Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Information and Education Covid-19 in Paran Padang Village, Sipirok District in 2020 Ayus Diningsih; Nefonavratilova Ritonga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 1 (2021): Vol.3 No.1 April 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a new type of disease that has never been previously identified in humans. The virus that causes COVID-19 is called Sars-CoV-2. Corona viruses are zoonotic (transmitted between animals and humans). Meanwhile, the animal that is the source of transmission of COVID-19 is still unknown. Based on scientific evidence, COVID-19 can be transmitted from human to human through coughing / sneezing (droplets). People who are most at risk of contracting this disease are people who are in close contact with COVID-19 patients including those caring for COVID-19 patients. Common signs and symptoms of Covid-19 infection include symptoms of acute respiratory distress such as fever, cough and shortness of breath. The average incubation period is 5-6 days, with an incubation period of fever, cough and shortness of breath. In severe cases, Covid-19 can cause pneumonia, acute respiratory syndrome, kidney failure, and even death. This community service program aims to increase public knowledge about Covid-19 information and education in Paran Padang Village, Sipirok District and increase public awareness about healthy living habits to prevent Covid-19 transmission. The target of the extension activities is all people in Paran Padang Village, Sipirok District. The expected result of this counseling is an increase in public knowledge about Covid-19 starting from signs, symptoms, causes, diagnosis, treatment, complications and ways to prevent covid-19 by maintaining a healthy life by always washing hands with soap, always using a mask when it comes out. home, always keep your distance from others and avoid crowds.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Pencuci Piring Bagi Mahasiswa Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidimpuan Ayus Diningsih; Yulia Vera
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 2 No 1 (2020): Vol. 2 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soap is a material used for washing clothes, furniture, bodies, etc which is made from a mixture of alkalis (sodium or potassium hydroxide) and triglycerides from C16 carbon chain fatty acids through a saponification reaction or also called a lathering reaction at a temperature of 80 -100 o C. In this process, the fatty acids will be hydrolyzed by alkalis to form glycerin and raw soap. The application of science and technology from community service is to equip the younger generation in producing liquid dish soap for the students in Health Faculty Aufa Royhan University Padangsidimpuan and to attract students to be skilled and creative entrepreneurs. Activities carried out in the form of training with instructors from S-2 lecturers of the Pharmacy Study Program, Health Faculty Aufa Royhan University Padangsidimpuan include training in making dishwashing liquid soap as a creative and competitive entrepreneurial product. The results that have been achieved from this training activity in general are that students are very enthusiastic about participating in this training and they are able to make their own liquid dish soap for their own needs and market the dish soap as a source of income so that they can improve the entrepreneurial skills in Health Faculty Aufa Royhan University Padangsidimpuan
PENYULUHAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI SD SWASTA MUHAMMADIYAH DESA PANOBASAN Ayus Diningsih; Nazaruddin Nasution
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.921

Abstract

Kesehatan mulut merupakan komponen integral dari kesehatan umum. Hal ini juga menjadi jelas bahwa faktor-faktor penyebab dan risiko penyakit mulut sering sama dengan yang terlibat dalam penyakit umum. Kesehatan secara keseluruhan, kesejahteraan, pendidikan dan pengembangan anak, keluarga dan masyarakat dapat dipengaruhi oleh kesehatan mulut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab yang dilakukan mahasiswi kepada anak-anak SD Swasta Muhammadiyah Desa Panobasan. Pada kegiatan ini kami melihat anak-anak antusias mengikuti penyuluhan mengenai Kesehatan gigi dan mulut. Anak-anak yang sedikit kurang memahami materi yang disampaikan sehingga perlu bantuan alat peraga untuk mempraktekkan nya secara langsung. Anak perlu mendapatkan informasi tentang kesehatan gigi agar bisa menerapkan perilaku hidup sehat.
EDUKASI SKRINING INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI DESA SIGUMURU KABUPATEN TAPANULI SELATAN Helmy Aprilia Sari; Ayus Diningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia disebabkan karena 95% wanita usia subur (WUS) tidak menjalani pemeriksaan secara dini sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis dari kanker serviks dan menurunkan harapan hidup wanita. Tingginya kasus kanker serviks disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan juga kesadaran untuk melakukan deteksi dini seperti pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) sehingga kanker serviks baru ditemukan pada stadium lanjut. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap WUS melakukan IVA test. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan informasi tentang IVA dengan jumlah peserta sebanyak 18 orang. Hasil evaluasi selama proses kegiatan berlangsung diperoleh seluruh peserta memahami tentang skrinning kanker serviks dengan pemeriksaan IVA. Diharapkan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu sehingga berminat melakukan IVA pada WUS
Penyuluhan Bahan Tambahan Makanan Berbahaya Bagi Kesehatan Di SDN 200514 Desa Labuhan Labo Ayus Diningsih; Olivia Feby Mon Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 2 No 2 (2020): Vol. 2 No. 2 Agustus 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of food additives (BTP) in the food production process needs to be watched out together, both by producers and by consumers. The impact of its use can have positive or negative consequences for society. Deviation in its use will endanger us together, especially the younger generation as the successor of nation development. This community service program aims to provide knowledge to students about food additives that are harmful to health and encourage students to consume foods that do not contain harmful chemicals. The target of the extension activities is the students of SDN 200514 in Labuhan Labo Village. Based on preliminary investigations, students did not know the dangers of food containing hazardous chemicals such as rhodamine B dye, borax preservative, MSG flavoring and artificial sweeteners. It cannot be denied that everyone, especially schoolchildren, really likes food snacks. Therefore, traders strive to give children an attractive appearance and taste by using certain ingredients regardless of safety. Therefore, it is necessary to carry out activities that include counseling about food additives that are harmful to health. This activity has contributed to improving the level of public health, especially for children to adolescents since they were in elementary school.
Pembagian Dan Penerapan Handsanitizer Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Pada Masyarakat Kelurahan Aek Tampang Ayus Diningsih; Nefonavratilova Ritonga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v3i3.525

Abstract

Hand sanitizer is an alcohol-based hand sanitizer product that can be in the form of a gel or liquid. Hand sanitizer can instantly kill germs without using water, can be used anytime and anywhere, for example after handling money, before eating and after eating. Hand sanitizer is an alternative to prevent the spread of the Covid-19 virus because it contains alcohol and other substances that can kill viruses that stick to the hands, especially in the area of ​​​​the hands. The form of hand sanitizer itself varies, ranging from gel, spray, to foam. The requirement for a hand sanitizer to be effective in killing germs and viruses is that it contains at least 60% alcohol. This community service program aims to distribute and implement hand washing with hand sanitizers in an effort to prevent covid-19 in the Aek Tampang village, South Padangsidimpuan District. The target of the outreach activities is the entire community in Environment III, Aek Tampang Village, South Padangsidimpuan District. The expected result of this service is that the community accepts and implements the use of Hand Sanitizer as a practical step for washing hands to prevent the spread of COVID-19.
Kenali Toga (Tanaman Obat Keluarga): Belajar Herbal Sambil Bermain di MIS Hajijah Amalia Sari Rini Fitriani Dongoran; Ayus Diningsih; Afrina Dewi Lubis; Cory Linda Futri; Irawati Harahap; Nur Hamimah; Anna Rizki Nasution; Rahmah Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6778

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah budidaya tanaman berkhasiat obat di pekarangan rumah, kebun, atau pot, yang difungsikan sebagai penyedia obat obatan herbal alami untuk kebutuhan pertolongan pertama dan kesehatan keluarga. Kegiatan pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya edukatif dalam menanamkan nilai kesehatan alami serta kepedulian lingkungan sejak usia dini. Program ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Hajijah Amalia Sari dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai jenis, manfaat, serta cara sederhana pemanfaatan tanaman obat yang tersedia di lingkungan sekitar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif menggunakan media visual, permainan edukatif untuk memperkuat pemahaman konsep, serta praktik langsung menanam tanaman herbal seperti jahe, kunyit, dan serai di area sekolah. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test sederhana yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar, serta observasi terhadap partisipasi dan antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan siswa dari 52% sebelum kegiatan menjadi 87% setelah kegiatan dilaksanakan. Selain peningkatan pengetahuan, siswa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengenal, menyentuh, mencium aroma, dan menanam tanaman herbal secara langsung. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan alami, tetapi juga menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan sekolah. Dengan demikian, program pengenalan TOGA terbukti efektif sebagai media edukasi kesehatan dan lingkungan bagi siswa usia dini serta berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Kontrol Stres Fisiologis dan Psikologis Klien Diabetes Melitus Adi Antoni; Ayus Diningsih
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.385 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1497

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menjadi masalah dunia. Klien DM mengalami berbagai stres baik secara fisiologis (hiperglikemi dan fatigue) maupun psikologis (kecemasan). Tjuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kontrol stres fisiologis dan psikologis klien diabetes melitus.Metode : penelitian ini dilaksanakan di Kota Padangsidimpuan. Waktu penelitian dimulai Bulan April sampai Juli 2020. Desain penelitian berupa kuasi eksperimen dengan one group pretest-posttest only design. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 orang. Instrument yang digunakan berupa visual analog scale for fatigue (VASF) untuk mengukur fatigue, glukotes untuk mengukur kadar glukosa darah, Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat stres.Hasil : Hasil penelitian didapatkan relaksasi otot progresif dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam mengelola stres fisiologis dan sres psikologis pada klien dengan diabetes melitus. Kadar glukosa darah sebelum 293 mg/dl dan sesudah 267,65 mg/dl. Skor fatigue sebelum diperoleh 4,45 dan sesudah 2,60. Skor kecemasan dari 36,05 menjadi 32,60.Kesimpulan : relaksasi otot progressif efektif dalam menurunkan stres fisiologis dan stres psikologis pada penderita diabetes melitus.  
IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SKUNDER DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN PUTRI MALU (Mimosa pudica L) Ayus Diningsih; Fitrah Halomoan; Dini Mayasari; Muhammad Arsyad Elfiqoh Rambe; Anwar Syahadat
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 1 (2025): Vol.1 No.1 Maret 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i1.8

Abstract

Tanaman putri malu, yang dikenal dengan nama ilmiah Mimosa pudica L., adalah tanaman liar yang memiliki batang dan daun berduri, serta banyak ditemukan di Indonesia. Mimosa pudica L. termasuk dalam kelompok tanaman berbiji tertutup (angiospermae). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder (Tanin, Alkaloid, Flavonoid, dan Saponin) pada ekstrak etanol daun putri malu (Mimosa pudica L.) serta mengevaluasi aktivitas antioksidan pada daun tersebut. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen laboratorium yang dilaksanakan di Laboratorium Kimia Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun putri malu mengandung Flavonoid, Alkaloid, dan Tanin. Ekstrak etanol daun Mimosa pudica L. menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 20,1348 ppm menggunakan metode DPPH, yang tergolong sebagai antioksidan sangat kuat. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan uji bioaktivitas menggunakan ekstrak pelarut organik lain selain metanol pada Mimosa pudica L.
EDUKASI MANFAAT DAN PEMBUATAN SERBUK INSTAN JAHE DAN KUNYIT PADA LANSIA DI DESA PANGARIBUAN KECAMATAN ANGKOLA MUARA TAIS Ayus Diningsih; Nikma Kemala Sari; M. Arsyad E Rambe; Dini Mayasari
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Edisi Agustus 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v5i2.4982

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat proses penuaan. Upaya promotif dan preventif diperlukan untuk menjaga kualitas hidup lansia, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman herbal seperti jahe dan kunyit. Jahe dan kunyit mengandung senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi sehingga berpotensi mendukung kesehatan lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia mengenai manfaat serta pembuatan serbuk instan jahe dan kunyit. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026 di Desa Pangaribuan, Kecamatan Angkola Muara Tais dengan melibatkan 8 orang lansia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami manfaat jahe dan kunyit bagi kesehatan serta mampu mengikuti tahapan pembuatan serbuk instan secara mandiri. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% peserta merasa tertarik dan puas terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam memanfaatkan tanaman herbal sebagai minuman kesehatan yang praktis dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.