Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KELAS SOSIAL DALAM NOVEL TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR KARYA TERE LIYE Fitriani, Ida; Fauzan, Akhmad
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8541

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the social class represented in the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye. The novel was selected because it is not only a popular literary work but also reflects strong social criticism of capitalism in Indonesia. The method employed is descriptive qualitative research. Data were collected through library research using reading and note-taking techniques. The background of the study highlights social inequality that affects social structures, in which literature functions as a mirror of social injustice. The research problem focuses on how social class is portrayed in the novel, with the objective of describing its influence on character development and social conflict. The findings show that social class in the novel is analyzed using Karl Marx’s theory, which includes class dualism (bourgeois and proletariat), means of production, class state, and ideology. The novel depicts the exploitation of natural resources through illegal mining by the upper class, state apparatus repression against the lower class, and false ideology that conceals injustice. In conclusion, the novel serves as a reflection of unequal social reality, criticizes capitalist domination, and encourages critical awareness toward more equitable social change. Data analysis employed the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing with triangulation for validity. This study is expected to enrich understanding of the role of literature in criticizing unequal social structures. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kelas sosial yang terdapat dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Novel ini dipilih karena bukan hanya karya sastra populer, tetapi juga mencerminkan kritik sosial yang kuat terhadap kapitalisme di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode pustaka dengan teknik simak dan catat. Latar belakang masalah menyoroti ketimpangan sosial yang memengaruhi struktur masyarakat, di mana sastra berfungsi sebagai cermin realitas ketidakadilan. Rumusan masalah difokuskan pada bagaimana kelas sosial digambarkan dalam novel tersebut, dengan tujuan mendeskripsikan pengaruhnya terhadap pembentukan karakter tokoh dan konflik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas sosial dalam novel dianalisis menggunakan teori Karl Marx, yang mencakup dualisme kelas (borjuis dan proletar), alat produksi, negara kelas, serta ideologi. Novel ini menggambarkan eksploitasi sumber daya alam melalui tambang ilegal oleh kelas atas, penindasan aparat negara terhadap kelas bawah, dan ideologi palsu yang menyembunyikan ketidakadilan. Kesimpulannya, novel berfungsi sebagai cermin realitas sosial yang timpang, mengkritik dominasi kapitalisme, dan mendorong kesadaran kritis menuju perubahan sosial yang lebih setara. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk validitas. Penelitian ini diharapkan memperkaya pemahaman tentang peran sastra dalam mengkritik struktur sosial yang timpang.
IMPLEMENTASI ALGORITMA DIJKSTRA DALAM MENENTUKAN RUTE TERPENDEK MENUJU MUSEUM DI JAKART Pane, Jonathan Adriano; Fitriani, Ida; Lestari, Mei
JIPETIK:Jurnal Ilmiah Penelitian Teknologi Informasi & Komputer Vol 5, No 1 (2024): JIPETIK : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknologi Informasi & Komputer
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipetik.v5i1.18583

Abstract

Sekarang ini, permasalahan menemukan jalur terpendek serta menghemat waktu menjadi sangat penting dalam dinamika masyarakat perkotaan. Banyaknya rute yang ditempuh juga menjadi masalah untuk mencapai tujuan. Sistem ini akan menentukan titik mana yang harus dilalui untuk mencapai tujuan dengan jarak terpendek dan waktu paling optimal menggunakan algoritma Dijkstra. Menemukan jalur terpendek merupakan masalah optimisasi. Nilai pada sisi graph dapat diwakili oleh jarak antar kota. Lintasan terpendek dapat dipahami sebagai proses meminimalkan bobot lintasan. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan suatu simulasi yang dapat membantu menentukan jalur terpendek. Menggunakan algoritma Dijkstra, dihitung jarak terpendek dari suatu titik ke museum yang dipilih sebagai tujuan. Aplikasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute menuju museum berdasarkan jarak terpendek di kota Jakarta. Algoritma Dijkstra juga dapat dianggap sebagai algoritma Greedy yang dalam pembahasan ini dapat memungkinkan kita untuk menemukan jalur terpendek dengan lebih mudah dan efisien.
Pemanfaatan Media Sosial Untuk Menambah Penghasilan Usaha Rumahan Laundry Ida Fitriani; Yossi Indrawati Syuhardi; Pujiastuti Pujiastuti; Bramantara Yudha; Danang Sutrisno; Wahyu Utama; Firdaus Budhy Saputro
Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat Widya Vol. 1 No. 2 (2022): Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Widyaloka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54593/pundimaswid.v1i2.136

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman, penyampaian dan pelatihan kepada para mitra dalam aspek produksi, pemasaran dan promosi usaha, permodalan dan akuntansi sehingga usahanya dapat berkembang dan menghasilkan pendapatan yang lebih baik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi, meningkatkan kualitas, dan membuat produk lebih tahan lama. Program ini memiliki empat tahapan pelaksanaan yaitu persiapan dan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pemantauan, serta refleksi. Tahapan ini memastikan bahwa tujuan, target, dan hasil program tercapai. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode partisipatif seperti observasi, wawancara, diskusi kelompok terarah, dan pengambilan keputusan bersama. Hal ini memungkinkan semua pemangku kepentingan untuk terlibat dalam proses pengabdian masyarakat dan memastikan bahwa temuan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hasil dari rangkaian 4 tahapan tersebut adalah peningkatan nilai aset dan pendapatan Usaha Laundry Ibu Rumah Tangga, peningkatan kuantitas dan kualitas jasa Laundry Ibu Rumah Tangga yang dipasarkan, dan peningkatan pemasaran produk jasa yang berkualitas.