Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

SOSIALISASI MITIGASI DAN GEMPA BUMI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELIMBING Vino Rika Nofia; Honesty Diana Morika; Siska Sakti Anggraini; Andika Herlina
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1858

Abstract

Kelurahan Gunung Sarik merupakan daerah wilayah kerja Puskesmas Belimbing. Dimana di wilyah kerja initerdiri dari 17 desa yang didominasi oleh penduduk pribumi. Stimulasi mitigasi bencana gempa bumimerupakan suatu usaha untuk meminimalkan dampak buruk dari bencana gempa bumi melalui kegiatan-kegiatan yang terencana dan berkelanjutan. Abstrak ini akan membahas tentang stimulasi mitigasi bencanagempa bumi, termasuk upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapanmasyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam rangkastimulasi mitigasi bencana gempa bumi antara lain adalah pembangunan gedung-gedung yang tahan gempa,penyediaan informasi yang akurat tentang gempa bumi, pembentukan kelompok-kelompok tanggap bencana,dan pelatihan keterampilan dalam penanganan bencana.Pembangunan gedung-gedung yang tahan gempamerupakan salah satu upaya penting dalam mitigasi bencana gempa bumi, karena dapat mengurangi risikokehancuran bangunan dan kerugian manusia akibat gempa bumi. Selain itu, penyediaan informasi yang akurattentang gempa bumi dan pembentukan kelompok-kelompok tanggap bencana dapat membantu masyarakatuntuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan mereka dalam menghadapi bencana gempa bumi. Pelatihanketerampilan dalam penanganan bencana juga penting dilakukan, sehingga masyarakat dapat memilikiketerampilan dasar untuk bertindak dengan cepat dan efektif dalam situasi darurat. Upaya-upaya ini dapatdilakukan secara terencana dan berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat memiliki kesiapan dan ketahananyang baik dalam menghadapi bencana gempa bumi. Dalam keseluruhan, stimulasi mitigasi bencana gempabumi merupakan suatu upaya penting untuk meminimalkan dampak buruk dari bencana gempa bumi. Denganupaya-upaya yang terencana dan berkelanjutan, masyarakat dapat memiliki kesadaran dan kesiapan yang baikdalam menghadapi bencana gempa bumi, sehingga kerugian manusia dan kerusakan bangunan dapatdiminimalkan.Kata kunci: simulasi bencana, gempa
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN KUNYIT (CURCUMIN) ASAM (TAMARINDUS INDICA)TERHADAP INTESITAS NYERI HAID (DISMINORE) PADA SISWI MAN 2 PADANG Indah Komala Sari; Honesty Diana Morika
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1859

Abstract

Disminore adalah nyeri yang dirasakan dengan gejala kompleks berupa kram bagian bawahyang menjalar ke punggung atau ke kaki. Nyeri haid (disminore) dapat mengganggu aktivitasremaja dan menjadi pengganggu selama aktivitas belajar. Hal ini dapat menyebabkan prosesbelajar terganggu. Saat siswi mengalami nyeri haid (disminore), biasanya mereka ada yang tetapmengikuti pelajaran tetapi mereka tidak berkonsentarsi dan juga ada yang meminta izin pergi keUKS untuk beristirahat. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri haid (disminore) yaitu denganpemberian air rebusan kunyit asam. Kegiatan pengambas dilaksanakan pada tanggal 9 s.d 11Maret 2023, tempat pelaksanaannya di Sekolah MAN 2 Padang. Peserta yang menjadiresponden sebanyak 16 orang siswi kelas X. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut terjadinyaberbedaan nyeri haid yang dirasakan siswi setelah meminum air rebusan kunyit asam.Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan oleh sekolah MAN 2 Padanguntuk lebih mengoptimalkan dalam upaya meningktakan pengetahuan tentang penurunan nyerihaid serta bagi siwi yang nyeri (disminore) disarankan untuk meminum kunyit asam.Kata Kunci: Kunyit, Asam Jawa, Nyeri,
HUBUNGAN UMUR IBU, PARITAS DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RS BHAYANGKARA PADANG Siti Aisyah Nur; Indah Komala Sari; Honesty Diana Morika
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.2051

Abstract

BBLR memberikan kontribusi substansial untuk mortalitas dan morbiditas neonatal, bayi, dan anak. Jumlah bayi lahir dengan BBLR sekitar 0,53% dari 87.362 ibu hamil yang melahirkan bayi hidup di 23 Kabupaten yang ada di Provinsi Sumbar Bayi. Tujuan penelitian untuk Mengetahui Hubungan Umur, Paritas dan Jarak Kehamilan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RS Bhayangkara Padang tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan studi kasus control (case control study) dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dilakukan pada 10-15 Oktober Oktober 2021 di RS Bhayabgkara Padang. Analisa data dengan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji Chi-Square. Dari hasil penelitian didapatkan kejadian BBLR (50%), umur ibu beresiko (34,9%), paritas beresiko (62,5%) jarak kehamilan tidak iedal (39,6%). Ada hubungan umur ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RS Bhayangkara Padang tahun 2021 (p = 0,000). Ada hubungan Paritas dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RS Bhayangkara Padang tahun 2021 (p=0,000). Ada hbungan Jarak Kehamilan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RS Bhayangkara Padang tahun 2021 (p=0,012). Saran untuk Pelayanan kesehatan lebih ditingkatkan terutama dalam masa pandemi dalam merawat ibu hamil dan bersalin serta memberikan informasi yang baik untuk menghindari resiko atau komplikasi selama kehamilan dan persalinan nantinya.Kata Kunci : Umur Ibu, Paritas, Jarak Kehamilan dan Kejadian BBLR 
HUBUNGAN DIABETES MELITUS DENGAN KADAR KREATININ DAN HEMOGLOBIN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DIRUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT TK. III DR. REKSODIWIRYO PADANG Siska Sakti Anggraini; Honesty Diana Morika; Vino Rika Nofia; Dian Dwiana Maydinar
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2569

Abstract

Prevalensi diabetes mellitus di Sumatera Barat pada tahun 2021 yaitu sebesar 1,8%, lebih tinggi dari tahun 2017 yaitu 1,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan diabetes mellitus dengan kadar kreatinin dan  hemoglobin pada pasien  chronic kidney disease (ckd) di ruang Hemodialisa  Rumah Sakit TK. III dr. Reksodiwiryo Padang.  Metode penelitian  ini menggunakan  metode deskriptif analitik  dengan  desain pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Tk. III dr. Reksodwiryo Padang pada tanggal 12-14 September 2023. Populasi pada penelitian ini seluruh pasien chronic kidney disease sebanyak 120 orang dan sampel 54 orang. Teknik pengambilan sampel Studi Dokumentasi. Analisa data dilakukan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil uji statistik terdapat (62,3%) memiliki kadar kreatinin tidak normal, (61,1%) memiliki kadar Hemoglobin tidak normal, (38.9%) mengalami penyakit diabetes melitus, terdapat hubungan antara diabetes melitus dengan kadar kreatinin (p value = 0,015), dan terdapat hubungan antara diabetes melitus dengan kadar hemoglobin (p value = 0,112). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan diabetes melitus dengan kadar kreatinin dan hemoglobin pada pasien chronic kidney disease. Saran diharapkan agar perawat lebih menambah wawasan tentang hubungan diabetes melitus dengan kadar kreatinin dan hemoglobin yang sangat berpengaruh dengan pasien dalam kesehatan.Kata kunci : Diabetes Melitus, Kadar Kreatinin, Hemoglobin, Chronic Kidney Disease dan   Hemodialisa.
PENYULUHAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MELALUI KEGIATAN MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Ade Nurhasanah Amir; Honesty Diana Morika; Rikayoni Rikayoni
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2731

Abstract

Hands are the main medium for transmitting disease-causing germs due to the lack of hand washing habits. Children are the highest sufferers of diarrhea and respiratory diseases, which often lead to death. Soap has reached almost all households in Indonesia, but only about 3% use soap every year. On average, 100,000 children in Indonesia die from diarrhea. The child mortality rate in Indonesia reaches 32 per 1,000 live births. The death rate is almost 19% due to diarrhea. The behavior of the Indonesian people towards the 5 important times of washing hands with soap (CTPS) can be influenced by the level of knowledge. The goal is to increase knowledge and be able to demonstrate hand hygiene exercises on. The impact of the lack of knowledge and understanding of Clean and Healthy Behavior (PHBS) by washing hands is one of the factors causing the high spread of infectious diseases such as diarrhea, dengue, worms and others. The benefits of introducing PHBS from an early age will affect children's behavior, namely building awareness in children. The method used is to provide direct counseling and training to the general public and children in particular by learning to play while learning. The results obtained were that outreach and training activities went well and participants actively participated in extension and training activities to completion. Extension and training are carried out interactively between the resource persons and the training participants. The conclusion from community service activities can run well and smoothly. Participants are enthusiastic and can work together wellKeywords: Counseling, Demonstration, Hand Hygiene