Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK INTUISI MAHASISWA UIN DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIRNYA Hafriani Hafriani
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 4, No 2, Oktober (2017)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.342 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v4i2.560

Abstract

Setiap mahasiswa pada saat memahami atau menyelesaikan masalah matematikamemerlukan waktu atau strategi penyelesaikan yang berbeda. Menurut Polya, tahap dalam menyelesaikan masalah terdiri dari 4 tahap yaitu: memahami masalah, merencanakan masalah, menyelesaikan masalah dan mengecek kembali jawabannya. Pemecahan masalah sangat erat kaitannya dengan intuisi. Kognisi intuitif atau intuisi dijelaskan oleh Fischbein (1987) sebagai kognisi yang secara subjektif kebenarannya terkandung di dalamnya, dapat diterima dengan sendirinya dan secara langsung, holistik, penggiringan dan pemerkiraan. Kognisi intuitif berbeda dengan kognisi secara analitik. Penjelasan kebenaran suatu pernyataan karena harus membuktikan merupakan kognisi yang bersifat analitik, tetapi kebenaran yang munculnya secara subjektif dan diterima secara langsung (tanpa pembuktian secara formal) merupakan kognisi secara intuitif. Bila diperhatikan, bahwa banyak siswa pandai dalam memecahkan soal matematika sering menggunakan cara-cara yang cerdas di luar dugaan dan kebiasaan, sehingga memberikan jawaban yang singkat dan akurat. Sebaliknya pada siswa-siswa yang mempunyai kemampuan matematika sedang atau rendah, cara yang digunakan untuk memecahkan soal, cenderung memberikan jawaban yang panjang lebar dan terkadang kurang akurat, bahkan banyak siswa yang kemampuan matematikanya rendah mengalami kesulitan untuk menemukan cara dalam memecahkan masalah matematika. Hal tersebut menunjukkan ada kaitan antara kemampuan matematika yang dimiliki siswa dengan intuisi yang digunakan siswa dalam memecahkan masalah matematika.Beberapa karakteristik berpikir intuitif yangcenderung digunakan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika antara lain: (1) direct, self-evident, (2) intrinsic certainty, (3) perseverance dan coerciveness, (4)  extrapolativeness, (5)global (globality)dan implisit (implicitness). Pada setiap menyelesaikan masalah matematika dari memahami masalah sampai memeriksa kembali jawaban, ada sebagian mahasiswa yang memilki intuisi dan ada juga mahasiswa yang tidak memilki intuisi.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA MELALUI PENUGASAN TERSTRUKTUR DI PLATFORM BLOG Hafriani, Hafriani; Aulia, Mirza; Nazariah, Nazariah
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 1, April (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v11i1, April.1989

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki oleh siswa untuk dapat menyelesaikan berbagai permasalahan, baik permasalahan matematika maupun permasalahan yang terkait dalam kehidupan. Namun pada kenyataannya, kemampuan pemecahan masalah matematika masih tergolong rendah. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika, diantaranya kurangnya partisipasi siswa dalam pembelajaran dan model pembelajaran yang kurang tepat untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Untuk mengatasi masalah tersebut, diterapkan  pembelajaran dengan tugas terstruktur yang dikemas di dalam blog. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui tugas terstruktur dengan berbantuan blog. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixed methods). Mixed methods adalah prosedur untuk mengumpulkan, analisis dan pencampuran yang melibatkan penggunaan dua metode, yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif dalam studi tunggal (satu penelitian) untuk memahami masalah penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN 1 Aceh Barat dan sampelnya kelas X MIA-5  yang diambil dengan teknik random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara acak. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan tugas terstruktur dengan berbantuan blog dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas X-MIA 5 MAN 1 Aceh Barat pada materi sistem persamaan linear tiga variabel