Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan Media Commvirus Education untuk Melatih Keterampilan Komunikasi dan Hasil Belajar Kognitif Materi Virus Karin Fitri Mekar Sari; Mimien Henie Irawati Al Muhdhar; I Wayan Sumberartha; Umi Fitriyati; Deny Setiawan; Silfia Ilma; Wachidatul Linda Yuhanna; Hari Santoso
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n2.p610-620

Abstract

Pengembangan media pembelajaran dapat memanfaatkan Google Sites sebagai platform pembuatan website kelas atau sekolah yang mengintegrasikan berbagai informasi dalam satu wadah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan media CommVirus Education berbantuan Google Sites berbasis model PjBL untuk meningkatkan keterampilan komunikasi serta hasil belajar kognitif materi virus dengan kriteria valid, praktis, dan efektif. Tahapan pengembangan media terdiri dari lima tahapan model pengembangan Lee & Owens. Implementasi media dilaksanakan pada kelas X-1 SMAN 2 Batu dengan rancangan one group pretest-posttest melibatkan 35 murid sebagai sampel. Hasil uji kevalidan media mencapai 96,7%, sedangkan hasil uji kepraktisan menunjukkan 95,6%. Tingginya rata-rata tersebut mengindikasikan bahwa media telah valid dan praktis untuk digunakan. Adapun hasil uji keefektifan dari skor tes dan angket yang dianalisis menggunakan N-Gain Score menunjukkan skor 0,8 yang berarti media efektif meningkatkan keterampilan komunikasi dan hasil belajar kognitif. Rekomendasi selanjutnya, dapat menambahkan variasi audio untuk memfasilitasi gaya belajar murid yang beragam serta menambahkan materi Biologi secara umum agar media pembelajaran bersifat komprehensif.
Development of Circulation System E-Dioclass to Foster Critical Reasoning and Cognitive Learning Outcomes Farida Nuraini; Mimien Henie Irawati Al-Muhdhar; Zainudin Hassan; Murni Sapta Sari; Deny Setiawan; Cicilia Novi Primiani; Wachidatul Linda Yuhanna; Feni Tin Faizah
DIDAKTIKA Vol 20 No 01 (2026): DIDAKTIKA : JURNAL KEPENDIDIKAN
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/didaktika.v20i01.9979

Abstract

Critical reasoning skills are still relatively low among students and have a significant impact on cognitive learning outcomes. This study aims to produce E-Dioclass learning media on the PBLPOE model of circulatory system material integrated with SDGs number 3 to develop critical reasoning dimensions and cognitive learning outcomes of phase F students that are valid and practical. The research model used is the Lee & Owens development model with five stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The analysis stage aims to identify the needs of teachers and students. The design stage aims to design E-Dioclass media. The development stage is to realize the design in the form of a storyboard to become a prototype. The implementation stage is to apply the media in four meetings. The evaluation stage is to determine the effectiveness of the media. E-Dioclass media is a Google Classroom-assisted media that can be accessed online through electronic devices. The results of E-Dioclass media validation by media experts, material experts, and biology education practitioners obtained an average score of 95.7%. The results of the practicality test obtained a score of 81.6%. Therefore, E-Dioclass media is declared valid, practical.
Sistem Hiponimi Hewan dalam Bahasa Jawa: Kajian Semantik Endang Sri Maruti; Bambang Eko Hari Cahyono; Wachidatul Linda Yuhanna
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4038

Abstract

The animals in the world are very diverse and countless. The variety of animals in the field of biology is divided into kingdoms, species, families, orders, and classes. The classification of animals in biology is certainly different from the classification of animals in Javanese society. This study aims to explain animal hyponymy in Javanese based on Semantic studies. Hyponyms are inseparable from the relation of meaning. This research is descriptive qualitative. Data collection is done by documentation, observation, listening, and taking notes. Data analysis was carried out using the agih method with the substitution technique and the reflexive-introspective method based on the flow model in which there is reduction, presentation, verification, and inference. Animal species are diverse and innumerable. In Javanese semantics, kewan 'animal' has the same components as tetuwuhan 'plant'. Furthermore, as a subordinate, kewan has components in between rajakaya, sato iwen, omahan, and alasan. In the category of pomahan or ingon-ingon animals, there are three types, namely rajakaya, sato iwen, and kewan lulut. Differentiation of several hyponyms is done by component analysis. Rajakaya 'farm animals' can be distinguished based on size, power, color, and aspects of their use. Sato iwen can be distinguished based on size, sound, beak shape, leg shape, and animal utilization, and kewan lulut can be distinguished based on size, price, level of compliance, type of food, and type of care.AbstrakHewan-hewan di dunia sangat beragam dan tak terhitung banyaknya. Ragam hewan dalam bidang ilmu biologi dibagi ke dalam kingdom, spesies, famili, ordo, dan kelas. Penggolongan hewan dalam ilmu Biologi tentu berbeda dengan penggolongan hewan dalam masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hiponimi hewan dalam bahasa Jawa berdasarkan kajian Semantik. Hiponim tidak terlepas dari relasi makna. Penelitian ini berpendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan dokumentasi, observasi, simak, dan catat. Penganalisisan data dilakukan dengan metode agih dengan teknik substitusi dan metode reflektif-introspektif dengan berdasarkan pada model alir yang di dalamnya terdapat reduksi, penyajian, verifikasi, dan inferensi. Spesies hewan beragam dan tak terhitung banyaknya. Dalam Semantik bahasa Jawa, kewan ‘hewan’ mempunyai kesamaan komponen dengan tetuwuhan ‘tumbuhan’. Selanjutnya, sebagai subordinat, kewan memiliki komponen di antaranya rajakaya, sato iwen, omahan, dan alasan. Dalam kategori hewan pomahan atau ingon-ingon, terdiri atas tiga jenis, yakni rajakaya, sato iwen, dan kewan lulut. Pembedaan atas beberapa hiponim dilakukan dengan analisis komponen. Rajakaya ‘hewan ternak’ dapat dibedakan berdasarkan ukuran, tenaga, warna, dan aspek pemanfaatannya. Sato iwen dapat dibedakan berdasarkan ukuran, suara, bentuk paruh, bentuk kaki, dan pemanfaatan hewan, dan kewan lulut dibedakan berdasarkan ukuran, harga, tingkat kepatuhan, jenis makanan, dan jenis perawatan