Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELAS II SDN 26 PENJERNANG HULU TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Fitrianingrum, Evi; Serani, Gabriel; Munah, Sabina
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v6i1.1199

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran selama masa pandemi covid-19 di Kelas II SDN 26 Penjernang Hulu Tahun Pelajaran 2020/2021. Tujuan Penelitian meliputi manfaat teoritis dan manfaat praktis. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas II SDN 26 Penjernang Hulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Teknik dan alat pengumpul berupa lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah Proses pembelajaran selama masa pandemi covid-19 dilakukan dengan tatap muka sederhana, dimana siswa datang ke sekolah mengambil tugas untuk dikerjakan di rumah. Ada beberapa faktor penghambat proses pembelajaran yaitu: guru tidak bisa menjelaskan secara maksimal karena perubahan metode mengajar, sistem dan waktu terbatas dan banyak anak-anak yang tidak paham terhadap tugas dan materi yang disampaikan sehingga menyebabkan nilai siswa pun bervariasi. Sedangkan faktor pendukung proses pembelajaran yaitu: fasilitas buku peganggan siswa cukup memadai sehingga anak mudah untuk belajar. Kemudian upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat yaitu: siswa diberikan tugas setiap sekali dalam seminggu untuk mengambil dan mengantar tugas tersebut ke sekolah, tugas yang diberikan sesuai dengan tema dan kompetensi dasar yang ada pada buku paket.Kata kunci : Proses Pembelajaran, Pandemi Covid-19.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENANGGAPI PEMBACAAN CERPEN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SATAP SEBERUANG Nonci, Nonci; Fitrianingrum, Evi; Agusta, Agusta
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v2i1.287

Abstract

Masalah yang melatarbelakang dalam penelitian ini adalah “Apakah  terjadi peningktan kemampuan menanggapi pembacaan cerpen siswa kelas VII SMP N 3 SATAP Seberuang dengan menggunakan model talking stick.  Masalah umum dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan kemampuan menanggapi pembacaan cerpen menggunakan model talking stick tahun pelajaran 2015/2016? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menanggapi pembacaan cerpen menggunakan model talking stick.  Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif.  Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif  dengan bentuk penelitian tidak kelas ( PTK) yang terdiri dari dua siklus, dalam setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.  Subjek penelitian pada kelas VII SMP N 3 SATAP Seberuang dengan jumlah siswa/i 11 orang.  Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, pngukuran, dan komunikasi tidak langsung, dan alat pengumpulan data adalah lembar observasi, soal tes, dan angket, dan dokumentasi. Hasil analisis data dalam penelitian tindak kelas ( PTK) dapat menunjukkan bahwa kemampuan menanggapi pembacaan cerpen menggunakan model talking stick siklus I dengan nilai rata-rata mencapai 63,63% dan 70,54%( kategori cukup ), dan nilai rata-rata suklus II  75,90 dan 87,72 % ( kategori sangat baik) Ketuntasan belajar siswa pada siklus I mencapai 54,54%  siklus II mencapai 100% dikatakan tuntas. Respon siswa terhadap model talking stick  mencapai 92,50%  dengan kategori sangat kuat.  Kemampuan menanggapi pembacaan cerpen menggunakan model talking stick pada siswa kelas VII SMP N 3 SATAP Seberuang meningkat.Kata Kunci:  Menanggapi Pembacaan Cerpen, Talking Stick
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI NILAI-NILAI DALAM TEKS CERPEN Fitrianingrum, Evi; Suryadi, Tedi; Lestari, Yeni
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v7i2.2065

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pemahaman siswa kelas XI ATP SMK Negeri 1 Sepauk terhadap materi nilai-nilai dalam teks cerpen . Masalah umum dalam model role playing pada siswa kelas XI ATP Negeri 1 Sepauk mendeskripsikan Penggunaan Model Pembelajaran Role playing Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Nilai-Nilai Dalam Teks Cerpen (Dikelas XI Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sepauk Tahun Pelajaran 2021/2022) peningkatan Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dan bentuk penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, tes wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI ATP Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sepauk yang berjumlah 31 orang. Hasil bahwa penggunaan model role playing dalam pembelajaran materi nilai- nilai dalam teks cerpen sangat membantu siswa sehingga tertarik, semangat dan aktif belajar sehingga meningkatkan kinerja dan kreatifitas guru dalam mengajar. Peningkatan pemahaman siswa menggunakan model role playing pada siklus I dengan nilai rata-rata 75,48 menunjukkan bahwa siswa sudah cukup mampu memahami materi nilai-nilai dalam teks cerpen mengggunakan model role playing, kemudian mengalami peningkatan yang sangat signifikan pada siklus II dengan nilai rata-rata 90,15. Dengan demikian dapat disimpulkan khususnya peningkatan pemahaman siswa menggunakan model role playing mengalami peningkatan yang signifikan dari ketuntasan hasil belajar siklus I yaitu 58,06% mengalami peningkatan pada siklus II dengan ketuntasan mencapai 100% dalam kategori baik sekali. Kata Kunci: Role playing, Pemahaman Siswa, Nilai-nilai dalam Teks Cerpen
Afiksasi Bahasa Dayak Hibun dalam Cerita Rakyat di Desa Hibun Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau Tyas, Debora Korining; Oktaviani, Ursula Dwi; Fitrianingrum, Evi; Oktaviani, Irmaculata
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.11096

Abstract

The Dayak Hibun Language Affixation in Hibun Village Folklore Parindu District, Sanggau Regency ABSTRAKTujuan penelitian yaitu mengetahui afiksasi Bahasa Dayak Hibun dalam Cerita Rakyat di Desa Hibun Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah rekaman cerita rakyat bahasa Dayak Hibun dengan sumber data dari dua orang informan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan aplikasi Elan dan Toolbox, selanjutnya hasil eksport dari Toolbox dianalisis manual menyesuaikan materi yang ada dalam kaidah morfologi untuk menemukan afiksasi yang ada dalam cerita rakyat bahasa Dayak Hibun. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1)hanya terdapat satu jenis afiksasi yaitu prefik. (2) prefik yang didapatkan dalam penelitian ini ada 9 jenis yaitu: prefik be-, ke-, ko-, n-, ng-, ngo-, ny-, se-, te-. (3) total kata yang berprefik adalah 72 kata. (4) jumlah kata pokok dalam ketujuh cerita adalah 1.313. Berdasarkan korpus data yang digunakan peneliti dari tujuh cerita berbahasa Dayak Hibun yang sudah dipaparkan diatas menyatakan bahwa didalam bahasa Dayak Hibunhanya terdapat satu afiksasi saja. Hal ini bisa saja terjadi karena itu merupakan keunikan yang dimiliki oleh bahasa tersebut. Selain hanya terdapat satu afiksasi saja, bahasa Dayak Hibunjuga memiliki keunikan lain yaitu sangat minim penggunaan konsonan “r” dalam penyebutan katanya.Kata kunci: Afiksasi, Bahasa, DayakHibun, Cerita RakyatABSTRACTThe purpose of the study was to determine the Dayak Hibun language affixation in Hibun Village Folklore, Parindu District, Sanggau Regency. The research approach is a qualitative approach with descriptive research method. The data of this study is a recording folklore in Dayak Hibun language with the data source from two informants. Data collection technique is observation, in-depth interviews and documentation. The research data result were analyzed using the Elan and Toolbox applications. Then, the export results is obtained from the Toolbox. Moreover, it were analyzed manually by adjusting the material contained in the morphological rules to find affixes in the folklore of the Dayak Hibun language. The results obtained are: (1) there is only one type of affixation, namely prefixes. (2) there are 9 types of prefixes obtained in this study, namely: be-, ke-, ko-, n-, ng-, ngo-, ny-, se-, te-. (3) the total words with prefixes are 72 words. (4) the number of root lexical in the seven stories is 1,313. Based on the corpus of data which is used by researchers from seven stories in the Dayak Hibun language described above, it is stated that in the Dayak Hibun language there is only one affixation. This can happen because it is the uniqueness of the language. In addition to having only one affixation, the Dayak Hibun language also has another uniqueness, namely the very minimal use of the "r" consonant in pronunciation the word.Keyword: Affixation, Dayak Hibun Language, Folklore
Sengkelan Kanong (Perwujudan Rasa Syukur Atas Kehamilan) Kajian Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Sintang Suryadi, Tedi; Fitrianingrum, Evi; Tyas, Debora Korining
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v17i1.20779

Abstract

The goal of this research is to provide an overview of the Sengkelan Kanong implementation process. There has never been any research done on Sengkelan Kanong in the Sintang Malay Community. Therefore, there isn't any documentation regarding the Sengkelan Kanong customs. Researching and documenting Sengkelan Kanong, a seven-month practice that blends Islamic religious teachings with indigenous knowledge, is highly intriguing. The Sengkelan Kanong process is the research object, descriptive research method, and qualitative research strategy. Techniques for gathering data include observation, documentation, and interviews. Technical triangulation and interactive data analysis are used to test the data's veracity. The study's findings, which include 1) Sengkelan Kanong preparation; 2) Sengkelan Kanong tradition implementation requirements; and 3) Sengkelan Kanong tradition implementation costs, 4) Objects Used in the Sengkelan Kanong Tradition, 5) Materials Used in the Sengkelan Kanong Tradition, 6) Implementation Process Sengkelan Kanong Tradition.
Pelatihan Keterampilan Membaca dan Berbicara Menggunakan KOBAJA (Kotak Baca Jalan) di Daerah Sengkuang Kabupaten Sintang Astuti, Sri; Korining Tyas, Debora; Fitrianingrum, Evi; Ola Beding, Valentinus
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3503

Abstract

Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan minat membaca, keterampilan membaca, dan melatih keberanian anak untuk berbicara di depan umum. Kegiatan membaca bersama ini diharapkan dapat menanamkan nilai karakter dalam diri anak. KOBAJA (Kotak Baca Jalan) merupakan salah satu program pengembangan minat baca anak di daerah Sengkuang dengan menggunakan kotak berjalan yang berisi buku-buku bacaan yang diangkut dengan motor sehingga mempermudah memindahkan kotak baca. Program baca ini diadakan seminggu sekali di area Sengkuang (Sengkuang Laut). Anak-anak yang sudah bisa membaca dengan lancar, diminta untuk memilih dan membaca buku yang yang dibawa oleh pengabdi sesaui dengan minatnya masing-masing. Setelah selesai membaca, anak-anak diminta menceritakan kembali isi bacaan ke teman lainnya secara begiliran. Sedangkan anak-anak yang belum lancar membaca dibimbing dan dilatih oleh tim pengabdi dalam membaca permulaan. Dengan kegiatan kotak baca berjalan ini anak-anak di wilayah Sengkuang sangat antusias dan berhasil meningkatkan minta baca dan keterampilan membaca serta menumbuhkan keterampilan berbicara di depan umum. Kegiatan ini membantu anak (masyarakat) meningkatkan minat baca yang akan berdampak pada peningkatan kemampuan membaca dan berbicara serta menambah nilai karakter pada diri anak sebagai bekal hidup bersosial.
KAJIAN FEMINISME DALAM NOVEL LIBERTY KARYA RANDU ALAMSYAH Fitrianingrum, Evi; Beding, Valetinus Ola; Khomah, Rahayu Esty
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v10i1.5219

Abstract

Isu ketimpangan gender masih menjadi permasalahan sosial yang relevan hingga saat ini. Perempuan kerap diposisikan sebagai makhluk pelengkap laki-laki, tertindas, inferior, dan takluk, sehingga menimbulkan ketidakadilan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidakadilan gender serta bentuk-bentuk perjuangan tokoh perempuan dalam novel Liberty karya Randu Alamsyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data berupa novel Liberty (2014) yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat dengan alat bantu kartu data dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama: (1) Bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami tokoh perempuan meliputi marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan, dan beban kerja ganda; (2) Bentuk perjuangan tokoh utama perempuan meliputi upaya melepaskan diri dari pelecehan, melawan ketidakadilan melalui karya, memberikan motivasi, membalas budi, melawan diskriminasi media dan berita palsu, memperjuangkan hak dan pilihan hidup, serta membantu sesama. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi siswa, guru Bahasa Indonesia, institusi pendidikan, peneliti lain, dan masyarakat luas dalam memahami isu gender melalui karya sastra.Kata kunci: ketidakadilan gender, perjuangan perempuan, novel Liberty, kajian sastra, Randu Alamsyah
Pesan Utama Cerpen Profetik menurut Interpretasi Siswa SMA Negeri 2 Senayang, Kabupaten Lingga Juriati; Fitrianingrum, Evi
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 5 (2022): September 2022
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v1i5.142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pesan utama cerpen profetik menurut interpretasi siswa. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung pada awal semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 2 Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau yang mengisi dan submit jawaban di google form. Mereka berjumlah 100 siswa; terbagi dari kelas 12 sebanyak 35 siswa, kelas 11 sebanyak 33 siswa, dan kelas 10 sebanyak 32 siswa. Sampel ditetapkan sebanyak 80 siswa dengan rincian kelas 12 sebanyak 28 siswa, kelas 11 sebanyak 26 siswa, dan kelas 10 sebanyak 26 siswa. Anggota sampel ditarik menggunakan teknik random sederhana dari anggota kelompok populasi dengan sistem tanpa pengembalian. Instrumen penelitian adalah kuesioner via google form yang menenuhi syarat validitas isi dan validitas konstruk. Data dianalisis menggunakan prosedur statistik deskriptif. Pesan utama cerpen profetik menurut interpretasi para siswa adalah ‘jadilah perempuan yang taat karena akan mendapatkan suami yang taat juga’ yang dibuktikan opsi ini dipilih oleh 37 siswa (46,25 persen). Pesan utama cerpen profetik menurut interpretasi para siswa adalah ‘janganlah mengambil peran melebihi dari hal-hal yang diamanahkan oleh majikan’ yang dibuktikan opsi ini dipilih oleh 16 siswa (20,00 persen). Pesan utama cerpen profetik menurut interpretasi para siswa adalah ‘carilah calon suami untuk anak gadis yang didasari kepada ketaatan menjalankan syariat’ yang dibuktikan opsi ini dipilih oleh 9 siswa (11,25 persen).