Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal CoreIT

Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Gangguan Anxietas Dengan Menggunakan Teorema Bayes Reski Mai Candra; Bambang Mirwanto
Jurnal CoreIT: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.605 KB) | DOI: 10.24014/coreit.v4i2.5211

Abstract

Gangguan Anxietas atau gangguan kecemasan merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai didalam ilmu kejiwaan. Gangguan anxietas ini dimiliki oleh semua orang, baik dari bayi hingga orang yang sudah tua sekalipun. Beberapa orang masih banyak yang mengabaikan gangguan anxietas ini dikarenakan kurangnya informasi mengenai gangguan anxietas yang apabila dibiarkan secara terus-menerus akan berdampak negatif pada kehidupan mereka, seperti rutinitas hidup jadi terganggu, menurunkan prestasi akademik dan juga berdampak pada kualitas hidup serta kondisi psikologi orang tersebut. Sistem pakar ini akan mendiagnosa gangguan anxietas dengan cara menghitung jumlah nilai-nilai dari gejala yang dialami. Sistem pakar ini menggunakan Teorema Bayes untuk melakukan Implementasi dan pembuatan sistem menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Pada pengujian Black Box tidak ditemukannya error didalam sistem dan telah sesuai dengan output. Sedangkan pada pengujian User Acceptence Test (UAT) terhadap 10 responden sistem berhasil menambah wawasan serta informasi kepada user. Perhitungan manual Teorema Bayes dan beberapa pertanyaan yang diberikan kepada pakar menunjukkan hasil yang sama terhadap sistem. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sistem pakar untuk mendiagnosa gangguan anxietas ini layak untuk digunakan.
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Sekolah Anak Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Dan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) Armiyana Armiyana; Reski Mai Candra
Jurnal CoreIT: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.568 KB) | DOI: 10.24014/coreit.v3i1.3655

Abstract

Penentuan sekolah sangat penting bagi orangtua untuk memperoleh pendidikan yang layak. Pemilihan sekolah merupakan masalah utama bagi orangtua disimpulkan dari hasil beberapa pertanyaan kepada orangtua, karena banyaknya kriteria penentu yang dipertimbangkan maka dari penulis berinisiatif untuk mengembangkan sistem tentang pemilihan sekolah. Banyaknya pilihan sekolah yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan serta kurang objektifnya data hasil analisa sehingga perlu dievaluasi berulang-ulang. Untuk itu perlu sistem yang mampu mengatasi hal tersebut. Sistem yang dirancang yaitu sistem pendukung keputusan untuk pemilihan sekolah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Sistem ini telah berhasil memberikan solusi dan informasi untuk pemilihan sekolah. Pengujian di lakukan menggunakan user acceptance, di peroleh tingkat akurasi sistem 80% kurang akurasi 20% dapat disimpulkan bahwa sistem ini lebih objektif dan menghemat waktu dalam pemilihan sekolah yang terkomputerisasi.
Diagnosa Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Jeruk Dengan Menerapkan Jaringan Syaraf Tiruan Learning Vector Quantization (Studi Kasus : Badan Penyuluhan Pertanian Kuok) Megawati Megawati; Reski Mai Candra
Jurnal CoreIT: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.606 KB) | DOI: 10.24014/coreit.v3i2.4399

Abstract

Jeruk siam termasuk salah satu jenis jeruk mandarin yang sudah cukup dikenal banyak orang. Tanaman jeruk ini banyak dijumpai di daerah tropis. Tiga bulan terakhir tahun 2014sebagian besar kebun jeruk di Kabupaten kampar diserang berbagai jenis hama dan penyakit sehingga mengakibatkan produktivitas dari tanaman jeruk tersebut menurun. Serangan hama dan penyakit ini membuat para petani kebingungan untuk menghadapi masalah perkebunan mereka, sebagian dari mereka tidak mengetahui jenis hama dan penyakit apa yang menyerang kebun jeruk mereka. Hama penyakit yang menyerang tanaman jeruk siam ini sangat bervariasi sehingga sering terjadi kesalahan dalam memberikan solusi terhadap tanaman yang sudah terserang hama. Diagnosa hama dan penyakit pada tanaman jeruk dengan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Learning Vector Quantization (LVQ) dapat memberikan jenis hama dan penyakit pada tanaman jeruk dan bagaimana solusi/pengendalian yang harus dilakukan berdasarkan gejala-gejala hama dan penyakit yang ada pada tanaman jeruk. Gejala yang ada pada hama ada 21 gejala sedangkan untuk penyakit ada 34 gejala. Setelah melalui proses pembelajaran dan pengujian pada data-data gejala yang telah dientrikan maka sistem akan mengklasifikasi kesesuaian jenis hama dan penyakit dalam 12 kategori kelas untuk hama dan 17 kategori kelas untuk penyakit. Berdasarkan pengujian parameter yang dilakukan bila dipersentasekan hasil akurasi pengujian LVQ adalah mencapai 93.10%.
Sistem Pakar Penentuan Jenis Plastik Berdasarkan Sifat Plastik Terhadap Makanan yang akan Dikemas Menggunakan Metode Certainty Factor (Studi Kasus : CV. Minapack Pekanbaru) Candra, Reski Mai; Sucita, Dianing
Jurnal CoreIT: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol 1, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.165 KB) | DOI: 10.24014/coreit.v1i2.1234

Abstract

Dalam bisnis perdagangan makanan, pengaruh kemasan terhadap makanan merupakan hal yang cukup dipertimbangkan. Pengemasan dilakukan oleh produsen atau pemasar untuk disampaikan kepada konsumen. Sebagai salah satu rumah kemasan, CV.Minapack memfasilitasi pengemasan bagi produsen makanan terutama IKM (Ikatan Kecil dan Menengah). Dalam pengemasan produk makanan, perusahaan lebih mengutamakan menggunakan material plastik yang dinilai memiliki kelebihan manfaat bila dibandingkan dengan material lainnya. Dalam mengemas makanan dibutuhkan suatu penalaran pakar menggunakan metode certainty factor untuk memperkirakan plastik apa yang baik untuk suatu produk makanan.
Sistem Manajamen Risiko Keamanan Aset Teknologi Informasi Menggunakan ISO 31000:2018 Candra, Reski Mai; Sari, Yuli Novita; Iskandar, Iwan; Yanto, Febi
Jurnal CoreIT: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol 5, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.899 KB) | DOI: 10.24014/coreit.v5i1.8200

Abstract

DISKOMINFOPS Kabupaten Indragiri Hilir merupakan instansi yang menjadikan TI sebagai penggerak dalam keberlangsungan kinerja pemerintah. Disamping kesuksesan dalam merancang manajemen teknologi informasi, dibutuhkan juga manajemen risiko aset teknologi informasi pada DISKOMINFOPS Kabupaten Indragiri Hilir karena dinas tersebut belum menerapkan suatu kerangka kerja berbasis keamanan informasi dalam mengelola risiko aset teknologi informasi. Salah satu penyebabnya ialah kurangnya pemahaman pejabat teknologi informasi tentang manajemen keamanan terhadap aset teknologi informasi, sehingga memunculkan berbagai permasalahan, seperti perangkat keras di dinas tersebut masih banyak dalam keadaan tidak terawat dan rusak begitu saja tanpa adanya penanganan khusus. Dalam mewujudkan instansi pemerintah yang berbasis IT yang memiliki manajemen risiko yang baik, perlu menerapkan standar keamanan informasi yaitu ISO 31000:2018. Framework ini dapat memberikan prinsip dan pedoman yang generik pada manajemen risiko dengan konseptual. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem manajemen keamanan risiko teknologi informasi yang ada di DISKOMINFOPS Kabupaten Indragiri Hilir menggunakan ISO 31000:2018.
The Implementation of Data Mining to Determine the Level of Students' Understanding in Utilizing E-Learning Using the K-Nearest Neighbor Method Iskandar (Scopus ID: 55316114000), Iwan; Candra, Reski Mai
Jurnal CoreIT: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol 10, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/coreit.v10i2.33728

Abstract

The implementation of Information Technology is increasingly developing due to the growing demand. According to data obtained from the Indonesian Internet Service Providers Association (APJII) 2022 report, the number of internet users in Indonesia is 210.02 million, an increase of 27.9 million from the previous year. The application of E-Learning in various schools, campuses, and educational courses has been carried out. The utilization of e-learning media undoubtedly facilitates educators in transferring their knowledge to students. This research evaluates the level of understanding of each student who has used E-Learning during Covid-19 as a learning medium. In obtaining this level of understanding, the K-Nearest Neighbor (K-NN) method is applied. The data analyzed are based on assignment scores, quizzes, mid-term exams, and final exams from various related courses, namely Science and Mathematics Course Group, Programming Course Group, and Basic Informatics Course Group. A total of 1,627 data points were collected from the period between 2020 and 2021 when online learning was conducted using E-Learning. The data was processed using the KNN method with an 80:20 split between training and testing data. The analyzed K values were 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15, 17, 19, and 21. The calculation results showed an accuracy of 75.69% at K=17 for the Basic Informatics Course Group, 77.61% at K=15 for the Science and Mathematics Course Group, and 96.20% at K=3 for the Programming Course Group.