Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Herding Behavior in Indonesian Investors Sumani; Fransiska, Maria; Willy; Pangestu, Stevanus
International Research Journal of Business Studies Vol. 11 No. 2 (2018): August-November 2018
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21632/irjbs.11.2.129-143

Abstract

This research attempts to investigate the herding behavior of the companies that invested in IDX LQ45 Index during 2014 through 2016. Herd behavior is the tendency of investors to follow other investors’ actions in the market. LQ45 was chosen as it comprises the most heavily-traded stocks of the Indonesian Stock Exchange. This research used Vector Autoregressive model to determine the effects of size and market return on the herding behavior. The Granger causality test suggests that there are dynamic interactions: (i) between size and herding behavior; and (ii) between market return and herding behavior. In addition, Variance Decomposition and Impulse Response reveal that market capitalization (size) has variable of the greater role in defining herding behavior, compared to that of market return.
Perbedaan Motivasi Belajar dan Kreativitas melalui Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Mata Pelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Diantika, I Putu Indra Wahyu; Suartana, I Ketut; Fransiska, Maria
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 4 No. 1 (2025): JAKADARA: JURNAL EKONOMI, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v4i1.3848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Motivasi Belajar, Dan Kreativitas Melalui Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Mata Pelajaran Pengolahan Dan Penyajian Makanan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian yaitu one group pretest-posttest design. Adapun metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Kuliner 3 di SMK PGRI 3 Badung yang berjumlah 38 orang. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian yaitu uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji statistik inferensial menggunakan paired sampel t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pretest motivasi belajar diperoleh rerata sebesar 17.34, sedangkan pada posttest diperoleh rerata sebesar 28.21. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 10.87. Pada pretest kreativitas diperoleh rerata sebesar 22.39, sedangkan pada posttest diperoleh rerata sebesar 40.76. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 18.37. Hasil uji paired sample t-test yang membandingkan antara pretest-posttest motivasi belajar menunjukkan signifikansi sebesar 0.001 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar melalui penerapan model project based learning. Pada kreativitas menunjukkan signifikansi sebesar 0.001 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kreativitas melalui penerapan model project based learning.
PENGOLAHAN TEPUNG LABU KUNING KELOMPOK WANITA TANI DEWI CATUR, KABUPATEN BANGLI Prastyandhari, I Gusti Ayu Ika Monika; Sentosa, I Putu Pranatha; Fransiska, Maria
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.126 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1791

Abstract

ABSTRAKKelompok Wanita Tani Dewi Catur Lembaga desa yang terletak di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan dan diolah dari hasil pertanian, salah satunya adalah labu kuning. Labu kuning atau waluh merupakan bahan makanan yang cukup populer di Indonesia. Tanaman labu kuning tergolong jenis tanaman yang mudah untuk dibudidayakan. Selama ini labu kuning hanya dimanfaatkan sebagai campuran sayuran, cemilan (keripik), dan jajanan tradisional. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan Kelompok Wanita Tani dalam mengolah hasil panen. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa: ceramah, demonstrasi, dan kegiatan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pendampingan ini menghasilkan produk berupa tepung labu kuning. Dalam pelaksanaan pendampingan kelompok peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta yang mewakili tiga banjar yang ada di Desa Catur. Produk yang dihasilkan dalam pelatihan sudah diikutsertakan dalam pameran desa. Ibu-ibu KWT juga sudah mengembangkan produk dari tepung sudah diolah menjadi beraneka macam jenis kue kering. Dari kegiatan pelatihan ini dapat diberikan kesimpulan bahwa pengetahuan mitra semakin meningkat, mitra memiliki keterampilan dalam memilih dan mengolah bahan, dan mitra telah menghasilkan produk yang dikemas dan siap untuk dipasarkan.Kata kunci: labu kuning, tepung labu kuning, Kelompok Wanita Tani Dewi CaturABSTRACTThe Dewi Catur Women Farmers Group is an institution located in Catur Village, Kintamani District, Bangli Regency, Bali Province, which has a lot of potential that can be developed and processed from agricultural products, one of which is pumpkin. Pumpkin is a fairly popular food item in Indonesia. Pumpkin plants are classified as types of plants that are easy to cultivate. So far, pumpkin is only used as a mixture of vegetables, snacks (chips), and traditional snacks. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the Women Farmers Group in processing crops. The methods used in this activity are; lectures, demonstrations and training and mentoring activities. This mentoring activity produces a product in the form of pumpkin flour. In the implementation of group assistance, the participants were very enthusiastic in participating in the training. This activity was attended by 23 participants representing three banjars in Catur village. The products produced in the training have been included in the village exhibition. The women have also developed products from flour that has been processed into various types of pastries. From this training activity, it can be concluded that the knowledge of partners is increasing, partners have skills in selecting and processing materials, and partners have produced products that are packaged and ready to be marketed.Keywords: yellow pumpkin, yellow pumpkin flour, Dewi Catur Women Farmer Group
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN BERMAIN ULAT ANGKA DI TKK NEGERI NASARET WERE Nafsia, Andi; Mola, Maria Enjela; Ndai, Maria Beatrix; Fransiska, Maria
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v3i4.4346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pembelajaran matematika untuk anak usia dsini di Taman Kanak-Kanak Negeri Nasaret Were. Pembelajaran matematika bagi anak usia dini diberikan secara bertahap mulai dari menghitung benda-benda atau peristiwa-peristiwa yang ada disekitar anak berdasarkan pengamatan sehari-hari. Pengenalan matematika untuk anak usia dini melibatkan konsep-konsep dasar seperti pengenalan angka, penghitungan dasar yang dilakukan melalui kegiatan-kegiatan dan game yang menyenangkan dan interaktif. Pengenalan konsep pembelajaran matematika untuk anak usia dini biasanya menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif  yang dilaksanakan di kelompok B Taman Kanak-Kanak Negeri Nasaret Were. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara yang kemudian dianalisis melalui pendekatan kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam  penelitian ini yaitu penerapan pembelajaran matematika bagi anak usia dini dapat dilakukan melalui berbagai cara salah satunya melalui kegiatan bermain ulat angka.
Wirausaha Hidangan Modern : Pelatihan Dan Pendampingan Kreativitas Sajian Kuliner Bergizi Sebagai Income Ibu – Ibu  PKK Kelurahan Sading Suartana, I Ketut; Fransiska, Maria; Prastyandhari, I Gusti Ayu Ika Monika; Astuti, Ni Made Erpia Ordani; Suryanto, I Wayan; Sentosa, I Putu Pranatha; Gotama, Putu Andyka Putra; Diarini, I Gusti Ayu Agung Sinta; Dharmayanthi, Ni Nyoman Sindy; Dewi, Ni Komang Vivi Prasanti Citra; Dewi, Ni Putu Aris Yunda; Wijaya, Pande Made Krisna Angga; Artasari, Ni Luh Gede Desy
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 3: Mei 2026 (Dalam Proses)
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i3.316

Abstract

Penggerak PKK Kelurahan Sading merupakan organisasi perempuan yang aktif dalam berbagai bidang, salah satunya kuliner. Namun, keterampilan anggota dalam mengolah dan memasarkan produk kuliner modern masih terbatas. Melalui program pengabdian masyarakat, Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan pengolahan Chicken Nugget, Nugget Tahu, dan Bakso. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kuliner, pengetahuan gizi, serta kemampuan wirausaha ibu-ibu PKK. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on training), penerapan teknologi sederhana, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta mulai dari pemilihan bahan, teknik pengolahan, hingga pengemasan produk secara higienis. Peserta juga memahami strategi pemasaran digital secara sederhana dan konvensional, serta menunjukkan motivasi tinggi untuk memulai usaha rumahan. Lebih dari 90% peserta menyatakan pelatihan bermanfaat dan siap mengaplikasikan keterampilan dalam usaha keluarga. Program ini membuktikan bahwa pelatihan kuliner tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.
Mahasiswa Cermat: Cerdas Aman Terlindungi untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular dari Jayapura untuk Indonesia Sehat Ayomi, Mina Blandina; Imbiri, Frits P.; Serliana, Fadila; Fransiska, Maria; Tokan, Florentino S.
Health Promotion and Community Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Health Promotion and Community Engagement Journal
Publisher : Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70041/hpcej.v4i1.163

Abstract

Bertambahnya kasus penyakit menular pada kelompok umur dewasa, merupakan isu kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama dalam mencegah masalah tersebut. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan sebuah gerakan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan dalam upaya membudayakan perilaku sehat dengan tujuan agar pola hidup sehat dapat menjadi sebuah perilaku yang menetap dalam diri individu, kelompok, dan masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah agar mahasiswa mampu menjadi agen perubahan di perguruan tingginya untuk mempengaruhi teman-temannya melakukan indikator GERMAS, yaitu : 1) Melakukan aktifitas fisik, 2) Makan Buah dan Sayur, 3) Tidak Merokok, 4) Tidak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol, 5) Melakukan Cek Kesehatan Berkala, 6) Menggunakan jamban sehat, dan 7) Menjaga Kebersihan Lingkungan. Metode yang digunakan adalah eramah dan diskusi, dengan jumlah peserta 10 perwakilan mahasiswa dari 15 perguruan tinggi di kota Jayapura. Hasil setelah kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang GERMAS pada 100% mahasiswa dan mampu membuat RTL (rencana tindak lanjut) dari kegiatan yang akan dikerjakan di perguruan tingginya. GERMAS perlu dilakukan pada mahasiswa mengingat kasus penyakit menular dan tidak menular yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa di perguruan tinggi.