Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kombud

REVOLUSI MENTAL MELALUI WADAH KERUKUNAN DAN KETAHANAN MASYARAKAT LOKAL TASRIF TASRIF; MUHAMAD SUBHAN
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.467 KB)

Abstract

Hasil observasi awal peneliti memperoleh gambaran bahwa masyarakat Donggo adalah masyarakat yang sangat membanggakan hidup harmonis, baik secara sosial budaya, politik, hukum, maupun secara agama. Hal tersebut dibuktikan dengan masih kentalnya adat di daerah tersebut yang menjadi pedoman hidup bagi masyarakat donggo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Donggo, bentuk kebudayaan global yang dianggap oleh masyarakat lokal sebagai pengaruh yang akan membahayakan kebudayaan yang lama,dan dampak revitalisasi kearifan lokal dalam mengrevolusi mental masyarakat Donggo.Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, pertama ada beberapa nilai-nilai kearifan lokal yang masih tertanam, bahkan dipegang teguh oleh masyarakat Donggo sampai sekarang, yaitu Maja labo dahu (malu dan takut), Mbolo Weki (musyawarah bersama), dan tekara nee (sumbang sih/antar mahar). Kedua, terdapat beberapa bentuk kebuadayaan global yang dapat mengancam ketahanan masyarakat Lokal donggo yaitu, Rawa Mbojo (Nyanyian Daerah Bima) yang mengalami pergeseran nilai akibat munculnya orgen tunggal yang menyebabkan sering terjadinya perkelahian antarpemuda dan Perilaku konsumtif Tramadol oleh remaja di Donggo yang menyebabkan terjadinya kegilaan pada pengkonsumsinya bahkan dapat menyebabkan kematian. Ketiga, LASDO sebagai wadah kerukunan dan ketahanan masyarakat lokal dengan hukum adatnya mampu menjadi win-win solution dari berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Donggo saat ini.
EKSPLOITASI ANAK JALANAN DI PANTAI AMAHAMI KOTA BIMA MUHAMAD SUBHAN
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 5, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.019 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Eksploitasi Anak Jalanan (Studi Kasus Anak Jalanan Di Pantai Amahami Kota Bima)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksploitasi anak jalanan di Pantai Amahami. Eksploitasi Anak jalanan di Pantai Amahami disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari faktor budaya, ekonomi hingga faktor psikologi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan dasar penelitian purposive sampling serta tipe penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini informan dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi pustaka. Informan dalam penelitian adalah  pengemis, pedagang asongan dan pengamen yang bekerja di Pantai Amahami. Untuk menentukan informan  di lakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan anak jalanan yang telah mengalami eksploitasi dari orang tua dan masyarakat tempat anak jalanan bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi anak jalanan disebabkan oleh faktor ekonomi yaitu kemiskinan, pengangguran dan rendahnya pendapatan orang tua. Faktor budaya yaitu persepsi orang tua terhadap nilai anak, penanaman etos kerja sejak dini pada anak. Faktor pendidikan yaitu rendahnya pendidikan orang tua dan tidak adanya pengetahuan orang tua mengenai undang-undang eksploitasi anak dan psikologi faktor individual anak jalanan sendiri. Adapun bentuk eksploitasi adalah eksploitasi fisik dan ekspolitasi psikis. Dampak eksploitasi adalah dampak pendidikan, kesehatan, psikis, dan dampak sosial anak jalanan.