Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

OPTIMASI PERTUMBUHAN EKSPLAN BUAH NAGA (Hylocereus sp.) SECARA IN VITRO DENGAN SUPLEMEN GANDASIL D Sari, Sintia; Arsela, Primadiyanti; Ardaniah, Ardaniah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20382

Abstract

Buah naga termasuk tanaman kaktus dan memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan sehingga permintaan pasar buah naga semakin meningkat. Sehingga produksi buah naga perlu ditingkatkan, dalam kondisi lahan yang terbatas dan perbanyakan yang membutuhkan waktu yang lama menjadikan kendala dalam perbanyakan buah naga. Penggunaan metode perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan permintaan pasar pada buah. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi penggunaan media MS, suplemen Gandasil D dan interaksi keduanya dalam memaksimalkan pertumbuhan eksplan buah naga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2025 di laboratorium kultur jaringan Fakultas Pertanian Dan Bisnis Digital, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktor dengan 4 kali ulangan. Terdapat 12 kombinasi dan 48 botol sampel, setiap botol berisi 5 biji buah naga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media MS 1/6 + Gandasil D 1 g.L-1 menghasilkan pertumbuhan terbaik pada parameter tinggi tunas dan jumlah akar. Kata Kunci : In Vitro, Media MS, Gandasil D, Buah Naga
EFEKTIVITAS KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN AIR KELAPA TERHADAP VIABILITAS BENIH TERONG (Solanum melongena L.) KADALUARSA Jumayrah, Jumayrah; Ardaniah, Ardaniah; Arsela, Primadiyanti
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20651

Abstract

Eggplant seeds that have deteriorated can still be utilized as planting material through invigoration treatment to improve viability and vigor. This study aimed to determine the effectiveness of invigoration materials and soaking duration on the viability of expired eggplant seeds (Solanum melongena L.). The research employed a Randomized Block Design (RBD) with two factors: invigoration materials consisting of air conditioning water (k1), 25% coconut water (k2), and 50% coconut water (k3); and soaking duration of 2 hours (l1), 4 hours (l2), and 6 hours (l3). Results showed that invigoration materials had a highly significant effect on the number of germinated seeds, germination time, sprout length, germination percentage, germination rate, and germination speed, while soaking duration significantly affected sprout length. The interaction between the two factors had no significant effect. The best treatment was 25% coconut water with 4 hours soaking, effectively invigorating expired eggplant seeds for use as planting material.  
Sosialisasi Kegiatan Pemanfaatan Maggot Dan Pestisida Nabati Sebagai Pengelolaan Sampah Organik Limbah Rumah Tangga Bersama Kelompok Dasawisma Desa Tapis Arsela, Primadiyanti; Rahmisari, Hellina; Setiowati, Yuli; Nuraini, Nuraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.3941

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, merupakan salah satu upaya penting dalam mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan pendidikan tentang pentingnya pengelolaan sampah, pengelompokan sampah, dan metode pembuatan maggot dan pestisida nabati. Materi disampaikan melalui ceramah dan diskusi. Selama kegiatan PKM ini, ibu-ibu anggota Dasawisma lebih tertarik untuk belajar bagaimana menggunakan sampah organik limbah rumah tangga untuk membuat produk yang bernilai ekonomis. Kegiatan ini juga membantu warga belajar mengelola limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai ekonomis. Selain itu, anggota PKK dan Dasawisma melakukan inovasi lanjutan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka.
Seed Priming Ekstrak Bahan Alami untuk Meningkatkan Benih Terong Ungu (Solanum melongena L.) Kadaluarsa Rosidi, Muhammad Ahya; Arsela, Primadiyanti; Ardaniah, Ardaniah
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2675

Abstract

Penurunan viabilitas benih akibat proses penuaan selama penyimpanan menjadi kendala dalam budidaya hortikultura, termasuk terong ungu. Benih yang telah melewati masa simpan optimal mengalami degradasi fisiologis sehingga daya kecambah dan vigor awal tanaman menurun. Oleh karena itu, penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) diperlukan untuk membantu mengaktifkan kembali proses metabolisme benih dan meningkatkan kemampuan perkecambahan. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan viabilitas benih terong ungu kadaluarsa melalui teknik seed priming menggunakan ekstrak bahan alami sebagai sumber zat pengatur tumbuh alami. Penelitian dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor, yaitu jenis bahan invigorasi (air kelapa, ekstrak bawang merah, dan lidah buaya) serta konsentrasi (25% dan 50%) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi daya kecambah, waktu berkecambah, dan tinggi tanaman pada fase awal pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan invigorasi berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pengamatan. Air kelapa menghasilkan daya kecambah tertinggi, ekstrak bawang merah meningkatkan vigor pertumbuhan awal, sedangkan lidah buaya mempercepat waktu berkecambah dan meningkatkan tinggi tanaman. Dengan demikian, ekstrak bahan alami berpotensi digunakan sebagai teknologi revitalisasi benih yang ramah lingkungan.