Dyah Panuntun Utami
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS EFISIENSI USAHATANI KUBIS (Brassica oleracea) DI DESA SUKOMAKMUR KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG Rini Utami Sari; Istiko Agus Wicaksono; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 2, No 1 (2013): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.26 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) biaya dan pendapatan usahatani kubis, 2) kelayakan usahatani kubis, 3) faktor-faktor yang berpengaruh pada produksi kubis, 4) dan efisiensi alokatif usahatani kubis. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian Desa Sukomakmur Kecamatan Kajoran. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proportional stratified random sampling, yaitu dengan mengelompokkan petani berdasarkan kelompok tani yang ada, kemudian dipilih sampel secara random dari setiap kelompok tani, sehingga diperoleh 36 petani sampel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui usahatani kubis di Desa Sukomakmur dengan luas lahan 0,57 hektar total  biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 5.395.771,42, penerimaan total sebesar Rp 11.666.666,67, pendapatan sebesar Rp 7.600.843,36, keuntungan sebesar Rp 6.270.895,25 per musim tanam. R/C ratio sebesar 2,16 artinya setiap penggunaan biaya sebesar Rp 1 akan mendapatkan penerimaan sebesar Rp 2,16, sehingga usahatani kubis layak diusahakan. Faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi kubis adalah bibit, tenaga kerja pria, pupuk kotoran sapi, pupuk P, dan zat tumbuh tanaman. Sedangkan faktor produksi yang tidak berpengaruh adalah luas lahan, tenaga kerja wanita, pupuk kotoran ayam, pupuk N, pupuk NPK, dan pestisida. Penggunaan luas lahan, tenaga kerja wanita, pupuk N, pupuk NPK, pupuk P, dan pestisida sudah efisien. Bibit, tenaga kerja pria, pupuk kotoran sapi, dan zat tumbuh tanaman belum efisien penggunaannya, dan penggunaan pupuk kotoran ayam tidak efisien. Kata Kunci : Efisiensi Alokatif, Usahatani, Kubis.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN MENGKONSUMSI HABBATUSSAUDA CAP KURMA AJWA DI KABUPATEN PURWOREJO - - Murtiningsih; Dyah Panuntun Utami; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 2, No 1 (2013): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.493 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Deskripsi konsumen dalam mengkonsumsi Habbatussauda cap Kurma Ajwa di Kabupaten Purworejo; 2) Sikap konsumen terhadap habbatussauda cap Kurma Ajwa; dan 3) Pengaruh motivasi, persepsi, dan sikap terhadap keputusan mengkonsumsi Habbatussauda cap Kurma Ajwa. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 97 responden. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif, analisis sikap Angka Ideal, dan regresi berganda. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive dan pengambilan sampel secara judgement sampling. Konsumen sebagian besar beralasan mengkonsumsi Habbatussauda cap Kurma Ajwa karena alasan kesehatan (64,95%). Lama responden mengkonsumsi habbatussauda Cap Kurma Ajwa sebagian besar 1 tahun sampai kurang dari 3 tahun (45,36%). Sikap konsumen terhadap Habbatussauda cap Kurma Ajwa sebesar 2,12 yang terletak pada posisi kurang dari 6,294 artinya sikap konsumen Habbatussauda cap Kurma Ajwa sangat baik. Atribut pada Habbatussauda cap Kurma Ajwa yang terdiri dari aroma, harga dan kemasan diterima dengan baik oleh konsumen. Hasil analisis regresi diketahui bahwa koefisien determinasi sebesar 0,479 (47,9%). Hal ini berarti sebesar 47,9% keputusan konsumen mengkonsumsi Habbatussauda cap Kurma Ajwa dapat dijelaskan oleh variabel motivasi, persepsi dan sikap. Selebihnya sebesar 52,1% keputusan konsumen mengkonsumsi Habbatussauda cap Kurma Ajwa dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. Variabel yang berpengaruh nyata pada keputusan konsumen mengkonsumsi Habbatussauda cap Kurma Ajwa adalah persepsi konsumen dan motivasi konsumen. Sikap konsumen tidak berpengaruh terhadap keputusan konsumen mengkonsumsi Habbatussauda cap Kurma Ajwa. Kata Kunci : Habbatussauda, Sikap, dan Keputusan Konsumen  
KEPUTUSAN PETANI DALAM MELAKUKAN USAHATANI KEDELAI (Glycine max L merill) DI KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO (Studi Kasus Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu Kedelai di Kecamatan Pituruh) - - Suhendrik; Istiko Agus Wicaksono; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 2, No 2 (2013): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.006 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui gambaran karakteristik internal dan eksternal petani, 2) menganalisis hubungan faktor internal dan eksternal petani terhadap keputusan melakukan usahatani kedelai, 3) mengetahui pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap keputusan petani melakukan usahatani kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan sampel sebanyak 74 orang, dan menggunakan metode proportional stratified random sampling. Butir pertanyaan diuji dengan uji validitas dan reliabilitas. Metode analisis yang digunakan adalah rataan skor dan korelasi Rank Spearman serta uji regresi linear berganda terhadap variabel yang memiliki korelasi dengan keputusan petani untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya.Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa faktor interrnal yang berkorelasi dengan keputusan petani melakukan usahatani kedelai adalah pendidikan non formal dan pengalaman. Faktor eksternal yang berkorelasi dengan keputusan petani melakukan usahatani kedelai adalah peran penyuluhan, pemasaran dan program SL-PTT Kedelai. Hasil uji regresi berganda diketahui nilai adjusted R square sebesar 0,780 atau 78%. Uji F menunjukkan bahwa variabel pendidikan non formal, pengalaman, peran penyuluhan, pemasaran dan program SL-PTT Kedelai secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan petani melakukan usahatani kedelai. Hasil uji t diketahui bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani adalah pengalaman dan program SL-PTT Kedelai. Kata Kunci : Hubungan, Kedelai, Faktor Internal dan Eksternal
STRUKTUR PASAR DAN ANALISIS USAHA INDUSTRI TEMPE SKALA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN PURWOREJO Siti Muslimatun; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.519 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui struktur pasar tempe, 2) menganalisis besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan, 3) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tempe di kabupaten Purworejo.Metode dasar penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan sampel sebanyak 47 produsen, menggunakan metode purposive sampling dan teknik sampling jenuh. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji regresi linier berganda.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur pasar pada industri rumah tangga tempe di kabupaten Purworejo cenderung masuk dalam bentuk pasar persaingan sempurna. Rata-rata total biaya yang dikeluarkan oleh industri rumah tangga tempe selama bulan Maret 2016 sejumlah Rp 4.129.798,94; biaya variabel Rp 4.030.618,73 dan biaya tetap Rp 99.180,21. Rata-rata penerimaan yang diperoleh produsen yaitu sebesar Rp 4.273.754,25 dan keuntungan yang diterima produsen hanya sebesar Rp 143.955,31. Hasil analisis uji t menunjukkan bahwa 6 variabel yang secara individu berpengaruh terhadap produksi tempe persegi empat kecil yaitu variabel kedelai (X1), variabel ragi tempe (X2), variabel daun pisang (X3), variabel tali (X4), variabel kertas (X5), dan variabel air (X7). Variabel yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi tempe persegi empat kecil yaitu variabel kayu bakar (X6), dan variabel tenaga kerja (X8).
STUDI KOMPARATIF USAHATANI KACANG TANAH LAHAN SAWAH DAN LAHAN PASIR DI KABUPATEN PURWOREJO Wiwit Riyantina; Uswatun Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.01 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan biaya dan produksi usahatani kacang tanah lahan sawah dan lahan pasir Kabupaten Purworejo (2) perbedaan pendapatan usahatani kacang tanah di lahan sawah dan lahan pasir di Kabupaten Purworejo (3) perbedaan keuntungan usahatani kacang tanah lahan sawah dan lahan pasir di Kabupaten Purworejo (4) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada usahatani kacang tanah lahan sawah Kabupaten Purworejo (5) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada usahatani kacang tanah lahan pasir Kabupaten Purworejo. Penelitian menggunakan metode desktiptif. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik survey dengan mewawancarai 32 petani kacang tanah lahan sawah dan 30 petani kacang tanah lahan pasir.Hasil penelitian menunjukkan (1) tidak terdapat perbedaan biaya antara usahatani kacang tanah lahan sawah dan biaya usahatani kacang tanah lahan pasir dengan thitung = 0,288 pada taraf signifikansi 0,744 (P>0,05), tidak terdapat perbedaan produksi usahatani kacang tanah lahan sawah dan usahatani kacang tanah lahan pasir dengan thitung = -1,482 pada taraf signifikansi 0,144 (P>0,05) (2) tidak terdapat perbedaan pendapatan antara usahatani kacang tanah lahan sawah dan usahatani kacang tanah lahan pasir dengan thitung = -1,417 pada taraf signifikansi 0,162 (P>0,05) (3) tidak terdapat perbedaan keuntungan antara usahatani kacang tanah lahan sawah dan usahatani kacang tanah lahan pasir dengan thitung = -1,944 pada taraf signifikansi 0,057 (P>0,05) (4) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani kacang tanah lahan sawah adalah luas lahan, tenga kerja dalam keluarga dan benih (5) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani kacang tanah lahan pasir adalah luas lahan, pupuk urea, pupuk TSP, pupuk KCL, benih, pestisida confidor, dan pestisida sevin.
ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP BUAH LOKAL DAN BUAH IMPOR DI KABUPATEN PURWOREJO Anjar - Rachmawati; - - Zulfanita; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 3, No 2 (2014): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimanakah gambaran atau deskripsi konsumen tentang konsumsi buah lokal dan buah impor. 2) Atribut apa sajakah yang memenuhi sifat ideal konsumen di Kabupaten Purworejo. 3) Bagaimanakah sikap konsumen terhadap buah lokal dan buah impor berdasarkan atribut kesegaran, warna, berat, rasa, dan harga buah. Metode dasar penelitian adalah metode deskriptif dan pelaksanaannya dengan metode survei dengan menggunakan kuisioner. Penelitian dilakukan di Kabupaten Purworejo yaitu di kios buah Tiga Saudara Purworejo, kios Buah Segar Pantok, dan kios Sumber Buah Kutoarjo dengan sengaja (Purposive Sampling). Jumlah responden yang diteliti aalah 97 orang responden dan teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan metode Judgement Sampling. Data primer dilaksanakan melalui pengisian kuisioner dengan teknik wawancara dan juga tes Organoleptik (merasakan langsung rasa buah lokal dan buah impor yang diteliti). Berdasarkan hasil analisis sikap konsumen terhadap buah lokal adalah 5,22 terletak kurang dari 7,19 artinya sikap konsumen terhadap buah jeruk Jember dan apel Malang adalah sangat baik. Sikap konsumen terhadap buah impor adalah 11,09 terletak kurang dari 14,2 artinya sikap konsumen terhadap buah jeruk Mandarin Ponkam dan buah apel Fuji adalah baik. Semua atribut buah lokal dan buah impor yaitu atribut kesegaran, warna, berat, rasa dan harga sudah memenuhi keinginan konsumen. Akan tetapi atribut yang lebih disukai atau lebih memenuhi keinginan konsumen adalah atribut buah lokal yaitu 5,22. Hal ini dikarenakan Gap atau kesenjangan semakin kecil atau semakin mendekati angka nol.   Kata kunci : Buah Lokal, Buah Impor, Sikap Konsumen
SIKAP PETANI PADI TERHADAP PRODUK INSEKTISIDA DI DESA BULUSPESANTREN KECAMATAN BULUSPESANTREN KABUPATEN KEBUMEN - - Mamad; Uswatun - Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 3, No 1 (2014): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Deskripsi petani dalam menggunakan insektisida Dharmabas, Polidor, Kiltop dan Sidabass. 2) Atribut insektisida merek Dharmabas, Polidor, Kiltop dan Sidabass yang memenuhi sifat ideal yang diinginkan petani padi di Desa Buluspesantren Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen. 3). Bagaimanakah sikap petani terhadap insektisida merek Dharmabas, Polidor, Kiltop dan Sidabass. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan sampel sebanyak 36 petani responden dan pelaksanaanya dengan metode survei dengan menggunakan kuisioner. Penelitian dilakukan di Desa Buluspesantren Kecamatan Buluspesantren  Kabupaten Kebumen dengan sengaja (purposive sampling). Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel acak sederhana dengan cara undian. Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap petani terhadap insektisida merek Dharmabas sebesar 26,28 terletak pada posisi kurang dari 36,03 artinya sikap petani terhadap insektisida merek Dharmabas cukup baik. Semua atribut pada insektisida merek Dharmabas dapat diterima petani dengan baik. Sikap petani terhadap insektisida merek Polidor sebesar 3,49 terletak pada posisi kurang dari 10,35 artinya sikap petani terhadap insektisida merek Polidor baik. Semua atribut pada insektisida merek Polidor dapat diterima petani dengan baik. Sikap petani terhadap insektisida merek Kiltop sebesar 0,0 terletak pada posisi kurang dari 10,17 artinya sikap petani terhadap insektisida merek Kiltop sangat baik. Semua atribut pada insektisida merek Kiltop dapat diterima petani dengan baik. Sikap petani terhadap insektisida merek Sidabass sebesar 5,01 terletak pada posisi kurang dari 10,16 artinya sikap petani terhadap insektisida merek Sidabass sangat baik. Semua atribut pada insektisida merek Sidabass dapat diterima petani dengan baik.   Kata Kunci : Insektisida, Sikap Petani
EFISIENSI PEMASARAN CENGKEH (Syzygium aromaticum) DI DESA KALIGONO KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO Diana Leni Lia W; Uswatun - Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 3, No 1 (2014): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) biaya, pendapatan dan keuntungan pemasaran cengkeh di Desa Kaligono, 2) margin dan share pemasaran cengkeh untuk masing – masing saluran pemasaran di Desa Kaligono, 3) share bagian harga yang diterima petani di Desa Kaligono, dan 4) efisiensi pemasaran cengkeh di Desa Kaligono. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing karena desa tersebut merupakan sentra penghasil cengkeh terbesar di Kecamatan Kaligesing. Teknik pengambilan sampel petani menggunakan metode simple random sampling sehingga diperoleh 33 petani sampel dan pengambilan sampel pedagang menggunakan metode snowball. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa margin pemasaran cengkeh basah pada saluran pemasaran pola I sebesar Rp. 93.226,41 dengan biaya pemasaran Rp 84.854,24 dan keuntungan Rp. 8.372,18. Margin pemasaran cengkeh kering pada saluran I Rp. 41.272,24 dengan biaya pemasaran Rp.1.670,63 dan keuntungan Rp. 39.601,61. Margin pemasaran cengkeh basah pada saluran pemasaran pola II Rp.117.229,17 dengan biaya pemasaran Rp. 86.783,91 dan keuntungan Rp.30.445,26. Margin pemasaran cengkeh kering pada saluran II Rp. 35.926,42 dengan biaya pemasaran Rp. 653,61 dan keuntungan Rp. 35.272,81. Efisiensi pemasaran cengkeh basah ditinjau dari persentase bagian harga yang diterima petani maka saluran yang paling efisien adalah saluran I dimana bagian harga yang diterima petani 32,93% sedangkan efisiensi pemasaran cengkeh kering ditinjau dari persentase harga yang diterima petani maka saluran yang paling efisien adalah saluran pola II dimana bagian harga yang diterima petani 78,23%. Efisiensi pemasaran ditinjau dari efisiensi biaya pemasaran maka saluran pemasaran yang paling efisien untuk cengkeh basah adalah saluran II karena mempunyai nilai efisiensi biaya lebih kecil yaitu 0,53% sedangkan cengkeh kering ditinjau dari efisiensi biaya pemasaran maka saluran pemasaran yang paling efisien adalah saluran II karena mempunyai nilai efisiensi biaya lebih kecil yaitu 0,40%. Kata Kunci: Cengkeh, Biaya, Keuntungan, Margin, Efisiensi Pemasaran.
ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP MINYAK KELAPA MEREK BOGAMAS DI KABUPATEN PURWOREJO Diah - Ratnasari; Dyah Panuntun Utami; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 4, No 1 (2015): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.587 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut yang memenuhi sifat ideal dan sikap konsumen, mengetahui sikap konsumen terhadap atribut minyak kelapa Bogamas serta faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi minyak kelapa Bogamas. Metode dasar penelitian menggunakan metode deskriptif analisis. Lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling pada 5 toko di Kabupaten Purworejo. Penentuan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling, jumlah responden 100. Data primer dianalisis menggunakan Analisis Model Sikap Angka Ideal, Analisis Regresi Linier Berganda, uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang memenuhi sifat ideal menurut konsumen adalah atribut harga. Selisih nilai pada atribut harga yaitu 0,08. Nilai sikap konsumen terhadap minyak kelapa Bogamas adalah 3,42. Nilai tersebut berada pada range sangat baik. Semua atribut pada minyak kelapa Bogamas yaitu harga, warna, manfaat, dan kemasan produk dapat diterima konsumen dengan baik. Model analisis regresi Y = -6,418 + 1,453X1 – 0,418X2 – 0,227X3 + 0,457X4 – 0,068X5 – 0,134X6 + 0,104X7. Hasil uji F diketahui bahwa Fhitung > Ftabel (11,177 > 2,423). Berdasarkan hasil analisis faktor yang mempengaruhi konsumsi minyak Bogamas  yaitu faktor harga minyak Bogamas, harga minyak kelapa sawit, usia, jumlah anggota keluarga, pendidikan, pendapatan, pengambil keputusan secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi minyak kelapa Bogamas. Hasil uji t pada faktor harga diketahui nilai thitung > ttabel (1,931 > 1,711) dan pada faktor jumlah anggota keluarga nilai thitung > ttabel (5,962 > 2,064). Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap konsumsi minyak kelapa Bogamas adalah harga minyak Bogamas dan jumlah anggota keluarga.   Kata Kunci: Sikap Konsumen, Minyak kelapa Bogamas
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI PADI DI DAERAH PERBUKITAN DENGAN METODE JAJAR LEGOWO DESA KALIWUNGU KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO Keni Firdaus; Istiko Agus Wicaksono; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.275 KB)

Abstract

Tujuan penelitian bertujuan untuk : 1) faktor-faktor internal apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, usahatani padi jajar legowo daerah perbukitan di desa Kaliwungu kecamatan Bruno kabupaten Purworejo, 2) faktor-faktor eksternal apa saja yang menjadi peluang, ancaman, usahatani padi jajar legowo daerah perbukitan di desa Kaliwungu kecamatan Bruno kabupaten Purworejo, 3) strategi pengembangan usahatani padi jajar jegowo daerah perbukitan di desa Kaliwungu kecamatan Bruno kabupaten Purworejo.Pengambilan sampel daerah penelitian ditentukan berdasarkan purposive sampling. Lokasi yang dipilih yaitu desa Kaliwungu. populasi  petani padi di desa Kaliwungu yaitu 42 orang dan informan kunci 2 orang. Penentuan jumlah sampel petani berdasarkan purposive sampling dan informan kunci purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket atau kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usahatani padi jajar legowo di desa Kaliwungu terbagi menjadi empat yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman. Kekuatan berupa: (1) kualitas hasil panen baik, (2) menggunakan varietas unggul, (3) produktivitas sama dengan dataran rendah, (4) biaya produksi rendah, dan (5) kesuburan lahan pertanian. Kelemahan yaitu: (1) kualitas SDM petani mayoritas masih rendah, (2) keterbatasan teknologi, (3) keterbatasan sarana prasarana, (4) permodalan masih lemah, (5) informasi pasar. Peluang berupa: (1) ketersediaan tenaga kerja, (2) tidak terkena banjir, (3) dukungan kelompok tani,(4) adanya program pengembangan sistem Jajar Legowo oleh Dinas Pertanian, (5) potensi sumber daya alam yang mendukung. Ancaman berupa: (1) serangan hama dan penyakit, (2) beralih kekomoditas lain, (3) harga gabah yang fluktuatif, (4) kenaikan harga input. Strategi pengembangan yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usahatani padi Jajar Legowo di desa Kaliwungu yaitu: meningkatkan kualitas SDM dengan memanfaatkan tenaga penyuluh dan Dinas Pertanian atau Perkebunan sebagai lembaga pembina usahatani padi jajar legowo dengan jumlah skor yang diperoleh sebanyak 5,05. Kata kunci: ancaman, kekuatan, kelemahan, peluang.