Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemerolehan Bahasa Anak Tunarungu Pengguna Hearing Aid dengan Media Kartu Bergambar Idawati Idawati; Odien Rosidin
Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Vol 6 No 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.3404

Abstract

Anak yang menderita tunarungu akan mengalami perbedaan dengan anak normal pada umumnya dalam pemerolehan bahasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak tunarungu pengguna hearing aid dengan media kartu bergambar di salah satu sekolah khusus di Provinsi Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus terhadap tiga orang siswa tunarungu pengguna hearing aid di salah satu sekolah khusus di Provinsi Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosa kata yang disajikan dalam bentuk kartu bergambar dapat dibaca dan dipahami dengan baik oleh siswa tunarungu pengguna hearing aid, walaupun masih ada beberapa kesalahan berupa perubahan vokal maupun konsonan. Ketiga siswa tersebut dapat mengikuti intruksi guru dan peneliti dengan baik.
Afiksasi Pembentuk Verba Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia dalam Novel Baruang Kanu Ngarora Karya D.K. Ardiwinata Nazwa Sabina Puteri; Odien Rosidin
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 11, No 1 (2023): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v11i1.40-47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan afiks pembentuk verba bahasa Sunda dan bahasa Indonesia dengan menentukan persamaan dan perbedaan, serta mengidentifikasi analisis kontrastif pada kedua bahasa yang terdapat dalam novel Baruang Kanu Ngarora karya D.K. Ardiwinata. Teknik analisis data dilakukan untuk mendapatkan data yang bermakna dalam proses penelitian. Penelitian ini juga dilakukan agar dapat memberikan manfaat yaitu, dapat membagikan pengetahuan baru terkait dengan proses pembentukan kata melaui proses afiksasi verba bahasa Sunda dan bahasa Indonesia khususnya dalam ilmu bahasa pada kajian analisis kontranstif dan morfologi. Analisis konstrastif adalah kegiatan membandingkan struktur B-1 dan B-2. Bahasa itu dinamis sehingga bahasa dapat terus-menerus berkembang dan mengalami perubahan yang cukup pesat. Data diperoleh dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik content analysis seperti menelaah, teknik mencatat. membaca, dan mengamati kata kerja baik dalam novel ataupun pendengaran yang diamati oleh peneliti. Teori penelitian ini yaitu analisis kontrastif. Berdasarkan penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa proses pembentukan kata serta mengubah pengimbuhan pada bentuk dasar, disebut sebagai penambahan afiks atau imbuhan kata adalah pengertian dari afiksasi.
Peran Psikolinguistik dalam Pembelajaran Bahasa dan Pengajaran Pada Sekolah Menengah Atas Sopyan Sopyan; Odien Rosidin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.942 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.7069

Abstract

Penelitian ini membahas Psikolinguistik telah memberikan banyak teori yang menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh bahasa, menghasilkan dan merasakan baik bahasa lisan maupun tulisan. Teori-teori tersebut telah digunakan dalam bidang pengajaran bahasa. Beberapa ahli menggunakannya sebagai teori dasar dalam mengembangkan pengajaran Bahasa metode. Hal ini dikenal sebagai pendekatan psikolinguistik. Pendekatan psikolinguistik memandang belajar sebagai proses kognitif individu yang terjadi dalam diri individu tersebut kemudian bergerak ke dimensi sosial. Sebagai pendekatan, ada beberapa metode yang dikembangkan berdasarkan teori psikolinguistik seperti metode natural, metode respon fisik total, dan metode sugestiopedia. Metode ini menerapkan prinsip-prinsip psikolinguistik bahwa bagaimana seseorang memperoleh bahasa ibu atau bahasa, mempelajari bahasa kedua atau ketiganya, mempersepsikan suatu bahasa, dan menghasilkan bahasa. Persepsi bahasa mengacu pada mendengarkan dan membaca, sedangkan produksi bahasa mengacu pada berbicara dan menulis. Mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis disebut sebagai empat keterampilan berbahasa. Secara khusus, psikolinguistik membantu untuk memahami kesulitan dari keempat keterampilan ini, baik yang bersifat intrinsic kesulitan dan kesulitan ekstrinsik. Psikolinguistik juga membantu menjelaskan kesalahan yang dilakukan siswa dalam pembelajaran bahasa tersebut. Dalam psikolinguistik juga telah mendefinisikan ada jenis gangguan otak yang: dapat mempengaruhi suatu kinerja belajar bahasa. Psikolinguistik terutama membantu guru untuk mempertimbangkan penggunaan metode yang tepat untuk mengajarkan empat hal tersebut keterampilan bahasa
PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK PENDERITA GAGAP (STUTTERING) PASCAKEJANG Elis Yunita; Indri Wulandari Sukoco; Odien Rosidin
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 6 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v6i1.223

Abstract

Pemerolehan bahasa pada orang yang mengalami gangguan berbahasa akan berbeda dengan orang yang normal. Gangguan berbahasa sendiri dapat diakibatkan oleh faktor genetik, perkembangan motorik yang lambat atau tidak normal, dan karena kerusakan otak bagian hemisfer kiri akibat kecelakaan, kejang, dan trauma otak lainnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pemerolehan bahasa pada seorang anak berusia 11 tahun berinisial FD, seorang penderita gagap akibat demam tinggi dan kejang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan proses analisis berupa penerjemahan hasil temuan dalam bentuk hasil ujaran penderita gagap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik gagap yang dialami FD adalah adanya pengulangan pada bunyi huruf, pengulangan suku kata, pengulangan kata, serta sering pula ujaran terhenti di tengah-tengah kalimat. Kasus seperti FD ini bisa terjadi pada siapa saja. Dan umumnya tidak diberikan terapi secara khusus karena bukan karena faktor perkembangan yang lambat, tetapi telah terjadi kerusakan pada otak.
Bahasa Tulis pada Anak Disleksia di SMP Negeri 2 Gunungsindur Firdha Rachmawati; Odien Rosidin; Dede Irpan Nawawi
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.18843

Abstract

Written Language In Children With Dyslexia At Smp Negeri 2 GunungsindurABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memeriksa variasi bentuk bahasa tulis pada anak-anak yang mengalami disleksia. Penelitian ini layak untuk dilakukan karena fenomena variasi bentuk bahasa tulis pada anak-anak yang mengalami disleksia memiliki potensi untuk mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa tulis pada kondisi disleksia, sehingga dapat memberikan wawasan baru dan solusi efektif dalam upaya membantu anak-anak dengan disleksia dalam mengatasi hambatan komunikasi tertulis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga anak: NA (13 tahun), NAl (13 tahun), dan DAM (14 tahun). Data dikumpulkan melalui dokumentasi bahasa tulis yang dihasilkan oleh subjek penelitian. Proses pengambilan data melibatkan peneliti yang mendiktekan kalimat-kalimat kepada subjek penelitian. Kalimat yang telah disiapkan tersebut disesuaikan dengan kemampuan menulis anak-anak tersebut. Subjek penelitian diberikan kebebasan untuk mengucapkan kata-kata secara verbal sebelum menulisnya. Hal ini membantu subjek penelitian dalam mengorganisir dan melatih keterampilan mengeja kata-kata sebelum menulisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan disleksia cenderung menulis huruf secara terbalik, mengurangi penulisan huruf dalam kata, menambahkan huruf pada kata tertentu, dan mengganti huruf ketika mereka lupa atau tidak tahu huruf yang harus ditulis.Kata kunci: Bahasa tulis, disleksiaABSTRACTThis study aims to examine variations in written language forms in children with dyslexia. This research is feasible to do because the phenomenon of variations in forms of written language in children who experience dyslexia has the potential to uncover factors that influence the development of written language in dyslexic conditions, so that it can provide new insights and effective solutions in efforts to help children with dyslexia. in overcoming written communication barriers. The research method used in this study is descriptive qualitative approach. The research subjects consisted of three children: NA (13 years), NAl (13 years), and DAM (14 years). Data was collected through written language documentation produced by research subjects. The data collection process involves the researcher dictating sentences to the research subject. The sentences are adapted to the children's writing ability. Research subjects are given the freedom to say the words verbally before writing them. This helps the research subjects organize and practice their spelling skills before writing them. The results showed that children with dyslexia tend to write letters backwards, write less letters in words, add letters to certain words, and replace letters when they forget or don't know which letters to write.Keyword: Written language, dyslexia
Analisis Kosakata Homonim Bahasa Korea dan Bahasa Indonesia (Kajian Analisis Kontrastif) Lela Fadilah; Odien Rosidin; Dase Erwin Juansah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.3126

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian analisis kontrastif untuk mencari persamaan dan perbedaan kata homonim antara bahasa Korea dan bahasa Indonesia. Penelitian ini dilatarbelkangi oleh kurangnya sumber pengayaan khusus pada pembelajaran bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Sumber penelitian ini berupa kamus, program televisi, tayangan youtube, website yang mengandung data penelian. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data, menggunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik lanjutannya adalah teknik simak bebas lipat cakap serta teknik catat. Pemeriksaan keabsahan penelitian ini dilakukan oleh tiga orang penyidik yang memiliki kepakaran dibidang bahasa Korea, bahasa Indonesia, dan pengajaran BIPA. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan metode padan dengan teknik dasar yang disebut teknik pilih unsur penentu dan teknik lanjutan teknik hubung banding menyamakan (HBS), teknik hubung banding membedakan (HBB). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahaan ajar oleh para pengajar bahasa Indonesia bagi Penuru Asing (BIPA). Setelah melakukan analisis terdapat 32 data bahasa Indonesia dan Bahasa Korea yang memiliki keidentikan dalam tulisan dan bunyi, 13 data memiliki keidentikan pelafalan atau bunyi namun berbeda penulisannya.
ANALISIS GANGGUAN BERBAHASA PADA PENYANDANG TUNARUNGU Subihah Subihah; Odien Rosidin; Dase Erwin Juansah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i1.425

Abstract

Penelitian ini berfokus pada gangguan berbahasa dalam kemampuan produksi fonologis, yaitu bunyi vokal dan konsonan dalam bahasa Indonesia pada penyandang tunarungu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data penelitian ini berupa tuturan yang dihasilkan penyandang tunarungu dalam berkomunikasi secara verbal. Sumber data penelitian ini adalah seorang konten kreator di media sosial Instagram berinisial JN yang merupakan penyandang tunarungu berumur 31 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik perluasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan produksi fonologis pada JN dalam menghasilkan bunyi vokal dan bunyi konsonan sudah mendekati sempurna. Berdasarkan hasil analisis hanya beberapa bunyi vokal dan konsonan saja dalam pelafalan mengalami penyimpangan bunyi yang bersifat penyisipan, penghilangan dan penggantian. Kondisi tersebut dikarenakan persepsi bunyi yang ditangkap oleh teman tuli pada masa pemerolehan bahasa berbeda dengan teman dengar.
PEMEROLEHAN FONOLOGI PADA ANAK PENYANDANG DOWN SYNDROM STUDI KASUS DI SEKOLAH MUTIARA BUNDA CILEGON Ardita Puspitasari; Asep Muhyidin; Odien Rosidin
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan artikulasi fonem yang mampu diucapkan oleh anak Down Syndrom serta menganalis bunyi-bunyi bahasa, yaitu kesalahan fonologi pada anak Down Syndrom di Sekolah Mutiara Bunda Cilegon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak, dengan teknik dasar, yaitu teknik sadap dan teknik lanjutan, yaitu teknik pancing dan teknik catat. Sumber data dalam penelitian berasal dari tuturan lisan informan sebagai narasumber yaitu anak Down Syndrom usia 8 tahun. Analisis data penelitian ini menggunakan metode padan. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, ditemukan 51 data yang dapat diperinci sebagai berikut: (1) perubahan fonem konsonan 18 data; (2) penghilangan fonem konsonan 26 data; (3) penambahan fonem vokal 6 data; dan (4) penambahan fonem konsonan 1 data.