Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : Amina

PERBANDINGAN RENDEMEN, VISKOSITAS, KEKUATAN GEL GELATIN DARI IKAN AIR LAUT DAN IKAN AIR TAWAR Hayyun; Muammar Yulian; Bhayu Gita Bhernama
AMINA Vol 3 No 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelatin merupakan bahan tambahan pangan yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen yang banyak ditemukan pada tulang dan kulit hewan seperti ikan, sapi dan babi. Kolagen merupakan protein berupa serat yang terdapat pada jaringan ikan. Gelatin yang diperoleh dari bahan baku ikan biasanya diekstraksi dengan menggunakan perendaman dalam larutan asam. Proses asam biasanya memerlukan waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan dengan proses perendaman basa/alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik (rendemen, viskositas, dan kekuatan gel) gelatin dari ikan air laut dan air tawar. Metode penelitian yang digunakan yaitu Literature Review dengan pengumpulan dan skrining data yang memiliki kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang diperoleh yaitu berbagai informasi mengenai karakteristik gelatin yang paling bagus terdapat pada ikan air tawar (patin) dengan menghasilkan rendemen 6,14%, viskositas 3,83 cP, dan kekuatan gel 364,19 bloom. Sedangkan ikan air laut (kakap merah) mendapatkan rendemen 4,93%, viskositas 17,4 cP, kekuatan gel 312,5 bloom.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK (GREY WATER) MENGGUNAKAN CANGKANG TIRAM (Saccostrea echinata) SEBAGAI BIOKOAGULAN Bhayu Gita Bhernama; Erawati; Husnawati Yahya
AMINA Vol 4 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran lingkungan diakibatkan oleh limbah domestik tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Oleh karena itu, perlu dikembangkan metode dalam pengolahan limbah domestik Telah banyak metode yang digunakan dalam mengatasi pencemaran lingkungan akibat limbah domestik, salah satunya metode koagulasi-flokulasi. Metode koagulasi-flokulasi menggunakan cangkang tiram sebagai bioakulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi massa koagulan dan kecepatan serta waktu pengendapan terhadap BOD dan COD. Koagulan yang digunakan adalah limbah cangkang tiram. Variasi massa koagulan yang digunakan yaitu 0 g/L; 10 g/L; 30 g/L; 50 g/L; dan 70 g/L. Variasi pengadukan cepat yaitu 100, 125 dan 150 rpm selama 30 menit, dengan pengendapan 30, 60 dan 90 menit. Penurunan BOD yang optimum dengan massa koagulan 50 g/L dengan kecepatan 125 rpm sebesar 82,4 %. Penurunan COD yang optimum dengan massa koagulan 50 g/L pada kecepatan 150 rpm sebesar 83,75 %. Dapat dilihat bahwa proses koagulasi-flokulasi menggunakan koagulan dari cangkang tiram mampu menurunkan kadar pencemar yang ada pada limbah cair domestik, sehingga dapat menjadi salah satu solusi dalam pengolahan limbah cair domestik.
UJI FISIKOKIMIA PADA SEDIAAN LIP BALM DARI MINYAK PALA (Myristica fragrans Houtt) Bhayu Gita Bhernama; Reni Silvia Nasution; Rizqiena Alfajriah Nst
AMINA Vol 4 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang uji fisikokimia sediaan lip balm dari minyak pala telah dilakukan untuk melembabkan bibir agar tidak mudah kering dan pecah-pecah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil dari pengujian fisikokimia pada sediaan lip balm dari minyak pala (Myristica fragrans Houtt) sesuai dengan standar BPOM NO. 12 Tahun 2019. Metode pada penelitian ini dilakukan dengan eksperimental. Sediaan lip balm dengan variasi konsentrasi minyak pala yaitu 10%, 15%, 20%, blanko digunakan formula dasar dalam pembuatan sediaan lip balm tanpa minyak pala. Pembuatan lip balm dilakukan dengan menimbang semua bahan kemudian dilakukan uji organoleptis, homogenitas, pH, titik lebur, iritasi, dan cemaran mikroba. Hasil uji organoleptis pada lip balm dengan variasi konsentrasi 10%, 15% dan 20% didapat tekstur yang padat, berwarna putih dan memiliki bau khas pala, dan blanko memiliki bau coklat. Lip balm memiliki tekstur yang homogen. Hasil pengujian pH pada blanko adalah 6,1, pH lip balm dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% berturut-turut adalah 6,3; 6,4; 6,6. Hasil uji cemaran mikroba dengan variasi konsentrasi minyak pala sudah sesuai dengan standar BPOM No. 12 tahun 2019 kecuali pada sediaan lip balm tanpa penambahan minyak pala terdapat pertumbuhan bakteri S.aureus 2.0x101. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil uji fisikokimia (uji organoleptis, homogenitas, pH dan titik lebur dan cemaran mikroba) pada lip balm dengan variasi konsentrasi 10%, 15% dan 20% sesuai dengan standar BPOM NO. 12 tahun 2019. Lip balm dengan konsentrasi 10% memiliki hasil yang lebih optimal dibandingkan pada konsentrasi 15% dan 20%.
EFEKTIVITAS BIOKOAGULAN BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR PENCEMAR PADA LIMBAH LAUNDRY Bhayu Gita Bhernama; Nurul Musfira; Abd Mujahid Hamdan
AMINA Vol 5 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah laundry merupakan limbah yang berasal dari kegiatan pencucian pakaian yang menggunakan deterjen, sabun atau bahan pembersih lainnya. Salah satu metode untuk menurunkan kadar pencemar pada limbah laundry yaitu melalui proses koagulasi dan flokulasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas biokoagulan biji pepaya (Carica papaya L.) dalam menurunkan kadar pH, COD, TSS dan fosfat pada limbah laundry serta mengetahui pengaruh variasi massa biokoagulan biji pepaya (Carica papaya L.) terhadap penurunan kadar pH, COD,TSS dan fosfat pada limbah laundry. Variasi massa biokoagulan biji pepaya yaitu 2, 3, 4 dan 5 g. Hasil analisis perlakuan menggunakan biokoagulan biji papaya menurunkan nilai pH dari kadar pH awal 8,1 menjadi 6,5 pada massa biokoagulan biji pepaya 4 g dan masih memenuhi rentang pH 6−9 sesuai baku mutu. Penurunan kadar COD dan TSS yang terbaik dari penelitian ini pada massa biokoagulan biji pepaya 4 g dengan persentase penurunan COD sebesar 54% dan TSS sebesar 33%, namun tidak memenuhi baku mutu. Semakin besar massa biokoagulan biji pepaya maka semakin besar pula penurunan kadar pH, COD dan TSS. Berbeda dengan kadar fosfat yang semakin meningkat seiring dengan meningkatnya massa biokoagulan biji pepaya. Oleh karena itu, penggunaan biokoagulan biji pepaya masih belum efektif dalam menurunkan kadar pencemar pada limbah laundry.
ANALISIS ASAM LEMAK MINYAK RUMPUT LAUT TURBINARIA DECURRENS DARI PANTAI LHOKNGA Abad, Farhan; Bhernama, Bhayu Gita; Harahap, Muhammad Ridwan
AMINA Vol. 6 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i2.4257

Abstract

Rumput laut Turbinaria Decurrens memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, termasuk protein dan beberapa mineral esensial. Rumput laut juga mengandung lemak yang memiliki jenis cukup beragam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dari asam lemak pada rumput laut Turbinaria decurrens. Ekstrak diperoleh dengan metode sokletasi menggunakan pelarut n-heksan dan kloroform dengan variasi 2:1 dan 3:1. karakteristik dan pengujian meliputi analisis asam lemak bebas serta analisis GC-MS. Hasil penelitian diperoleh rendemen ekstrak dari Turbinaria Decurrens dengan perbandingan pelarut 2:1 dan 3:1 yaitu 0,9739% dan 05066%. Identifikasi asam lemak menggunakan GC-MS diperoleh senyawa asam lemak diantaranya asam laurat persen area 8,35%, asam dekanoat persen area 0,62%, asam kaprilat persen area 0,81%, asam palmitat persen area 11,31%, asam stearat persen area 2,32%, asam pentadesilat persen area 5,23%, asam oleat persen area 13,08%, asam linoleat persen area 11,44%, asam oktadecatrienoat persen area 1,36% dan asam arakidonat persen area 1,06%. Kadar asam lemak bebas yang diperoleh dengan perbandingan 2:1 dan 3:1 yaitu 2,26% dan 1,695%.
PEMBUATAN FASE DIAM KLT (KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS) NANOSILIKA UNTUK PENENTUAN NILAI Rf DARI EKSTRAK ETANOL BIJI KUWALOT (Brucea javanica L. Merr) Amaliyah, Marsya; Arfi, Febrina; Bhernama, Bhayu Gita; Nasution, Reni Silvia
AMINA Vol. 6 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i3.6119

Abstract

Plat KLT umumnya berupa lembaran kaca atau logam yang dilapisi dengan adsorben padat seperti silika atau alumina. Ukuran pada adsorben sangat mempengaruhi keefektifitasan dan kecepatan pada fase gerak yang diserap oleh adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk membuat adsorben ukuran nano dari silika dan mengetahui nilai Rf yang dihasilkan dari pemisahan pada ekstrak biji kuwalot (Brucea javanica L. Merr) dengan variasi eluen. Pembuatan plat KLT nano silika dilakukan dengan penggilingan silika murni ukuran 18,654 mikrometer menggunakan ball mill secara bertahap selama 8 jam, dengan penggilingan pertama selama 4 jam dengan kecepatan 300 rpm, penggilingan kedua selama 1 jam dengan kecepatan 300 rpm dan penggilingan terakhir selama 3 jam dengan kecepatan 500 rpm didapat hasil akhirnya 81,58 nm. Persentase nilai Rf yg dihasilkan dari perhitungan plat KLT nanosilika dengan eluen n-heksana (C8H14) dan etil asetat (C4H8O2)  campuran menghasilkan noda pertama dengan nilai Rf 0,12, kedua dengan nilai Rf 0,3, ketiga dengan nilai Rf 0,36 dan keempat  0,8 Persentase nilai Rf yg dihasilkan dari perhitungan plat KLT nanosilika dengan eluen n-heksana menghasilkan nilai Rf 0,14. Persentase nilai Rf yg dihasilkan dari perhitungan plat KLT nano silika dengan eluen etil asetat menghasilkan nilai Rf 0,1 pada noda pertama, noda kedua dengan nilai Rf 0,44, ketiga dengan nilai Rf 0,66 dan noda terakhir dengan nilai Rf 0,86. Berdasarkan nilai Rf yang dihasilkan, plat nano silika terbukti dapat memisahkan senyawa berdasarkan kepolarannya, dimana hasil dari nilai Rf yang dihasilkan terbanyak menujukan senyawa yang bersifat semi polar. Banyaknya noda yang dihasilkan pada eluen campuran dan eluen etil asetat dibandingkan dengan eluen n-heksana, menunjukkan ekstrak etanol biji kuwalot (Brucea javanica L. Merr) memiliki tingkat kepolaran yang relatif tinggi.
EFEKTIVITAS BIOKOAGULAN BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR PENCEMAR PADA LIMBAH LAUNDRY Bhernama, Bhayu Gita; Musfira, Nurul; Hamdan, Abd Mujahid
AMINA Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i1.3103

Abstract

Limbah laundry merupakan limbah yang berasal dari kegiatan pencucian pakaian yang menggunakan deterjen, sabun atau bahan pembersih lainnya. Salah satu metode untuk menurunkan kadar pencemar pada limbah laundry yaitu melalui proses koagulasi dan flokulasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas biokoagulan biji pepaya (Carica papaya L.) dalam menurunkan kadar pH, COD, TSS dan fosfat pada limbah laundry serta mengetahui pengaruh variasi massa biokoagulan biji pepaya (Carica papaya L.) terhadap penurunan kadar pH, COD,TSS dan fosfat pada limbah laundry. Variasi massa biokoagulan biji pepaya yaitu 2, 3, 4 dan 5 g. Hasil analisis perlakuan menggunakan biokoagulan biji papaya menurunkan nilai pH dari kadar pH awal 8,1 menjadi 6,5 pada massa biokoagulan biji pepaya 4 g dan masih memenuhi rentang pH 6−9 sesuai baku mutu. Penurunan kadar COD dan TSS yang terbaik dari penelitian ini pada massa biokoagulan biji pepaya 4 g dengan persentase penurunan COD sebesar 54% dan TSS sebesar 33%, namun tidak memenuhi baku mutu. Semakin besar massa biokoagulan biji pepaya maka semakin besar pula penurunan kadar pH, COD dan TSS. Berbeda dengan kadar fosfat yang semakin meningkat seiring dengan meningkatnya massa biokoagulan biji pepaya. Oleh karena itu, penggunaan biokoagulan biji pepaya masih belum efektif dalam menurunkan kadar pencemar pada limbah laundry.
UJI KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KONSENTRASI BUNUH MINIMUM (KBM) DARI EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Inanta, Nora Silva; Bhernama, Bhayu Gita; Muslem, Muslem
AMINA Vol. 5 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i3.4153

Abstract

Tanaman kirinyuh adalah tanaman liar yang mudah ditemui dan belum dimanfaatkan secara optimal dikarenakan tanaman ini dianggap sebagai gulma. Daun kirinyuh mengandung senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, terpenoid dan tanin. Senyawa-senyawa tersebut dapat berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum pada bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 100%, 50%, 25%, 12,5% dan 6,25% dengan metode dilusi. Analisis data dilakukan secara deskriptif berupa konsentrasi terendah dari ekstrak yang mampu menghambat dan membunuh bakteri Staphylococcus epidermidis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kirinyuh dari kawasan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, memiliki Konsentrasi Hambat Minimum terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Dalam pengujian, ekstrak dengan konsentrasi 6,25% hingga 12,5% menunjukkan kekeruhan, menandakan adanya pertumbuhan bakteri. Sebaliknya, pada konsentrasi 25% hingga 100%, tidak terlihat kekeruhan, yang menunjukkan ketiadaan pertumbuhan bakteri. Konsentrasi terendah yang tidak menunjukkan kekeruhan dan pertumbuhan bakteri, yaitu 25%, ditetapkan sebagai KHM. Selanjutnya, untuk menentukan Konsentrasi Bunuh Minimum, pengujian dilakukan pada rentang konsentrasi 6,25% hingga 25%, di mana masih terdapat pertumbuhan bakteri. Pada konsentrasi 50%, mulai tidak terlihat adanya pertumbuhan bakteri. Terakhir, pada konsentrasi 100%, terbukti tidak ada pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Kesimpulan penelitian ini bahwa nilai hambatan pada Konsentrasi Hambat Minimum adalah sebesar 25% dan Konsentrasi Bunuh Minimum pada bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 100%.
PEMANFAATAN KARBON AKTIF CANGKANG BIJI PALA (Myristica fragrans H.) DAN PASIR KUARSA TERHADAP PENURUNAN KADAR LOGAM TEMBAGA (Cu) Bhernama, Bhayu Gita; Arfi, Febrina; Mardiana, Diana
AMINA Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i1.4359

Abstract

Penelitian ini menggunaan karbon aktif dari cangkang biji pala yang diaktivasi HCl, dikombinasikan dengan pasir kuarsa, untuk efisiensi penurunan kadar logam tembaga dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kombinasi karbon aktif dan pasir kuarsa berdasarkan variasi massa yang digunakan sebagai adsorben dalam penurunan kadar logam tembaga (Cu). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Karbon aktif diperoleh dari proses karbonisasi pada suhu 250℃ yang diaktivasi dengan asam klorida (HCl) 1 M dan pasir kuarsa diaktivasi dengan natrium hidroksida (NaOH) 0,5 M. Massa adsorben yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0,5 g, 1 g dan 1,5 g, dengan waktu pengadukan 30 menit dan kecepatan pengadukannya 200 rpm. Hasil menunjukkan bahwa karbon aktif dari cangkang biji pala efektif menyerap logam Cu, dengan tingkat penyerapan optimal pada massa 1,5 g (45,28%). Adsorben pasir menunjukkan daya serap tertinggi pada massa 0,5 g (57,63%), sementara kombinasi kedua adsorben pada massa 1: 1,5 g mencapai 32,52%, menunjukkan kinerja optimum. Jadi, karbon aktif dari cangkang biji pala dapat digunakan karena efektif untuk menurunkan kadar logam Cu dalam larutan.
PERBANDINGAN RENDEMEN, VISKOSITAS, KEKUATAN GEL GELATIN DARI IKAN AIR LAUT DAN IKAN AIR TAWAR Hayyun; Yulian, Muammar; Bhernama, Bhayu Gita
AMINA Vol. 3 No. 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelatin merupakan bahan tambahan pangan yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen yang banyak ditemukan pada tulang dan kulit hewan seperti ikan, sapi dan babi. Kolagen merupakan protein berupa serat yang terdapat pada jaringan ikan. Gelatin yang diperoleh dari bahan baku ikan biasanya diekstraksi dengan menggunakan perendaman dalam larutan asam. Proses asam biasanya memerlukan waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan dengan proses perendaman basa/alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik (rendemen, viskositas, dan kekuatan gel) gelatin dari ikan air laut dan air tawar. Metode penelitian yang digunakan yaitu Literature Review dengan pengumpulan dan skrining data yang memiliki kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang diperoleh yaitu berbagai informasi mengenai karakteristik gelatin yang paling bagus terdapat pada ikan air tawar (patin) dengan menghasilkan rendemen 6,14%, viskositas 3,83 cP, dan kekuatan gel 364,19 bloom. Sedangkan ikan air laut (kakap merah) mendapatkan rendemen 4,93%, viskositas 17,4 cP, kekuatan gel 312,5 bloom.