Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pemberdayaan Peternak Sapi Potong Menuju Kemandirian Lany Sonia Wulandari; Sri Subekti
Jurnal KIRANA Vol 1 No 1 (2020): Jurnal KIRANA Volume 1 Nomor 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jkrn.v1i1.19472

Abstract

Empowerment is needed to support the selfreliance and progress of beef cattle farmers so that beef cattle farmers can develop. The selfreliance of beef cattle farmers through livestock gapoktan has a role to help the progress of farmers in the form of feed concentrates and modern technologies such as life scales and feed making machines in developing their businesses. This study aims to determine the empowerment of beef cattle farmers through livestock gapoktan in Karanganyar Village, Tegalampel District, Bondowoso Regency. Location selection was determined purposively (purposive method), with the reason that there was an advanced and largest livestock gapoktan in Bondowoso District. The research conducted is qualitative research with data analysis using the method of Miles and Huberman analysis and the determination of informants using purposive sampling. The results showed that the empowerment of farmers can be seen from three things, namely voice, choice (rational choice), which is able to increase selfreliance. Voice is the voice of beef cattle breeders who are able and courageous to convey the aspirations of farmers to progress, the need for raising livestock, giving ideas or ideas, conveying interests and demands in performance in livestock gapoktan. In a rational choice, farmers are brave enough to choose rationally in raising cattle and join with livestock gapoktan based on their goals and values ​​and take action so that the goals can be achieved. The ability of beef cattle farmers to deliver their voices and make rational choices is a process of increasing selfreliance. The selfreliance of cattle breeders can be seen as the ability of farmers to fulfill their daily needs, collaborate and think sustainably. Keywords: empowerment, voice, choice, selfrelience
PERILAKU PETANI DALAM BUDIDAYA SAYUR: SUATU TINJAUAN DARI PERSPEKTIF TEORI GEORGE HOMANS Diah Puspaningrum; Sri Subekti; Aryo Fajar Sunartomo; Lenny Luthfiyah
AGRIBIOS Vol 20 No 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i2.2426

Abstract

Budidaya tanaman sayur masih memiliki peluang pasar sehingga berpotensi untuk terus dikembangkan. Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar dalam produksi sayur-sayuran di Kabupaten Jember. Budidaya adalah sub sektor hulu yang harus diperhatikan karena menentukan keberhasilan keseluruhan sistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku petani dalam berusahatani sayur dengan menggunakan perspektif Teori George Homans. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penentuan daerah penelitian secara purposif, pengumpulan data dengan Teknik indepth interview, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data secara interaktif dari Miles dan Huberman. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat dua macam jaringan yang dimiliki oleh petani sayur yaitu jaringan individu dan jaringan kelompok; (2) Petani sayur tidak bertindak secara rasional sepenuhnya tetapi senantiasa berfikir untung rugi yang berkaitan dengan alasan berbudidaya tanaman sayur, membuat benih sendiri, menggunakan pupuk kimia, menyewa lahan; memasarkan sayurnya ke tengkulak atau langsung ke Pasar Tanjung; (3) Informasi yang dimiliki petani berasal dari petani lain, media massa dan tengkulak untuk mengembangkan alternatif guna memperhitungkan untung rugi yang meliputi, pemilihan komoditas, membuat pupuk dan pestisida organik dan melakukan pemasaran hasil; (4) Keterbatasan petani dalam budidaya sayur adalah keterbatasan pemilikan lahan, lahan yang relatif sempit, keterbatasan pupuk bersubsidi, keterbatasan relasi dengan tengkulak dan keterbatasan sarpras dalam berusahatani sayur; (5) Menjadi petani sayur menjadi pilihan, sebagian petani yang melakukan pemasaran kepada tengkulak atau pedagang tidak hanya masalah keuntungan tetapi etika.
EMPOWERING GOMBENGSARI COFFEE FARMERS TOWARDS SUSTAINABLE AGROTOURISM Nurul Dwi Novikarumsari; Sri Subekti
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 6, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v6i2.13807

Abstract

This study aims to analyze the empowerment of coffee farmers in Gombengsari Village, Kalipuro District, Banyuwangi Regency in supporting sustainable agro-tourism. This study used a qualitative approach with data collection methods from in-depth interviews, and literature review. The results showed that the empowerment of Gombengsari coffee farmers involved various stakeholder roles, the goals are farmers will have a full level of empowerment.
Perubahan Sosial Ekonomi Petani Agroforestri Berbasis Kopi di Kabupaten Jember Jawa Timur Munailatis Zahro; Sri Subekti; Lenny Widjayanthi
JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik) Vol 5 No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.173 KB) | DOI: 10.21070/jkmp.v5i2.1313

Abstract

This study aimed to explain the changing both in social and economic aspects of farmers as a result of forest conversion process to agroforestry system in Harjomulyo Village, Jember Regency. This study used qualitative research. The information gained from informans who were selected purposively through snowball sampling. Observation, interview and documentational study were methods which were used to collect information. Triangulation technique also used in this study to check the validity of information. This study used interactive model of Miles & Huberman which consists of data reduction to conlusion. The result of this study showed that socio change occured farmer coorperation with Perhutani. While in economic change showed that economic condition increase, saving insurance credit, and availability tuition fees for children.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Motivasi Petani Menanam Mangrove Di Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, Jawa Timur Ridlo Wahyudi; Lenny Widjayanthi; Sri Subekti
JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik) Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.318 KB) | DOI: 10.21070/jkmp.v6i2.3004

Abstract

The purpose of this research is to find out factors related to farmer's motivation to grow mangrove in Mayangan Village, Gumukmas Sub-district, Jember District. The method used in this study uses descriptive and correlational methods. The result of the analysis shows that the variables of experience, formal education and non-formal education have a relationship with the motivation of farmers to plant mangrove while other variables such as age and number of family members have no relationship, at 95% confidence level.
Relasi Sosial Petani dalam Struktur Jaringan Kelembagaan Agribisnis Sayur Daun di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember Diah Puspaningrum; Sri Subekti; Lenny Luthfiyah; Aryo Fajar Sunartomo; Tazkia Nurfauziana
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.287

Abstract

Desa Sukorambi sebagai sentra komoditas unggulan sayur dan telah menjadi icon di Kabupaten Jember. Desa Sukorambi adalah pemasok atau supply tanaman sayur daun terbesar di Kabupaten Jember. Komoditas sayuran yang saat ini banyak dikembangkan di Desa Sukorambi adalah kangkung, sawi daging, kenikir, kemangi, sawi marakot, bayam. tujuan penelitian ini adalah: 1) menganalisis struktur jaringan kelembagaan agribisnis sayur daun di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember; 2) untuk menganalisis relasi sosial petani sayur daun pada struktur kelembagaan agribisnis sayur daun di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember. Metode penelitian dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive dan metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam (indepht interview), observasi, dan dokumen. Analisis data menggunakan analisis data interaktif dari Miles dan Hubberman. Keabsahan data dilakukan secara triangulasi. Adapun hasil penelitian ini adalah: 1. Kelembagaan agribisnis yang terlibat dalam usahatani sayur di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember yaitu i) Subsistem Sarana Produksi terdiri dari Kios Pertanian UD. Hidayah, Kelompok Tani, dan Gapoktan Sukorambi Bangkit; ii) Subsistem Produksi terdiri dari Kelompok Tani, Gapoktan Sukorambi Bangkit dan HIPPA Sukomakmur; iii) Subsistem Pasca Panen dan kegiatan Pengolahan Hasil terdiri dari Petani dan juga Tengkulak; iv) Subsistem Pemasaran terdiri dari Tengkulak; serta v). Subsistem Pendukung terdiri dari Pemerintah Desa Sukorambi dan Penyuluh Pertanian. Sedangkan 2. Relasi sosial petani dalam struktur kelembagaan agribisnis sayur buah adalah: 1) dalam subsistem sarana produksi terjadi relasi komunal, kolegal, dan dinamika kelompok dan antar kelompok; 2) dalam subsistem produksi adalah relasi kolegal, hirearkis dan dinamika kelompok; 3) dalam subsistem Pasca panen dan pengolahan hasil adalah relasi hirearkis; 4) dalam subsistem Pemasaran adalah relasi hirearkis serta 5) dalam subsistem penunjang relasi yang terjadi adalah relasi antar kelompok.
KESADARAN MASYARAKAT PESISIR DALAM MENGELOLA SAMPAH Sri Subekti; Sutrisno Sutrisno; Edy Supriyanto; Aryo Fajar Sunartomo; Dina Dyah Kusumayanti; Edy Wihardjo; Muhammad Iqbal; Elyda Akhya Afida Misrohmasari; Mochamad Edoward Ramadhan
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2442

Abstract

Sampah masih menjadi permasalahan yang belum teratasi dengan maksimal hingga saat ini. Permasalahan sampah di Indonesia tidak hanya terjadi di kawasan pemukiman dan industri namun juga menjadi permasalahan serius di kawasan pesisir. Banyaknya sampah dikawasan pesisir disebabkan oleh pembuangan sampah secara sembarangan di kawasan pantai serta aliran sungai dan aktivitas pariwisata. Tujuan penelitian untuk mengetahui kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Penelitian dilakukan secara sengaja di pantai Payangan Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu dan pantai Puger Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data dianalisis dengan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan jenis sampah yang banyak ditemui adalah sampah organik dan anorganik. Sumber sampah berasal dari rumah tangga, sungai, pedagang ikan, nelayan serta home industri pembuatan kapal nelayan dari kayu. Cara membuang sampah yang dilakukan masyarakat adalah dengan dibuang ke pekarangan, sungai, laut. Kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam mengelola sampah masih rendah. Belum ada sosialisasi mengenai pengelolaan sampah yang baik dan benar.
Analysis of Elements in Innovation Communication of Liquid Organic Fertiliser Mustapit Mustapit; Aryo Fajar Sunartomo; Sri Subekti; Diah Puspaningrum
Agribusiness Journal Vol 8, No 1 (2025): Agribusiness Journal
Publisher : UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/aj.v8i1.2350

Abstract

Organic fertiliser has been widely used by farmers in Jember Regency, one of which is the type of liquid organic fertiliser (LOF) of local microorganisms. Research related to innovation adoption mostly focuses on innovation attributes. 4 other variables affect the speed of innovation adoption besides innovation attributes, namely: (1) type of innovation decision (choice, collective, or authoritarian), (2) communication channels (interpersonal or mass media), (3) social system (norms, degree of network relatedness), and (4) change agent (level of promotion effort). The purpose of this study was to analyse the elements in LOF innovation communication in Jember Regency with descriptive statistics, including: (1) relative profit level; (2) type of innovation decision; (3) communication channels; (4) social system; and (5) change agent. The research is a type of survey research with a quantitative method approach. The data analysis method in this study includes the following stages: (1) determination of scale values, and (2) descriptive statistical analysis. The results of the study showed that the elements in LOF innovation communication in Jember Regency generally show high achievements, so it can be concluded that LOF innovation has received support from farmers in Jember Regency. The elements of communication channels, social systems, and agents of change have achieved very high achievements, while the relative advantages element is already high, and the innovation decision type element is still moderate. Some things that need to be improved are decision-making at the farmer group level to be more democratic and prioritise deliberation. In addition, the relative advantages level can still be increased by overcoming technical constraints in LOF production and application.
Pemanfaatan Lahan Sempit Melalui Urban Farming Sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Pangan Keluarga Ivan Sanjiva Redy; Sri Subekti; Lenny Luthfiyah
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v6i1.1971

Abstract

Rapid urbanization in Surabaya City has led to the conversion of agricultural land into residential areas, thus threatening food security. To address this, the Surabaya City Government, through the Department of Food Security and Agriculture, is promoting an urban farming program as a solution for utilizing limited land in urban areas. Various urban farming studies generally focus on partial crop cultivation, while studies on the integration of agriculture, fisheries, and livestock on a micro-scale in urban areas are still limited. This study aims to describe the utilization of limited land based on multi-sector integration implemented by the Mekarsari Farmers Group in Baratajaya Village, Gubeng District, Surabaya City, and to determine the benefits of urban farming. The study used a qualitative descriptive approach with observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The results showed that the group developed an integrated urban farming model through a combination of crop cultivation (hydroponics, potted plants, tabulapots, and direct planting), fisheries (tarpaulin ponds, cement ponds, and biofloc drum systems), and household-scale livestock farming on limited land such as yards, building gaps, and rooftops. These findings demonstrate that multi-sector integration in urban micro-farms can increase household food availability, increase income, and strengthen family food security in a sustainable manner. The contribution of this research lies in the development of an integrated urban farming model that adapts to space constraints in dense urban areas.   ABSTRAKUrbanisasi yang pesat di Kota Surabaya menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman, sehingga mengancam ketahanan pangan. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menggalakkan program urban farming sebagai solusi pemanfaatan lahan sempit di wilayah perkotaan. Berbagai studi urban farming umumnya berfokus pada budidaya tanaman secara parsial, sementara kajian mengenai integrasi pertanian, perikanan, dan peternakan pada skala lahan mikro perkotaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan lahan sempit berbasis integrasi multisektor yang diterapkan oleh Kelompok Tani Mekarsari di Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, serta mengetahui manfaat urban farming. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok mengembangkan model urban farming terintegrasi melalui kombinasi budidaya tanaman (hidroponik, tasapot, tabulapot, dan tanam langsung), perikanan (kolam terpal, kolam semen, drum sistem bioflok), serta peternakan skala rumah tangga pada lahan terbatas seperti halaman, sela bangunan, dan atap rumah. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi multisektor pada lahan mikro perkotaan mampu meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga, menambah pendapatan, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model urban farming terintegrasi yang adaptif terhadap keterbatasan ruang di kawasan padat perkotaan.