Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

CREATING A HEALTHY SCHOOL ENVIRONMENT: POLICIES AND BEST PRACTICES Rina Wijayanti; Romadhon; Melyana R Pugu; Al-Amin
Jurnal Kesehatan Vol. 2 No. 7 (2024): Jurnal Kesehatan (JK)
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Creating a healthy school environment is an important aspect of developing students' learning capacity and well-being. Various studies have explored the implementation of policies and best practices that support physical, mental and social health in the school environment. The research method used was literature research. The results show that hygiene standards, air quality, nutrition, physical activity, comprehensive health education and emotional support are key factors in creating healthy schools. The multidisciplinary involvement of educators, parents, and health practitioners showed significant improvement in the successful implementation of this policy. In addition, anti-bullying and mental health promotion practices have contributed to a decrease in school violence cases and an increase in students' mental awareness.
PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN PENGELOLAAN SAMPAH Nihayatul Lailia; Rina Wijayanti; Cicilia Ika Rahayunita
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v11i2.26811

Abstract

Pembentukan karakter di usia dini merupakan fondasi penting dalam perkembangan kepribadian anak yang akan berpengaruh pada masa depannya. Karakter disiplin dan tanggung jawab dapat dikembangkan melalui kegiatan praktis yang melibatkan anak secara langsung dalam aktifitas sehari-hari, salah satunya adalah pengelolaan sampah. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh kegiatan pengelolaan sampah terhadap pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab pada anak usia dini di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Jeru (24 anak). Metode penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengelolaan sampah berpengaruh positif terhadap pembentukan karakter anak usia dini. Karakter disiplin menunjukkan peningkatan yang sangat memuaskan dari 4 indikator penilaian, rata-rata peningkatan dari 26,04% menjadi 80,21%. Sedangkan untuk karakter tanggung jawab menunjukkan peningkatan yang sangat baik dari 4 indikator penilaian, rata-rata peningkatannya yaitu dari 29,17% menjadi 80,21%. Temuan ini membuktikan bahwa kegiatan pengelolaan sampah dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab anak usia dini. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan konsep kebersihan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang akan menjadi bekal penting dalam kehidupan anak di masa depan
Penerapan Metode Fonik dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Speech Delay di Klinik FQ Kabupaten Malang Silvianti Hananingtyas; Rina Wijayanti; Henni Anggraini
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1974

Abstract

Bahasa dan bicara merupakan aspek penting dalam perkembangan anak karena tidak hanya menjadi sarana komunikasi tetapi juga sebagai dasar dalam perkembangan kognitif, sosial dan emosional anak. Di Indonesia, kasus speech delay menunjukkan prevalensi yang cukup tinggi sehingga intervensi yang tepat sangat diperlukan untuk menunjang perkembangan bicara anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode fonik dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada anak speech delay di Klinik FQ. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap partisipan penelitian dan terapis. Subjek penelitian merupakan anak dengan hambatan speech delay sejumlah satu anak. Proses terapi dimulai dari pengenalan bunyi huruf vokal, penggabungan bunyi konsonan-vokal, penggabungan suku kata, pembentukan kata sederhana, hingga penggunaan kata dalam konteks komunikasi sehari-hari. Penelitian ini menegaskan bahwa metode fonik yang diterapkan secara sisteematis, bertahap, dan dalam suasana yang menyenangkan merupakan stategi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bicara anak speech delay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode fonik memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berbicara anak speech delay, terutama dalam aspek pengenalan bunyi bahasa, perbaikan artikulasi, peningkatan kemampuan vokal, pengayaan kosakata, serta peningkatan konsentrasi dua arah.
Improving Hand-Eye Coordination Abilities Through Leaf-Rolling Activities at DWP 2 Bayem Kasembon Malang Kindergarten Andriani; Ayu Asmah; Rina Wijayanti
Journal of Creative Power and Ambition (JCPA) Vol. 4 No. 02 (2026): Journal of Creative Power and Ambition (JCPA)
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fine motor development in early childhood involves the control of small muscles, and the ability to perform more precise and detailed movements. One of the scopes is hand-eye coordination. Efforts to facilitate the development of hand-eye coordination must be carried out with appropriate activities. The problems in DWP 2 Kindergarten, Bayem, Kasembon, Malang indicate that hand-eye coordination skills have not shown completeness. One of the contributing factors is the lack of stimulus in these skills. The purpose of this study is to determine the improvement of hand-eye coordination through stringing. This study uses Class Action Research (PTK) which is implemented through four stages, namely planning, action, observation and reflection. Data analysis techniques use observation. The implementation of the study in DWP 2 Kindergarten, Kesamben, Malang, with a total of 10 students. Observation cycle I showed results of 60% less than the completeness value, cycle II showed results of 80% and has met the completeness. It can be concluded that eye-hand coordination can be improved through stringing activities.
Strategi Pembelajaran Matematika Awal untuk Anak Usia Dini Kelompok A Usia 4-5 Tahun Melalui Permainan Tradisional Congklak di TK PKK Ngadireso: Early Mathematics Learning Strategies for Early Childhood (Group A, Ages 4–5) Using the Traditional Game of Congklak at PKK Ngadireso Kindergarten Kamilia Masluchah; Rina Wijayanti; Henny Anggraini
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4914

Abstract

Early mathematics learning for young children requires strategies that are appropriate to their stage of cognitive development, namely through concrete experiences and play-based activities. This study aims to improve the early mathematics abilities of Group A early childhood students (aged 4–5 years) through the implementation of the traditional game congklak at TK PKK Ngadireso, Malang Regency. The study employs a qualitative approach using Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles, each consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages. The research subjects consisted of 11 children. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, while data analysis was carried out descriptively and qualitatively. The results indicate that children’s early mathematics abilities showed a significant improvement after the implementation of learning strategies through the congklak game. The average level of children’s early mathematics ability increased from 42.00% in the pre-action stage to 58.40% in Cycle I and rose significantly to 86.40% in Cycle II. In addition to enhancing cognitive aspects, the congklak game also had a positive impact on children’s enthusiasm, active participation, and ability to follow game rules. Therefore, it can be concluded that the traditional congklak game is effective as a learning strategy to improve early mathematics abilities in early childhood.   ABSTRAK Pembelajaran matematika awal pada anak usia dini memerlukan strategi yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak, yaitu melalui pengalaman konkret dan kegiatan bermain. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan matematika awal anak usia dini kelompok A (usia 4–5 tahun) melalui penerapan permainan tradisional congklak di TK PKK Ngadireso, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 11 anak. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan matematika awal anak mengalami peningkatan yang signifikan setelah diterapkan strategi pembelajaran melalui permainan congklak. Rata-rata kemampuan matematika awal anak pada pra tindakan sebesar 42,00%, meningkat menjadi 58,40% pada Siklus I, dan meningkat secara signifikan menjadi 86,40% pada Siklus II. Selain meningkatkan aspek kognitif, permainan congklak juga berdampak positif terhadap antusias, keterlibatan aktif, serta kemampuan anak dalam mengikuti aturan permainan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional congklak efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan matematika awal anak usia dini.
Improving Reading Ability Through Creative Word Play in Group B at TK 2 Wonoagung Suwarti Sanik; Rina Wijayanti; Ayu Asmah
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 15 No. 2 (2026): Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ceria.v15i2.16310

Abstract

Reading ability in early childhood is an important aspect of language development because it forms the foundation for recognizing letters, syllables, and simple words. Preliminary observations at TK 2 Wonoagung, revealed that the reading ability of Group B children still needed improvement. Of the 10 children observed, 2 had difficulty distinguishing letters, 3 struggled to combine letters, 2 experienced difficulties reading syllables, and 3 were able to read simple words with teacher guidance. This study aimed to improve children’s reading ability through creative word play activities. The research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, consisting of two cycles with the stages of planning, action, observation, and reflection. The subjects were 10 Group B children consisting of 6 girls and 4 boys. Data were collected through observation and documentation. The results showed a significant improvement in children’s reading ability, increasing from 53.75% in the pre-cycle stage to 60% in Cycle I, 77.5% in Cycle II Meeting 1, and 88.75% in Cycle II Meeting 2. Of the 10 children participating in the study, 9 children (90%) achieved the Very Well Developed (BSB) category by the end of Cycle II Meeting 2, while 1 child (10%) was in the Developed as Expected (BSH) category. These findings indicate that creative word play activities were effective in improving children’s reading ability.