Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

STRUKTUR SALURAN, MARGIN, DAN EFISIENSI PEMASARAN IKAN TONGKOL DARI TPI KE PASAR PANORAMA KOTA BENGKULU Rita Feni; Joliyusham Pako; Jon Yawahar; Anton Feriady; Maheran Mulyadi; Edy Marwan; Edi Efrita
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 2 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i2.10786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemaran, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran ikan tongkol dari TPI hingga pasar Panorama kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Responden dalam penelitian ini adalah pedagang ikan tongkol yang ada di daerah penelitian yaitu dari TPI hingga pasar Panorama kota Bengkulu. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dengan bantuan kuisioner. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung melalui wawancara ke pedagang ikan tongkol, sedangkan data sekunder adalah data yang berasal dari instansi atau lembaga terkait dengan penelitian. Analisis data yang digunakan menggunakan rumus analisis margin dan efisiensi pemasaran. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa saluran pemasaran ikan tongkol mulai dari nelayan ke TPI kemudian ke pedagang pengumpul setelah itu ke pedagang pengecer hingga kemudian dijual konsumen. Margin pemasaran ikan tongkol dari TPI ke pasar Panorama kota Bengkulu adalah sebesar Rp 17.000, dimana margin pemasaran dari pedagang pengumpul ke pedagang pengecer sebesar Rp.7000 dan dari pedagang pengecer ke konsumen adalah Rp. 10.000. Efisiensi pemasaran ikan tongkol sebesar 11,16 persen dan nilai fisherman’s share adalah sebesar 43,33%.
PEMBUATAN COCOPEAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH SABUT KELAPA Anton Feriady; Edi Efrita; Jon Yawahar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 3 No. 3 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabut kelapa sudah lama dimanfaatkan masyarakat untuk kerajinan tangan seperti keset, tali, sikat, sapu dan alat rumah tangga lainnya.  Akan tetapi produk dari sabut tersebut sudah kurang diminati mayarakat karena ada produk sejenis yang terbuat dari plastik yang lebih tahan dan ekonomis.  Oleh karena itu perlu diupayakan peningkatan nilai tambah sabut menjadi produk yang lebih menguntungkan Salah satu produk sabut kelapa yang sekarang ini prospektif dan menguntungkan untuk diusahakan adalah cocopeat. Cocopeat sering pula disebut coco fiber (serat sabut) atau coco coir (serbuk sabut).  Cocopeat dapat dimanfaatkan di sektor pertanian sebagai kompos atau media tanam untuk tanaman hortikultura seperti sayur, bunga atau buah-buahan dalam pot atau sebagai media tanam hidroponik sebagai pengganti media tanah.  Di bidang industri, cocopeat dapat dimanfaatkan sebagai absorben (Wiryanta, 2007., Dianawati, 2014. dan Pratiwi dkk., 2017).  Harga cocopeat berkisar Rp. 2.000 sampai dengan 4.000/kg tergantung kualitasnya. Untuk membuat cocopeat adalah dengan mendekortasikan atau memisahkan sabut menjadi serat dan cocopeat.  Untuk itu diperlukan mesin decorticating, akan tetapi harga mesin tersebut cukup mahal.  Untuk itu diperlukan metode dekortasi yang lebih murah, ekonomis, praktis dan menguntungkan.Dengan melihat sumber bahan baku yang melimpah dan belum termanfaatkan secara optimal tersebut, hal inilah yang melatarbelakangi diadakannya pelatihan dan sosialisasi pada Kelompok Wanita Tani “Rafflesia” di Desa Kungkai Baru Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma. Pelatihan dan sosialisasi ini dilakukan dengan metode ceramah dan praktek langsung, sehingga peserta dapat menerima dan memahami tentang materi yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyrakat.
PEMUPUKAN KELAPA SAWIT DENGAN METODE INJEKSI BATANG YANG EFEKTIF DAN EFISIEN DI DESA KUNGKAI BARU KECAMATAN AIR PERIUKAN Jon Yawahar; Anton Feriady; Maheran Mulyadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pemupukan kelapa sawit salah satunya adalah menggunakan media lewat batang.kelapa sawit. Metode pupuk injeksi ini dirancang lewat batang khusus tanaman kelapa sawit, cara ini digunakan untuk penghematan biaya, yaitu biaya pemupukan dan biaya perawatan tanaman, serta dimaksudkan peningkatan hasil panen agar optimal. Sasaran dan tempat sosialiasi ini pada Kelompok Wanita Tani “Segara Tani” di Desa Kungkai.Baru Kecamatan,Air Periukan Kabupaten Seluma. Sosialisasi dan pelatihan ini dilakukan dengan cara atau metode ceramah dan praktek langsung, dengan harapan peserta dapat dengan mudah menerima materi dan memahaminya temtang apa yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat. Semua kegiatan, yang telah dilaksanakan mempunyai  manfaat yang diperoleh, para peserta yaitu, peserta dalam hal ini kelompok wanita tani memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pemupukan batang dan menggantikan metode manual dengan metode injeksi yang efektif dan efisien. Kata Kunci: pemupukan, kelapa sawit, injeksi
PEMANFAATAN PEKARANGAN DENGAN METODE AGROPANCASULA UNTUK MEMBANTU MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DAN HEWANI KELUARGA Edi Efrita; Anton Feriady; Novitri Kurniati; Elni Mutmainnah; Ririn Harini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan ketahanan pangan merupakan salah satu masalah yang harus ditangani secara bersama. Permasalahan ini harus didukung secara aktif baik pemerintah maupun masyarakat. Ketahanan pangan adalah suatu keadan terpenuhi dan terjaminnya kebutuhan pangan bagi setiap anggota rumah tangga baik dari segi mutu, keamanan, pemerataan dan keterjangkauan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Talo Kabupaten Seluma dengan tujuan untuk memberikan sosialisasi dan pengetahuan untuk dapat memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal agar dapat meningkatkan pangan skala rumah tangga menggunakan metode “agropancasula”. Diharapkan kegiatan ini masyarakat memiliki solusi dalam memanfaatkan lahan pekarangan yang belum optimal, selain itu juga dapat membantu tersedianya pangan, obat – obatan dan protein hewani skala rumah tangga yang tentunya berpotensi akan menambah pendapatan keluarga. Kata Kunci: Pekarangan, Ketahanan Pangan, Agropancasula
Pelatihan Pemasaran Digital pada Usaha Rumah Tangga di Desa Bukit Peninjauan I Kabupaten Seluma Rita Feni; Maheran Mulyadi; Edy Marwan; Jon Yawahar; Anton Feriady; Neti Kesumawati; Surya Ade Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1757

Abstract

This community service program aims to provide counseling and training for housewives and home-based business actors in Bukit Peninjauan I Village, Seluma District, on the utilization of digital marketing for home-based enterprises. The main issue faced by the partners is the limited knowledge and skills in applying digital marketing technologies, particularly social media, to promote their products. The program was implemented through counseling sessions on the benefits of digital marketing and hands-on training on creating digital marketing content for product promotion. The participants consisted of housewives and owners of home-based businesses. The results indicate a high level of partner satisfaction, ranging from 90% to 100%. Specifically, 90% of participants stated that the program met their needs and enhanced their knowledge, 95% expressed satisfaction with the responsiveness of the presenters and the supporting facilities, and 100% showed interest in marketing their products through social media.