Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agroteksos

KARAKTERISTIK DAN ANALISIS FINANSIAL USAHATANI TOMAT DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Dudi Septiadi; Andi Iva Mundiyah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.873 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i3.711

Abstract

Tomat merupakan jenis komoditas hortikultura dengan tingkat harga yang terus berfluktuasi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk; 1) mendeskripsikan karakteristik usahatani tomat di Kabupaten Lombok Timur; 2) menganalisis tingkat pendapatan petani tomat di Kabupaten Lombok Timur; 3). Menganalisis tingkat kelayakan finansial usahatani tomat di Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi lapangan dengan pendekatan kualitatif - deskriptif. Jumlah responden pada penelitian ini adalah petani tomat sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu teknik survey dan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatni tomat di Kabupaten Lombok Timur diusahakan oleh petani dengan rata-rata usia produktif dengan pengalaman usahatani yang cukup lama, akan tetapi memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan memiliki rata-rata luas areal panen tomat yang juga rendah (0,16 hektar). Berdasarkan analisis finansial, usahatani tomat di Kabupaten Lombok Timur dinyatakan memperoleh keuntungan, karena total nilai penerimaan lebih tinggi dibandingkan dengan total biaya broduksi. Berdasarkan analisis R/C ratio, usahatani tomat di Kabupaten Lombok Timur layak untuk diusahakan, karena nilai R/C ratio sebesar 3,3> 1 (kategori layak diusahakan).
INVESTIGASI STRATEGI PEMASARAN DENGAN PENDEKATAN SWOT PADA USAHA TANAMAN HIAS UD YUKA GARDEN KOTA MATARAM waridatun nisa; dudi septiadi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v32i2.738

Abstract

Setiap pebisnis tanaman hias dalam menghadapi banyaknya persaingan harus mempunyai strategi pemasaran untuk mempertahankan bisnis nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal di UD Yuka Garden Lingkar Selatan Kota Mataram.Penelitian ini dilaksanakan di Kota Mataram pada bulan Maret-Juni 2022. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Strengths Weaknesses Opportunities Threats (SWOT). Hasil penelitian menunjukan berdasarkan Matrik Grand Strategy, UD Yuka Garden terletak pada kuardan I dengan nilai sumbu X sebesar 1,558 dan sumbu Y sebesar 2,225 yang artinya strategi pemasaran UD Yuka Graden menggunakan strategi Agresif SO. Strategi Agresif SO (Strength Oportunities), pada matrix SWOT merupakan strategi yang menggunakan kekuatan pada faktor internal dengan memanfaatkan peluang untuk menghindari ancaman pada eksternal
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADI SEMI ORGANIK DAN NON ORGANIK DI KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Wizatul Ika Wulandari; Tajidan Tajidan; Dudi Septiadi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v32i3.756

Abstract

This study aims to: (1) determine the income of semi-organic and non-organic rice farming systems in Pringgasela District, East Lombok Regency (2) analyze the feasibility of semi-organic and non-organic rice farming systems in Pringgasela District, East Lombok Regency. The results of the study show that: (1) There are differences in income in rice farming activities, where the income of farming using a semi-organic system is Rp. 20,446,865 per hectare; (2) The results of the R/C Ratio of semi-organic and non-organic rice have similarities, namely both are not feasible or inefficient because they are smaller than 1 (R/C Ratio < 1). This means that semi-organic and non-organic rice farming in Pringgasela District, East Lombok Regency is inefficient or unfit for cultivation.
TEKNOLOGI PERTANIAN SEMI-ORGANIK PADA USAHATANI PADI: SUATU TINJAUAN DARI PERSPEKTIF ANALISIS INCREMENTAL BENEFIT-COST RATIO Dudi Septiadi; Tajidan Tajidan; Wizatul Ika Wulandari
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i1.826

Abstract

The evaluation of the viability of agriculture through the analysis of the R/C ratio is consideredinappropriate in the application of new technology. The analysis tool that is considered adequate is theincremental benefit-cost ratio (IBCR). The objective of the research was to determine the effect of theapplication of semi-organic agricultural technology on production and to research objective was todetermine the effect of semi-organic agricultural technology on production and achieve the researchobjectives, the research was carried out in 40 rice farming units in Pringgasela district, East LombokRegency. The survey was conducted in rice farms applying semi-organic agriculture technology andfarms applying non-organic agriculture technology during the planting season of 2022. In each group offarmers, there are 20 units of rice farming applied semi-organic technology, and 20 units applied semiorganic technology. Sampling used a quota sampling technique and data were analyzed using IBCR. Theresults showed that the application of semi-organic technology in rice farming had a negative impact onrice production and was not economical (not feasible) to be applied to rice farming in the tropics with anIBCR value of <1.00, due to the application of semi-organic agricultural technology to rice farmingnegative impact on rice production, as well as providing lower economic benefits compared to nonorganic farming technologies.