Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Rasio CAR, LDR, ROA, ROE, NIM, BOPO Terhadap NPL di Bank Pembangunan Daerah di Sumatera Yasmir Yasmir; Ira Widyastuti; Eva Marlina
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 4 No. 2 (2024): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v4i2.1263

Abstract

This study aims to evaluate the relationship between the variables of Capital Adequacy Ratio (CAR), LDR (Loan to Deposit Ratio), ROA (Return on Assets), Return on Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM), and Operating Expenses to Operating Income (BOPO) with Non-Performing Loans (NPL), and to identify other potential factors influencing NPL. This research involves the analysis of data from 40 bank samples in Sumatra. The data analysis techniques used include significance tests, multicollinearity tests, heteroscedasticity tests, and regression analysis to understand whether the Capital Adequacy Ratio and other variables have a significant impact on Non-Performing Loans, as well as to explore the strengths and weaknesses of the regression model used. The results indicate that CAR has a significant relationship with NPL, while other variables such as LDR, ROA, ROE, NIM, and BOPO do not show a significant influence. The regression model demonstrates a strong correlation between the independent variables and NPL, with approximately 41.8% of the variation in NPL being explained by the independent variables in the model. Nonetheless, other factors need to be considered to fully understand the variation in NPL
PEMBERDAYAAN EKONOMI MELALUI PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN KOPERASI DI DESA BANGUN HARJO KUAMANG KUNING Ira Widyastuti; Syah Amin Albadry; Deni Handani; Sasmita Rusnaini; Panji Ulum; Siti Rahmiati; Ade Sofa; Mardansyah Mardansyah; Haesdhona Haesdhona
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3933

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa bangun harjo. Dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya memahami prosedur pembentukan koperasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Indonesia. Jumlah masyarakat yang tidak memahami manfaat dan tujuan bergabung dalam koperasi adalah masalah yang sering ditemui. Banyak masyarakat di desa tidak memiliki koperasi unit desa (KUD) ataupun bentuk koperasi lainnya. Meskipun demikian, desa memiliki banyak potensi untuk menghasilkan produk rumah tangga dan produk pertanian dari kelompok usaha kecil yang ada di masyarakat. Sementara itu, materi yang disampaikan memberikan pemaparan teoritis dan praktis, tanya jawab dan diskusi menentukan sejauh mana peserta memahami proses pendampingan pembentukan koperasi. serta masyarakat bisa menyadari betapa pentingnya memahami proses pembentukan koperasi sesuai dengan Undang-Undang perkoperasian No.25/1992. Hasil dari evaluasi kegiatan pengabdian pendampingan pembentukan Koperasi Desa menunjukkan bahwa masyarakat telah memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat koperasi Desa, lebih banyak pengetahuan dan pemahaman tentang cara membentuk koperasi Desa, dan lebih banyak kesadaran dan keinginan untuk bergabung dengan koperasi
PEMBERDAYAAN MAHASISWA MENGHADAPI REKRUTMEN KERJA MELALUI PELATIHAN DAN SIMULASI JOB INTERVIEW Ira Widyastuti; Sasmita Rusnaini; Siti Rahmiati; Ha Esdhona; Feri Antoni; Silvia Jesika
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2026): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2026
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v6i1.5682

Abstract

Kemampuan mahasiswa untuk menghadapi proses rekrutmen kerja masih menjadi masalah, terutama dalam hal kemampuan mereka untuk wawancara kerja. Banyak mahasiswa berprestasi tinggi, tetapi mereka gagal menyampaikan potensi mereka dalam proses seleksi agar mampu bersaing. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberi mahasiswa kesempatan untuk berlatih dalam wawancara kerja dan meningkatkan kemampuan mereka untuk bekerja. Hasil dari kegiatan yang dilakukan yaitu simulasi wawancara kerja berbasis praktik, menunjukkan bahwa peserta lebih memahami metode wawancara dan lebih percaya diri untuk memulai proses rekrutmen. Diharapkan program ini akan meningkatkan persaingan lulusan di tempat kerja
PEMBERDAYAAN EKONOMI MELALUI PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN KOPERASI DI DESA BANGUN HARJO KUAMANG KUNING Ira Widyastuti; Syah Amin Albadry; Deni Handani; Sasmita Rusnaini; Panji Ulum; Siti Rahmiati; Ade Sofa; Mardansyah Mardansyah; Haesdhona Haesdhona
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3933

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa bangun harjo. Dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya memahami prosedur pembentukan koperasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Indonesia. Jumlah masyarakat yang tidak memahami manfaat dan tujuan bergabung dalam koperasi adalah masalah yang sering ditemui. Banyak masyarakat di desa tidak memiliki koperasi unit desa (KUD) ataupun bentuk koperasi lainnya. Meskipun demikian, desa memiliki banyak potensi untuk menghasilkan produk rumah tangga dan produk pertanian dari kelompok usaha kecil yang ada di masyarakat. Sementara itu, materi yang disampaikan memberikan pemaparan teoritis dan praktis, tanya jawab dan diskusi menentukan sejauh mana peserta memahami proses pendampingan pembentukan koperasi. serta masyarakat bisa menyadari betapa pentingnya memahami proses pembentukan koperasi sesuai dengan Undang-Undang perkoperasian No.25/1992. Hasil dari evaluasi kegiatan pengabdian pendampingan pembentukan Koperasi Desa menunjukkan bahwa masyarakat telah memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat koperasi Desa, lebih banyak pengetahuan dan pemahaman tentang cara membentuk koperasi Desa, dan lebih banyak kesadaran dan keinginan untuk bergabung dengan koperasi
Makna Work life Balance di Tengah Tekanan Kerja Perawat Generasi Milenial dalam lingkungan Kerja Rumah Sakit Ira Widyastuti; Ha Esdhona; Sasmita Rusnaini; Feri Antoni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10953

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami makna work life balance di tengah tekanan kerja yang dialami perawat generasi milenial di rumah sakit. Dengan tingginya tuntutan pelayanan kesehatan, sistem kerja shift, beban kerja, serta tekanan emosional dalam pekerjaan menjadikan perawat rentan mengalami ketidakseimbangan antara kehidupan pribadi dan kehidupan pekerjaan. Kondisi tersebut semakin kompleks pada generasi milenial yang cenderung memiliki perhatian tinggi terhadap kualitas hidup, kesehatan mental, dan keseimbangan kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Kondisi tersebut semakin komplek pada generai milenial yang mana memiliki orientasi tinggi kepada kualitas hidup, kesehatan mental, kesejahteraan psokologis dan dan fleksibilitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pangalaman subjektif perawat generasi milenial yang bekerja di rumah sakit swasta dan menjalankan pekerjaan dengan sistem shift. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi makna pengalaman yang dialami informan. Hasil penelitian diharapkan dapat mengungkap bahwa work life balance bagi perawat generasi milenial tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, tetapi juga sebagai upaya mencapai kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial. Penelitian ini juga diharapkan menemukan berbagai strategi coping yang dilakukan perawat, seperti manajemen waktu, pemanfaatan dukungan keluarga dan rekan kerja, serta pengelolaan kesehatan mental. Temuan penelitian diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia, khususnya dalam pengelolaan tenaga kesehatan, serta menjadi masukan bagi rumah sakit dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan perawat.