Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Gambaran Konsep Diri Mahasiswa Ditinjau dari Perspektif Budaya Masturah, Alifah Nabilah
Indigenous Vol 2, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i2.4934

Abstract

Individu menggunakan nilai budaya sebagai acuan dalam menggambarkan diri. Sehingga penting bagi individu untuk melihat bagaimana pandangan orang lain untuk menilai diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri mahasiswa dengan latar belakang budayanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Metode accidental sampling digunakan dalam menentukan subjek penelitian. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang yang berjumlah 261 orang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa pertanyaan terbuka yang dikembangkan sendiri oleh peneliti berdasarkan pada pemahaman teoritis konsep diri. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabulasi silang. Hasil menunjukkan bahwa subjek menggambarkan diri mereka kedalam 4 kelompok, yaitu: menurut diri sendiri, ayah, ibu, dan teman. Setiap kelompok menggambarkan diri interdependen dan diri independen. Ayah, ibu dan teman cenderung menilai konsep diri subjek dalam kategori interdependen. Sedangkan subjek menilai konsep dirinya cenderung pada kategori independen. Hasil lainnya menunjukkan keempat kelompok penilaian konsep diri saling terkait. Akan tetapi, variabel demografi, seperti jenis kelamin, usia, suku, dan asal kepulauan tidak memiliki keterkaitan dengan konsep diri, kecuali penilaian konsep diri menurut ibu dan demografi suku yang memiliki keterkaitan yang lemah.Kata kunci: budaya, konsep diri, mahasiswa
Membangun karakter anak sejak dini melalui program Tetirah Bimasakti Masturah, Alifah Nabilah; Rokhmah, Sakinah Nur; Prabowo, Adhyatman; Fasikhah, Siti Suminarti; Wulandari, Nany; Hermawaty, Yuni; Gunawan, Dwiko Nur Gunawan; Widodo, Agus Sri
Cognicia Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v12i2.35580

Abstract

Elementary school children have the potential to develop positively with the support of their social environment. The more positive experiences presented in a child's daily life, the more likely they are to grow into well-adjusted individuals. The aim of this research is to evaluate the effectiveness of the Program Tetirah Bimasakti in reducing challenging behaviors in elementary school children. This study utilized a quasi-experimental, one-group pretest-posttest design. Participants included six children enrolled in the Program Tetirah Bimasakti, selected through purposive sampling. The research instrument employed was the Indonesian version of the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) for children. Data analysis was conducted using the paired sample t-test. The results indicated a decrease in the participants' difficulty scores; however, there was no significant change in their prosocial scores. This suggests that while the Program Tetirah Bimasakti was effective in reducing difficult behaviors, it was insufficient for fostering prosocial behavior. Consequently, this study implies that relevant institutions should develop structured modules for activity programs that can be tailored to specific and targeted competencies.
Ketangguhan mental sebagai solusi kecemasan bertanding atlet Hudaniah, Hudaniah; Masturah, Alifah Nabilah
JURNAL PSIKOLOGI Vol 20, No 2 (2024): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v20i2.23019

Abstract

Sebagian besar atlet cenderung fokus mempersiapkan kemampuan fisik sebelum pertandingan, dan mengabaikan persiapan psikologis. Sementara itu, faktor psikologis memiliki peranan dalam pencapaian prestasi atlet. Beberapa faktor psikologis tersebut ialah kecemasan bertanding dan ketangguhan mental. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ketangguhan mental terhadap kecemasan bertanding pada atlet remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif non eksperimen jenis korelasional dengan menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian adalah 239 atlet olahraga yang berusia remaja (15-18 tahun), dan sudah pernah bertanding dalam kejuaraan olahraga minimal tingkat provinsi. Pengukuran dilakukan menggunakan Mental Toughnes Quisionaire (MTQ) dan Competitive State Anxiety Inventory-2 (CSAI-2). Analisa data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan ketangguhan mental yang tinggi dapat memprediksi penurunan kecemasan bertanding. Sumbangan efektif ketangguhan mental terhadap kecemasan bertanding sebesar 52,7% pada atlet remaja (β=-0.726; p<0,001). Artinya, ketangguhan mental yang tinggi akan menurunkan kecemasan bertanding atlet. Sehingga, atlet dapat mengurangi kecemasan bertanding mereka dengan cara melakukan peningkatan ketangguhan mentalnya. 
Pertemanan dan Stres: Mengurai Dampaknya pada Ide Bunuh Diri Mahasiswa Fitriani, Indah; Masturah, Alifah Nabilah
Jurnal Online Psikogenesis Vol 13 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v13i1.4578

Abstract

The prevalence of suicide among students has increased year by year. Various factors, including the quality of friendships and stress levels, influenced this condition. The study aims to determine the role of stress levels in mediating the influence of friendship quality on suicidal ideation. The approach used a correlational quantitative design. The research respondents were active students aged between 18 and 25 years, were currently abroad, had close friends, and had ever thought about committing suicide, totalling 174 people obtained through purposive sampling techniques. The measuring instruments used were an adaptation of the McGrill Friendship Questionnaire-Friend's Function (MFQ-FF), Beck Scale for Suicide Ideation (BSS), and Perceived Stress Scale-10 items (PSS-10). Data analysis used Mediated Regression Analysis (MRA). The results showed that there was no influence of friendship quality on suicidal ideation, which was mediated by stress level. Additionally, it is also known that the quality of friends has a negative influence on stress levels. This means that stress levels are not mediators and do not influence suicidal ideation. The quality of friendship also does not influence suicidal ideation. However, good-quality friendships can help reduce stress levels.
PENINGKATAN MODAL PSIKOLOGIS UNTUK DAPAT BERTUMBUH BAGI KARYAWAN PUSKESMAS Indarwati, Sri Mulyani; Masturah, Alifah Nabilah
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v5i2.1436

Abstract

Karyawan puskesmas perlu untuk bertumbuh agar bisa memberikan performa kerja yang baik. Salah satu cara untuk bertumbuh adalah dengan memiliki psychological capital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah psychological capital memiliki pengaruh terhadap flourishing pada karyawan puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan menggunakan metode korelasional. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah sebanyak 147 karyawan yang bekerja pada salah satu puskesmas yang ada di Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling untuk menentukan jumlah subjek. Skala yang digunakan adalah Compound Psychological Capital Scale-Revision (CPC-12R) dan Flourishing Scale (FS). Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier. Hasil analisis menunjukkan bahwa psychological capital memiliki pengaruh terhadap flourishing pada karyawan puskesmas. Sementara, untuk hasil analisis setiap dimensi psychological capital menunjukkan hanya dimensi harapan, efikasi diri, dan resiliensi yang mempengaruhi flourishing. Namun, dimensi optimisme tidak berpengaruh terhadap flourishing.
Apa Saya Khawatir Karena Fear of Negative Evaluation? Sebuah Studi Pada Remaja Putera, Kokoh Dwi; Yuniardi, Muhammad Salis; Masturah, Alifah Nabilah
Mediapsi Vol 6 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.01.3

Abstract

Adolescence is a period characterised by teenagers’ feelings that problems in life are much more complicated than the periods that come before (childhood) or after it (adulthood). This is the case particularly because adolescence lasts quickly and many changes occur during the period. One of the prevalent disorders commonly experienced by adolescents is generalized anxiety disorder (GAD). We assumed in the present research that fear of negative evaluation (FNE) may influence the GAD. Building upon this assumption, the goal of this research was to examine the extent to which FNE explains GAD. Participants were 475 students from 9 high schools in Malang, who were recruited based on probability or random sampling. The data were then analysed quantitatively using simple linear regression. The results showed that FNE was a significant positive predictor of GAD, implying that the high levels of FNE were related to high levels of GAD, and, vice versa, low levels of FNE were related to low levels of GAD. Masa remaja adalah masa dimana setiap problematika hidup terasa lebih berat daripada masa-masa sebelum (kanak-kanak) atau setelahnya (dewasa). Hal ini dikarenakan masa remaja berlangsung dengan cepat dan ditandai dengan banyak perubahan. Salah satu gangguan yang prevalensinya cukup tinggi yang dialami oleh remaja adalah generalized anxiety disorder (GAD). Peneliti mengasumsikan bahwa fear of negative evaluation (FNE) dapat mempengaruhi GAD tersebut. Mengacu pada asumsi ini, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji sejauh mana FNE dapat mempengaruhi GAD. Subjek penelitian adalah 475 siswa dan siswi dari 8 SMA di Kota Malang, yang direkrut atas dasar probability sampling.  Data kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan regresi linear sederhana (simple linear regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FNE menjadi prediktor positif yang signifikan dalam menjelaskan GAD.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi FNE maka akan semakin tinggi juga GAD, begitupun sebaliknya jika semakin rendah FNE maka akan semakin rendah juga GAD.
Proses Menuju Dewasa: Usaha Bertumbuh Untuk Mengatasi Stres Syamsi, Nadhira Qania; Masturah, Alifah Nabilah
Schema: Journal of Psychological Research Vol. 10 No. 02 (2025): SCHEMA Volume 10 No.2 November 2025
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/schema.v10i02.6970

Abstract

Emerging adulthood mengalami peningkatan psychological distress dalam beberapa tahun terakhir. Emerging adulthood membutuhkan personal growth initiative sebagai mekanisme perlindungan untuk terhindar dari psychological distress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh personal growth initiative terhadap psychological distress pada emerging adulthood. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dengan subjek sebanyak 272 emerging adulthood berusia 18-25 tahun yang dikumpulkan menggunakan teknik quota sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Personal Growth Initiative Scale-II (PGIS-II) dan General Health Questionnaire-12 (GHQ-12). Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara personal growth initiative dan psychological distress dengan nilai signifikasi <0,001. Dengan demikian, semakin tinggi personal growth initiative maka akan semakin rendah psychological distress pada emerging adulthood, begitupun sebaliknya.