Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG CUCI TANGAN MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL Sasmitha, Nur Ridha; Ilmi, Ani Auli; Huriati, Huriati
Journal of Islamic Nursing Vol 2 No 2 (2017): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.497 KB) | DOI: 10.24252/join.v2i2.3980

Abstract

Perilaku cuci tangan sering dianggap sebagai hal yang sepele di masyarakat, padahal cuci tangan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan status kesehatan masyarakat. Anak-anak usia sekolah mempunyai kebiasaan kurang memperhatikan perlunya cuci tangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika dilingkungan sekolah. Sehingga anak usia sekolah sangat perlu diberikan pendidikan kesehatan. penggunaan media dalam proses pendidikan kesehatan dan pemberian informasi meningkatkan keefektifan dan keaktifan siswa, tergantung dari jenisnya, ketersediaannya dan kemampuan dalam mempergunakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan audiovisual terhadap pengetahuan cuci tangan pada anak usia sekolah. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimen dengan rancangan Pre test-Post test with Control Group. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV, V dan VI dengan jumlah populasi 102 orang.. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 21 responden. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon test dan Mann-Whitney Test Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kelompok intervensi memiliki pengetahuan saat pre-test dalam kategori baik yaitu sebanyak 12 responden (57,1) dan nilai pengetahuan saat post-test meningkat menjadi 17 responden (81%) dalam kategori baik. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terjadi peningkatan pengetahuan yaitu sebagian besar responden pada kelompok kontrol memiliki pengetahuan saat pre-test dan post-test dalam kategori baik sebanyak 12 responden (57,1%). Hasil uji statistik dengan Mann-Whitney test didapatkan ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan audiovisual terhadap pengetahuan tentang cuci tangan pada anak usia sekolah (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, media video ini dapat menjadi salah satu media yang efektif digunakan dalam penyuluhan kesehatan. Selain itu, sebaiknya petugas kesehatan terutama bekerja sama dengan instansi pendidikan mengadakan pendidikan kesehatan dengan memanfaatkan media audiovisual agar dapat meningkatkan pengetahuan dan informasi anak usia sekolah tentang cuci tangan
GAMBARAN TINGKAT SPIRITUALITAS LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS DI KEC.PANAKUKANG Muchtar, Trini Andini; Ilmi, Ani Auli; syisnawati, syisnawati
Journal of Islamic Nursing Vol 3 No 1 (2018): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.294 KB) | DOI: 10.24252/join.v3i1.5590

Abstract

Pendahuluan:Aspek spiritualitas secara langsung berdampak dalam periode kehidupan manusia. Dimensi spiritual terdiri atas dua aspek yakni aspek vertikal  dan horizontal. Aspek vertikal berkaitan dengan keyakinan seseorang dengan sang pencipta atau dunia supranatural sedangkan aspek horizontal berkaitan dengan lingkungan dan lainnya. Spiritualitas yang baik dapat membantu lansia dalam menghadapi kenyataan dan menjadi obat yang baik dalam setiap permasalagan dan kekecewaan yang diakibatkan dari penuaan yang dialami lansia seperi penurunan fungsi fisik dan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambarang tingkat spiritualitas pada lansia yang mengalami penyakit diabetes melitus di puskesmas wilayah kerja kecamatan panakukang. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16 Mei-30 Juni 2018 dengan metode penelitian deskriptif. Analisa data menggunakan nilai median sebagai ukuran pemusatan untuk menentukan kategori tingkat spritualitas pada lansia. Responden dalam penelitian ini sebanyak 43 responden dengan teknik total sampling yakni lansia yang mengidap penyakit diabetes mellitus dan mengikuti program Prolanis. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebesar 53,5% responden memiliki spiritualitas yang baik dan 46,5% responden memilki spritualitas yang cukup, pada perhitungan untuk setiap sub dimensi didapatkan hasil (1) hubungan dengan Allah swt kategori baik 55,8% responden dan kategori cukup 44,2% responden (2) hubungan dengan sesama kategori baik 83,7% responden dan kategori cukup 16,3% responden (3) hubungan dengan lingkungan kategori baik 65,1% responden dan kategori cukup 34,1% responden (4) hubungan dengan diri sendiri kategori baik 72,1% responden dan kategori cukup 27,9% responden (5) hubungan orang tua-anak katergori baik 88,4% responden dan kategori cukup 11,6% responden.Kesimpulan: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat spiritualitas lansia yang mengidap penyakit diabetes mellitus di Kecamatan Panakukang sebagian besar baik dengan perhitungan disetiap sub dimensi menunjukkan juga kategori yang baik
SELF-MANAGEMENT DAN DUKUNGAN KELUARGA PADA LANJUT USIA DENGAN PENYAKIT KRONIS Ilmi, Ani Auli; Fatimah, Nurul; Patima, Patima
Journal of Islamic Nursing Vol 3 No 2 (2018): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.562 KB) | DOI: 10.24252/join.v3i2.6834

Abstract

Chronic illness is a long-term health disorder and cannot be cured without definitive treatment, requires lifelong support and care. In the elderly there is a decline in cells due to the aging process which can cause various diseases including chronic diseases. Chronic illness Not only causes pain, death, and physical disability of sufferers, but also a long treatment procedure can cause sufferers to experience psychological stress and feel hopeless. So that good family support is needed which can further improve good self-management in patients. Therefore, the authors are interested in conducting a literature study to determine the effect of self-management and family support on age and chronic illness. This type of writing is a literature review using Google Scholar and Garuda Portal. Then after the identification, screening and feasibility process, there are 4 national literature, 2 international literature and 1 text book that fits the inclusion criteria. Based on the results of the seventh literature, it can be concluded that there is a positive influence on self-management and family support on the handling of the elderly with chronic diseases. Both are interconnected, clients with chronic diseases can trust and use self-management well when they get support from a good family. Therefore elderly people with chronic diseases and families are expected to be able to apply this to be one of the actions in dealing with chronic diseases.
Content and Face Validity of An Instrument to Measure the Practice of Inpatient Nurses in Preventing Patient from Falling Andi Baso Tombong; Yuliana Syam; Ani Auli Ilmi; Rismayanti Waris; Andi Nur Inayah; Amanah Restuyana; Selviani Rahmasari; Muh. Gunawan
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.4668

Abstract

Fall incidence among healthcare facility patients has recently become a patient safety issue. To date, instruments to measure nurses’ performance in preventing patient fall incidence have been lacking. This paper aims to report the first and the second phases of an instrument to measure the implementation of patient fall prevention by nurses working in hospitals’ inpatient units or wards. The instrument, Self-Reported Questionnaire: Implementation of Nurses in Inpatient Wards in Preventing Fall among Patients (INI-PFP), was developed using the scale development method. In the first phase, domain and item generation was identified, followed by content validity (panel of 11 experts from universities and hospitals) and readability test/ face validity of 14 inpatient nurses). The study initially generated 46 items from the instrument development process. The initial instrument was sent to 11 experts, assessing the items’ relevance, clarity, simplicity, and ambiguity. This stage reduced three items, with the remaining items’ S-CVI = 0.99 for the four categories. The 43 items were subsequently provided to 14 inpatient nurses from four hospitals in the readability test and face validity with 98,17% of the items’ clear instructions, ranging from 57%-100% of question agreement. From this stage, 13 items were re-written and brought to a second round of face validity involving eight nurses from two hospitals. The end of the face validity test considered the 43-Items INI-PFP were adequate to enter the final phase, including Construct Validity and the Psychometric Evaluation for its final validity and reliability.
Implementation of Islamic Inheritance Law in Bulukumba, South Sulawesi: Community Knowledge and Attitudes and the Opinions of Scholars and Intellectuals Mustari, Abdillah; Widjaja, Abdi; Herawati, Andi; Ma’ruf, Amar; Ilmi , Ani Auli
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 10 No. 2 (2026): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/tc91dw97

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge and attitudes of the community towards Islamic inheritance law in Lembanna Village, Bontobahari District, Bulukumba Regency. This study uses a combined quantitative and qualitative research method. Qualitative research uses a quantitative correlational approach, this study involved 95 randomly selected respondents aged 30 to 55 years. Data were collected through knowledge tests and Likert scale attitude questionnaires. Data were analyzed using Pearson Product-Moment correlation with the help of SPSS. While the quantitative method was carried out by in-depth interviews with academics, scholars, intellectuals, religious leaders and women leaders, then analyzed with the theory of maqāṣid al-sharī'ah. The results showed that the majority of respondents had a moderate level of knowledge and showed a neutral attitude towards Islamic inheritance law. The correlation test revealed a statistically significant positive relationship between knowledge and attitudes (r = 0.363; p < 0.05). This indicates that the higher a person's level of knowledge about Islamic inheritance law, the more positive their attitude towards its implementation. This study emphasizes that Islamic inheritance law must be reinterpreted from the perspective of the maqāṣid al-sharī'ah so that the law is not merely normative but rather provides gender and distributive justice, taking into account social changes in accordance with the views of Islamic scholars and intellectuals. This study contributes to the development of Islamic law and social psychology studies and emphasizes the importance of increasing knowledge as a foundation for promoting the acceptance and practice of Islamic law in a pluralistic social context.
Conflict Management and Performance of Multigenerational Nurses at Haji Makassar Hospital Patima; Marzah Genta Ramadhani; Syisnawati; Musdalifah; Syamsiah Rauf; Rahmi Damis; Aidah Fitriani; Rasdiyanah; Eny Sutria; Ani Auli Ilmi; Ilhamsyah; Ahmad J; Mariam Mohd Nasir
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 4 (2026): July
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i4.1169

Abstract

Background: Nurse performance plays a crucial role in the success of healthcare. However, nurses' performance can be affected by conflicts in the workplace, including intergenerational conflicts arising from differences in age, experience, and communication styles. Conflicts that are not managed properly have the potential to reduce teamwork and the quality of nursing services. Objective: This study aims to determine the relationship between conflict management and the performance of multigenerational nurses at Haji Makassar Hospital. Methods: This study used a quantitative research design with a cross-sectional approach. The variables in this study are: conflict management as an independent variable and nurse performance as a dependent variable. The sampling technique used was non-probability sampling with the total sampling method. The sample consisted of 80 nurses who met the inclusion criteria. Data were collected using a questionnaire on conflict management and nurse performance and analyzed using the Somers'D statistical test. Results: The results showed that most of the multigenerational nurses had good conflict management (62.5%), and most also showed good performance (73.8%). The Somers'D statistical test revealed a p value of 0.020 (p < 0.05), which showed a significant relationship between conflict management and the performance of multigenerational nurses at Haji Makassar Hospital. Conclusion: This study shows that effective conflict management contributes to improved performance of multigenerational nurses. Therefore, strengthening conflict management strategies through improved intergenerational communication and teamwork is needed to support the quality of nursing services.
Pelatihan dan pendampingan Kader Kesehatan dalam Manajemen Hipertensi berbasis Islami Aidah Fitriani; Eny Sutria; Ani Auli Ilmi; Rasdiyanah Rasdiyanah; Rasmawati Rasmawati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i1.314

Abstract

Kader kesehatan merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang berasal dari, oleh dan untuk masyarakat memiliki peran untuk membantu kelancaran pemberian pelayanan kesehatan di masyarakat. Peran kader tersebut membutuhkan pelatihan serta pendampingan petugas kesehatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap kader kesehatan dalam melayani masyarakat yang mengalami masalah atau gangguan kesehatan khususnya penyakit hipertensi yang dominan dialami oleh masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan dan pendampingan kader kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan terhadap masalah hipertensi. hasil pelatihan dan pendampingan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan kepada kader kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap kader kesehatan terhadap masalah hipertensi dimana terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 6 kader kesehatan dengan nilai rata-rata sebelum pemberian pelatihan pada kader kesehatan yaitu 8 mengalami peningkatan menjadi 9.5 dan terjadi peningkatan nilai rata-rata skor sikap kader kesehatan sebelum pemberian pelatihan yaitu 35 mengalami peningkatan menjadi 38.3. Berdasarkan hasil diatas, petugas kesehatan perlu memberikan bekal pengetahuan pada kader kesehatan melalui pemberian pelatihan kepada kader kesehatan yang dilanjutkan dengan pendampingan petugas kesehatan sehingga dapat memberdayakan kader kesehatan sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas hidup.