Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

SOSIALISASI MITIGASI DAN GEMPA BUMI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELIMBING Vino Rika Nofia; Honesty Diana Morika; Siska Sakti Anggraini; Andika Herlina
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1858

Abstract

Kelurahan Gunung Sarik merupakan daerah wilayah kerja Puskesmas Belimbing. Dimana di wilyah kerja initerdiri dari 17 desa yang didominasi oleh penduduk pribumi. Stimulasi mitigasi bencana gempa bumimerupakan suatu usaha untuk meminimalkan dampak buruk dari bencana gempa bumi melalui kegiatan-kegiatan yang terencana dan berkelanjutan. Abstrak ini akan membahas tentang stimulasi mitigasi bencanagempa bumi, termasuk upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapanmasyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam rangkastimulasi mitigasi bencana gempa bumi antara lain adalah pembangunan gedung-gedung yang tahan gempa,penyediaan informasi yang akurat tentang gempa bumi, pembentukan kelompok-kelompok tanggap bencana,dan pelatihan keterampilan dalam penanganan bencana.Pembangunan gedung-gedung yang tahan gempamerupakan salah satu upaya penting dalam mitigasi bencana gempa bumi, karena dapat mengurangi risikokehancuran bangunan dan kerugian manusia akibat gempa bumi. Selain itu, penyediaan informasi yang akurattentang gempa bumi dan pembentukan kelompok-kelompok tanggap bencana dapat membantu masyarakatuntuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan mereka dalam menghadapi bencana gempa bumi. Pelatihanketerampilan dalam penanganan bencana juga penting dilakukan, sehingga masyarakat dapat memilikiketerampilan dasar untuk bertindak dengan cepat dan efektif dalam situasi darurat. Upaya-upaya ini dapatdilakukan secara terencana dan berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat memiliki kesiapan dan ketahananyang baik dalam menghadapi bencana gempa bumi. Dalam keseluruhan, stimulasi mitigasi bencana gempabumi merupakan suatu upaya penting untuk meminimalkan dampak buruk dari bencana gempa bumi. Denganupaya-upaya yang terencana dan berkelanjutan, masyarakat dapat memiliki kesadaran dan kesiapan yang baikdalam menghadapi bencana gempa bumi, sehingga kerugian manusia dan kerusakan bangunan dapatdiminimalkan.Kata kunci: simulasi bencana, gempa
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN KUNYIT (CURCUMIN) ASAM (TAMARINDUS INDICA)TERHADAP INTESITAS NYERI HAID (DISMINORE) PADA SISWI MAN 2 PADANG Indah Komala Sari; Honesty Diana Morika
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1859

Abstract

Disminore adalah nyeri yang dirasakan dengan gejala kompleks berupa kram bagian bawahyang menjalar ke punggung atau ke kaki. Nyeri haid (disminore) dapat mengganggu aktivitasremaja dan menjadi pengganggu selama aktivitas belajar. Hal ini dapat menyebabkan prosesbelajar terganggu. Saat siswi mengalami nyeri haid (disminore), biasanya mereka ada yang tetapmengikuti pelajaran tetapi mereka tidak berkonsentarsi dan juga ada yang meminta izin pergi keUKS untuk beristirahat. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri haid (disminore) yaitu denganpemberian air rebusan kunyit asam. Kegiatan pengambas dilaksanakan pada tanggal 9 s.d 11Maret 2023, tempat pelaksanaannya di Sekolah MAN 2 Padang. Peserta yang menjadiresponden sebanyak 16 orang siswi kelas X. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut terjadinyaberbedaan nyeri haid yang dirasakan siswi setelah meminum air rebusan kunyit asam.Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan oleh sekolah MAN 2 Padanguntuk lebih mengoptimalkan dalam upaya meningktakan pengetahuan tentang penurunan nyerihaid serta bagi siwi yang nyeri (disminore) disarankan untuk meminum kunyit asam.Kata Kunci: Kunyit, Asam Jawa, Nyeri,
HUBUNGAN UMUR IBU, PARITAS DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RS BHAYANGKARA PADANG Siti Aisyah Nur; Indah Komala Sari; Honesty Diana Morika
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.2051

Abstract

BBLR memberikan kontribusi substansial untuk mortalitas dan morbiditas neonatal, bayi, dan anak. Jumlah bayi lahir dengan BBLR sekitar 0,53% dari 87.362 ibu hamil yang melahirkan bayi hidup di 23 Kabupaten yang ada di Provinsi Sumbar Bayi. Tujuan penelitian untuk Mengetahui Hubungan Umur, Paritas dan Jarak Kehamilan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RS Bhayangkara Padang tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan studi kasus control (case control study) dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dilakukan pada 10-15 Oktober Oktober 2021 di RS Bhayabgkara Padang. Analisa data dengan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji Chi-Square. Dari hasil penelitian didapatkan kejadian BBLR (50%), umur ibu beresiko (34,9%), paritas beresiko (62,5%) jarak kehamilan tidak iedal (39,6%). Ada hubungan umur ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RS Bhayangkara Padang tahun 2021 (p = 0,000). Ada hubungan Paritas dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RS Bhayangkara Padang tahun 2021 (p=0,000). Ada hbungan Jarak Kehamilan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RS Bhayangkara Padang tahun 2021 (p=0,012). Saran untuk Pelayanan kesehatan lebih ditingkatkan terutama dalam masa pandemi dalam merawat ibu hamil dan bersalin serta memberikan informasi yang baik untuk menghindari resiko atau komplikasi selama kehamilan dan persalinan nantinya.Kata Kunci : Umur Ibu, Paritas, Jarak Kehamilan dan Kejadian BBLR 
HUBUNGAN DIABETES MELITUS DENGAN KADAR KREATININ DAN HEMOGLOBIN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DIRUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT TK. III DR. REKSODIWIRYO PADANG Siska Sakti Anggraini; Honesty Diana Morika; Vino Rika Nofia; Dian Dwiana Maydinar
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2569

Abstract

Prevalensi diabetes mellitus di Sumatera Barat pada tahun 2021 yaitu sebesar 1,8%, lebih tinggi dari tahun 2017 yaitu 1,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan diabetes mellitus dengan kadar kreatinin dan  hemoglobin pada pasien  chronic kidney disease (ckd) di ruang Hemodialisa  Rumah Sakit TK. III dr. Reksodiwiryo Padang.  Metode penelitian  ini menggunakan  metode deskriptif analitik  dengan  desain pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Tk. III dr. Reksodwiryo Padang pada tanggal 12-14 September 2023. Populasi pada penelitian ini seluruh pasien chronic kidney disease sebanyak 120 orang dan sampel 54 orang. Teknik pengambilan sampel Studi Dokumentasi. Analisa data dilakukan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil uji statistik terdapat (62,3%) memiliki kadar kreatinin tidak normal, (61,1%) memiliki kadar Hemoglobin tidak normal, (38.9%) mengalami penyakit diabetes melitus, terdapat hubungan antara diabetes melitus dengan kadar kreatinin (p value = 0,015), dan terdapat hubungan antara diabetes melitus dengan kadar hemoglobin (p value = 0,112). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan diabetes melitus dengan kadar kreatinin dan hemoglobin pada pasien chronic kidney disease. Saran diharapkan agar perawat lebih menambah wawasan tentang hubungan diabetes melitus dengan kadar kreatinin dan hemoglobin yang sangat berpengaruh dengan pasien dalam kesehatan.Kata kunci : Diabetes Melitus, Kadar Kreatinin, Hemoglobin, Chronic Kidney Disease dan   Hemodialisa.
PENYULUHAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MELALUI KEGIATAN MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Ade Nurhasanah Amir; Honesty Diana Morika; Rikayoni Rikayoni
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2731

Abstract

Hands are the main medium for transmitting disease-causing germs due to the lack of hand washing habits. Children are the highest sufferers of diarrhea and respiratory diseases, which often lead to death. Soap has reached almost all households in Indonesia, but only about 3% use soap every year. On average, 100,000 children in Indonesia die from diarrhea. The child mortality rate in Indonesia reaches 32 per 1,000 live births. The death rate is almost 19% due to diarrhea. The behavior of the Indonesian people towards the 5 important times of washing hands with soap (CTPS) can be influenced by the level of knowledge. The goal is to increase knowledge and be able to demonstrate hand hygiene exercises on. The impact of the lack of knowledge and understanding of Clean and Healthy Behavior (PHBS) by washing hands is one of the factors causing the high spread of infectious diseases such as diarrhea, dengue, worms and others. The benefits of introducing PHBS from an early age will affect children's behavior, namely building awareness in children. The method used is to provide direct counseling and training to the general public and children in particular by learning to play while learning. The results obtained were that outreach and training activities went well and participants actively participated in extension and training activities to completion. Extension and training are carried out interactively between the resource persons and the training participants. The conclusion from community service activities can run well and smoothly. Participants are enthusiastic and can work together wellKeywords: Counseling, Demonstration, Hand Hygiene
PENGARUH AROMATERAPI PEPPERMINT TERHADAP KENYAMANAN DAN PENGENDALIAN GEJALA PADA ANAK AKIBAT KEMOTERAPI Indah Komala Sari; Honesty Diana Morika; Ade Nurhasanah Amir; Vino Rika Nofia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30702

Abstract

Mual dan muntah pasca kemoterapi (chemotherapy-induced nausea and vomiting/CINV) merupakan salah satu efek samping paling sering dialami oleh anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut (ALL). Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup anak, tetapi juga berpotensi mengganggu kepatuhan terhadap pengobatan, sehingga berdampak pada keberhasilan terapi secara keseluruhan. Berbagai pendekatan farmakologis telah digunakan untuk mengatasi CINV, namun belum sepenuhnya efektif. Oleh karena itu, intervensi non-farmakologis seperti aromaterapi peppermint (Mentha piperita) menjadi alternatif yang menjanjikan karena sifatnya yang aman, murah, dan mudah diakses. Meskipun demikian, bukti ilmiah terkait efektivitasnya pada populasi anak masih terbatas, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan tersebut.Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis efektivitas aromaterapi peppermint dalam menurunkan intensitas mual dan frekuensi muntah pada anak ALL pasca kemoterapi. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental pretest–posttest control group dengan total sampel 30 anak, dibagi dalam kelompok intervensi (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Intervensi diberikan berupa inhalasi aromaterapi peppermint (2 tetes, 10 menit, 2 kali sehari) selama lima hari pasca kemoterapi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur mual adalah Pediatric Nausea Assessment Tool (PeNAT) dan Visual Analog Scale (VAS), sementara frekuensi muntah dihitung berdasarkan catatan klinis harian. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent t-test.Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada kelompok intervensi. Skor mual turun dari 6,20 ± 1,05 menjadi 3,10 ± 0,98 (p=0,001), sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (p=0,072). Frekuensi muntah juga menurun dari 3,00 ± 1,00 kali/hari menjadi 1,20 ± 0,77 kali/hari (p=0,002), berbeda signifikan dibandingkan kontrol (p=0,006). Temuan ini menegaskan bahwa aromaterapi peppermint efektif mengurangi CINV pada anak ALL pasca kemoterapi.Luaran penelitian berupa bukti ilmiah efektivitas aromaterapi peppermint, penyusunan protokol standar yang akan diajukan sebagai HAKI, artikel ilmiah untuk jurnal nasional terakreditasi Sinta 3, serta bahan edukasi bagi tenaga kesehatan dan keluarga pasien. Hasil penelitian diharapkan memberi kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup pasien kanker anak sekaligus menjadi dasar pengembangan terapi adjuvan non-farmakologis di IndonesiaKata Kunci : aromaterapi peppermint; mual dan muntah; leukemia limfoblastik akut; pasca kemoterapi; intervensi non-farmakologis
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA LANSIA HIPERTENSI Siska Sakti Angraini; Vino Rika Nofia; Honesty Diana Morika; Engla Sulistia; Anggelina Effendi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3259

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang membutuhkan pengobatan seumur hidup. Salah satu faktor dari keberhasilan pengobatan pasien hipertensi adalah kepatuhan penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi melalui dukungan keluarga berupa dukungan informasional, dukungan penilaian, dukungan instrumental dan dukungan emosional, lansia yang mendapatkan berbagai macam dukungan dari anggota keluarga lebih memungkinkan untuk patuh dalam menjalani terapi minum obat sehingga dapat lebih mengendalikan hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Pukesmas Andalas Padang Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional studi. Populasinya yaitu lansia penderita hipertensi di Pukesmas Andalas Padang tahun 2025 berjumlah 286 orang. Sampelnya berjumlah 74 orang lansia penderita hipertensi. Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Hasil penelitian dari 74 responden lansia penderita hipertensi, 31 responden (41.9%) mendapatkan dukungan keluarga yang cukup, dan 34 responden (45.9%) mendapatkan kepatuhan minum obat anti hipertensi yang rendah. Berdasarkan uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p-value 0,000 (p ≤ 0,05) yang menunjukan ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di Puskesmas Andalas Padang. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan lansia penderita hipertensi dalam minum obat antihipertensi. Disarankan Bagi pelayanan kesehatan yaitu Petugas Kesehatan di Puskesmas Andalas Padang, agar dapat meningkatkan pelayanan serta memberikan informasi berupa lefleat kepada keluarga yang memiliki lansia dengan hipertensi dan juga kepada lansia penderita hipertensi tentang pentingnya kepatuhan atau ketaatan dalam mengkonsumsi obat hipertensi.Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Lansia Hipertensi
EFEKTIVITAS TEKNIK ACTIVE CYCLE OF BREATHING KOMBINASI POSTURAL DRAINAGE TERHADAP SATURASI OKSIGEN DAN CLEARANCE SPUTUM TB PARU MULTI DRUG RESISTANT Novita Amri; Siska Sakti Anggraini; Honesty Diana Morika
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30667

Abstract

Tuberkulosis Paru Multi Drug Resistant (MDR-TB) merupakan salah satu tantangan kesehatan global dengan tingkat mortalitas yang tinggi dan terapi yang kompleks. Pasien MDR-TB kerap mengalami hipoksemia akibat gangguan pertukaran gas serta retensi sputum yang berisiko menimbulkan komplikasi berupa atelektasis dan perburukan fungsi paru. Kondisi ini membutuhkan intervensi tambahan selain pengobatan farmakologis. Teknik Active Cycle of Breathing (ACBT) dan Postural Drainage (PD) secara teoritis mampu meningkatkan saturasi oksigen dan memperbaiki clearance sputum, namun bukti empiris mengenai efektivitasnya pada pasien MDR-TB masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengisi gap pengetahuan tersebut sekaligus mengeksplorasi intervensi fisioterapi yang sederhana dan terjangkau sebagai terapi adjuvan dalam tatalaksana MDR-TB.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi ACBT dan PD dalam meningkatkan saturasi oksigen serta clearance sputum pada pasien MDR-TB. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan rancangan pretest–posttest control group. Sebanyak 30 pasien MDR-TB direkrut sebagai sampel penelitian dan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (n=15) yang mendapatkan terapi ACBT + PD dan kelompok kontrol (n=15) yang hanya memperoleh perawatan standar. Intervensi diberikan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Saturasi oksigen diukur menggunakan pulse oximeter, sedangkan clearance sputum dievaluasi berdasarkan volume dan karakteristik sputum. Analisis data dilakukan dengan paired t-test untuk melihat perbedaan intrakelompok dan independent t-test untuk membandingkan hasil antar kelompok.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata saturasi oksigen pada kelompok intervensi meningkat signifikan dari 91,80% ± 3,25 menjadi 95,60% ± 2,80 (p=0,018), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna dengan nilai rata-rata 91,40% ± 3,10. Pada aspek clearance sputum, kelompok intervensi mengalami peningkatan volume dari 8,90 ± 2,20 ml menjadi 15,70 ± 3,05 ml (p=0,007), sedangkan kelompok kontrol tetap relatif stabil yaitu 9,10 ± 2,30 ml. Analisis bivariat menegaskan bahwa terdapat perbedaan bermakna baik pada saturasi oksigen maupun volume sputum antara kelompok intervensi dan kontrol.Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ACBT dan PD terbukti efektif dalam meningkatkan oksigenasi serta memperbaiki clearance sputum pada pasien TB paru MDR.Kata Kunci : Active Cycle of Breathing; Postural Drainage; MDR-TB; saturasi oksigen; clearance sputum ABSTRACTMultidrug-resistant pulmonary tuberculosis (MDR-TB) remains a major global health challenge with high mortality rates and complex treatment regimens. Patients with MDR-TB often experience hypoxemia due to impaired gas exchange and sputum retention, which may lead to complications such as atelectasis and further deterioration of lung function. These conditions require adjunctive interventions in addition to pharmacological therapy. The Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) and Postural Drainage (PD) are theoretically capable of improving oxygen saturation and enhancing sputum clearance; however, empirical evidence regarding their effectiveness in MDR-TB patients remains limited. Therefore, this study is important to address the existing knowledge gap and explore simple, affordable physiotherapy interventions as adjuvant therapy in the management of MDR-TB.This study aimed to analyze the effectiveness of combining ACBT and PD in improving oxygen saturation and sputum clearance in MDR-TB patients. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was employed. A total of 30 MDR-TB patients were recruited and divided into two groups: the intervention group (n=15), which received ACBT + PD therapy, and the control group (n=15), which received standard care only. The intervention was administered for four weeks with a frequency of three sessions per week. Oxygen saturation was measured using a pulse oximeter, while sputum clearance was evaluated based on volume and characteristics. Data analysis was conducted using paired t-tests for intragroup comparisons and independent t-tests for intergroup comparisons.The results showed that the mean oxygen saturation in the intervention group significantly increased from 91.80% ± 3.25 to 95.60% ± 2.80 (p=0.018), while the control group showed no significant changes with a mean value of 91.40% ± 3.10. In terms of sputum clearance, the intervention group experienced a significant increase in sputum volume from 8.90 ± 2.20 ml to 15.70 ± 3.05 ml (p=0.007), whereas the control group remained relatively stable at 9.10 ± 2.30 ml. Bivariate analysis confirmed significant differences between the intervention and control groups in both oxygen saturation and sputum volume.In conclusion, the combination of ACBT and PD is proven effective in improving oxygenation and enhancing sputum clearance among patients with MDR pulmonary tuberculosis.Keywords: Active Cycle of Breathing; Postural Drainage; MDR-TB; oxygen saturation; sputum clearance