Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Intervensi Edukasi Kesehatan Terhadap Kepatuhan Minum Obat dan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi: Tinjauan Naratif Susanti, Aprilia Diah; Wahyono, Djoko; Galistiani, Githa Fungie
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i1.115544

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit kronis yang tidak menular yang memerlukan terapi jangka Panjang, untuk mencegah terjadinya komplikasi terhadap penyakit yaitu dengan meningkatkan kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup pasien hipertensi. Ketidakpatuhan dalam dalam meminum obat antihipertensi masih menjadi tantangan utama. Narrative review ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi edukasi kesehatan terhadap kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan pencarian literatur melalui database PubMed dan Google Scholar. Pemilihan artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 6 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi kesehatan berupa konseling dan edukasi oleh apoteker, pemberian leaflet, dan edukasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan jangka waktu selama    6 bulan efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien hipertensi. Kesimpulannya edukasi kesehatan dapat memberikan peran penting dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien hipertensi menjadi lebih baik, sehingga diperlukan program edukasi kesehatan yang komunikatif guna mendukung pengelolaan hipertensi secara optimal.
Using Antibiotic Game In Improving Antibiotics Knowledge: A Pilot Study In Banyumas District Women Githa Fungie Galistiani; Alda Argyanti; Muhamad Iqbal Dikri Fadillah; Feisal Aziez; Anjar Mahardian Kusuma
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 20 No. 02 Desember 2023
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v20i2.21122

Abstract

Background: The lack of antibiotic knowledge is identified as one of major problems in combating antimicrobial resistance (AMR) in Indonesia. More interactive ways added to educational tools may be more effective. Objective: This study aims to determine the impact of Focus Group Discussion (FGD) and Antibiotic Game (AG) as educational interventions in improving antibiotics knowledge among women in Banyumas District, Central Java Province, Indonesia. Methods: A quasi-experimental study with pre-/post-test design method was conducted between June–July 2023. Results: There was statistically significant difference between FGD and AG groups in improving knowledge of antibiotics in Indonesian women (p value = 0.034). Conclusion: The findings of our study will be useful for Indonesian policymakers to develop future educational interventions in improving knowledge and promoting rational antibiotic use, especially in Indonesian housewives.
Polifarmasi dan Interaksi Obat pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa Galistiani, Githa Fungie; Ratri, Emeralda Pradipta; Wahyono, Djoko
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i1.26887

Abstract

Pasien dengan penyakit ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis umumnya memiliki berbagai kondisi medis penyerta, seperti hipertensi dan gangguan metabolik lainnya yang menyebabkan penggunaan banyak obat secara bersamaan. Penggunaan sejumlah besar obat ini dapat menyebabkan polifarmasi, yaitu kondisi ketika pasien mengonsumsi lima atau lebih jenis obat yang pada gilirannya meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi polifarmasi serta mengidentifikasi potensi interaksi obat pada pasien hemodialisis. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode narrative review dengan menelaah 10 artikel yang relevan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami polifarmasi dengan tingkat konsumsi obat bervariasi antara lima hingga lebih dari sepuluh jenis obat per pasien. Mayoritas artikel menunjukkan tingginya prevalensi polifarmasi (>80%) dan potensi interaksi obat kategori sedang hingga berat, terutama pada pasien lansia dengan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes. Dari analisis interaksi obat, ditemukan bahwa potensi interaksi yang terjadi mencakup kategori ringan, sedang hingga berat dengan beberapa kombinasi obat menunjukkan risiko signifikan terhadap penurunan efektivitas terapi maupun peningkatan toksisitas. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap regimen pengobatan yang digunakan oleh pasien hemodialisis.