Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Pena Nursing

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Praktik Personal Hygiene Pada Lansia Di Panti Wreda Kota Pekalongan Clarista Frezharika Ananda; Anik Indriono; Siwi Sri Widhowati
PENA NURSING Vol 2, No 1 (2023): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v2i1.3544

Abstract

Background: Old age is the period when living beings are at maturity in size, function and have shown differences from time to time. There are various responses regarding the limits of old age, age as the last stage in the aging process, namely the ages of 60, 65 and 70 years. The aging process is influenced by many factors and is very complex. The increasing population is directly proportional to the health and social welfare problems that arise among the elderly, personal hygiene factors are one of the problems for the elderly population. The behavior of maintaining personal hygiene can be assessed from factors related to personal hygiene, namely social practices, self-choice, body image, socioeconomic status, knowledge and motivation, culture and physical conditions.Methods: This research method was conducted using correlational analytic research methods with a cross sectional approach. The sample in this study were 43 respondents.Results: of this study used linear regression statistical tests. The results of the multivariate test with linear regression showed that the knowledge factor (p-value 0.032) and physical condition (p-value 0.045) had a significant relationship with personal hygiene practices in the elderly with a p value <0.05.
Hubungan Dukungan Suami Terhadap Partisipasi Ibu Mengikuti Kelas Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Wiradesa Kabupaten Pekalongan Dhina Mahfira; Remilda Armika Vianti; Anik Indriono
PENA NURSING Vol 1, No 02 (2023): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v1i02.2985

Abstract

Background. Pregnant Women Class is an activity that pregnant women participate in to get information about pregnancy with 10 participants. The purpose of this activity is to increase knowledge, change behavior and attitudes about pregnancy, pregnancy care, childbirth, postpartum, family planning, newborn care.Purpose. Knowing the relationship of husband's support to mother's participation in classes for pregnant women in the working area of the Wiradesa Community Health Center.Method. The method used in this study is a quantitative research method with a cross sectional approach. The sample used in this study was 20 respondents using the Chi Square statistical testResults. The results of the study after the Kendal's Tau test got a p-value of 0.855 so that the p-value > 0.05. Based on statistical tests, it can be found that there is no significant relationship between the relationship of husband's support to the participation of mothers in attending classes for pregnant women in the working area of the Wiradesa Public Health Center, Pekalongan Regency.Conclusion. There is no relationship between husband's support for mother's participation in classes for pregnant women in the work area of the Wiradesa Public Health Center, Pekalongan Regency.
PELIMPAHAN WEWENANG MEDIS DOKTER KEPADA PERAWAT DALAM PERSEPEKTIF HUKUM KESEHATAN Indriono, Anik; Widayanti, Christina Nur
PENA NURSING Vol 2, No 2 (2024): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v2i2.4510

Abstract

Latarbelakang: Keterbatasan tenaga medis (dokter) menimbulkan situasi yang mengharuskan perawat melakukan tindakan pengobatan atau melakukan tindakan medis yang bukan wewenangnya. Tindakan tersebut dilakukan dengan atau tanpa adanya pelimpahan wewenang dari tenaga kesehatan lain termasuk dokter, sehingga dapat menimbulkan permasalahan hukum.Tujuan: Mengetahui dan menganalisa melalui kajian perundang-undangan tentang aturan hukum pelimpahan wewenang dokter kepada perawat dan bagaimana perlindungan hukumnya.Metodologi: Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan metode pendekatan yuridis normatif yaitu penelitian yang mencari pemecahan atas isu hukum yang timbul untuk memberikan deskripsi naratif. Hasil: Pelimpahan wewenang dokter diatur dalam pasal 65 ayat 1, UU No. 36 th 2014 tentang tenaga Kesehatan bahwa dokter dapat melimpahkan tugas kepada tenaga Kesehatan. Pada pasal 32 UU No. 38 th 2014 tentang Keperawatan menjelasakan perawat dapat menerima pelimpahan wewenang dalam bentuk delegasi dan mandate. Perlindungan hukum perawat tertuang pada Pasal 36 Undang - undang keperawatan bahwa “perawat dalam melaksanakan praktik keperawatan berhak memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar pelayanan, standar profesi, standar prosedur operasional, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.Kesimpulan: Perawat dapat menerima pelimpahan wewenang dari dokter melalui pendelegasian atau mandat. Pendelegasian wewenang seringkali diikuti dengan pendelegasian kewajiban, sedangkan mandat tidak. Pelaksanaan pendelegasian sebaiknya dilakukan secara tertulis dan lisan.Saran: Perawat dalam menjalankan perintah dokter harus melalui proses pelimpahan kewenangan yang sah secara hukum, supaya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan dimata hukum jika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.Kata Kunci: Pelimpahan wewenang dokter, Delegate, Mandate
Hubungan Tingkat Pengetahuan Polisi Lalu Lintas Dengan Kesiapan Pertolongan Pertama Pada Korban Kecelakaan Setianingsih, Wiwin; Indriono, Anik; Widhowati, Siwi Sri
PENA NURSING Vol 3 No 01 (2024): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v3i01.5210

Abstract

Latar Belakang: Setiap tahun angka kematian yang ditimbulkan akibat kecelakaan lalu intas semakin tinggi. Hal ini tidak menutup kemungkinan terjadi karena lambat nya pemberian pertolongan pertama dan ketidaktepatan saat memberikan pertolongan pertama. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kesiapan polisi lalu lintas dalam melakukan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas di lingkungan kerja Polres Pekalongan Kota.Metode Penelitian: Desain penelitian ini analitik korelasional. Metode yang digunakan adalah kuantitaif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini polisi lalu lintas Polres Pekalongan Kota dengan jumlah responden 47 responden.Hasil Penelitian: Hasil analisa uji Chi Square dengan program SPSS untuk hubungan tingkat pengetahuan polisi lalu lintas dengan kesiapan pertolongan pertama didaptkan P- value 0,021< 0,05, artinya ada hubungan tingkat pengetahuan polisi lalu lintas dengan kesiapan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas di Polres Pekalongan Kota.Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan polisi lalu lintas dengan kesiapan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas.Saran: Diharapkan satuan polisi lalu lintas dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan mengenai pertolongan pertama dan mengadakan pelatihan penanganan pada korban kecelakaan bekerjasama dengan perawat gawat darurat.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENANGANAN BALITA TERSEDAK (CHOKING) TERHADAP PENGETAHUAN IBU DI PAUD AISYIYAH KECAMATAN COMAL KABUPATEN PEMALANG Azizah, Salma Nurul; Nugroho, Santoso Tri; Indriono, Anik
PENA NURSING Vol 3 No 01 (2024): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v3i01.5248

Abstract

Background: Choking is an emergency situation that can occur to everyone, especially babies and children. This condition can make a person experience blockage in the respiratory tract and necessary to be given immediate first aid to prevent hypoxia and death. Mothers who are caring for babies and children need to understand how to provide first aid when the babies or children they are caring for are choking. Objective: aims to help improve mothers' knowledge and skills in providing first aid when their babies and children experience choking. Method: This study uses a pre-experiment approach with one group pretest posttest design. The sample used in this study was 30 respondents. Results: The average score of mothers' knowledge about choking management before health education was carried out was 57.2. Meanwhile, the average score of mothers' knowledge about choking management after providing health education increased to 88.93. The Wilcoxon test results obtained p value = 0.001. Conclusion: There is an influence of health education regarding handling toddler’s choking on increasing mothers' knowledge and skills in handling those matter.
PELIMPAHAN WEWENANG MEDIS DOKTER KEPADA PERAWAT DALAM PERSEPEKTIF HUKUM KESEHATAN Indriono, Anik; Widayanti, Christina Nur
PENA NURSING Vol 2 No 2 (2024): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v2i2.4510

Abstract

Latarbelakang: Keterbatasan tenaga medis (dokter) menimbulkan situasi yang mengharuskan perawat melakukan tindakan pengobatan atau melakukan tindakan medis yang bukan wewenangnya. Tindakan tersebut dilakukan dengan atau tanpa adanya pelimpahan wewenang dari tenaga kesehatan lain termasuk dokter, sehingga dapat menimbulkan permasalahan hukum.Tujuan: Mengetahui dan menganalisa melalui kajian perundang-undangan tentang aturan hukum pelimpahan wewenang dokter kepada perawat dan bagaimana perlindungan hukumnya.Metodologi: Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan metode pendekatan yuridis normatif yaitu penelitian yang mencari pemecahan atas isu hukum yang timbul untuk memberikan deskripsi naratif. Hasil: Pelimpahan wewenang dokter diatur dalam pasal 65 ayat 1, UU No. 36 th 2014 tentang tenaga Kesehatan bahwa dokter dapat melimpahkan tugas kepada tenaga Kesehatan. Pada pasal 32 UU No. 38 th 2014 tentang Keperawatan menjelasakan perawat dapat menerima pelimpahan wewenang dalam bentuk delegasi dan mandate. Perlindungan hukum perawat tertuang pada Pasal 36 Undang - undang keperawatan bahwa “perawat dalam melaksanakan praktik keperawatan berhak memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar pelayanan, standar profesi, standar prosedur operasional, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.Kesimpulan: Perawat dapat menerima pelimpahan wewenang dari dokter melalui pendelegasian atau mandat. Pendelegasian wewenang seringkali diikuti dengan pendelegasian kewajiban, sedangkan mandat tidak. Pelaksanaan pendelegasian sebaiknya dilakukan secara tertulis dan lisan.Saran: Perawat dalam menjalankan perintah dokter harus melalui proses pelimpahan kewenangan yang sah secara hukum, supaya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan dimata hukum jika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.Kata Kunci: Pelimpahan wewenang dokter, Delegate, Mandate