p-Index From 2021 - 2026
9.139
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DE JURE Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Diskursus Islam Laa Maisyir Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Journal Of Nursing Practice Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Alauddin Law Development Journal (ALDEV) Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam El-Iqtishady Jurnal Andi Djemma I Jurnal Pendidikan Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) TASAMUH: Jurnal Studi Islam Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Kolaboratif Sains Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab ISTIQRA: JURNAL HASIL PENELITIAN Journal of Law, Poliitic and Humanities DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal of Modern Islamic Studies and Civilization Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Socius: Social Sciences Research Journal Anayasa International Journal of Islamic Studies Media Hukum Indonesia (MHI) HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Jurnal Gawat Darurat Multidisciplinary Indonesian Center Journal Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Jurnal Government of Archipelago Jurnal To Ciung : Jurnal Ilmu Hukum Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review Lentera: Journal of Islamic Studies Bayt Al Hikmah (Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam)
Claim Missing Document
Check
Articles

PERKAWINAN SIRI Ridwan, Saleh
Jurnal Al-Qadau Vol 1, No 2 (2014): Hukum perkawinan
Publisher : Jurnal Al-Qadau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pernikahan atau perkawinan bagi umat Islam merupakan ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai suami isteri berdasar akad nikah dengan tujuan membentuk keluarga sakinah atau rumah tangga yang bahagia sesuai hukum Islam. Pernikahan dalam Islam dispesialisasikan sebagai sebuah bentuk ikatan yang sangat kuat atau mitsaqon ghalidhan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah.Oleh karena demikian pentingnya perkawinan atau pernikahan, maka ia harus dilakukan menurut ketentuan hukum Islam dan oleh karena itu keberadaannya perlu dilindungi oleh hukum Negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar perkawinan tersebut mempunyai kekuatan hukum. Perkawinan yang tidak dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku tidak mempunyai kekuatan hukum (vide Ps. 2 UU No.1/1974 jo. Ps.2 (1) PP. No.9/1975).
PERKAWINAN MUT’AH Perspektif Hukum Islam dan Hukum Nasional Ridwan, Saleh
Jurnal Al-Qadau Vol 1, No 1 (2014): al-qadau
Publisher : Jurnal Al-Qadau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alquran menjelaskan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Allah berpasang-pasangan antara laki-laki dan perempuan dan manusia (laki-laki) secara naluriah di samping mempunyai keinginan terhadap anak keturunan, harta kekayaan dan juga sangat menyukai lawan jenisnya perempuan), demikian pula sebaliknya.Untuk memberikan jalan terbaik bagi terjadinya “perhubungan” manusia dengan lain jenisnya itu, Islam menetapkan jalan atau suatu ketentuan yaitu perkawinan. Perkawinan yang baik adalah memelihara hakekat dan tujuan perkawinan.Telah dikenal ada banyak jenis perkawinan, salah satunya adalah kawin mut’ah. Bagaimana kawin mut’ah ini menurut Hukum Islam dan Hukum Nasional?. Nikah mut’ah ini merupakan salah satu pernikahan yang kontroversial. Uniknya, nikah mut’ah ini bahkan dilanggengkan dan dilestarikan oleh segolongan dengan mengatasnamakan agama. Nikah mut’ah di Indonesia dikenal juga dengan istilah kawin kontrak, secara kuantitatif sulit untuk didata, karena perkawinan kontrak itu dilaksanakan selain tidak dilaporkan, secara yuridis formal memang tidak diatur dalam peraturan apapun. 
Telaah Hukum Ekonomi Islam Terhadap Pendapatan Istri Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Azzochrah, Nurul Azizah; Wahab, Abdul; Ridwan, Saleh
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 17 No 2 (2019): DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.37 KB) | DOI: 10.35905/diktum.v17i2.777

Abstract

This research is entitled Study of Islamic Economics Against Wife Income in Improving Family Welfare (Case Study in Manggala Sub-District, Manggala Sub-District, Makassar City). This study describes how the financial role of the family and how Islam views wives who work? To obtain answers from the expected, the author uses three methods of data collection; Observations, interviews and documentation. Processing data using qualitative data with data analysis techniques used by the author are; Data reduction, data presentation and data verification. The sample in this study was the wife who worked in the Manggala sub-district of Manggala District, Makassar City. The results of this study indicate that the income accounted for for families and families with multiple careers in the Manggala sub-district based on BPS measurements includes the welfare family. In Islam there is no prohibition for women to work outside who violate the rules of Islamic law, the work of women is contrary to the principles of Islamic economics, namely ta'awun and maslahat
Validity Triage and Response Time Nurses in hospitals emergency room Sheikh Yusuf Gowa Annisa, Thahirah; Wahdaniah; Risnah; Ridwan, Saleh
Journal Of Nursing Practice Vol. 3 No. 2 (2020): Journal Of Nursing Practice
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v3i2.82

Abstract

Background: triage is a complex decision-making process in order to determine which patients are at risk of death, disabilities, poor clinical situation deteriorates, and safe patient for waiting. One of the principles of response time is generally about handling emergency patients who should be treated later than five (5) minutes after arriving at the Emergency Room.Purpose: The objective is to know the relationship between the Response Time Validity triage the nurse.Methods: The study design was observational analytic with cross sectional approach to sampling using Accidental Sampling based on inclusion and exclusion criteria with the number of 18 respondents. Univariate test results obtained from 11 respondents do Triage with appropriate and quick response time doing about 8 respondent. To determine the relationship between the validity of triage and response time by using Spearman rank test test at the significance level of 95%, which gained significant value of p = 0.000 or less than 0.05 (0.000 <0.05).Results: The results of this study to indicate there is a relationship between the validity Triage and Response Time Hospital emergency room nurse in Sheikh Yusuf Gowa Hospital. Conclusion: It is expected that this study can be used as a reference for educational institutions and health care institutions.
IMPLEMENTASI HAK DAN KEWAJIBAN ISTRI YANG BERSTATUS SEBAGAI NARAPIDANA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II A SUNGGUMINASA Laela Mutmainnah; Saleh Ridwan
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 3
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v1i3.14429

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan mengenai pemenuhan hak dan kewajiban seorang istri yang ditetapkan sebagai narapidana. Dikarenakan seorang istri tidak bisa memenuhi hak dan kewajibannya seperti biasanya sebelum ditetapkan sebagai narapidana. Agar masyarakat tidak kebingungan dalam hal pemenuhan hak dan kewajiban sebagai suami istri maka dibutuhkan informasi terkait dengan pelaksanaan hak dan kewajiban istri yang berstatus sebagai narapidana lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II A Sungguminasa sekaligus dampak dari pelaksanaan hak dan kewajiban istri yang berstatus sebagai narapidana lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II A Sungguminasa. Jenis penelitian yang dignkan dalam skripsi ini adalah field research kualitatif deskriptif yaitu mlakukan wawancara langsung di LPP kelas II A Sungguminasa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan hak dan kewajiban istri yang menjalani hukuman dibatasi sesuai dengan kebijakan yang diterapkan di lapas. Kebijakan ini ialah diperbolehkannya bagi keluarga untuk berkunjung atau membesuk, disediakan telepon untuk berkomunikasi dengan keluarga. Saran yang diperoleh yaitu bagi masyarakat terkhusus keluarga dari para narapidana harus saling memahami apa yg menjadi hak dan kewajibannya supaya keharmonisan tetap terjaga.Kata Kunci: Hak, Kewajiban, Istri, Narapidana.
PEMENUHAN NAFKAH BATIN NARAPIDANA KEPADA ISTRI DI LAPAS KELAS 1 MAKASSAR DAN IMPLIKASINYA BAGI KEHARMONISAN KELUARGA Hasri Hasri; Saleh Ridwan
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 3
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v2i3.19336

Abstract

AbstrakDalam konsep perkawinan yang sesuai dengan tuntunan syar’i sudah seharusnya suami memberikan rasa cinta dan kasih sayang kepada isteri dengan sepenuh hati, berupa pelayanan yang baik dan tutur kata yang lembut dan juga memenuhi nafkah baik lahir maupun batin. Akan tetapi, tidak semua ikatan suci ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan karena ada faktor yang menghalangi suami tidak dapat memberikan nafkah lahir maupun batin. Adapun faktor tersebut yaitu suami seorang narapidana dan mendekam di dalam penjara sehingga pemenuhan nafkah batin terkendala dan tidak terpenuhi.Adapun pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah bagaimana pemenuhan nafkah batin seorang isteri apabila suami seorang narapidana yang sedang menjalani masa tahanan dan bagaimana implikasinya terhadap keharmonisan keluarga. Dengan menggunakan metode penellitian lapangan (field research), penulis juga menggunakan metode deskriptif analisis yaitu suatu metode yang meneliti suatu kelompok manusia, suatu objek ataupun suatu sistem pemikiran untuk membuat deskripsi, gambaran secara sistematis faktual dan akurat. Hasil penelitian ditemukan bahwa pemenuhan nafkah batin yang dilakukan narapidana di Lapas kelas 1 Makassar berupa pemenuhan nafkah batin secara psikologis yaitu menelpon keluarga, bertatap muka saat isteri berkunjungdan saling memberi kabar lewat SMS, karena memang tidak tersedianya fasilitas ruang khusus(bilik asmara) untuk menyalurkan hasrat pemenuhan nafkah batin (seksual). Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa pemenuhan nafkah batin yang selama ini dilakukan oleh para narapidana yang berada di Lapas kelas 1 Makassar yaitu pemenuhan nafkah batin selain berhubunan biologis. melainkan secara psikologis, yang mereka anggap bahwa dengan pemenuhan nafkah batin secara psikologis juga sangat berpengaruh terhadap keharmonisan rumah tangga.Kata Kunci: hak suami dan istri, lapas Kelas 1 MakassarAbstractIn the concept of marriage that is in accordance with the syar'i guidance, the husband should wholeheartedly give love and affection to his wife, in the form of good service and gentle speech and also fulfill both physical and mental livelihoods. However, not all of these sacred bonds go as expected because there are factors that prevent the husband from being able to provide physical and mental support. As for these factors, namely the husband of a prisoner and incarcerated in prison so that the fulfillment of his inner livelihood is constrained and not fulfilled. The research question in this thesis is how to fulfill the inner livelihood of a wife if the husband is a prisoner who is undergoing a prison term and what is the implication for family harmony. By using field research methods, the writer also uses descriptive analysis method, which is a method that examines a group of people, an object or a system of thought to make descriptions, descriptions systematically factual and accurate. The results of the study found that the fulfillment of the inner income carried out by prisoners in Class 1 Makassar in the form of psychological fulfillment, namely calling the family, meeting face to face when the wife visits and giving news to each other via SMS, because there is no special room facilities (love room) to channel the desire. fulfillment of inner (sexual) livelihood. Based on the explanation above, it can be concluded that the fulfillment of the inner livelihood that has been carried out by the prisoners who are in Class 1 Makassar prison is the fulfillment of the inner livelihood apart from being biologically related. but psychologically, they think that psychologically fulfilling one's inner livelihood is also very influential on household harmony.Keywords: husband and wife rights, Class 1 Makassar prison 
POLITICAL CONFIGURATION AND LEGAL PRODUCTS IN INDONESIA IN TERMS OF ISLAMIC CONSTITUTIONAL LAW Ummu Awaliah; Muhammad Saleh Ridwan; Rahmiati Rahmiati; Kusnadi Umar
Al-Risalah VOLUME 21 NO 2, NOVEMBER (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-risalah.v21i1.24871

Abstract

Politics and the state are inseparable. The confusion of the form of politics or what is known as the Political Configuration and Legal Products in Indonesia makes people wonder. Then, Islamic Constitutional Law will look at or see how Indonesia's forms of politics and legal products are used. This study aimed to determine Indonesia's political configuration and legal products in terms of Islamic constitutional law. The type of study was normative legal research or research library. The primary data sources were obtained from Al-Qur'an and Hadith, while the secondary data were obtained from books, journals, or materials taken from writings related to the subject matter. The data collection technique was used through the literature by searching, reading, studying, and reviewing related literature. The results of this study showed that: 1) Indonesia currently used a democratic political configuration and responsive legal products, where the public was given space to express themselves and play an active role in determining policies in the government; 2) Islamic constitutional law considered that the political configuration and legal products in Indonesia were in accordance with what was contained in the Islamic constitutional law. This was because Indonesia's democratic political configuration and legal products had the same vision, namely creating prosperity for the general public. 
PERKAWINAN MUT'AH: PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM NASIONAL Muhammad Saleh Ridwan
Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2014): al-qadau
Publisher : Jurusan Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-qadau.v1i1.630

Abstract

Alquran menjelaskan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Allah berpasang-pasangan antara laki-laki dan perempuan dan manusia (laki-laki) secara naluriah di samping mempunyai keinginan terhadap anak keturunan, harta kekayaan dan juga sangat menyukai lawan jenisnya perempuan), demikian pula sebaliknya. Untuk memberikan jalan terbaik bagi terjadinya “perhubungan” manusia dengan lain jenisnya itu, Islam menetapkan jalan atau suatu ketentuan yaitu perkawinan. Perkawinan yang baik adalah memelihara hakekat dan tujuan perkawinan. Telah dikenal ada banyak jenis perkawinan, salah satunya adalah kawin mut’ah. Bagaimana kawin mut’ah ini menurut Hukum Islam dan Hukum Nasional?. Nikah mut’ah ini merupakan salah satu pernikahan yang kontroversial. Uniknya, nikah mut’ah ini bahkan dilanggengkan dan dilestarikan oleh segolongan dengan mengatasnamakan agama. Nikah mut’ah di Indonesia dikenal juga dengan istilah kawin kontrak, secara kuantitatif sulit untuk didata, karena perkawinan kontrak itu dilaksanakan selain tidak dilaporkan, secara yuridis formal memang tidak diatur dalam peraturan apapun. 
Perkawinan Di Bawah Umur (Dini) Muhammad Saleh Ridwan
Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2015): al-qadau
Publisher : Jurusan Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-qadau.v2i1.2632

Abstract

Pernikahan di bawah umur atau istilah kontemporernya disebut dengan pernikahan dini adalah pernikahan yang terjadi dalam kaitannya dengan waktu, yakni sangat di awal waktu tertentu. Waktu tertentu dalam hal ini bisa ditinjau dari hukum Islam ataupun dari hukum Nasional yang berlaku. Hukum Islam dalam batasan waktu memberikan syarat baligh dan mampu, tanpa memberi batasan umur yang jelas. Sedangkan menurut hukum KUHP Indonesia, batas usia dibawah umur/belum dewasa adalah belum mencapai usia 21 tahun atau belum pernah kawin, begitu juga dengan Undang-Undang No.1 Tahun 1974 yang juga batasan umur tertentu. hal ini berlaku baik untuk laki-laki maupun perempuan. Dikatakan anak di bawah umur, berarti usia belum mencapai batas yang disyaratkan, tergantung tinjauan sudut pandang yang digunakan
KONSEP HAJI DALAM HUKUM ISLAM STUDI PEMIKIRAN ALI SYARIATI Ilham Rissingg; Muh Saleh Ridwan; Zulfahmi Alwi
Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 2
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/qadauna.v3i2.23542

Abstract

Abstrak Di tengah gemerlap abad modern yang berupaya memberikan respon dengan mengakui keharusan syariat islam yang juga berdiri di tengah ekspansi dan akulturasi budaya menjadi bagian dari kehidupan modern tanpa harus mengadopsi solusi dari budaya Barat. Ali Syari’ati adalah sebuah fenomena dalam wacana pemikiran Islam kontemporer. Letak fenomenal Ali Syari’ati dapat dilihat pada lanskap pemikirannya ketika berbenturan dengan pengalaman-pengalaman kehidupan modern seperti industrialisasi, kolonialisme, komunisme, konsumerisme, kebebasan seksual, kebebasan ber-ekspresi, dan sebagainya. Atas dasar benturan-benturan itu, melaui Teologi makna Haji dari Ali Syari’ati hadir menawarkan jawaban jitu terhadap problematika ummat dimana Ummat Islam dapat hidup secara autentik (murni) di tengah-tengah pengalaman modern, sehingga melalui pemikiran Ali Syari’ati yang memperlihatkan kepeduliannya secara tegas terhadap dilema kehidupan modern terkait diskursus Haji,dapat merefleksikan makna syariat tentang ritual dari ibadah haji.Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (liberary research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan menulusuri beberapa literatur-literatur tentang masalah Haji terkhusus literatur Ali Syariati mengenai Makna Haji dalam tradisi Syariat Islam. Kata Kunci: Haji, Syariat, Modern, Ali Syariati
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rahim Abdillah Abdillah Abdul Fattah Abdul Halim Talli Abdul Mujib Sawihi Abdul Qayyum, Abdul Rahman Hi. Abdul Wahab abdullah, muh ruslan ABDULLAH, MUH. RUSLAN Achmad Musyahid Idrus Ahmad Fajril Ahmad Musyahid Ahmad Qurais Wahid Akmal, Andi Muhammad Amrullah, Muhammad Salam Amrullah, Salam Andi Abdul Hamzah Andi Airiza Rezki Syafaat Andi Intan Cahyani Andi Sumardin, Andi Andi Takdir Djufri Andriany, Mita Annisa, Thahirah Ardiansyah, Bimas Asni Asni Asni Azzochrah, Nurul Azizah Bahrul, Syahdan Bakence, Lutfi Bakri, Muammar Darussalam Desrianti, Desrianti Dwi Harjana Ekayanti, Sri Eny Sutria Erni Erni Fachrul Salam Baharuddin fahlevi, Andi Fairuz Elisya Fasiha Fasiha, Fasiha Fatimah, Siti Nurul Fatma Firdaus Firdaus Firman Fitri Wulandari Fitriani, Aidah Gunawan Gunawan Hamzah Hasan Handayani, Nurilma Hariani, Nur Fitri Harjana, Dwi Hartini Tahir Hasri Hasri Herlina Herman, Muhammad Akbar Hisbullah Hisbullah HL, Rahmatia HM. Kafrawi, Try Sa’adurrahman Idham Idham Ilham Rissingg Ilmi, Ani Auli Imran Anwar Kuba Irayanti Nur Jamin, Awaluddin Karunia, Khaerunnisa Kasjim Salenda Kaunar, Abdullah Kemhay, Hardi Khaerul Rasyidi Khaerunnisa Karunia Kurniati Kurniati Kurniati Kusnadi Umar Laela Mutmainnah Latif, Fandi Hi. Lomba Sultan Lutfi, Muhtar Maghudi, Muhammad Imam Mapuna, Hadi Daeng Marilang Misbahuddin Misbahuddin Muh Fiqram Muh Ruslan Abdullah Muh. Jamal Jamil Muhammad Akbar Herman Muhammad Furqanul Ikram MUHAMMAD ILHAM Muhammad Shuhufi Muhammadiyah Amin Mukhbit, Ahmad Faiz Mukhtar Lutfi Musrianaa Mustaufiq, Mustaufiq N. Nazaruddin Nerli Citra Lestary Nur Ahmad Nur Aisyah Nur, Irayanti Nur, Muhammad Imran Nurfaika Ishak Nurjannah N, Nurjannah Nurman Said Nurul Adawia Nurul Azizah Azzochrah Nusair, Abuyamen Osman, Zaiton Patawari, Andi Yusri Patimah Patimah Patimah Patimah Pora, Rasid Pratiwi, Haerani Putra, Wiyari Dwi Qayyum, Rahman Qorina, Ulfa Rahim, Irawati Rahma Amir, Rahma Rahmatiah HL Rahmatiah Rahmatiah Rahmawati, St. Rahmiati Rahmiati Ramadan, Nur Hikmah Anugrah Rasdiyanah, Andi Rasdiyanah, Rasdiyanah Rasmawati Rian Hidayat Risnah, Risnah Rohim, M. Yusuf Nur Rusman Rusman Rusni Rusni Sabani, Akbar Saitul Mahtir Sakina Siswahyudianto Siti Aisyah Sohrah Sudirman L, Sudirman Sulastryani, Sulastryani Syamsuddin, Arman Syamsuddin, Darussalam Tahir Maloko Tarmizi Tasliyah Erlina Umar Laila Umar, Marzuki Ummu Awaliah Usman Jafar Wahdaniah Wahidah Abdullah Zulfadli Zulfadli Zulfahmi Alwi Zulfajri H Zulhas’ari Mustafa