Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Makna Arsitektur Masjid Pathok Negoro Sebuah Karya yang Melampaui Batas Ruang dan Waktu Setyawati, Endang; Tisnawati, Endah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4531

Abstract

Dalam wilayah Kawasan Negara Kasultanan Yogyakarta, dikenal adanya keberadaan Masjid Pathok Negoro. Masjid-masjid ini pada masa pendiriannya difungsikan sebagai sistem pertahanan negara dari serangan musuh (penjajah Belanda dan Jepang pada masanya), baik dari dalam maupun dari luar wilayah. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah adanya kesenjangan teori tentang bentuk pertahanan suatu wilayah Kerajaan dengan bentuk pertahanan yang ada di Negara Kasultanan Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan grounded theory, dengan tujuan untuk mengungkap makna dari fakta empiris yang mendalam dari fenomena yang ada. Dalam grounded, penelusuran data lebih banyak dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan. Grounded theory bertujuan untuk mengembangkan teori dari data lapangan tanpa adanya teori awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pertahanan Masjid Pathok Negoro yang dirancang oleh Sultan HB I sejak awal berdiri dalam fungsinya sebagai sistem pertahanan negara telah bergeser menjadi bentuk teritori wilayah masyarakat eksklusif masyarakat Islam. Keberadaannya masih bisa dirasakan dalam era modern saat ini sebagai wilayah yang eksklusif dalam kehidupan masyarakatnya. Peran raja/Sultan dan Kyai menjadi faktor penting dalam membentuk kondisi peruangan wilayahnya.
Perancangan Pusat Seni Budaya dan UMKM Di Kalurahan Madurejo dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular Danu Adamma'arief; Tisnawati, Endah
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 2 No. 2 (2025): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Februari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v2i2.874

Abstract

Perancangan ini dilatarbelakangi oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengakreditasi sepuluh kalurahan rintisan desa budaya yang salah satunya adalah Kalurahan Madurejo. Perdais Nomor 3 Tahun 2017 yang menyebutkan bahwa pembinaan kebudayaan dengan ciri inklusifitas. Dimana masyarakat menjadi subyek dalam pengembangan kebudayaan. Untuk mewadahi kelompok seni, budaya, dan UMKM sehingga bisa meningkatkan eksistensi terhadap masyarakat umum serta meningkatkan ekonomi lokal terutama yang berlokasi di Kalurahan Madurejo, maka dibutuhkan pusat seni dan UMKM untuk mempromosikan produk mereka. Perancangan dilakukan dengan memperhatikan aspek metode perancangan yang sesuai dengan standar yang telah diatur oleh Peraturan Kemenparekraf, No.17 tahun 2020. Dengan menyediakan fasilitas kepada kelompok seni dan UMKM dengan tujuan meningkatkan ekonomi serta eksposur terhadap wisatawan di Kalurahan Prambanan.
Dialektika Tradisi dan Modernitas: Kajian Arsitektur Regionalisme pada Pusat Seni dan Budaya Bone A. Yayan Ulia Sari; Tisnawati, Endah
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 2 No. 2 (2025): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Februari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v2i2.875

Abstract

Kabupaten Bone merupakan salah satu Kabupaten terluas di Sulawesi Selatan yang memiliki keanekaraman seni dan budaya yang didukung dengan adanya komunitas yang mengadakan kegiatan hingga saat ini. Komunitas tersebut merupakan salah satu wadah untuk menampung kreativitas generasi muda serta bentuk upaya pelestarian seni dan budaya Bone. Meskipun begitu, pengadaan komunitas saja belum mampu mendukung secara maksimal kegiatan seni dan budaya, sehingga perlu adanya sebuah tempat terpusat yang bersifat publik dengan fasilitas yang memadai untuk mendukung aktivitas dan kreatifitas generasi muda. Oleh karena itu, Perancangan Pusat Seni dan Budaya hadir sebagai wadah untuk aktivitas tersebut. Penelitian ini mengeksplorasi gubahan arsitektur regionalisme sebagai pendekatan desain untuk menciptakan bangunan yang representatif dan kontekstual sehingga wujud budaya tidak hanya terlihat sebagai tindakan tetapi juga sebagai sebuah karya yang bisa dilihat, diraba, dan juga didokumentasikan. Pada perancangan ini menggunakan metode penelitian meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan analisis preseden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan elemen-elemen arsitektur tradisional Bone dengan prinsip-prinsip desain modern menghasilkan gubahan arsitektur yang harmonis, fungsional, dan mampu membangkitkan kembali identitas lokal yang dapat dilihat dari tata olah massa, zonasi ruang, pemilihan struktur, dan ornamen bangunan.
MASTERPLAN KAWASAN EMBUNG SENDANGTIRTO BERBASIS INOVATIF DAN PARTISIPATIF Tisnawati, Endah; Setyowati, Endang
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v6i1.20628

Abstract

Penerapan partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator penting, apakah sebuah kebijakan benar-benar bersumber dari keinginan dan harapan masyarakat. Perancangan partisipatif adalah pendekatan yang mendorong semua pemangku kepentingan, seperti pemerintah, profesional, mitra, dan pengguna, untuk secara aktif berkolaborasi dalam proses desain untuk memastikan bahwa hasilnya memenuhi kebutuhan semua pemangku kepentingan. Gagasan mendasar dari perancangan partisipatif adalah adanya dialog sebagai media penting untuk menyelesaikan permasalahan perancangan. Pengembangan aktivitas wisata di sekitar Embung Sendangtirto dinilai memiliki potensi besar. Oleh karena itu, Pemerintah Kalurahan Sendangtirto merasa perlu segera merumuskan perencanaan kawasan yang berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Perencanaan kawasan berupa masterplan Kawasan Embung Sendangtirto ini dapat menjadi arahan pengembangan potensi wisata dan ekonomi kawasan yang terintegrasi, mengakomodasi ruang terbuka publik yang ramah anak dan lansia, serta mempertimbangkan potensi alam serta menjaga kelestarian sumber daya air.
PENGUATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN KELOMPOK PENGELOLA OBYEK WISATA BANTARAN SUNGAI BEDOG DUSUN SANTAN KABUPATEN BANTUL TISNAWATI, ENDAH; SETYOWATI, ENDANG
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/g57mcr92

Abstract

Desa Wisata Kampung Santan (Dewi Kamsa) di Kalurahan Guwosari memiliki beragam potensi untuk mengolah kawasan Bantaran Sungai Bedog sebagai destinasi wisata. Perlu adanya pengelolaan yang strategis dari semua kelompok masyarakat di Dusun Santan, khususnya bagi pengelola Kampung Wisata. Kelembagaan yang kuat, perlu diwujudkan untuk dapat mencapai pertumbuhan wisata yang berkelanjutan (Hastuti et al, 2023; Sitepu et al, 2021). Penguatan kapasitas kelembagaan juga dapat memastikan adanya keberlanjutan dalam mengimplementasikan rencana pengembangan pariwisata, sehingga tujuan-tujuan jangka panjang serta target sinergi dan kolaborasi antar lembaga dapat tercapai dengan baik. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu (1)  program pemberdayaan masyarakat, (2) mendorong pelaksanaan sarasehan wisata, (3) penyusunan buku profil kawasan wisata serta (4) perumusan konsep & peta jalan penerapan strategi wisata yang disepakati.
Strategi Perancangan Kawasan Ekowisata Embung Sendangtirto Kabupaten Sleman SETYOWATI, ENDANG; TISNAWATI, ENDAH
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 1 No. 5 (2024): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Mei 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/31sgj329

Abstract

Kawasan Embung Sendangtirto yang terletak di Kalurahan Sendangtirto, Kabupaten Sleman saat ini telah berkembang menjadi tempat rekreasi warga setempat. Komposisi lansekap yang terdiri dari hamparan dataran dan badan air, kondisi udara yang masih segar serta kegiatan pertanian pada lahan sekitar merupakan beberapa potensi yang dapat dikembangkan sebagai kawasan ekowisata. Oleh karena itu tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah merumuskan Strategi Perancangan Kawasan Embung Sendangtirto berdasarkan konsep ekowisata. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif, dengan analisis kualitatif. Strategi penerapan konsep ekowisata berdasar pada 3 (tiga) prinsip dasar, yaitu (1) upaya pelestarian lingkunga; (2) upaya pelestarian seni budaya lokal; dan (3) upaya pelibatan masyarakat lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi Komunitas dan Desain Partisipatif dalam Membangun Fasilitas Wisata yang Berdaya Guna di Desa Wisata Green Kayen Preambudi, Akbar; Tisnawati, Endah; Alfathoni, David Qori'; Arifin, Reyno Ikhwan Nur
Jurnal ABDI RAKYAT Vol. 2 No. 1 (2025): JURNAL ABDI RAKYAT
Publisher : Universitas Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46923/jar.v2i1.498

Abstract

Pengembangan fasilitas wisata di Desa Wisata Green Kayen bertujuan untuk meningkatkan kualitas ekowisata yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Pemilihan topik ini didasarkan pada potensi besar desa dalam pengembangan pariwisata ramah lingkungan yang dapat memberdayakan ekonomi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatoris melalui Participatory Rural Appraisal (PRA), dengan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pembangunan fasilitas. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan keberhasilan pembangunan fasilitas seperti food court, gapura desa wisata, dan area camping ground yang didesain berdasarkan kebutuhan masyarakat. Pembangunan ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas pariwisata, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan fasilitas. Kesimpulannya, pendekatan partisipatoris yang diterapkan terbukti efektif dalam menciptakan fasilitas yang berkelanjutan dan berdaya guna bagi masyarakat setempat.