Claim Missing Document
Check
Articles

The Correlation of Perception with Men's Participation in Family Planning at Sinoa Bantaeng Public Health Center Qudratullah Qudratullah; Nurul Fitrianti
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 3 No. 2 (2023): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v3i2.66

Abstract

Male participation in family planning is still low. Based on the 2015 health demographic survey, the number of male family planning acceptors was only 6.5% and only 2.3% in Bantaeng. The low participation of husbands in the practice of using male contraception is basically inseparable from the assumptions or perceptions that tend to still hand over family planning responsibilities to women. The purpose of this study was to determine the relationship between men's perceptions and participation in family planning in the working area of Sinoa Health Center, Bantaeng. This type of research is a descriptive study using a cross sectional family planning participants with a sampling technique that was purposive sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis by chi square. The results of the chi-square test showed that perception (p value 0.14)) <α (0.05) was related to participation in family planning. This study shows that there is a relationship between men's perceptions and participation in family planning in the working area of the Sinoa Bantaeng Health Center. The challenges with the participation of men in family planning such as family planning are prohibited by religion, family planning is the responsibility of wives and men more valuable than women. So that midwives can provide counseling to Fertile Age Couples (FAC) for family planning programs by inviting men or husbands in male contraception and as additional information for male contraception services.
Broadcasting Laboratory Impression Management Strategy in Building the Image of IAIN Bone Qudratulah; Rosniar; Wild Ananta
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i2.10453

Abstract

This research aims to examine the impression management strategy of the Broadcasting Laboratory in building the image of IAIN Bone. This research presents an image or image strategy that shapes IAIN Bone's reputation as an organization with impression management carried out by the organization through social media broadcasts. The research uses descriptive qualitative research methods. This research design uses a case study with a communication scientific approach. Data collection techniques were carried out using observation, interviews, FGD, and documentation. Data analysis techniques are carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The dominance of self-promotion strategies implemented by the Broadcasting Laboratory surpasses four other impression management strategies. Of course, this refers to the way branding image is built by highlighting positive things by mentioning the abilities they have. The ingratiation strategy carried out by the Broadcasting Laboratory further strengthens the characteristics of a humanist campus with an impression of attention from the audience because there are reasons to assess IAIN Bone such as Islamic, up to date, superior, humanist, and so on. Intimidation strategy, the video shown tries to get attention and is expected to give a favorable impression to the audience. The intimidation strategy is not widely implemented by the IAIN Bone Broadcasting Laboratory because it has the opportunity for conflicting arguments in cyberspace. In line with that, the Supplication strategy is also a strategy that is rarely used in the production of IAIN Bone Television and Radio Broadcasting Laboratory programs. The supplication strategy is considered a natural strategy that is rarely used by the “Sky News” production team to give a more natural impression of everything that happens at IAIN Bone. (Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi impression management Laboratorium Penyiaran dalam membangun Citra IAIN Bone. Penelitian ini menyajikan strategi gambaran atau kesan citra yang membentuk reputasi IAIN Bone suatu organisasi dengan impression management yang dilakukan oleh organisasi melalui siaran media sosial dengan. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Desain penelitian ini menggunakan Studi kasus dengan pendekatan keilmuan Komunikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, FGD, dan dokumentasi. penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dominasi strategi self-promotion diterapkan Laboratorium Penyiaran melaempat strategi impression management yang lainnya. Tentu hal ini merujuk sebagaimana branding image dibangun dengan menonjolkan hal-hal yang positif dengan menyebutkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki. Strategi ingratiation yang dilakukan Laboratorium Penyiaran semakin memperkuat ciri khas kampus yang humanis dengan kesan yang perhatian dari khalayak karena adanya alasan untuk menilai IAIN Bone seperti Islami, up to date, unggul, humanis, dan sebagainya. Strategi intimidation, video yang ditayangkan berupaya mendapat perhatian dan diharapkan mendapat kesan yang disukai oleh khalayak. Strategi intimidation tidak banyak diterapkan oleh Laboratorium Penyiaran IAIN Bone karena memiliki peluang terjadinya konflik pertentangan argumentasi di dunia maya. Sejalan dengan itu, strategi Supplication juga strategi yang jarang dilakukan dalam produksi program Laboratorium Penyiaran Televisi dan Radio IAIN Bone. Strategi supplication dianggap wajar menjadi strategi yang jarang dilakukan oleh tim produksi Sky News untuk memberikan kesan yang lebih natural dari segala hal yang terjadi di IAIN Bone.)
Beyond The Domestic Space: The Beauty Of Women In Hijab In The Commercials Qudratullah; Abd Malik, Ikmal
Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam Vol. 23 No. 1 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & The Asia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/musawa.2024.223.114-126

Abstract

In advertisements, women are close to the role of models of the products offered. It is because women are considered to have many attractions. This article explores the meaning of the beauty of women wearing the hijab in the Wardah cosmetic advertisement version "Kisah di Balik Cantik: Awal Mimpi ."This advertisement highlights the stories of individual journeys and struggles to achieve authentic and meaningful beauty. This advertisement not only explores the physical aspects of beauty but also promotes messages about beauty that come from within  as well as  motivates personal stories. This can help change the narrow narrative of hijab-wearing women's beauty in the media.  This advertisement features a short story that includes the ability and competence to represent the beauty of women wearing the hijab in making decisions about products, jobs, and partners. This study uses a qualitative approach and Roland Barthes' semiotic as a tool of  analysis. The results of this study indicate that the beauty of women in hijab contains three elements: halal, reasonable, and not excessive. Beauty comes from within, behaves gently, and independently dares to get challenges and work outside the domestic sphere.[Dalam  iklan, perempuan sangat dekat dengan peran model dengan beragam produk yang ditawarkan. Hal ini dikarenakan wanita dianggap memiliki kelebihan dan daya tarik yang banyak dikagumi. Artikel  ini bertujuan untuk menggali makna kecantikan wanita berhijab dalam iklan kosmetik Wardah versi “Kisah di Balik Cantik: Awal Mimpi”. Iklan ini menyoroti cerita perjalanan dan perjuangan individu untuk meraih kecantikan yang autentik dan bermakna. Iklan ini tidak hanya mengeksplorasi aspek fisik kecantikan, tetapi juga mempromosikan pesan tentang kecantikan yang berasal dari dalam dan cerita-cerita pribadi yang memotivasi. Hal ini dapat membantu mengubah narasi yang terkadang sempit tentang kecantikan wanita berhijab dalam media.  Iklan ini menampilkan cerita singkat yang memuat kemampuan dan kompetensi dalam representasi kecantikan perempuan berhijab dalam memilih aspek mengambil keputusan tentang produk, pekerjaan dan pasangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  dan semiotika Roland Barthes  sebagai alat analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecantikan wanita berhijab mengandung tiga unsur yaitu halal, baik, dan tidak berlebihan. Kecantikan datang dari dalam, berperilaku lembut, dan secara mandiri berani  mengambil tantangan  serta  bekerja di luar ranah domestik]
Penerapan Fungsi Media Online Dalam Penyebaran Informasi Covid-19 Qudratullah, Qudratullah
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v9i1.37069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan fungsi media online dalam penyebaran informasi Covid-19. Beragam informasi kini telah dapat diakses dengan pilihan yang juga beragam. Dengan kemunculan media online atau yang sering pula disebut new media, media cetak bahkan meluncurkan pula media online. Kemudahan dalam menerima dan menyebarkan informasi secara luas dapat pula bedampak negatif dengan maraknya peneybaran berita hoaks. Kemunculan berita hoaks dapat memicu konflik berkepanjangan dalam kelompok masyarakat. Penelitian ini bersifat kepustakaan dengan mengkaji media online yang menyebarluaskan informasi mengenai Covid-19. Data Data sekunder dari berbagai referensi dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, yaitu dengan membaca, mempelajari dan mengkaji literatur yang memiliki kaitan dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi menyajikan informasi dapat dikatakan sebagai tujuan utama media hadir di tengah-tengah masyarakat. Berbagai macam informasi yang dibutuhkan masyarakat sebagai makhluk sosial yang setiap saat membutuhkan informasi sesuai dengan kepentingannya masing-masing. Media massa adalah sarana pendidikan bagi khalayak (mass education), karena banyak menyajikan hal-hal yang sifatnya mendidik. Salah satu cara mendidik yang dilakukan media massa adalah melalui pengajaran nilai, etika serta aturan-aturan yang berlaku kepada pemirsa atau pembaca. Media massa melakukannya melalui drama, cerita, diskusi, dan artikel. Fungsi memengaruhi dari media massa terdapat pada tajuk atau editorial, features, iklan artikel, dan sebagainya. Khalayak dapat terpengaruh oleh iklan-iklan yang ditayangkan televisi maupun surat kabar. Fungsi hiburan pada media elektronik menduduki posisi yang paling tinggi dibandingkan dengan fungsi-fungsi yang lain karena masyarakat kebanyakan menggunakan menggunakan televisi sebagai media hiburan. Kondisi kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi melalui internet memberikan peluang dan ranah baru bagi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, namun sangat rawan dengan penyebaran berita hoaks. Namun di sisi lain, salah satu media online yaitu Tribuntimur.com menunjukkan cara kerja media yang informatif meskipun melakukan kontruksi pada berita mengenai Covid-19 di Sulawesi Selatan dengan sudut pandang pemerintah. Selain itu, terjadi mengaburan pada beberapa fakta mengenai kasus Covid-19.
Etika Komunikasi Dalam Berdiskusi Qudratullah; Rosniar
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 01 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v2i01.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali etika-etika yang seharusnya diterapkan dalam diskusi agar diskusi dapat berjalan dengan baik tanpa melahirkan konflik yang terjadi antarpihak yang berdiskusi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deksriptif, di mana data-datanya diambil melalui riset kepustakaan yang sesuai dengan pembahasan kajian. Data primer diambil dari literatur sedangkan sumber data sekunder diambil dari dokumen-dokumen pendukung. Hasil kajian ini mengungkapkan bahwa memilih perkataan yang baik sesungguhnya menjadi bagian dari upaya kita untuk menghargai orang lain dan diri kita sendiri. Artinya orang lain ketika berkomunikasi dengan kita juga akan mampu menghargai ketika kita juga menghargai mereka. Seringkali manusia tidak dihargai karena dirinya sendiri tidak mampu menghargai orang lain. Islam mengajarkan untuk berdiskusi dengan memberi manfaat, menggunakan kalimat yang baik dan sopan, bersikap lemah lembut, dengan melalui diskusi dengan penuh hati-hati dan tenang serta mengutamakan untuk menahan amarah dan berlapang dada menerima pendapat orang lain. Dalam proses diskusi sebaiknya dimuat dalam forum yang harmoni, berusaha memberikan argumentasi yang berorientasi pada kebenaran dan menciptakan suasana yang santai dan nyaman. Hal terpenting adalah bagaimana forum diskusi tersebut berjalan dengan penuh sikap saling menghargai tanpa memperlihatkan keegoisan pribadi.
Interaksi Simbolik dalam Dakwah Instagram: Studi Kualitatif Pada Remaja Muslim Perkotaan Adrian Adrian; Muhammad Riswan; Qudratullah Qudratullah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35884

Abstract

Pesatnya perkembangan dakwah melalui media sosial, khususnya Instagram, membuka kebutuhan akan kajian mendalam mengenai bagaimana pesan keagamaan direpresentasikan dalam bentuk simbol visual maupun teks, serta bagaimana remaja Muslim di kawasan perkotaan menanggapinya sebagai kelompok pengguna digital yang paling dominan. Penelitian ini bertujuan mengurai proses produksi dan peredaran simbol dakwah dalam unggahan Instagram, menelusuri cara remaja Muslim menafsirkan simbol-simbol tersebut, dan mengidentifikasi dinamika psikologis serta faktor bawah sadar yang memengaruhi pola interaksi mereka terhadap pesan dakwah digital. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis konten yang dirancang berdasarkan kerangka Interaksi Simbolik dan teori psikoanalisis klasik maupun kontemporer. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa simbol dakwah tidak hanya berfungsi sebagai penyampai nilai keagamaan akan tetapi juga bertindak sebagai penanda identitas, medium negosiasi makna, serta sarana pembentukan orientasi emosional bagi remaja Muslim di lingkungan urban. Aktivitas digital seperti komentar, pesan langsung, dan pemberian tanda suka menjadi bagian dari mekanisme penafsiran kolektif yang berlangsung spontan, dinamis, dan sarat emosi. Analisis psikoanalisis mengungkap adanya dorongan-dorongan bawah sadar termasuk kebutuhan akan ketenteraman batin, afeksi simbolik, dan figur ideal yang turut mendorong keterlibatan remaja terhadap konten dakwah daring. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi perspektif sosial dan psikologis untuk memahami fenomena dakwah digital secara komprehensif. Hasil penelitian memberikan pemahaman baru mengenai bagaimana identitas religius terbentuk melalui proses simbolisasi di ruang digital yang dipengaruhi oleh konteks sosial serta dinamika psikodinamis. Selain itu, temuan ini menyajikan implikasi praktis bagi pengembangan dakwah digital yang lebih empatik dan relevan dengan kondisi emosional remaja. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas ragam sampel, memperbandingkan konten dakwah dari berbagai wilayah, serta mengkaji dampak jangka panjang interaksi simbolik dalam praktik dakwah digital kontemporer.
ANALISIS PESAN DAKWAH ABI AZKAKIA DI CHANNEL YOUTUBE JONATHAN LIANDI PERSPEKTIF BEHAVIORISME Sulkifli, Ahmad; Ramadhan, Muh. Aditiya; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1823

Abstract

Penelitian ini mengkaji pesan dakwah Abi azkakia melalui game Mobile Legends di Channel Youtube Jonathan Liandi dengan menggunakan perspektif teori Behaviorisme. Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru bagi dakwah Islam untuk menjangkau komunitas yang selama ini sulit dijangkau, termasuk komunitas gamer muda yang sering terlibat dalam toxic behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan pesan dakwah yang disampaikan, menganalisis respons audiens, serta mengkaji hubungan stimulus-respons dalam konteks dakwah digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap konten podcast dan komentar audiens di Youtube. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi isi pesan dakwah serta respons penonton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan dakwah Abi Azkakia berfungsi sebagai stimulus yang efektif dalam mengubah perilaku audiens, mencakup stimulus kognitif (penjelasan tentang adab), stimulus behavioral (ajakan mengganti kata kasar dengan istighfar), dan stimulus emosional (kesadaran tanggungjawab sebagai Muslim). Respons audiens menunjukkan perubahan kognitif, afektif, dan behavioral yang terukur, diperkuat oleh reinforcement positif (pahala spiritual, pengakuan sosial) dan negatif (menghindari dosa). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah digital melalui game online terbukti efektif sebagai metode pembentukan perilaku religius generasi muda melalui mekanisme stimulus-respons-reinforcement yang sistematis.
PENDEKATAN BEHAVIORISME TERHADAP KONTEN DAKWAH GUS MIFTA DI YOUTUBE:ANALISIS EFEKTIVITAS DAN NILAI MORAL DAKWAH DI KLUB MALAM Wahyuningsi, Sri; Ilyas, Wahyudi; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1829

Abstract

Penelitian ini menelaah efektivitas dakwah digital yang dilakukan oleh Gus Miftah melalui media YouTube, khususnya dalam konteks dakwah di klub malam sebagai ruang sosial yang tidak biasa. Dengan memakai pendekatan behaviorisme, fokus penelitian ini adalah pada prinsip stimulus-respons untuk menginvestigasi bagaimana konten dakwah mampu memengaruhi perubahan sikap dan perilaku positif pada audiens. Gus Miftah menggunakan strategikomunikasi yang adaptif dan humanis, memadukan bahasa yang santai, humor, dan empati sehingga berhasil menjangkau komunitas yang selama ini kurang terjangkau oleh metode dakwah konvensional. Dakwah digital ini juga membuka ruang dialog interaktif yang memperkuat keterlibatan serta refleksi sosial audiens terhadap nilai-nilai keagamaan.Walaupun dakwah berlangsung di lingkungan yang kontroversial, peneliti menemukan bahwa nilai moral Islam tetap dijaga melalui etika komunikasi yang santun dan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital Gus Miftah efektif dalam penyebaran pesan keagamaan secara luas sekaligus mampu mendorong transformasi sosial dan moral yang berkesinambungan di era modern.
PENDEKATAN PSIKOANALISIS DALAM MENERAPKAN NILAI-NILAI KEISLMAN REMAJA MASJID BAITURRAHMAN DI DESA MASSENRENGPULU Dayanti, Elis; Asriani, Yuni; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai penerapan nilai-nilai keislaman pada kalangan remaja yang berada di lingkungan Masjid Baiturrahman Desa Massenrengpulu dengan memanfaatkan pendekatan psikoanalisis dari Sigmund Freud, khususnya dengan fokus pada konsep-konsep dasar id, ego, dan superego. Melalui pendekatan psikoanalisis ini, penelitian memberikan wawasan komprehensif tentang proses psikologis yang terjadi dalam diri remaja saat mereka menghadapi dilema dan konflik batin yang timbul akibat pertarungan antara dorongan naluriah (id), kesadaran rasional (ego), serta norma moral dan nilai-nilai agama (superego). Fenomena tersebut sangat signifikan terutama karena masa remaja merupakan periode transisi yang kompleks, di mana pribadi muda rentan mengalami ketegangan antara keinginan personal, tekanan norma sosial, serta tuntutan ajaran agama. Selain itu, penelitian ini juga menempatkan penerapan nilai keislaman dalam konteks kultural masyarakat Bugis yang memiliki tradisi dan kekhasan sosial yang kuat, yang turut memberikan tantangan tersendiri dalam upaya pembentukan identitas religius remaja di tengah derasnya arus modernisasi.
ANALISIS BEHAVIORISME PADA KONTEN DAKWAH USTAD HANAN ATTAKI DI CHANEL YOUTUBE PERBAIKI DENGAN SHALAT Hajar, Sitti; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola behaviorisme dalam konten dakwah Ustad Hanan Attaki pada kanal YouTube Perbaiki Dengan Shalat, khususnya terkait bagaimana pesan dakwah digital dapat membentuk perilaku religius audiens. Menggunakan metode analisis isi kualitatif, penelitian ini menelaah unsur stimulus, respons, dan Reinforcement yang muncul dalam beberapa video dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai proses conditioning perilaku. Stimulus diberikan melalui penggunaan cerita inspiratif, motivasi emosional, visual sederhana, serta audio lembut yang membangun suasana tenang dan reflektif. Respons audiens tampak melalui komentar positif yang menunjukkan munculnya niat memperbaiki salat, perubahan kebiasaan ibadah, serta penguatan komitmen spiritual. Selain itu, Reinforcement positif berupa pujian, janji spiritual, dan motivasi personal terbukti memperkuat kecenderungan audiens untuk mengulangi perilaku religius yang diharapkan. Pendekatan behaviorisme terbukti relevan untuk menganalisis efektivitas dakwah digital, terutama bagi generasi muda yang responsif terhadap rangsangan visual dan emosional. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan strategi dakwah berbasis psikologi modern serta mempertegas peran YouTube sebagai medium yang mampu membentuk kebiasaan religius melalui mekanisme stimulus–respons dan pengulangan pesan dakwah.