Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN MEDIA TAR (TENTANG ANEMIA REMAJA)TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERKAIT ANEMIA SERTA KONSUMSI TABLET BESI PADA REMAJA PUTRI Rani Lutfiani; Harna Harna; Vitria Melani; Nadiyah Nadiyah; Erry Yudha Mulyani
Ghidza Media Jurnal Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Ghidza Media
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ghidzamediajurnal.v5i1.6579

Abstract

Masa remaja adalah masa pertumbuhan dan perkembangan, baik secara mental, fisik dan aktivitas sehingga, kebutuhan makanan yang memiliki kandungan zat-zatgizi menjadi cukup besar. Amemia zat besi pada anak remaja putri memiliki dampak yaitu mengurangi produktivitas kerja serta mengurangi kemampuan akademis di sekolah, anemia dapat dicegah dengan mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe).Mengetahui pengaruh pemberian media TAR (Tentang Anemia Remaja) terhadap perubahan pengetahuan terkait anemia dan niat untuk konsumsi table Fe pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-experimental dengan menggunakan metode One- Grup-Pretest-Posttes Design, pengambilan data secara primer dengan jumlahsampel 68 responden. Uji normalitas menggunakan skewness dan Kolmogorov, analisis data mempergunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian memperlihatkan adanya pengaruh pengetahuan remaja tentang konsumsi tablet Fe sebelum dan sesudah pemberian media TAR (p value = 0,000) dan adanya pengaruh sikap remaja tentang konsumsi tablet Fe sebelum dan sesudah pemberianmedia TAR (p value = 0,003). Terdapat pengaruh penggunaan media TAR terhadap perubahan sikap dan pengetahuan terkait anemia serta konsumsi tablet besi pada remaja putri. Kata Kunci: Media TAR 1; Anemia remaja putri 2; Pengetahuan gizi 3; Sikap gizi 4.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, KETERSEDIAAN PANGAN RUMAH TANGGA, DAN KONSUMSI SAYURAN PADA MASYARAKAT PENERIMA P2KP DAN NON P2KP Rahmawati Rasidin; Prita Dhyani Swamilaksita; Vitria Melani; Putri Ronitawati; Mury Kuswari
Journal of Nutrition College Vol 12, No 3 (2023): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i3.36723

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan bagian dari Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Penerima program ini merupakan sekelompk wanita yang tergabung dalam kelompok wanita tani. Melalui program ini diharapkan masyarakat penerima program memiliki pengetahuan gizi yang lebih baik dan tercapainya ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, terutama pada aspek ketersediaan dan konsumsi pangan, khususnya pada konsumsi sayuran.Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan gizi, ketersediaan pangan rumah tangga, dan konsumsi sayuran pada masyarakat penerima P2KP dan Non-P2KP.Metode: Penetian ini dilakukan pada bulan Maret 2021 – Agustus 2022 menggunakan analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 43 penerima P2KP dan 43 Non-P2KP. Pengambilan data tingkat pengetahuan gizi menggunakan kuesioner pengetahuan gizi, pada ketersediaan pangan rumah tangga menggunakan kuesioner HFIAS (Household Food Insecurity Access Scale), serta konsumsi sayuran menggunakan kuesioner FFQ (Food Frequency Questionnaire). Analisis data menggunakan uji statistik t-test independen dan Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil: Pada penerima P2KP nilai rata-rata tingkat pengetahuan gizi sebesar 93,00 sedangkan pada Non-P2KP memiliki nilai rata-rata 82,10 yang menunjukkan ada perbedaan dengan nilai (p=0,001). Pada variabel ketersedian pangan rumah tangga penerima P2KP memiliki skor nilai rata-rata 2,27 dan Non-P2KP memiliki skor nilai rata-rata sebesar 5,18 dengan nilai (p=0,001). Pada variabel konsumsi sayuran, penerima P2KP mengonsumsi rata-arta 25,276 kali per bulan, sedangkan pada Non-P2KP 9,102 kali per bulan (p=0,001).Simpulan: Ada perbedaan tingkat pengetahuan gizi, ketersediaan pangan rumah tangga, dan konsumsi sayuran pada masyarakat Penerima P2KP dan Non-P2KP. 
Edukasi media Nutri Case terhadap pengetahuan dan sikap tentang konsumsi jajanan sehat pada anak usia sekolah di Bogor Nabila Nabila; Lintang Purwara Dewanti; Vitria Melani; Laras Sitoayu
Ilmu Gizi Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v7i1.380

Abstract

Latar Belakang: Anak usia sekolah adalah salah satu modal utama pertumbuhan dan perkembangan serta bibit unggul untuk masa depan bangsa. Oleh karena itu, perlu diperhatikan serta dibina dalam meningkatkan kesehatannya. Salah satu yang merupakan faktor penting dalam mempengaruhi status gizi anak adalah kebiasaan makan anak/individu. Kebiasaan makan anak yang tidak sehat dan tidak bergizi akan memberikan dampak lebih besar terkait dengan kesehatan. Konsumsi makanan jajanan sehat diharapkan memiliki kontribusi penting dalam menyalurkan energi serta zat gizi lainnya yang dapat menjadi penunjang pesrtumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah dasar. Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi gizi dengan media kotak pensil gizi (Nutri Case) terhadap perubahan pengetahuan dan sikap pada anak usia sekolah dasar kelas 3 di Global Sukses Mulia Islamic School. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis quasi eksperimental dan desain one group pre-test post-test yang melibatkan 40 siswa sekolah dasar kelas 3 yang berusia 8-9 tahun. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang diteliti secara langsung. Hasil: Adanya perubahan pengetahuan dan sikap dengan nilai p value 0.0001 setelah diberikan intervensi gizi dengan media kotak pensil gizi (Nutri Case). Kesimpulan: Media kotak pensil gizi (Nutri Case) merupakan media yang dapat digunakan sebagai media edukasi gizi baru yang bisa diterima oleh kalangan anak-anak dalam proses pembelajaran mengenai gizi terutama mengenai pemilihan makanan jajanan yang sehat.
Asupan zat gizi makro, vitamin B, gaya hidup sedentary, dan gangguan kecemasan pada mahasiswa berdomisili di Tangerang Selatan Fauziah Ambarini; Vitria Melani; Dessy Aryanti Utami; Khairizka Citra Palupi; Nadiyah Nadiyah
Ilmu Gizi Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v7i1.413

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa termasuk kelompok usia yang sensitif mengalami kesehatan mental, salah satunya kecemasan.  Beberapa faktor seperti asupan zat gizi makro, vitamin B, dan gaya hidup sedentary dapat memengaruhi terjadinya kecemasan pada mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro, vitamin B, gaya hidup sedentary, dan gangguan kecemasan pada mahasiswa yang berdomisili di Tangerang Selatan. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan April–Agustus 2022. Jumlah sampel sebanyak 60 mahasiswa di wilayah Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan yang diambil dengan metode purposive sampling. Pada penelitian ini, asupan zat gizi makro yang dikaji meliputi karbohidrat total, serat, protein, dan lemak. Pengambilan data asupan karbohidrat, protein, dan lemak didapatkan melalui wawancara menggunakan kuesioner recall 2x24 jam yang dilakukan satu kali pada hari kerja dan satu kali pada hari libur. Konsumsi serat dan vitamin B diperoleh menggunakan kuesioner SQ-FFQ. Data gaya hidup sedentary menggunakan Sedentary Behavior Questionnaire dan data kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Sebagian besar asupan zat gizi makro dan vitamin B berada dalam kategori kurang, rata-rata gaya hidup sedentary pada hari biasa dan hari libur ≤6 jam/hari, dan kecemasan sebagian besar dalam kategori kecemasan ringan. Tidak ada hubungan asupan zat gizi makro (protein p=0,395, lemak p=0,512, karbohidrat p=0,056, dan serat p=0,327), asupan vitamin B (vitamin B6 p=0,456, vitamin B9 p=0,736, vitamin B12 p=0,469) dan gaya hidup sedentary (p=0,887) dengan gangguan kecemasan. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara asupan zat gizi makro, vitamin B, gaya hidup sedentary dengan gangguan kecemasan.
Pengaruh media edukasi aplikasi “Acenting Seni” terhadap pengetahuan dan sikap cegah stunting sejak dini pada wanita usia subur 20–25 tahun Dewi Septi Medinawati; Vitria Melani; Mertien Sa’pang; Harna Harna
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i1.347

Abstract

Latar Belakang: Stunting termasuk salah satu masalah gizi yang menjadi perhatian tinggi di Indonesia. Stunting menggambarkan kondisi gagalnya pertumbuhan fisik akibat kekurangan gizi saat dalam kandungan hingga usia dua tahun. Stunting dapat dicegah sejak dini, salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap pada kelompok wanita usia subur (WUS) dalam mempersiapkan kehamilan. Pada era serba digital, edukasi dapat diberikan melalui aplikasi di ponsel pintar. Aplikasi “Acenting Seni” merupakan media edukasi mengenai cegah stunting sejak dini yang dapat diakses melalui Android Playstore. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui media aplikasi “Acenting Seni” terhadap perubahan pengetahuan dan sikap mengenai cegah stunting sejak dini pada WUS usia 20–25 tahun. Metode: Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain one group pre–posttest tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari WUS usia 20–25 tahun sebanyak 30 orang. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2021 di enam kecamatan di Kota Palembang. Pengukuran data pengetahuan dan sikap WUS mengenai stunting dikumpulkan menggunakan kuesioner. Intervensi diberikan sebanyak satu kali setelah pretest dengan memberikan edukasi gizi media “Acenting Seni” dibantu penjelasan peneliti mengenai isi materi dari media “Acenting Seni”. Analisis data diolah menggunakan Paired Sample T-test dan Wilcoxon Rank Sum test dengan tingkat signifikasi 5% (p<0,05). Hasil: Setelah pemberian edukasi, terdapat peningkatan skor posttest pengetahuan sebesar 24,5 poin (p=0,0001) dan skor posttest sikap sebesar 20 poin (p=0,0001). Kesimpulan: Media “Acenting Seni” mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap responden mengenai cegah stunting sejak dini.