan bahwa energi matahari memiliki banyak kelebihan yang dapat dimanfaatkan, terutama sumbernya yang melimpah dan dalam jangka panjang dengan biaya operasional terjangkau serta dampak lingkungan yang minimal terhadap perubahan iklim dan pemanasan global (global warming).
Rereading the Qur'an Text as Women's Liberation Perspective Asma Barlas Anwar, Zaeni; Marom, Nailul Khoiril; Febriani, Nur Arfiyah
ISTIFHAM Vol 3 No 3 (2025)
Publisher : Seutia Hukamaa Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71039/istifham.v3i3.126

Abstract

This study examines Asma Barlas's thoughts on the rereading of the Qur'an text as a form of liberation of women from patriarchal interpretation. Using a descriptive qualitative approach and a literature review, this study examines Asma Barlas' main works, especially Believing Women in Islam: Unreading Patriarchal Interpretations of the Qur'an, as well as secondary literature relevant to gender interpretation and Islamic feminism. The study's results show that Asma Barlas rejects the notion that the Qur'an is patriarchal. He emphasized that gender bias in interpretation is a historical and social product of male mufasir who live in a patriarchal system. Using historical and hermeneutic arguments, Barlas constructs an epistemology of egalitarianism rooted in the concept of monotheism, in which there is no hierarchy of power between men and women. His reinterpretation of verses such as Q.S. An-Nisa [4]:34 and Q.S. Al-Baqarah [2]:228 affirms that the terms qiwamah and "male degree" do not confer legitimacy or superiority, but rather entail functional social responsibility. Thus, this study confirms that the Qur'an contains the values of justice and gender equality, which can serve as a theological foundation for women's liberation in contemporary Islam.
Pendekatan Komplementasi Antara Al-Qur’an dan Psikologi Tentang Proses Kunci Ketahanan Keluarga Orang Tua Tunggal Lazim, Muhammad; Raya, Ahmad Thib; Febriani, Nur Arfiyah; Ayu, Nur Meity Sulistia
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v6i2.2053

Abstract

Munculnya paradigma keilmuan bercorak teoatroposentris-integralistik-interkonektif yang menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sentral keilmuan dengan mengembangkan beragam pola ijtihad menjadikan solusi atas problematika kehidupan lebih kongkrit. Di antara pendekatan yang digunakan adalah komplementasi yaitu pendekatan sains dan ajaran Islam yang saling memperkuat tetapi tetap mempertahankan eksistensinya masing-masing. Dalam konteks keluarga dengan orang tua tunggal, beragam problematika yang dihadapinya seringkali berujung pada kerentanan institusi keluarga. Al-Qur'an sebagai hudan memberikan pedoman melalui keteladanan profil keluarga orang tua tunggal yang sukses. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ranah managemen internal keluarga orang tua tunggal yang profilnya dipaparkan dalam Al-Qur'an dalam meraih ketahanan keluarga. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan murni dengan metode kualitatif. Metodologi penafsiran yang digunakan adalah tafsir tematik dengan pendekatan komplementasi psiko-sosial. Teori Psiko-sosial yang diacu adalah key processes in family resilience versi Froma Walsh sedangkan ayat-ayat Al-Qur’an yang diacu adalah ayat-ayat yang berkisah (qashah Al-Qur’an) tentang orang tua tunggal yang sukses dalam menghadirkan ketahanan keluarga. Penelitian ini menemukan bahwa berdasarkan subjek percontohan Al-Qur’an, ranah manajemen internal keluarga sebagai proses kunci membangun ketahanan keluarga yang meliputi sistem kepercayaan, proses organisasi, dan proses komunikasi. Kajian ini merekomendasikan agar para orang tua tunggal menerapkan managemen internal keluarganya agar tetap dapat merealisasikan ketahanan keluarga meskipun secara struktural fungsional ada kepincangan.   The emergence of a theoanthropocentric-integralistic-interconnective scientific paradigm that makes the Qur'an and As-Sunnah the center of knowledge by developing various patterns of ijtihad makes solutions to life's problems more concrete. Among the approaches used is complementarity, namely the approach of science and Islamic teachings that strengthen each other but still maintain their respective existence. In the context of single-parent families, the various problems they face often lead to the vulnerability of the family institution. The Qur'an as a guide provides guidance through the exemplary profiles of successful single-parent families. This study, which aims to uncover the internal management of single-parent families, whose profiles are described in the Qur'an in achieving family resilience, is a purely library research using qualitative methods. The interpretation methodology used is thematic interpretation with a psycho-social complementarity approach. The psycho-social theory referred to is Froma Walsh's key processes in family resilience, while the Qur'anic verses referred to are verses that tell stories (qashah Al-Qur'an) about single parents who have succeeded in presenting family resilience. This study found that based on the Qur'anic exemplary subjects, the internal family management domain is a key process in building family resilience that includes belief systems, organizational processes, and communication processes. This study recommends that single parents implement internal family management so that they can still realize family resilience even though there are structural and functional flaws.