Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EFFECTS OF SALINITY AND PYRITE ON THE GROWTH OF RICE SEEDLINGS (Oryza sativa) Laksamana, Hariy; Haviz, Alhaviz; Lestari, Sri Utami
Jurnal Agroteknologi Vol 16, No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ja.v16i1.36858

Abstract

Rice (Oryza sativa) is a major food commodity in Indonesia that is highly susceptible to environmental stressors, such as salinity and pyrite (FeS₂), which can inhibit its growth, particularly at the seedling stage. This study aimed to analyze the effects of salinity and pyrite on rice seedling growth, focusing on germination rate, root length, and fresh seedling weight. The research was conducted at the UPT Seed Certification and Plant Seed Certification of Food Crops and Horticulture in Pekanbaru for two months. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of two factors: salinity stress (3 levels: 0 mM, 50 mM, 100 mM) and pyrite stress (3 levels: 0 mg, 200 mg, 400 mg), with four replications for each treatment. The parameters observed included plant height, leaf number, root length, stomatal count, plant necrosis, and leaf area. The results indicated that salinity had a significant effect on plant height, with greater reduction observed at the 100 mM salinity concentration. Pyrite also affected leaf number and root length, although its impact was lower than that of salinity. The interaction between salinity and pyrite did not show synergistic effects, but both factors worsened the plant’s physiological condition. The combination of high salinity and high doses of pyrite caused increased leaf necrosis and a reduction in other growth parameters. In conclusion, both salinity and pyrite significantly affected rice seedling growth, and their interaction exacerbated the plant’s physiological condition. Environmental management and the selection of rice varieties tolerant to salinity and heavy metals are crucial to minimizing the negative impacts on rice growth.
Peningkatan Pemberdayaan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Rumbai Melalui Budidaya Tanaman pada Lahan Tidak Produktif Lestari, Sri Utami; Lidar, Seprita; Ibrahim, Roy; Alhaviz; Pratiwi, Erviana Eka
Open Community Service Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v4i2.143

Abstract

Latar Belakang: Pemenuhan kebutuhan hidup menjadi faktor umum yang mendorong para narapidana melakukan perbuatan melanggar hukum, setelah keluar dari penjara, hal ini menjadi persoalan bagi para narapidana dalam menjalani kehidupan baru di tengah masyarakat. Oleh karena tidak mempunyai pekerjaan dan keterampilan yang mampu diandalkan untuk menjadi sumber penghidupannya. Lembaga Pemasyarakatan terbuka ditujukan untuk memperkenalkan kembali kehidupan normal dengan membina para narapidana untuk lebih produktif. Beberapa pendampingan dan pemberdayaan telah diupayakan dalam berbagai program yang dijalankan di Lembaga Pemasyarakatan terbuka salah satunya adalah pemberdayaan di bidang budidaya tanaman pertanian.Tujuan: Target luaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mitra tentang budidaya tanaman pertanian, meningkatkan keterampilan mitra serta mampu menghasilkan produk serta meningkatkan pengetahuan mitra tentang pengelolaan lahan tidak produktif. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan antara lain sosialisasi program, praktek budidaya dan evaluasi keberlanjutan program.Hasil: Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan oleh tim dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan kelompok meningkat dari 25% menjadi 90%, pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif 60% telah diolah menjadi lahan produktif, respon positif dari semua pihak Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Rumbai bekerja sama dengan tim pengabdian dalam memberdayakan warga Lembaga Pemasyarakatan menjadi hal yang sangat baik untuk terus ditindaklanjuti kerjasamanya.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Teknologi Pupuk Hayati pada Budidaya Kelengkeng di Kabupaten Kampar Siswati, Latifah; Ariyanto, Anto; Lestari, Sri Utami; Setiawan, David; Yandra, Alexsander
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 4 No. 3 (2020): Penguatan Pelayanan Publik dan Inovasi Riil melalui Pengabdian Masyarakat dan P
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v4i3.588

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang diikuti oleh peningkatan kesejahteraan dan kesadaran masyarakat terhadap gizi akan mengarah pada peningkatan permintaan masyarakat terhadap buah-buahan. Bahkan untuk memenuhi permintaan impor kelengkeng pun dilakukan yaitu dari Thailand, Vietnam dan dari China. Kendala pada umumnya untuk pertumbuhan dan produksi tanaman biasanya adalah karena tanah di Riau pada umumnya didominasi oleh jenis tanah marginal yaitu tanak PMK (Ultisol) dan tanah gambut (Histosol). Maka untuk itu diperlukan upaya perbaikan pemberian bahan ameliorasi seperti pupuk organik, pupuk an organik dan pupuk hayati. Dengan mamanipulasi lingkungan khususnya tanah diharapkan pertumbuhan dan produksi tanaman dapat lebih maksimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pendampingan melalui pelatihan kepada mitra khususnya kelompok tani di Kab.Kampar tentang penerapan teknologi penanaman dan perawatan pohon kelengkeng pingpong , mendorong kelompok petani khususnya di Kab.Kampar untuk berinvestasi di dalam pengembangan buah kelengkeng pingpong dengan menanam pohon kelengkeng di lahan/halaman rumah masing-masing sehingga nantinya Kab.Kampar akan menjadi sentra buah kelengkeng. Metode pelaksanaan dibagi menjadi 3 tahap yaitu penyuluhan, pelatihan teknologi budidaya kelengkeng, pendampingan berkala. Hasilnya menunjukkan bahwa aplikasi teknologi pupuk hayati bagi budidaya klengkeng menjadi trend baru dalam mendorong kelompok tani khususnya di Kab.Kampar untuk berinvestasi di dalam pengembangan buah kelengkeng khususnya klengkeng pingpong
BETERNAK AYAM SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN PONDOK PESANTREN DARUL MUKHLASIN PALAS- PEKANBARU Lestari, Sri Utami; Lidar, Seprita; Rizal, M
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 6 No. 3 (2022): Penguatan Kompetensi, Pendidikan, dan Pemberdayaan untuk Mendorong Kemandirian
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v6i3.1202

Abstract

Ponpes Darul Mukhlasin Palas- Pekanbaru, Ponpes ini mempunyai lahan kosong yang cukup luas sekitar ±0,5 ha yang merupakan potensi untuk bisa dikembangkan, melalui peningkatan kemandirian pangan. Strategi untuk mewujudkan kemandirian pangan adalah pengembangan penganekaragam pangan. Terkait permasalahan mitra maka dibutuhkan solusi pemecahan masalahnya antara lain : memberikan pembekalan materi dan ketrampilan mitra tentang beternak ayam , Mengolah lahan tidak produktif menjadi lahan produktif untuk beternak. Metode pelaksanaan meliputi praktek praktek beternak ayam, pendampingan. Untuk keberlanjutan program ini tim PKM akan melakukan : Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan program. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Ponpes Darul Mukhlasin untuk beternak ayam 100% didapatkan pencapaian hasil produksi dan tingkat pengetahuan santri akan beternak ayam.Peningkatan ketahanan pangan pondok pesantren perlu dilakukan secara kontinew, beternak ayam kampung menjadi sangat produktif berkelanjutan jika system pertanian terpadu integrasi dengan ikan atau kebutuhan lauk pauk.
Evaluation of the Physiological Quality of Rice Seeds (Oryza sativa) under Salinity and Pyrite Stress Conditions Laksamana, Hariy; Alhaviz, Alhaviz; Lestari, Sri Utami
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 9 No. 4 (2025): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v9i4.429

Abstract

Salinity and pyrite are abiotic stress factors that can affect the physiological quality of rice seeds. This study aimed to evaluate the effects of salinity and pyrite stress on the viability and vigor of rice seeds. The research was conducted using a completely randomized design (CRD) with two factors: salinity levels (0 mM, 50 mM, and 100 mM NaCl) and pyrite dosages (0 mg, 200 mg, and 400 mg). The observed parameters included germination, maximum growth potential, vigor index, growth speed, simultaneous growth, and growth rate. The results showed that salinity stress significantly affected the vigor index and growth speed, while pyrite stress only influenced the growth speed. The interaction between the two factors did not show a significant effect on all physiological quality parameters of the seeds. However, there was a tendency for a decline in germination percentage, maximum growth potential, vigor index, growth speed, and simultaneous growth. The combination of high salinity stress (100 mM) and high pyrite dosage (400 mg) caused more pronounced growth retardation, particularly after day 10. Although rice seeds were able to maintain tolerance at low to moderate stress levels, an increase in the intensity of stress from both factors could hinder water and nutrient absorption, thereby reducing overall growth performance. The findings of this study provide insights into the tolerance limits of rice seeds to salinity and pyrite stress, which can serve as a basis for managing suboptimal lands for more sustainable rice production.
Variasi Jenis dan Ketebalan Mulsa Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) Lestari, Sri Utami; Abidin, Zainal; Susi, Neng; Ibrahim, Roy; Alhaviz, Alhaviz; Pratiwi, Erviana Eka
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v9i1.167

Abstract

Riau Province has significant potential for tomato production, with harvested area increasing from 44 ha (2021) to 45 ha (2022) and productivity reaching 4.48 tons/ha. However, weed competition is a major obstacle to yield optimization. This study aimed to evaluate the effectiveness of the interaction of palm kernel shell mulch and rice husk mulch in suppressing weeds and increasing tomato yields. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) experiment, involving two factors: palm kernel shell mulch thickness (0 cm, 2 cm, 4 cm) and rice husk mulch thickness (0 cm, 0.75 cm, 1.5 cm), each replicated three times. Observation parameters included plant height, stem diameter, number of productive branches, fruit weight per plant, total harvested fruit, and wet and dry weed weight. The results showed that the combination of 4 cm palm shell mulch and 1.5 cm rice husk (C2S2) provided the best results, including the highest plant height (67.67 cm), the highest fruit weight per plant (1,175.10 g), the highest number of fruits (31.33 fruits), and the lowest dry weight of weeds (41.67 g). The interaction of the two mulch types significantly affected plant growth and weed suppression, although not significantly for some parameters such as stem diameter and number of productive branches. Organic mulch also helped improve soil structure, reduce water evaporation, and provide additional nutrients for plants.
Pemberdayaan petani sawit melalui pemanfaatan berkelanjutan tyto alba di Kabupaten Muaro Jambi Rahmah, Karina; Siadari, Ulidesi; Lestari, Sri Utami; Yanita, Mirawati; Fauzia, Gina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36236

Abstract

Abstrak Tingginya serangan hama tikus menjadi faktor pembatas utama produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Muaro Jambi. Keterbatasan akses terhadap teknologi pengendalian hayati menyebabkan petani bergantung pada pestisida kimia, yang berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan, resistensi hama, dan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan metode pengendalian hama berbasis ekologi yang efektif, terjangkau, dan mudah diterapkan bagi petani sawit rakyat. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan menekankan keterlibatan aktif petani pada setiap tahap kegiatan, meliputi identifikasi masalah, sosialisasi, pembuatan rumah burung hantu (gupon), pelepasan Tyto alba, serta kegiatan monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemasangan satu unit gupon yang mencakup area seluas 30 hektar mampu menurunkan populasi tikus sekitar 28% dalam waktu tiga bulan, menurunkan tingkat kerusakan tanaman dari 18,5% menjadi 11,2%, serta mengurangi penggunaan pestisida dari 12,5 liter/ha/tahun menjadi 10 liter/ha/tahun (penurunan sebesar 20%). Akibatnya, biaya pestisida menurun dari Rp2.500.000/ha/tahun menjadi Rp2.000.000/ha/tahun, sementara produktivitas tandan buah segar (TBS) meningkat dari 15,8 ton/ha/tahun menjadi 16,4 ton/ha/tahun (peningkatan sebesar 3,8%). Temuan ini membuktikan bahwa penerapan Tyto alba merupakan strategi pengendalian hayati yang menjanjikan, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Kebaruan dari program ini terletak pada integrasi aspek ekologi dan ekonomi melalui model konservasi berbasis PAR, yang tidak hanya meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya dalam perkebunan kelapa sawit rakyat, tetapi juga memperkuat kelembagaan petani. Model ini berpotensi untuk direplikasi di wilayah perkebunan rakyat lain yang memiliki karakteristik serupa. Kata kunci: pengendalian hayati; tyto alba; produktivitas kelapa sawit; keberlanjutan; perkebunan kelapa sawit rakyat. Abstract Rodent pests remain one of the major constraints to the productivity and sustainability of smallholder oil palm plantations in Muaro Jambi Regency. Farmers commonly rely on chemical pesticides, which pose risks of environmental contamination, pest resistance, and health hazards. This community engagement program employed a Participatory Action Research (PAR) approach, emphasizing active involvement of farmers in every stage, including problem identification, socialization, construction of barn owl nest boxes (gupon), release of Tyto alba, as well as monitoring and evaluation. The results demonstrated that the installation of a single gupon covering 30 hectares reduced rat populations by approximately 28% within three months, decreased crop damage rates from 18.5% to 11.2%, and lowered pesticide use from 12.5 liters/ha/year to 10 liters/ha/year (a 20% reduction). Consequently, pesticide costs declined from IDR 2,500,000/ha/year to IDR 2,000,000/ha/year, while fresh fruit bunch (FFB) productivity increased from 15.8 tons/ha/year to 16.4 tons/ha/year (an improvement of 3.8%). These findings confirm that the application of Tyto alba is a promising, cost-effective, and environmentally friendly biological control strategy. The novelty of this program lies in integrating ecological and economic aspects through a PAR-based conservation model, which not only improves productivity and cost efficiency in smallholder oil palm farming but also strengthens farmer institutions. This model has the potential to be replicated in other smallholder plantation areas with similar characteristics. Keywords: biological control; tyto alba; oil palm productivity; sustainability; smallholder oil palm.