Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP TINGKAT NYERI PASIEN POST OP FRAKTUR DI BANGSAL BEDAH RS Dr REKSODIWIRYO PADANG rhona sandra; Siti Aisyah Nur; Honesty Diana Morika; Wira Melyca Sardi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v11i2.778

Abstract

Fraktur merupakan terputusnya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh trauma langsung atau tidak langsung, Menurut WHO (World Health Organitation) tahun 2016 lebih dari 8 jiwa meninggal dunia karena fraktur. Penatalaksanaan fraktur dengan pembedahan dapat menyebabkan trauma jaringan yang menimbulkan nyeri. Salah satu terapi nonfarmakologi mengurangi nyeri dengan terapi music klasik.Penelitian ini bertujuan  mengetahui pengaruh terapi musik klasik terhadap tingkat nyeri pada pasien post op fraktur di bangsal bedah RS. Dr Reksodiwiryo padang.Penelitian  menggunakan metode Pra-Eksperimen design dengan One Group Design yaitu Pretest dan postest. Penelitian dilaksanakan di bangsal bedah RS Dr Reksodiwiryo Padang. Populasi pasien post op fraktur di bangsal bedah RS Dr Reksodiwiryo Padang. Sampel diambil secara Purposive Sampling dengan 16 orang responden. Analisa data  univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxson.Hasil penelitian didapatkan univariat (pretest) adalah 7 dan (postest) adalah 5, bivariat dengan uji Wilcoxon didapatkan nilai Z=-3,552a (p<0,05) dan nilai Asym. Sig (2-Tailed) = 0,000 (p<0,05), hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi musik klasik terhadap tingkat nyeri pada pasien post op fraktur. Tenaga kesehatan disarankan memotivasi pasien post op fraktur menggunakan terapi musik klasik (antara Anyer dan Jakarta, Hilang Permataku, Sepanjang Jalan Kenangan, My Hearth Go On, Mozart) sebagai pengobatan alternatif untuk mengurangi nyeri.
PENGARUH KONSUMSI JUS NANAS TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA ARTHRITIS GOUT Annita Annita; Honesty Diana Morika; Indah Komala Sari
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i1.435

Abstract

Peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia)merupakan factor utama terjadinya atritis gout. Salah satu cara untuk menurunkan kadar asam urat yaitu dengan pemberian jus nanas. Dimana nanas ini memiliki kandungan Vitamin C, alkaloid, Vitamin B6, Kalium, beserta enzim bromelain dimana kandungan yang terdapat dalam nanas tersebut yang berperan sebagai menurunkan kadar asam urat serta sebagai anti inflamasi (peradangan) pada sendi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh konsumsi jus nanas terhadap kadar asam urat pada penderita atritis. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen design dengan rancangan one group pretest postest design.  Jumlah sample yaitu 16 responden yang dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data diolah secara komputerisasi dengan analisa univariat menggunakan statistic deskripstif dan analisa bivariat menggunakan uji t-test dependen dengan tingkat kemaknaan 95% (p value ≤ 0,05). Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan rata-rata sebelum diberikan perlakuan sebesar 8.631 dan sesudah diberikan perlakuan sebesar 7.181 dengan nilai p= 0,000 dimana p ≤ 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini adanya pengaruh konsumsi jus nanas terhadap kadar asam urat pada penderita artritis gout.
Pengaruh Pemberian Gambir (Uncaria Gambir) Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Etriyanti ,; Honesty Diana Morika; Harmawati ,; Siti Aisyah Nur
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i2.543

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II atau Non Insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) merupakan bentuk diabetes yang paling umum, penyebabnya bervariasi mulai dominan resistensi insulin sampai defek resistensi insulin.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian gambir terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Kota Sungai Penuh Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimentdengan pendekatan Two Group Posttest Design yang dilaksanakan tanggal 3-11 Juli 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Baru. Teknik sampel Purposive Sampling dengan jumlah 16 orang yang terdiri dari 8 orang kelompok intervensi dan 8 orang kelompok kontrol. Data diolah secara komputerisasi dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji T Test Independent.Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar gula darah pada kelompok intervensi yang telah diberikan gambir adalah 199,88 mg/dL, sedangkan pada kelompok kontrol adalah 326,25 mg/dL. Berdasarkan uji statistik di dapatkan p value = 0,003 ≤ 0,05 yang berarti ada pengaruh pemberian gambir dan kadar gula darah.Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian gambir terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Diharapkan agar hasil penelitian ini menjadi salah satu program Penyakit Tidak Menular di lingkungan Puskesmas Koto Baru dalam memanfaatkan gambir untuk membantu menurunkan kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe II, serta mampu mengajarkan cara pengolahan dan konsumsi gambir dengan benar bagi pasien diabetes melitus tipe
PENGARUH JUS SIRSAK TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA ARTRITIS GOUT Indah Komala Sari; Tiurmaida Simandalahi; Honesty Diana Morika
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.251

Abstract

Artritis Gout adalah penyakit metabolik yang ditandai oleh penumpukan asam urat. Gangguan akibat kadar asam urat yang tinggi mengakibatkan nyeri sendi kuat, pembengkakan sendi, peradangan pada sendi, dan kerusakan pada sendi. Salah satu tindakan untuk mengatasi Artritis Gout secara nonfarmakologi yaitu dengan jus sirsak. Sirsak mengandung asam malat dan antioksidan yang dapat menurukan kadar asam urat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh jus sirsak terhadap kadar asam urat pada penderita Artritis Gout di wilayah kerja Puskesmas Lubug Begalung Padang tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah Quasy Exsperiment dengan pendekatan Non Equivalent Control Group yang telah dilaksanakan pada tanggal 19-26 Agustus 2018.Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita Artritis Gout di Wilayah Kerja Puskesmas Lubug Begalung Padang pada bulan Maret – Agustus 2018 dengan jumlah pasien 166 orang. Teknik Sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang penderita Artritis Gout yang mengkonsumsi obat.Data diolah secara komputerisasi dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan ujiT-test independent.Hasil penelitian didapatkan terdapat perbedaan rata-rata kadar asam urat pada kelompok kontrol pengukuran pretest adalah 8,370 mg/dL dan posttest 6,830 mg/dL, sedangkan padakelompok intervensi setelah diberikan jus sirsak rata-rata kadar asam urat pretest adalah 8,550 mg/dL dan posttest 5,680. Berdasarkan uji statistik didapatkan p Value = 0,000 (P ≤ 0,05) yang berarti ada pengaruh antara jus sirsak dan kadar asam urat.Disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian jus sirsak terhadap penurunan kadar kadar asam urat pada penderita Artritis Gout di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung padang tahun 2018. Hasil penelitian ini dapat memberi masukkan bagi Puskesmas Lubug Begalung Padang dalam memberikan terapi nonfarmakologi jus sirsak yang bermanfaat dalam menurunkan kadar asam urat pada penderita Artritis Gout.
Hubungan Beban Kerja Perawat Dengan Timbang Terima (Overan) Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Honesty Diana Morika
The Indonesian Journal of Health Science Vol 9, No 1 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v9i1.1257

Abstract

Beban kerja yang tinggi dapat berpengaruh terhadap terlaksananya proses timbang terima. Sehingga dapat mengakibatkan kesalahan dalam pelaksanaan tindakan keperawatan di rumah sakit semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Beban Kerja Perawat dengan Timbang Terima (Overan) Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang. Penelitian ini bersifat survey analitik dengan desain cross sectional study yang telah dilakukan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang pada 07 April sampai 10 April 2017. Populasi dalam penelitian perawat yang bekerja di ruang rawat inap Multazam, Zam-zam, AsSyafa dan AlMarwah, sebanyak 32 orang dengan teknik sampel adalah total sampling. Hasil penelitian didapatkan 14 (82.4%) timbang terima pasien terlihat kurang baik dikarenakan beban kerja perawat yang tinggi dibandingkan dengan 7 (46.7%) timbang terima pasien kurang baik namun memiliki beban kerja perawat yang rendah dan ada hubungan antara beban kerja perawat dengan timbang terima pasien (overan) di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang tahun 2017 (pvalue = 0.040). Disimpulkan bahwa ada hubungan beban kerja perawat dengan pelaksanaan timbang terima. Diharapkan kepada pihak rumah sakit dapat mengevaluasi pelaksanaan timbang terima pasien dan beban kerja masing-masing staf sehingga dalam penyampaian kondisi dan kebutuhan pasien dapat terlaksana dengan baik.Kata Kunci : Beban Kerja Perawat, Timbang Terima Pasien
EDUKASI CUCI TANGAN 6 LANGKAH PADA ANAK YANG DIRAWAT DI RUANG AKUT RSUP. Dr. M. DJAMIL PADANG Putri Minas Sari; Dini Suryani; Honesty Diana Morika; Eliza Arman; Ade Nurhasanah Amir; Indah Komala Sari
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1470

Abstract

Cuci tangan 6 langkah masih belum banyak diketahui dan dianggap sebagai hal sepele selama ini, banyak anak yang mencuci tangan hanya sebatas cuci tangan biasa. RSUP Dr. M.Djamil Padang merupakan rumah sakit rujukan dengan jumlah pasien yang begitu banyak, pertukaran bakteri dan kuman dapat amat sangat mudah terjadi. Sehingga bila anak dan orangtua tidak diberikan edukasi yang benar tentang cuci tangan 6 langkah maka akan memperburuk kondisi kesehatan selama dalam perawatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak dan orangtua tentang bahaya jika tidak cuci tangan dengan benar dan terhindar dari penyakit akibat kuman dan bakteri yang masuk dikarenakan tidak melakukan cuci tangan yang benar di Ruang  Akut RSUP. Dr. M. Djamil padang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi dengan penyajian yang mudah dimengerti, dalam upaya mendukung salah satu tindakan protokol kesehatan  selama pandemi covid 19 dan yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran anak akan pentingnya cuci tangan, terutama orangtua untuk dapat memantau anak dalam melakukan cuci tangan 6 langkah yang benar. Tingkat pengetahuan diukur dengan membandingkan pengetahuan anak dan orangtua tentang cuci tangan 6 langkah sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Hasil yang didapatkan adalah terjadi peningkatan pengetahuan anak dan ibu tentang tentang cuci tangan 6 langkah setelah dilakukan edukasi. Peserta tampak antusias, dan peserta dapat memahami cuci tangan 6 langkah dan mendemonstrasikan cuci tangan 6 langkah. Saran perlunya diadakan edukasi berkala di rumah sakit guna memberikan peningkatan kesehatan anak.Kata Kunci: Edukasi, Cuci tangan, 6 langkah 
PENATALAKSANAAN MANAJEMEN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI DI RUANG BEDAH RSUD MAYJEN H.A THALIB KOTA SUNGAI PENUH Ika Yulia Darma; Weni Sartiwi; Honesty Diana Morika; Meldafia Idaman; Silvi Zaimy
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1472

Abstract

Nyeri adalah ketidaknyamanan yang dapat disebabkan oleh efek dari penyakit-penyakit tertentu atau akibat cedera. Salah satu upaya untuk mnegurangi serta mengendalikan rasa nyeri yang dilrasakan pasien dengan penaltaksanaan manajemen nyeri berupa relaksasi nafas dalam.  Pengabdian masyarakat ini untuk menambah pengetahuan pasien maupun keluarga pasien terkait penatalaksanaan mananjemen nyeri dan dapat mengimplementasikan manajemen nyeri ini secara mandiri untuk menurunkan intensitas nyeri yang dirasakan oleh pasien dan bagi keluarga pasien, dapat membantu dan membimbing pasien dalam mengimplementasikan manajemen nyeri. Metode yang digunakan adalah dengan ceramah, simulasi dan diskusi serta kuesioner dengan 24 orang pasien dan keluarga pasien di ruang rawat inap bangsal bedah RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga dalam manajemen nyeri. Diharapkan dapat mengimplementasikan manajemen nyeri teknik relaksasi nafas dalam dalam mengurangi rasa nyeri yang dirasakan pasien.Kata Kunci: Penyuluhan, Manajemen Nyeri, Post operasi
EDUKASI CUCI TANGAN 6 LANGKAH PADA ANAK YANG DIRAWAT DI RUANG AKUT RSUP. Dr. M. DJAMIL PADANG Putri Minas Sari; Dini Suryani; Honesty Diana Morika
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1469

Abstract

Cuci tangan 6 langkah masih belum banyak diketahui dan dianggap sebagai hal sepele selama ini, banyak anak yang mencuci tangan hanya sebatas cuci tangan biasa. RSUP Dr. M.Djamil Padang merupakan rumah sakit rujukan dengan jumlah pasien yang begitu banyak, pertukaran bakteri dan kuman dapat amat sangat mudah terjadi. Sehingga bila anak dan orangtua tidak diberikan edukasi yang benar tentang cuci tangan 6 langkah maka akan memperburuk kondisi kesehatan selama dalam perawatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak dan orangtua tentang bahaya jika tidak cuci tangan dengan benar dan terhindar dari penyakit akibat kuman dan bakteri yang masuk dikarenakan tidak melakukan cuci tangan yang benar di Ruang  Akut RSUP. Dr. M. Djamil padang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi dengan penyajian yang mudah dimengerti, dalam upaya mendukung salah satu tindakan protokol kesehatan  selama pandemi covid 19 dan yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran anak akan pentingnya cuci tangan, terutama orangtua untuk dapat memantau anak dalam melakukan cuci tangan 6 langkah yang benar. Tingkat pengetahuan diukur dengan membandingkan pengetahuan anak dan orangtua tentang cuci tangan 6 langkah sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Hasil yang didapatkan adalah terjadi peningkatan pengetahuan anak dan ibu tentang tentang cuci tangan 6 langkah setelah dilakukan edukasi. Peserta tampak antusias, dan peserta dapat memahami cuci tangan 6 langkah dan mendemonstrasikan cuci tangan 6 langkah. Saran perlunya diadakan edukasi berkala di rumah sakit guna memberikan peningkatan kesehatan anak.Kata Kunci: Edukasi, Cuci tangan, 6 langkah 
HUBUNGAN ADIKSI GAME ONLINE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI SMPN 1 LUBUK ALUNG Veolina Irman; Honesty Diana Morika
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 2 (2022): November 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i2.1732

Abstract

Internet dapat memberi pengaruh negatif bagi remaja, salah satunya adalah game online. Fenomena games online menyebabkan remaja menjadi kecanduan atau kebiasaan terhadap permainan tersebut, sehingga menyebabkan pola tidur terganggu, ketiduran didalam kelas, terlambat ke sekolah dan mengalami penurunan prestasi akademik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kebiasaan bermain games online dengan kualitas tidur remaja pada kelas VII dan VIII di SMPN 1 Lubuk Alung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian deskriptif analitik melalui pendekatan crosssectional study. Populasinya semua remaja di SMPN 1 Lubuk Alung tahun 2022 berjumlah di 518 orang. Sampelnya berjumlah 130 orang. Teknik sampling menggunakan accidental sampling.Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data editing, coding, scoring, tabulating dan analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian lebih dari separuh (60,0%) kebiasaan bermain games online adalah berjumlah 78 orang, dan (56,9%) kualitas tidur remaja adalah buruk berjumlah 74 orang. Berdasarkan uji chi-square menunjukkan bahwa nilai signifikansi (r) = 0,000 <a (0,05), sehingga H1 diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan kebiasaan bermain games online dengan kualitas tidur remaja pada kelas VII dan VIII X di SMPN 1 Lubuk Alung. Kepada penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor lainnya yang mempengaruhi kualitas tidur pada remaja.Kata kunci : Games online, Kualitas tidur, Remaja 
DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN GUNUNG SARIAK Siska Sakti Angraini; Honesty Diana Morika; Vino Rika Nofia; Rhona Sandra
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1807

Abstract

ABSTRAK Kelurahan Gunung Sarik merupakan daerah wilayah kerja Puskesmas Belimbing. Dimana di wilyah kerja ini terdiri dari 17 desa yang terdapat penderita DM tipe II. Kelurahan gunung sariak memiliki jumlah  penderita  DM tipe  II terbanyak  terlihat  dari jumlah kunjungannya yaitu 93 orang. Peningkatan kasus DM tipe II paling banyak  dialami  oleh penduduk  di  dunia yang disebabkan oleh terganggunya sekresi insulin dan resistensi insulin. Faktor yang terkait dengan  risiko diabetes adalah memiliki riwayat penyakit kardiovaskuler seperti stroke, PJK, atau PAD (Peripheral Arterial Diseases), konsumsi alkohol, faktor stress, kebiasan merokok, jenis kelamin, konsumsi kafein, dan pengetahuan rendah tentang pengelolaan Diabetes Melitus. Tujuan dari kegiatan pengabmas ini adalah Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan diabetes melitus dengan membentuk perawatan   secara   mandiri   untuk  mempertahankan  kesehatan  dan  kesejahteraan. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan pada masyarakat yang menderita DM tipe II di kelurahan Gunung Sariak. Waktu pelaksanaan edukasi hanya 1 hari di bulan Desember 2022. Hasil dari pengabmas ini diperoleh dari 16 penderita DM tipe II terdapat hampir semua mengerti dan mengetahui cara pencegahan dan Penangaann Penyakit DM yaitu 16 orang (80%).  Berdasarkan hasil kegiatan tersebut yang telah dilakukan, ternyata Diabetes   Self   Management   Education (DSME) sangatlah penting untuk membantu orang dengan pre-diabetes atau diabetes dalam menerapkan dan mempertahankan perilaku yang diperlukan untuk mengelola kondisi secara terus menerus didalam atau diluar dengan tujuan dapat menunda terjadinya komplikasi. Disarankan hasil dari kegiatan ini sebagai acuan bagi petugas kesehatan di Puskesmas Belimbing dan dapat dilaksanakan ke sasaran masyarakat dalam memberikan bantuan kepada pasien dalam bentuk Supportive-Educative dalam memberikan pendidikan  kesehatan agar pasien   mampu   melakukan   perawatan   secara   mandiri   sehingga   tercapai kemampuan  untuk  mempertahankan  kesehatan  dan  kesejahteraannya.Kata kunci: Diabetes self management education, DM tipe II                                                                                                                    ABSTRACTGunung Sarik Village is the working area of the Belimbing Health Center. Where in this working area there are 17 villages that have type II DM sufferers. Gunung Sariak Village has the highest number of type II DM sufferers, as seen from the number of visits, namely 93 people. The increase in cases of type II DM is most experienced by the world's population which is caused by impaired insulin secretion and insulin resistance. Factors associated with diabetes risk are having a history of cardiovascular disease such as stroke, CHD, or PAD (Peripheral Arterial Diseases), alcohol consumption, stress factors, smoking habits, gender, caffeine consumption, and low knowledge about the management of Diabetes Mellitus. The purpose of this community service activity is to increase knowledge about the prevention of diabetes mellitus by forming independent treatments to maintain health and well-being. The method of implementing this activity is by providing health education to people who suffer from type II DM in the Gunung Sariak sub-district. The time for implementing the education was only 1 day in December 2022. The results of this community service were obtained from 16 type II DM sufferers, almost all of whom understood and knew how to prevent and treat DM disease, namely 16 people (80%). Based on the results of these activities that have been carried out, it turns out that Diabetes Self Management Education (DSME) is very important to help people with pre-diabetes or diabetes in implementing and maintaining the behaviors needed to manage the condition continuously inside or outside with the aim of delaying the occurrence of complications. It is recommended that the results of this activity serve as a reference for health workers at the Belimbing Health Center and can be implemented to target the community in providing assistance to patients in the form of Supportive-Educative in providing health education so that patients are able to carry out care independently so as to achieve the ability to maintain their health and well-being.Keyword : Diabetes self management education, DM tipe II