Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN HASIL TERNAK BERUPA SUSU PASTEURISASI DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM PURWOKERTO Zulaikhah, Siti Rahmawati; Mustikasari, Dian; Karseno, Karseno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Polmanbabel Vol. 5 No. 02 (2025): DULANG : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/dulang.v5i02.561

Abstract

Darussalam Islamic Boarding School Purwokerto is a partner in this community empowerment activity.  Boarding School students consist of various statuses, some are still studying in Junior High School, Senior High School and students of University.  Based on the results of the situation analysis, there is a problem being faced, namely that there are still many students whose personal skills in knowledge and skills regarding the processing of livestock products in the form of milk are still low.  In fact, the city of Purwokerto has regional potential as a source of dairy milk production because it has highland geography, for example Baturraden. Apart from that, Darussalam Boarding School has a shop that sells various kinds of student needs, so it can be used to improve the cottage economy, especially by empowering students to produce their own products by exploiting the region's potential, for example processing dairy cow's milk into pasteurized milk of various flavors.  The solution offered to overcome this problem is to provide technology transfer in the form of making various flavors of pasteurized milk.  This solution was chosen because making pasteurized milk uses simple technology, but can produce a product that has a longer shelf life because pathogenic bacteria have been killed.  The method used is: 1) Surveys and interviews to determine problems, 2) Socialization regarding the processing of livestock products in the form of milk, 3) Training, demonstrations and assistance in making various flavors of pasteurized milk, 4) Evaluation of the implementation of service.  The result of this service is that a formula for pasteurized milk with various flavors is obtained with the formula for one liter of milk adding ± 100 grams of granulated sugar, and ± 5 ml of various flavors.  The evaluation results from the pre test and post test showed an increase of 20.62%.  The conclusion obtained is that this service in the context of community empowerment with Darussalam Islamic Boarding School Purwokerto partners has succeeded in increasing the level of knowledge, understanding and skills of students in adopting the science and technology of processing livestock products in the form of milk into pasteurized milk of various flavors.
Total Padatan dan Warna L*, a*, b* Yogurt dengan Penambahan Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) yang Berbeda Levelnya Zulaikhah, Siti Rahmawati; Karseno, Karseno
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.26.3.120-127.2024

Abstract

Penggunaan sari buah naga merah dimaksudkan untuk memberikan media pertumbuhan bagi bakteri asam laktat (BAL) dan meningkatkan kualitas yogurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah naga merah pada yogurt terhadap nilai total padatan, dan warna L*, a*, b* yogurt yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan blok sebagai ulangan sebanyak tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan sari buah naga merah terhadap jumlah susu segar yang digunakan untuk pembuatan yogurt (T1= 0%, T2= 2%, T3= 4% dan T6= 6% v/v).  Perlakuan penggunaan sari buah naga merah dimaksudkan untuk berperan sebagai prebiotik penambah sumber energi bagi BAL dan sebagai pewarna alami. Selain itu, penelitian ini merupakan penelitian awal pada yogurt buah naga merah menggunakan starter konvensional dan materi susu segar dari peternakan rakyat, sehingga diharapkan dapat bersifat aplikatif di masyarakat. Parameter yang diukur adalah nilai total padatan, warna kecerahan (L*), warna hijau-merah (a*) dan kuning-biru (b*).  Data yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan buah naga merah pada pembuatan yogurt mulai dari 0, 2, 4 dan 6% tidak mempengaruhi terhadap jumlah padatan, namun berpengaruh terhadap warna L*, a*, dan b*. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan buah naga merah sampai 6% akan diperoleh yogurt dengan total padatan yang tidak signifikan serta warna yogurt semakin gelap, menuju warna merah dan kebiruan. 
Upaya Meningkatkan Pendapatan Kelompok Ternak Lembu Rizki Melalui Branding dan Modernisasi Pengolahan Susu Pada Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Zulaikhah, Siti Rahmawati; Sulistiyawati, Indah; Nugroho, Adityo
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.5509

Abstract

The Lembu Rizki Livestock Group is in Singasari Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The problems in this group are a) Low selling price of milk in cooperatives, b) Farmers do not yet have milk processing technology, c) Limited human resources, resulting in difficulties in production and marketing. The solutions offered are 1) Sales in the form of processed milk, 2) Transfer of diversification of milk processing technology in the form of pasteurized milk of various flavors and yoghurt, 3) Empowerment of family members, and marketing using digital marketing. The general objective of this Community Partnership Empowerment activity is a) to provide solutions based on situation analysis according to the needs, challenges or problems that exist in the Lembu Rizki livestock group, b) to empower the Lembu Rizki livestock group to improve their standard of living both in economic, social and cultural terms, c) transfer technology, science and art for the development of livestock groups. The results obtained from this activity are increased target knowledge and skills regarding processing milk into pasteurized milk of various flavors and yoghurt, knowing the importance of packaging and labeling for product branding, and digital marketing. Keyword: Branding, Modernization, Milk Processing, Empowerment of Community Partnerships, Livestock Groups
POTENSI LIMBAH SUSU BUBUK AFKIR SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN TERNAK: ARTIKEL REVIEW Siti Rahmawati Zulaikhah; Agustinah Setyaningrum; Elly Tugiyanti
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 14 No 1 (2026): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2026.14.1.23-32

Abstract

Pertumbuhan industri susu di Indonesia berdampak pada meningkatnya limbah susu bubuk, terutama produk yang telah kedaluwarsa atau afkir. Limbah ini, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi mencemari lingkungan. Di sisi lain, susu bubuk afkir masih mengandung nutrisi yang tinggi seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ternak. Artikel ini bertujuan mengkaji potensi pemanfaatan limbah susu bubuk sebagai pakan alternatif untuk ternak melalui penelusuran pustaka. Sumber bahan studi literatur berdasarkan pencarian jurnal maksimal 10 tahun terakhir, buku, media massa mengenai pemanfaatan susu bubuk afkir sebagai pakan ternak. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan susu bubuk afkir dalam ransum unggas (ayam broiler dan ayam buras) dapat meningkatkan performa ternak seperti berat karkas, pertambahan bobot badan, dan efisiensi pakan. Pada ternak ruminansia seperti kambing dan sapi, penggunaan susu bubuk afkir sebagai pengganti susu induk atau bahan tambahan pakan juga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap pertumbuhan. Berdasarkan hal ini limbah susu bubuk memiliki potensi besar sebagai pakan ternak alternatif yang murah, bernutrisi, dan ramah lingkungan, serta dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah industri susu. ABSTRACT The growth of the dairy industry in Indonesia has resulted in increasing powdered milk waste, especially expired or discarded products. This waste, if not managed properly, has the potential to pollute the environment. On the other hand, discarded powdered milk still contains high nutrients such as protein, fat, vitamins, and minerals needed for livestock growth. This article aims to examine the potential use of powdered milk waste as alternative feed for livestock through literature searches. Sources of literature study material based on a search for journals for a maximum of the last 10 years, books, mass media regarding the use of rejected milk powder as animal feed. The results of the study show that the use of discarded powdered milk in poultry rations (broiler chickens and not race chickens) can improve livestock performance such as carcass weight, body weight gain, and feed efficiency. In ruminant livestock such as goats and cows, the use of discarded powdered milk as a substitute for mother's milk or feed additive also does not have a negative impact on growth. Based on this, powdered milk waste has great potential as an alternative animal feed that is cheap, nutritious, and environmentally friendly, and can help reduce environmental pollution from dairy industry waste.
Pembuatan Silase sebagai Solusi Kelangkaan Pakan di Musim Kemarau Siti Rahmawati Zulaikhah; Arif Harnowo Sidhi; Nur Rohmat; Nurreni Irawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15099

Abstract

Kelompok Ternak “Sari Banjar Makmur” berada di Desa Banjarsari Kulon Rt 01 Rw 02 Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Anggota kelompok sebanyak 45 orang, dengan ketua bapak Warsito. Masalah yang dihadapi oleh kelompok tersebut adalah kesulitan pakan ternak saat musim kemarau. Solusi yang diberikan adalah memberikan teknologi pembuatan pakan dengan fermentasi yaitu pembuatan silase, untuk menjamin ketersediaan pakan di musim kemarau, karena mempunyai massa simpan yang lama dan tetap terjaga kandungan nutrisinya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah Metode pelaksanaan pengabdian adalah (1) sosialisasi program berupa pembuatan silase sebagai usaha untuk mengatasi kesulitan pakan di musim kemarau, (2) penyuluhan dan pelatihan dengan menyampaikan materi tentang pembuatan silase, manfaat, dan cara pemberian ke ternak, (3) melakukan demonstrasi, sebagai praktek dari materi yang diberikan, (4) melakukan monitoring dan evaluasi, untuk menilai keberhasilan dari program pengabdian. Hasil kegiatan ini adalah respon positif dari kelompok, mereka memperoleh pengetahuan dan praktek secara langsung mengenai pembuatan silase sebagai alternatif pakan saat musim kemarau. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan pembuatan silase menunjukkan bahwa teknologi pembuatan silase dapat mengatasi kesulitan pakan, dan mempunyai manfaat dapat meningkatkan kualitas pakan dan produktivitas ternak. Evaluasi, pendampingan, dan monitoring menjadi langkah untuk memastikan penerapan teknologi di masyarakat.