Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemenuhan Kebutuhan Informasi Generasi Z di Universitas Mulawarman Melalui Instagram @Kaltimfolks Sebagai Citizen Journalism Alda Puspita Dewi; Nurliah Nurliah; Dony Kristian; Harry Isra Muhammad
Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik Vol 13 No 1 (2026): Juni
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/professional.v13i1.11553

Abstract

The rise of new media such as instagram has transformed how generation Z seeks information as a digital natives. This study aims to analyze how the informational needs of Generation Z at Mulawarman University are met through the Instagram account @Kaltimfolks, a user platform that are identified as a citizen journalism. The study employs a descriptive qualitative approach using purposive sampling. Data collection was performed through interviews, observation, and documentation. This study analyzes the findings based on the uses & gratification 2.0 theory proposed by Sundar and Limperos (2013) through the MAIN model. The results indicate that @Kaltimfolks effectively meets generation Z’s information needs through the four MAIN model components: modality, agency, interactivity, and navigability. The audience does not merely passively consume information but actively engages through various forms of interaction facilitated by @Kaltimfolks. This study also highlights that the new media ecosystem presents more complex needs that cannot be fully explained by classical uses & gratification theory.
Tribunkaltim.co News Analysis on the Halt of Ladyboy Event in Samarinda Jeri Rahmadani; Nurliah Nurliah
International Journal of Educational Narratives Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijen.v1i3.393

Abstract

Background. This research aims to analyze and conclude information about Theo Van Leeuwen's exclusion and inclusion strategies in the East Kalimantan Tribune news when stopping the ladyboy event in Samarinda City. Purpose. Lesbian, gay, bisexual and transgender (LGBT) people in Indonesia are vulnerable to discrimination such as inequality in education, employment, health, social assistance, and freedom of expression or public space in society. Tribun Kaltim is a mass media that reported the termination of the ladyboy event in Samarinda. Method. This research method uses critical discourse analysis modeled by Theo Van Leeuwen to find out how one party or group is featured or omitted in the text. The research found 5 exclusion data and 32 inclusion data. Results. The results are in accordance with Theo Van Leeuwen's theory that a certain group or social actor can be eliminated and even marginalized in the text or discourse. The results also reinforce the concept of the hierarchy of media content influence in mass communication studies, which understands how news texts by certain media agencies can be influenced by internal and external factors, such as the background of journalists, media reader segmentation, media organization policies, and external news sources from media organizations. Conclusion. From the research results, it can be concluded that there are 5 exclusion data and 32 inclusion data.
Komunikasi Generasi Z Dalam Relasi Interpersonal Aplikasi Whatsapp Demi Menjaga Kesehatan Mental Melalui Praktik Self-Detachment Muhammad Istigfar Noor Map'ind; Nurliah Nurliah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1951

Abstract

Teknologi komunikasi digital telah berkembang dan telah mengubah cara komunikasi Generasi  dalam dunia digital. Generasi Z menggunakan komunikasi digital untuk membangun dan memelihara sebuah hubungan interpersonal. Segudang kemudahan yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi digital, khususnya pada aplikasi WhatsApp, namun dibalik kemudahan yang ada, pasti ada kekurangan yang ditimbulkan, contohnya seperti tekanan psikologis, kelelahan dalam bermedia digital atau kelelahan dalam berkomunikasi dalam media digital, fenomena seen zone, serta dituntut untuk memberikan respons terhadap lawan bicara. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa bagaimana komunikasi generasi Z dalam relasi interpersonal pada aplikasi WhatsApp demi menjaga kesehatan mental melalui praktik self-detachment dengan. Metode kualitatif digunakan untuk membedah fenomena ini, mengumpulkan data menggunakan Teknik purposive sampling, setelah terkumpul beberapa informan, peneliti menggunakan Teknik wawancara mendalam terhadap enam informan yang merupakan Generasi Z dan aktif menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai media komunikasi mereka sehari hari. Setelah data wawancara terkumpul dari 6 informan, analisis data dilakukan menggunakan model dari Miles and Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, lalu verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima indikator komunikasi interpersonal tetap diterapkan oleh informan, namun pelaksanaannya berlangsung secara selektif dan fleksibel sesuai dengan kondisi emosional, tingkat kedekatan hubungan, serta kebutuhan menjaga kesehatan mental. Self-detachment muncul sebagai praktik dalam upaya Generasi Z menjaga Kesehatan mental mereka. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika komunikasi digital pada Generasi Z sekaligus menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara keterhubungan digital dan kesejahteraan psikologis dalam kehidupan sehari-hari.