Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Katang-Katang (Ipomea pes caprae) dengan Metode DPPH : Literature Review Tsania Zahra Taslima; Zulpakor Oktoba; Atri Sri Ulandari; Muhammad Iqbal
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i1.594

Abstract

Free radicals are reactive molecules that contribute to oxidative stress, triggering cellular damage and leading to degenerative diseases such as cancer, diabetes, and cardiovascular diseases. Antioxidants are required to neutralize free radicals and protect the body from oxidative damage. The leaves of Ipomoea pes-caprae (L.) R. Br. contain secondary metabolites, such as flavonoids and phenolics, which have potential antioxidant activity. This article aims to analyze the antioxidant activity of Ipomoea pes-caprae leaf extract using the DPPH method. The study employed a literature review approach using Google Scholar with specific keywords and 13 articles met the inclusion criteria with a  publication range from 2015 to 2025. The findings indicate that the extraction method and type of solvent significantly affect the effectiveness of antioxidant activity. Maceration and Soxhlet extraction methods were effective in isolating active compounds, particularly flavonoids and phenolics, while polar solvents such as ethanol and methanol produced better results compared to non-polar solvents. Antioxidant strength, determined by IC50 values, ranged from very strong to very weak. Therefore, it can be concluded that selecting the appropriate extraction method and solvent is crucial to maximizing the antioxidant potential of Ipomoea pes-caprae leaves as a natural antioxidant source for health and pharmaceutical applications.  
Kandungan Senyawa Fitokimia dan Aktivias Antioksidan dari Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill.) : Narrative Review Michelle Jovelyna My Angel Pasaribu; Ihsanti Dwi Rahayu; Muhammad Iqbal; Ari Sri Ulandari
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 2 (2025): April : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i2.597

Abstract

Avocado leaves have long been used by Indonesian people as traditional medicine. Many studies have shown that the plant has many active compounds that have the potential to prevent cell damage caused by free radicals. The purpose of this narrative review article is to collect and review references related to the phytochemical compound content and potential antioxidant activity of avocado leaf extract (Persea americana Mill.). The search and review of literature used in writing this article was carried out by searching for reference sources by combining relevant keywords such as "antioxidant AND persea americana leaves* AND extract" on database sites such as NCBI, ScienceDirect, and Google Scholar. There are inclusion criteria used, namely articles in English and Indonesian, available in full text form, discussing secondary metabolite compounds of avocado leaf extract using the maceration method, and discussing antioxidant activity tests using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. Based on the search results, there are 7 articles that have met the inclusion criteria and have been reviewed. The results of this narrative review obtained information that there were several studies that conducted antioxidant activity tests on avocado leaf extract using the DPPH method with an IC50 value range of 6.7-440.80 µg/ml and there were polyphenol compounds, especially quercetin and kaempferol which contributed to the antioxidant activity of avocado leaves.
Perbedaan Keseimbangan Postural Wanita Obesitas Peserta Senam Zumba di Pusat Kebugaran Bandar Lampung A.A. Mas Maharani; Khairun Nisa Berawi; Muhammad Iqbal
Medula Vol 16 No 4 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i4.1141

Abstract

Women have a greater risk become obese due to puberty. People with obesity or greater body mass index (BMI) have a poor postural balance. Muscle strength is one of the factors affect postural balance. Muscle strength can be trained with physical activity and zumba is one of physical activity which collaborate music, dance, and cardio. The aim of this study is to find out postural balance differences among obese woman who participate zumba exercise. This study is an unpaired quantitative analysis with a cross-sectional design. The study was conducted at De Perkasa Fitness Center with a total sample of 80 people. Data were collected by examining body weight, height, and postural balance using the berg balance scale test on obese women who participate zumba exercise. The data obtained were tested using the Saphiro Wilk test to find out the normality of data and continued with the Mann-Whitney test. The average results of postural balance in the routine and first-time groups, respectively, were 54.5 ± 1.377 and 51.95 ± 1.648. The results of the Mann-Whitney test showed that  p value = 0.000 (p<0.05) showed a significant difference (p<0.05) between the postural balance of obese women participating in zumba exercise. There are differences in the postural balance of obese women participating in zumba exercise at fitness center in Bandar Lampung.
Pengaruh Konsentrasi dan Volume Etanol Terhadap Rendemen Ekstrak Tanaman Tapak Liman (Elephantopus Scaber L.) Menggunakan Metode Maserasi Aditia Leo Hasmal; Muhammad Iqbal; Ramadhan Triyandi; Afriyani
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.856

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konsentrasi dan volume etanol terhadap rendemen ekstrak daun tapak liman (Elephantopus scaber L.) melalui metode maserasi. Studi literatur dilakukan dengan menelusuri artikel ilmiah pada database Google Scholar (tahun 2020–2025) menggunakan kata kunci "ekstraksi daun tapak liman". Dari 671 literatur awal, lima jurnal memenuhi kriteria inklusi (tanaman tunggal, pelarut etanol, metode maserasi, akses terbuka). Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi etanol dan volume pelarut berpengaruh signifikan terhadap rendemen. Konsentrasi etanol ≥90% dengan rasio bahan:pelarut 1:10 menghasilkan rendemen tertinggi (15,95%), memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia (≥5,5%). Sebaliknya, etanol 70% menghasilkan rendemen rendah (1,04±0,14%) karena ketidakcocokan polaritas dengan senyawa semi-polar tapak liman. Volume pelarut berlebih mengurangi efisiensi ekstraksi, sedangkan volume kurang membatasi kelarutan senyawa aktif. Simpulan penelitian ini merekomendasikan penggunaan etanol konsentrasi tinggi (≥90%) dan rasio 1:10 untuk optimasi rendemen ekstrak tapak liman dalam skala industri.
Review Literatur: Green Synthesis Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Tanaman sebagai Pendekatan Ramah Lingkungan dalam Terapi Kanker Ardi Widianto; Muhammad Iqbal; Femmy Andrifianie; Ramadhan Triyandi
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.858

Abstract

Sintesis hijau nanopartikel perak (AgNPs) menggunakan ekstrak tanaman berkembang sebagai pendekatan yang lebih aman dan ramah lingkungan dibanding sintesis kimia yang melibatkan bahan toksik. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi AgNPs berbasis tanaman sebagai agen antikanker melalui tinjauan literatur terkini. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan menganalisis artikel nasional dan internasional mengenai karakteristik fisikokimia AgNPs, mekanisme biologis, serta aktivitas sitotoksik terhadap berbagai sel kanker. Hasil kajian menunjukkan bahwa AgNPs yang disintesis dari tanaman seperti Pueraria tuberosa mampu meningkatkan ROS, merusak DNA, menurunkan potensial membran mitokondria, dan mengaktifkan jalur apoptosis, sehingga efektif menghambat proliferasi sel kanker secara dosis-bergantung. Pembahasan menegaskan bahwa interaksi sinergis antara nanopartikel dan metabolit bioaktif tanaman memberikan selektivitas tinggi terhadap sel kanker, meskipun bukti terkait keamanan jangka panjang dan efektivitas in vivo masih terbatas. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa AgNPs berbasis tanaman memiliki prospek besar sebagai terapi antikanker berkelanjutan, namun penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan aspek keamanan dan aplikasinya dalam klinis.
Kajian Literatur: Aktivitas Farmakologis Minyak Atsiri Tanaman Herbal Sebagai Stimulan Pertumbuhan Rambut Ida Ayu Gede Bintang Widia Putri; Ramadhan Triyandi; Muhammad Iqbal; Citra Yuliyanda Pardilawati
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.882

Abstract

Kerontokan rambut merupakan masalah umum yang dipengaruhi oleh stres, hormonal, dan peradangan kulit kepala. Minyak atsiri dari tanaman herbal menjadi alternatif terapi alami karena kandungan senyawa bioaktif seperti monoterpen, seskuiterpen, fenol, dan masih banyak lagi. Tinjauan ini bertujuan memberikan informasi mengenai tanaman herbal penghasil minyak atsiri yang memiliki aktivitas farmakologis sebagai stimulan pertumbuhan rambut. Pencarian pustaka dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, NCBI, dan Science Direct. Kriteria inklusi mencakup jurnal yang membahas efek minyak atsiri tanaman herbal terhadap pertumbuhan rambut dan telah diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Kriteria eksklusi adalah jurnal yang tidak memuat informasi terkait efek minyak atsiri tanaman herbal terhadap pertumbuhan rambut dan diterbitkan lebih dari 10 tahun terakhir. Dari hasil pencarian diperoleh 12 jurnal yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil kajian menunjukkan 12 tanaman herbal penghasil minyak atsiri yang memiliki aktivitas farmakologis sebagai stimulan pertumbuhan rambut. Aktivitas tersebut didukung oleh kandungan senyawa aktif minyak atsiri yang bekerja dengan meningkatkan mikrosirkulasi darah di kulit kepala, menghambat aktivitas enzim 5α-reduktase, efek antiinflamasi, efek antioksidan, merangsang fase anagen dalam siklus rambut, dan/atau meningkatkan proliferasi sel dermal papilla.
Potensi Antibakteri Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Bakteri Gram Positif Dan Gram Negatif: Literature Review Nikken Ayu Larasati; Muhammad Iqbal; Femmy Andrifianie; Ramadhan Triyandi
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.886

Abstract

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri hingga kini masih menjadi permasalahan global, terutama dengan meningkatnya resistensi antibiotik akibat penggunaan yang tidak rasional. Kondisi ini mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif yang berasal dari alam. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), yang telah lama digunakan secara tradisional sebagai obat herbal. Artikel ini bertujuan untuk menelaah potensi aktivitas antibakteri daun dan buah belimbing wuluh terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaporkan. Metode yang diterapkan berupa literature review dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait. Artikel yang dianalisis merupakan penelitian yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016–2025 dan mengevaluasi aktivitas antibakteri belimbing wuluh menggunakan metode difusi maupun dilusi. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa ekstrak daun dan buah belimbing wuluh memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan berbagai bakteri uji, antara lain Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Escherichia coli, dan Salmonella typhi, dengan tingkat aktivitas yang bervariasi. Aktivitas antibakteri cenderung lebih tinggi terhadap bakteri Gram positif dibandingkan Gram negatif serta meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Efek antibakteri tersebut diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan senyawa fenolik. Oleh karena itu, belimbing wuluh berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan guna memastikan efektivitas dan keamanannya.
Tinjauan Artikel: Peran Amlodipine sebagai Terapi Lini Pertama untuk Mengontrol Tekanan Darah pada Hipertensi Diana Mulia Utami; Citra Yuliyanda Pardilawati; Ramadhan Triyandi; Muhammad Iqbal
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.890

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi kronis dengan prevalensi tinggi dan berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Pemilihan terapi farmakologis yang tepat diperlukan untuk mencapai kontrol tekanan darah yang optimal. Penyusunan artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai efektivitas, keamanan, dan keunggulan amlodipine dalam manajemen hipertensi esensial. Telaah artikel ini menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review) melalui basis data elektronik Google Scholar. Hasil telaah menunjukkan bahwa amlodipine yang paling banyak digunakan untuk mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi, efektif sebagai terapi tunggal maupun kombinasi, dan memberikan respons yang baik terutama pada kelompok usia lanjut. Meskipun efek samping ringan seperti edema dan pusing dapat terjadi, tolerabilitasnya tetap baik sehingga tidak mengurangi relevansi klinis amlodipine sebagai pilihan terapi utama.
Analisis Bibliometrik Aktivitas Antioksidan Ekstrak Pare (Momordica charantia L.) sebagai Pengobatan Tradisional Aldo Setiawan Lukas; Ihsanti Dwi Rahayu; Atri Sri Ulandari; Muhammad Iqbal
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.894

Abstract

Momordica charantia L. (pare) merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan terbukti mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan. Meskipun penelitian mengenai pare terus berkembang, pemetaan sistematis terkait tren penelitian, produktivitas ilmiah, dan arah pengembangan riset masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penelitian aktivitas antioksidan ekstrak pare melalui pendekatan bibliometrik menggunakan basis data Scopus. Pencarian data dilakukan melalui fitur Advanced Search dengan kombinasi kata kunci “Momordica charantia” atau “bitter melon” serta “extract” dan “antioxidant”. Kriteria inklusi ditetapkan untuk publikasi berbahasa Inggris berupa artikel, review, dan dokumen konferensi dalam rentang tahun 2000–2025. Dari total 911 artikel yang ditemukan, proses penyaringan menghasilkan 404 dokumen yang memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan Biblioshiny (R Studio) dan VOSviewer untuk menilai tren publikasi, kontribusi institusi, penulis, jurnal, serta keterhubungan kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan publikasi yang signifikan terutama setelah tahun 2018, dengan Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine dan BMC Complementary and Alternative Medicine sebagai jurnal paling produktif. Analisis kata kunci mengungkap fokus riset pada aktivitas antidiabetes, antioksidan, inflamasi, serta pengelolaan stress oksidatif terkait metabolisme. Klaster jaringan kata kunci menegaskan bahwa Momordica charantia dipandang sebagai kandidat fitoterapi potensial dalam terapi penyakit degeneratif, terutama diabetes mellitus tipe 2. Secara keseluruhan, analisis bibliometrik ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai lanskap riset ekstrak pare dan membuka peluang penelitian lanjutan menuju uji klinis dan pengembangan produk fitofarmaka berbasis bahan alam.
Komponen Biaya yang Mempengaruhi Total Cost of Illness pada Pasien Hipertensi Rawat Inap: Narrative Review Dewi Sabrina; Oktafany; Muhammad Iqbal; Nurma Suri
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.902

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tekanan pada pembuluh darah menjadi terlalu tinggi, yaitu tekanan sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan diastolik ≥ 90 mmHg. Menurut WHO, prevalensi hipertensi di dunia diperkirakan mencapai 33,1% dan 32,4% di kawasan Asia Tenggara. Penyakit dengan prevalensi yang tinggi ini menimbulkan beban ekonomi yang signifikan, terutama pada pasien rawat inap. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi komponen biaya yang mempengaruhi total Cost of Illness(COI) melalui tinjauan literatur yang diperoleh dari beberapa sumber database dan dipilih delapan artikel yang relevan. Artikel relevan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya medis langsung, seperti biaya obat-obatan dan prosedur medis non-bedah merupakan komponen terbesar yang berkontribusi dalam total COI di mana semakin lama waktu perawatan maka biaya yang dikeluarkan akan semakin bertambah. Selain itu, biaya langsung non-medis seperti transportasi dan akomodasi, serta biaya tidak langsung seperti hilangnya pendapatan bagi pasien dan pendamping, juga berkontribusi besar terhadap akumulasi biaya beban penyakit. Untuk mengurangi biaya tersebut, diperlukan strategi pengendalian melalui pendekatan secara promotif, preventif, kuratif, dan juga rehabilitatif yang berguna untuk mencegah terjadinya komplikasi dan mempercepat pemulihan. Pemahaman terhadap struktur biaya ini penting bagi pembuat kebijakan dalam menyusun strategi pembiayaan kesehatan yang efisien.