Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pemanfaantan Bubuk Arang Kayu Terhadap Stabilitas Tanah Lempung di Dusun Jatiluhur, Banyuwangi Melati Nurita Sandi, Dora; Wendy Natasha, Levia; Ulfiyati, Yuni; Suryani, Erna
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 3 No 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v3i1.275

Abstract

The type of soil in Glagah Agung Village, Purwoharjo District, Banyuwangi Regency, is a type of clay soil with a plasticity index value of 42.99. Based on Expansive Land Management for Road Construction by Departemen Pekerjaan Umum Pd T-10-2005-B, it is classified as soil with a high swelling level. So that it can be categorized into soils with high Swelling and shrinkage. The soil improvement method using wood charcoal powder stabilizer was chosen because it can improve water and air circulation in the soil. This study used the addition of wood charcoal powder percentage of 0%, 6%, 8%, 10%, 12%, 14%. The research was conducted on the original soil and stabilized soil specimens, to test their physical properties. The soil physical properties test included water content, specific gravity, atterberg limit, proctor, submerged and unsubmerged CBR. Based on the results of the non-submerged CBR test, the CBR value increased along with the addition of the percentage of wood charcoal powder as a stabilizer. Where the highest CBR value is at the percentage of 14% stabilizers, which is 16.956%. Based on the results of the submerged CBR test, the CBR value decreased at 10% satbilisator percentage and then increased to 14% satbilisator percentage. The highest swelling rate occurred in soil stabilized with 10% wood charcoal powder, which was 0.306.
RASIO DAYA DUKUNG TIANG PANCANG TUNGGAL BERDASARKAN DATA KALENDERING DENGAN DATA TEST PDA Sandi, Dora Melati Nurita; Maldini, Achmad Reynaldo; Rachmayu, Farra Anindita
Jurnal Riset Teknik Sipil dan Sains Vol. 1 No. 1 (2022): Agustus 2022 - Jurnal Riset Teknik Sipil dan Sains
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/jriteks.v1i1.2022.28-34

Abstract

Daya dukung tiang pancang dapat diperoleh dari pendekatan statis dan dinamis. Perhitungan daya dukung tiang pancang secara statis yaitu dengan melakukan pendekatan melalui sifat-sifat teknis tanah. Sedangkan, cara dinamis yaitu dengan menganalisis kapasitas ultimit dengan data yang diperoleh dari data pemancangan tiang. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan rasio daya dukung berdasarkan pendekatan dinamis yaitu dengan menggunakan data kalendering. Daya dukung berdasarkan data kalendering dihitung dengan menggunakan 5 metode, yaitu Hilley, ENR, Danish, Navy-Mc.Key, dan Janbu. Hasil perhitungan tersebut, kemudian dilakukan perbandingan rasio terhadap daya dukung test PDA. Penelitian dilakukan pada dua lokasi yang berbeda yaitu di proyek pembangunan tol Gempol-Pasuruan dan Jembatan Widuri Bondowoso. Hasil perhitungan daya dukung untuk Q ultimate pada lokasi tol Gempol-Pasuruan, metode Danish yang mendekati hasil test PDA dengan rasio 1,1132 (P1-2) 0,8911 (P3-5), untuk Qijin pada lokasi tol Gempol-Pasuruan, metode Danish yang mendekati hasil test PDA dengan rasio 0,7421 (P1-2), 0,5940 (P3-5). Hasil perhitungan daya dukung untuk Q ultimate pada lokasi Jembatan Widuri Bondowoso, metode ENR yang mendekati hasil test PDA dengan rasio 1,7260 (P1-19), 1,2553 (P2-17), untuk Qijin pada lokasi Jembatan Widuri Bondowoso, metode Hilley yang mendekati hasil test PDA dengan rasio 1,0489 (P1-19), 0,7625 (P2-17).
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SABUT KELAPA TERHADAP NILAI CBR TIDAK TERENDAM PADA TANAH LEMPUNG DI DESA PESUCEN KECAMATAN KALIPURO Rodiyani, Megalita; Rizal, Husnur; Hutasoit, Eva Olivia; Santoso, Catur Bejo; Sandi, Dora Melati Nurita
Jurnal Riset Teknik Sipil dan Sains Vol. 2 No. 2 (2024): Februari 2024 - Jurnal Riset Teknik Sipil dan Sains
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/jriteks.v2i2.2024.63-69

Abstract

Tanah dasar yang kokoh dan stabil sangat penting untuk menjaga kekuatan dan keawetan konstruksi, sementara tanah yang tidak stabil seperti tanah lempung dengan sifat kembang susut yang tinggi, dapat menyebabkan kerusakan serius pada struktur di atasnya. Seperti yang terjadi di Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi yang dikenal memiliki jenis tanah lanau atau lempung. Beberapa bangunan pada daerah tersebut mengalami keretakan pada dinding maupun strukturnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai CBR tidak terendam pada tanah lempung di wilayah Desa Pesucen dengan menambahkan bahan stabilisator berupa abu sabut kelapa dalam campuran dengan persentase 4%, 6%, dan 8%. Pengolahan data melibatkan uji sifat fisik dan mekanik tanah di laboratorium, termasuk uji kadar air, berat isi, berat jenis, batas-batas atterberg, analisis saringan, analisis hidrometer, pemadatan proctor, dan CBR tidak terendam. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan nilai berat isi kering dan nilai CBR setiap kali persentase abu sabut kelapa ditambahkan, dengan peningkatan tertinggi pada 8%, di mana berat isi kering mencapai 1.265gr/cm3, dan nilai CBR tidak terendam meningkat sebesar 7.85% dari nilai CBR tanah asli. Dapat disimpulkan bahwa penambahan abu sabut kelapa efektif meningkatkan sifat mekanis tanah terhadap nilai CBR, dan berpotensi untuk meningkatkan daya dukung tanah lempung di Desa Pesucen.
Identification of Compressibility Rate and Expansion Index on the Physical Characteristics of Peat Soil Dora Melati Nurita Sandi, Lulu Adiya Salsabila
Jurnal Handasah Vol. 5 No. 01 (2025): Article In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Islam Al-azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/handasah.v5i01.21

Abstract

ABSTRACT Peat soils have very high pore numbers and moisture content, so their bearing capacity is very low and their compressibility is very high. If it receives a load, it will decrease greatly over a relatively long period of time. Therefore, it is necessary to identify the characteristics of the Ambarawa peat soil due to the different properties of the peat soil in each location, the ability to shrink and the low bearing capacity. The purpose of this study was to determine the physical characteristics, compressibility velocity and development index of Ambarawa peat soil. By using laboratory testing methods in the form of testing soil physical properties including moisture content, specific gravity, fiber content, ash content, pH content and soil mechanical testing including consolidation testing to obtain the compressibility index and development index values. The laboratory test results showed that the moisture content was 410,58%, the specific gravity (Gs) was 1,20, the ash content was 48,143%, the organic content was 51,9%, the pH was 6,6, and the Ambarawa peat was a medium mature peat (hemic) with a fiber content of 56,16%. Sample 1 had a compressibility index (Cc) of 0,430764 and a development index (Cs) of 0,00632. Sample 2 has a compressibility index (Cc) value of 0,430182 and a development index (Cs) of 0,0025. With a percentage difference of Cc of 0,135% and a percentage difference of Cs of 60,44%.
Analisis Tingkat Pelayanan Terhadap Kepuasan Penumpang pada Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Hardiyanti, Siska Aprilia; Wari, Wahyu Naris; Sandi, Dora Melati Nurita; Tyas, Anis Armaning
JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4 No 2: September 2019 - February 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/jmpm.v4i2.1621

Abstract

Pelabuhan Ketapang merupakan tempat penyeberangan dengan moda transportasi laut antara Jawa dan Bali. Penelitian dilakukan pada kapal Prathita dan Mutis dengan sampel 100 penumpang dan analisis data menggunakan metode IPA. Data yang digunakan valid dan reliabel. Analisis tingkat pelayanan pelabuhan Ketapang Banyuwangi terhadap kepuasan penumpang menunjukkan bahwa yang paling banyak terdapat pada kuadran B dan kuadran D. Kuadran B (pelayanan perlu dipertahankan) meliputi faktor kondisi kapal, kecepatan pemrosesan tiket, pelayanan petugas yang cepat, tepat dan ramah serta ketepatan waktu tunggu di pelabuhan. Pada kuadran D (faktor tidak terlalu penting, tapi dilaksanakan dengan baik) meliputi kebersihan dan kerapihan pelabuhan, pengaturan parkir di kapal, petugas yang tidak memandang status sosial dalam pelayanannya dan petugas bertanggung jawab terhadap keamanan dan kenyamanan penumpang.
Rasio Perbandingan Daya Dukung Tiang Pancang Tunggal dari Penyelidikan Tanah Terhadap PDA Ulfi, Kholidah; Sandi, Dora Melati Nurita; Hutasoit, Eva Olivia
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 6 No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v6i1.902

Abstract

Perhitungan Pressure Drop Sistem Plumbing Air Bersih Pada Gedung Pendidikan Terpadu Agribisnis Politeknik Negeri Jember Prasetyo, Andika Junianto; Rodiyani, Megalita; Sandi, Dora Melati Nurita; Budhi, Wahyu Satyaning; Santoso, Catur Bejo
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2025): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i1.6715

Abstract

Sistem plumbing air bersih merupakan kebutuhan mendasar untuk mendukung aktivitas akademik dan praktikum. Prinsip dasar sistem plumbing adalah memastikan pasokan air bersih yang cukup dan efektif. Dalam aliran pipa, terjadi hambatan yang disebabkan oleh bentuk instalasi, yang mengakibatkan penurunan energi fluida atau penurunan tekanan (pressure drop). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung sistem plumbing air bersih yang sesuai dengan kebutuhan gedung serta mengetahui distribusi kehilangan tekanan pada tiap lantai. Metode yang digunakan meliputi perhitungan kebutuhan air bersih, debit puncak, diameter pipa berdasarkan SNI 03-7065-2005, serta menghitung kehilangan tekanan pada instalasi pipa dan sistem pompa menggunakan rumus Darcy-Weisbach dan Hazen-William. Hasil dari perhitungan kebutuhan air bersih rata-rata perhari sebesar 85m^3/hari, kebutuhan rata-rata air bersih per jam sebesar 14,2m^3/jam, kebutuhan air bersih pada jam puncak sebesar 28,4m^3/jam, kebutuhan air bersih pada menit puncak sebesar 0,947m^3/menit. 2. Untuk diameter pipa horizontal didapatkan sebesar 32mm (1 inchi), untuk pipa dari daerah B ke D didapatkan 2 ukuran diameter pipa yaitu 20mm(1/2 inchi) untuk pipa horizontal dan vertikal ke arah urinoir dan diameter pipa 25mm(3/4 inchi) untuk daerah C-D pada pipa vertikal. Untuk pipa ke arah faucet (keran) dan jet washer didapatkan diameter pipa sebesar 16mm (1/2 inchi), dan untuk pipa kearah kloset duduk didapatkan diameter pipa sebesar 20mm (1/2 inchi). Hasil pressure drop tertinggi terdapat pada lantai 1 sebesar 22,47m dan 2. Hasil head loss pompa sebesar 27,82m, dan tekanan hidrostatis sebesar 2,13 bar.
Nilai CBR Tanah Ekspansif Setelah di Stabilisasi Kapur Terhadap Sifat Filtrasi Tanah Sandi, Dora Melati Nurita; Erwanto, Zulis
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v6i2.708

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan sifat filtrasi tanah, sehingga stabilisasi dilakukan hanya pada area tanah tertentu dan dilakukan pengamatan pengaruhnya terhadap area sekitar tanah yang distabilisasi. Stabilisasi menggunakan bahan stabilisatior kapur. Prosentase kapur yang digunakan sebesar 8% dari berat tanah. Pengamatan pengaruh tanah di sekitar area stabilisasi dilakukan pada arah horizontal dan arah vertikal. Metode penelitian dengan memodelkan tanah dalam skala laboratorium, yaitu dengan membuat kotak triplek yang berukuran, panjang 1m, lebar 50 cm, tinggi 100 cm. Tanah yang distabilisasi pada area tengah dengan menggunakan kapur 8%, kemudian tanah diuji CBR. Pengujian CBR pada arah horizontal, mengalami peningkatan nilai CBR dibandingkan tanah asli dengan nilai 18,559% menjadi 29,610% dari rata-rata jarak 20 cm hari ke 1 dengan presentase kenaikan 59,2% sedangkan pada jarak 40cm mendapatkan nilai dari rata-rata 30,29%. Pengujian CBR arah vertikal, mengalami peningkatan nilai CBR dari tanah asli. Nilai CBR tanah asli sebesar 18.559%, mengalami kenaikan menjadi 29,610% pada area yang distabilisasi. Pada area jarak 20cm dari area stabilisasi, dengan masa peram hari ke 1 nilai CBR rata-rata sebesar 59,2% sedangkan pada jarak 40cm dengan masa peram hari ke 1 nilai rata-rata CBR yang diperoleh adalah 62,86%. Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa tanah yang berada di sekitar tanah stabilisasi mengalami kenaikan nilai CBR dan semakin lama masa peram semakin meningkatkan nilai CBR.
Pengaruh Perbandingan Kapur dan Abu Ampas Tebu sebagai Perbaikan Tanah Lempung Nurmawati, Yustika Dwi; Sandi, Dora Melati Nurita; Hutasoit, Eva Olivia
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 7 No 1 (2026): Agustus 2026 (Articles in Press)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v7i1.972

Abstract

Tanah lempung bila dalam keadaan kering akan bersifat keras, dan jika basah akan bersifat lunak plastis, dan kohesif, mengembang dan menyusut dengan cepat. Tanah pada Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi dibuktikan munculnya fenomena ekspansif yang menyebabkan kerusakan konstruksi diatasnya berupa keretakan pada dinding rumah dan elevasi tanah yang tidak merata. Pada penelitian ini akan dilakukan penambahan bahan stabilisasi tanah lempung dengan menambahkan campuran kapur dan abu ampas tebu menggunakan pengujian dengan metode uji kuat tekan bebas atau UCT (Unconfined Compression Test) dimana metode pengujian ini akan langsung menghasilkan tekanan yang langsung memberikan pendekatan terhadap daya dukung kualitas tanah. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran kapur dan abu ampas tebu terhadap kuat tekan bebas tanah sebagai salah satu alternatif perbaikan tanah dengan dibuat variasi campuran kapur sebesar 10%, 12 %, dan 14% untuk abu ampas tebu sebesar 10%, 12 %, dan 14%. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan bebas dimana pada variasi campuran kapur dengan presentase 10% menghasilkan nilai kuat tekan tertinggi dari semua variasi dan bisa dikatakan bahwa pada campuran kapur 10% dapat meningkatkan nilai daya dukung tanah dimana pada pencampuran tanah dan kapur dengan presentase 10% mendapatkan nilai qu sebesar 106,99 kN/ (kPa). Pada pencampuran tanah asli dan abu ampas tebu 10 % diperoleh nilai tertinggi dengan hasil nilai qu sebesar 77,07 kN/ (kPa). Dan pada pencampuran tanah asli + kapur + abu ampas tebu nilai tertinggi yaitu pada variasi 10% sebesar 78.58 kN/ (kPa).
Pemetaan Tematik Tambang Skala Kecil Berbasis Sistem Informasi Geografis Menggunakan ArcGIS di Kabupaten Lombok Barat: Thematic Mapping of Small Scale Mining Based on Geographic Information System using ArcGIS in West Lombok Regency Santoso, Catur Bejo; Melati Nurita Sandi, Dora; Rodiyani, Megalita
SainsTech Innovation Journal Vol. 6 No. 1 (2023): SIJ Volume 6 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/sij.v6i1.2023.529

Abstract

Pulau lombok termasuk kedalam jalur metalogen, merupakan jalur dimungkinkan terbentuknya mineral bahan galian tambang. Potensi bahan galian mineral tambang tersebar secara tidak merata di masing-masing wilayah Kabupaten Lombok Barat dan dengan jenis yang berbeda-beda, tergantung pada proses geologi terbentuknya bahan galian mineral tersebut. Dengan pemaanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) para pengguna dapat mengetahui keberadaan sumber daya mineral tersebut karena SIG merupakan sistem berbasis komputer yang dapat digunakan karena mampu menyimpan, memanipulasi, menganalisis dan menampilkan data spasial serta menampilkan atribut yang ada di dalamnya secara terpadu. Secara umum metode penelitian menggunakan analisis Sistem Informasi Geografis dengan mengkompilasi data sekunder. Untuk mendapatkan basis data spasial dilakukan analisis SIG berupa digitasi. Berdasarkan hasil digitasi pada Software ArcGIS 10.4.1 Kabupaten Lombok Barat memiliki potensi sumber daya mineral logam dan logam, namun keberadaan sumber daya mineral tersebut pada kawasan hutan dan kawasan pemukiman. Penyebaran bahan galian logam terdapat di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Sekotong dan Lembar, dengan komoditi emas dan mangan, sementara bahan galian nonlogam tersebar di sepuluh kecamatan, dengan komoditi bahan galian C seperti batu andesit,dasit, diorit, pasir, tanah urug, kalsit, batu gamping, trass. Hasil overlayer antara peta kawasan hutan dangan wilayah tambang galian logam menunjukkan hutan produksi terbatas yang telah dijadikan sebagai areal penambangan bahan galian logam, mencapai luasan 4606,24 ha atau 49,65 % dari peruntukan kawasan hutan produksi terbatas, sementara pada kawasan hutan lindung yang dijadikan penambangan mencapai luasan 62,3 Ha atau 0,67 % dari luas areal peruntukan kawasan lindung.