Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Fungsi Media Online Dalam Penyebaran Informasi Covid-19 Qudratullah, Qudratullah
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v9i1.37069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan fungsi media online dalam penyebaran informasi Covid-19. Beragam informasi kini telah dapat diakses dengan pilihan yang juga beragam. Dengan kemunculan media online atau yang sering pula disebut new media, media cetak bahkan meluncurkan pula media online. Kemudahan dalam menerima dan menyebarkan informasi secara luas dapat pula bedampak negatif dengan maraknya peneybaran berita hoaks. Kemunculan berita hoaks dapat memicu konflik berkepanjangan dalam kelompok masyarakat. Penelitian ini bersifat kepustakaan dengan mengkaji media online yang menyebarluaskan informasi mengenai Covid-19. Data Data sekunder dari berbagai referensi dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, yaitu dengan membaca, mempelajari dan mengkaji literatur yang memiliki kaitan dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi menyajikan informasi dapat dikatakan sebagai tujuan utama media hadir di tengah-tengah masyarakat. Berbagai macam informasi yang dibutuhkan masyarakat sebagai makhluk sosial yang setiap saat membutuhkan informasi sesuai dengan kepentingannya masing-masing. Media massa adalah sarana pendidikan bagi khalayak (mass education), karena banyak menyajikan hal-hal yang sifatnya mendidik. Salah satu cara mendidik yang dilakukan media massa adalah melalui pengajaran nilai, etika serta aturan-aturan yang berlaku kepada pemirsa atau pembaca. Media massa melakukannya melalui drama, cerita, diskusi, dan artikel. Fungsi memengaruhi dari media massa terdapat pada tajuk atau editorial, features, iklan artikel, dan sebagainya. Khalayak dapat terpengaruh oleh iklan-iklan yang ditayangkan televisi maupun surat kabar. Fungsi hiburan pada media elektronik menduduki posisi yang paling tinggi dibandingkan dengan fungsi-fungsi yang lain karena masyarakat kebanyakan menggunakan menggunakan televisi sebagai media hiburan. Kondisi kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi melalui internet memberikan peluang dan ranah baru bagi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, namun sangat rawan dengan penyebaran berita hoaks. Namun di sisi lain, salah satu media online yaitu Tribuntimur.com menunjukkan cara kerja media yang informatif meskipun melakukan kontruksi pada berita mengenai Covid-19 di Sulawesi Selatan dengan sudut pandang pemerintah. Selain itu, terjadi mengaburan pada beberapa fakta mengenai kasus Covid-19.
Etika Komunikasi Dalam Berdiskusi Qudratullah; Rosniar
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 01 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v2i01.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali etika-etika yang seharusnya diterapkan dalam diskusi agar diskusi dapat berjalan dengan baik tanpa melahirkan konflik yang terjadi antarpihak yang berdiskusi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deksriptif, di mana data-datanya diambil melalui riset kepustakaan yang sesuai dengan pembahasan kajian. Data primer diambil dari literatur sedangkan sumber data sekunder diambil dari dokumen-dokumen pendukung. Hasil kajian ini mengungkapkan bahwa memilih perkataan yang baik sesungguhnya menjadi bagian dari upaya kita untuk menghargai orang lain dan diri kita sendiri. Artinya orang lain ketika berkomunikasi dengan kita juga akan mampu menghargai ketika kita juga menghargai mereka. Seringkali manusia tidak dihargai karena dirinya sendiri tidak mampu menghargai orang lain. Islam mengajarkan untuk berdiskusi dengan memberi manfaat, menggunakan kalimat yang baik dan sopan, bersikap lemah lembut, dengan melalui diskusi dengan penuh hati-hati dan tenang serta mengutamakan untuk menahan amarah dan berlapang dada menerima pendapat orang lain. Dalam proses diskusi sebaiknya dimuat dalam forum yang harmoni, berusaha memberikan argumentasi yang berorientasi pada kebenaran dan menciptakan suasana yang santai dan nyaman. Hal terpenting adalah bagaimana forum diskusi tersebut berjalan dengan penuh sikap saling menghargai tanpa memperlihatkan keegoisan pribadi.