Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

BUDIDAYA HIDROPONIK TOGA SEBAGAI METODE ALTERNATIF PENGOBATAN HIPERTENSI DI PONDOK CABE Dwisatyadini, Mutimanda; Diki, Diki; Kurniawati, Heny; Utami, Sri; Hewindati, Yuni Tri; Waskito, Adi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : LPPM UBT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.154 KB) | DOI: 10.35334/jpmb.v2i2.517

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan kota Tangerang Selatan, (2013) penderita hipertensi 20.891 orang.Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan penyuluhan dan mendemonstrasikan cara budidayahidroponik tanaman obat untuk metode alternatif pengobatan hipertensi kepada Ibu-Ibu PembinaanKesejahteraan Keluarga di Rw. 03, Pondok Cabe Udik, Pamulang. Hasil Pengabdian Masyarakat didapatkansebelum penyuluhan mengenai hipertensi responden berpengetahuan kurang baik sebesar 51% (18 dari 35responden), dan berpengetahuan cukup 49% (17 dari 35 responden). Setelah responden berpengetahuan baik100% (35 responden). Sebelum penyuluhan dan pelatihan responden tidak mengetahui mengenai hiroponik,sebesar 77% (27 dari 35 responden). Setelah responden dapat mengetahui mengenai hidroponik sebesar 100%(35 responden). Ketidaktahuan responden terhadap tanaman obat sebelum penyuluhan sebesar 83% (29 dari 35responden). Setelah responden menjadi sangat tahu sebesar 100% (35 responden). Responden tidak pernahmemanfaatkan TOGA sebelum penyuluhan sebesar 89% (31 dari 35 responden). Setelah responden yangmemanfaatkan TOGA 100% (35 responden). Terlihat adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dansetelah penyuluhan dan pelatihan mengenai hipertensi, tanaman obat, budidaya hidroponik, terhadap gayahidup (p=0,002), pola makan (p=0,000), kebiasaan istirahat (p=0,003), pengetahuan hidroponik (p=0,000),pengetahuan TOGA (p=0,000), pemanfaatan TOGA (p=0,000), Pengetahuan Hipertensi (p=0,000).
ANALISIS PENGETAHUAN GIZI TERKAIT PEDOMAN GIZI SEIMBANG DAN KADAR Hb REMAJA PUTERI Ila Fadila; Heny Kurniawati
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16, No 1 (2018): BIOTIKA JUNI 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v16i1.17473

Abstract

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA), DEMAM, DAN DIARE PADA ANAK DI PONDOK CABE Mutimanda Dwisatyadini; Heny Kurniawati; Sri Utami; Inggit Winarni; Sri Kurniati Handayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v5i1.1968

Abstract

Anak-anak merupakan kelompok masyarakat yang paling rentan terserang penyakit (Bidulph, 1999). Absensi 20 siswa PAUD Jambu Bangkok, telihat peningkatan ketidakhadiran siswa, Januari 2016 (14,3%) dan Februari 2016 (16,1%). Penyuluhan I n = 18, II dan III n = 19. Hasil analisis deskritif didapatkan peningkatan pengetahuan sangat baik ibu pre dan post penyuluhan I dan III (33% ke 72% dan 90% ke 95%). Namun penurunan pengetahuan ibu penyuluhan II dari 84% ke 79%. Hasil analisis bivariat ada hubungan yang signifikan pengetahuan ibu terhadap kesehatan anak pre dan post penyuluhan I (p = 0,007 dan 0,035) 0,05. Namun penyuluhan II dan III tidak ada hubungan pengetahuan ibu terhadap kesehatan anak pre dan post penyuluhan II (p= 0,442 dan 0,357) 0,05 dan III (p= 0,442 dan 0, 779) 0,05. Penurunan kognitif karena pendidkan formal ibu SMP dan SMU, serta proses penuaan
BUDIDAYA HIDROPONIK TOGA SEBAGAI METODE ALTERNATIF PENGOBATAN HIPERTENSI DI PONDOK CABE Mutimanda Dwisatyadini; Diki Diki; Heny Kurniawati; Sri Utami; Yuni Tri Hewindati; Adi Waskito
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v2i2.517

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan kota Tangerang Selatan, (2013) penderita hipertensi 20.891 orang.Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan penyuluhan dan mendemonstrasikan cara budidayahidroponik tanaman obat untuk metode alternatif pengobatan hipertensi kepada Ibu-Ibu PembinaanKesejahteraan Keluarga di Rw. 03, Pondok Cabe Udik, Pamulang. Hasil Pengabdian Masyarakat didapatkansebelum penyuluhan mengenai hipertensi responden berpengetahuan kurang baik sebesar 51% (18 dari 35responden), dan berpengetahuan cukup 49% (17 dari 35 responden). Setelah responden berpengetahuan baik100% (35 responden). Sebelum penyuluhan dan pelatihan responden tidak mengetahui mengenai hiroponik,sebesar 77% (27 dari 35 responden). Setelah responden dapat mengetahui mengenai hidroponik sebesar 100%(35 responden). Ketidaktahuan responden terhadap tanaman obat sebelum penyuluhan sebesar 83% (29 dari 35responden). Setelah responden menjadi sangat tahu sebesar 100% (35 responden). Responden tidak pernahmemanfaatkan TOGA sebelum penyuluhan sebesar 89% (31 dari 35 responden). Setelah responden yangmemanfaatkan TOGA 100% (35 responden). Terlihat adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dansetelah penyuluhan dan pelatihan mengenai hipertensi, tanaman obat, budidaya hidroponik, terhadap gayahidup (p=0,002), pola makan (p=0,000), kebiasaan istirahat (p=0,003), pengetahuan hidroponik (p=0,000),pengetahuan TOGA (p=0,000), pemanfaatan TOGA (p=0,000), Pengetahuan Hipertensi (p=0,000).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Resistensi Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka Lintang Patria; Sri Utami; Deddy A Suhardi; Heny Kurniawati; Dian Nursantika
Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/ptjj.v23i2.3944.2022

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap pembelajaran mahasiswa di perguruan tinggi. Adanya Covid-19 yang berdampak pada berbagai bidang kehidupan dapat mempengaruhi ketahanan mahasiswa untuk kuliah di UT. Selama ini strategi pembelajaran, faktor sosiodemografi, layanan tutorial, kemampuan akademik dan kepuasan mahasiswa terhadap layanan UT telah mempengaruhi resiliensi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi daya tahan mahasiswa Universitas Terbuka selama masa pandemi COVID-19. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kondisi sosial ekonomi pada masa pandemi Covid 19 dan strategi pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap resistensi registrasi mahasiswa. Tingkat resistensi (mahasiswa registrasi ulang) dipengaruhi oleh kemampuan mengatasi kendala sosial ekonomi pada masa pandemi (Sosvid, 0,49), kemampuan akademik (0,38), kondisi layanan UT (-0,16), layanan tutorial-praktikum (-0,20), dan strategi pembelajaran (-0,44). Keluaran dari penelitian ini adalah rekomendasi perbaikan dan inovasi layanan FST UT selama pandemi.
Pembuatan Eco-Enzyme di Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan: Solusi Penanganan Sampah Organik pada Level Rumah Tangga Sri Utami; Elizabeth Novi Kusumaningrum; Yuni Tri Hewindati; Heny Kurniawati; Fawzi Rahmadiyan Zuhairi; Budi Prasetyo
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 2 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.907 KB) | DOI: 10.33379/icom.v3i2.2413

Abstract

Produksi sampah rumah tangga terus mengalami peningkatan jumlah setiap tahunnya, dan sampah organik menempati proporsi terbesar dari total produksi sampah. Salah satu cara efektif dalam mengatasi permasalahan sampah rumah tangga yakni melalui pembuatan eco-enzyme. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mealukan pemberdayaan masyarakat di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan Banten melalui praktik pelatihan pembuatan eco-enzyme. Metode pelaksanaan meliputi pembentukan struktur organisasi kelompok penggerak, pemberian penyuluhan tentang eco-enzyme, pelatihan dan pendampingan pembuatan eco-enzyme, monitoring pembuatan eco-enzyme, dan pendampingan panen eco-enzyme. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan tentang pemanfaatan sisa-sisa bahan sayuran dan buah-buahan yang sudah tidak dikonsumsi di lingkungan rumah tangganya untuk dijadikan eco-enzyme. Cairan ini dapat dimanfaatkan sebagai pembersih serba guna, pupuk, perbaikan kualitas udara, dan pemanfaatan lainnya di kehidupan sehari-hari.
PEMBUATAN ECO-ENZYME: SOLUSI PENANGANAN SAMPAH ORGANIK PADA LEVEL RUMAH TANGGA Sri Utami; Elizabeth Novi Kusumaningrum; Yuni Tri Hewindati; Heny Kurniawati; Fawzi Rahmadiyan Zuhairi; Budi Prasetyo
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi sampah rumah tangga di wilayah kota Tangerang Selatan terus mengalami peningkatan jumlah setiap tahunnya seiring dengan bertambahnya laju pertumbuhan penduduk, dan sampah organik menempati proporsi terbesar dari total produksi sampah tersebut. Salah satu cara efektif dalam mengatasi permasalahan sampah rumah tangga yakni, dengan memotong alur distribusi sampah yang menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui pembuatan eco-enzyme. Eco-enzyme adalah ekstrak cairan yang dihasilkan dari fermentasi sisa-sisa sayuran atau buah-buahan yang dicampur dengan substrat gula merah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di wilayah RT 04, RW 09, Pondok Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan Banten melalui praktik pelatihan pembuatan eco-enzyme. Metode pelaksanaan meliputi 1) pembentukan struktur organisasi kelompok penggerak, 2) pemberian penyuluhan tentang eco-enzyme, 3) pelatihan dan pendampingan pembuatan eco-enzyme, 4) monitoring pembuatan eco-enzyme, dan 5) pendampingan panen eco-enzyme. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan tentang pemanfaatan sisa-sisa bahan sayuran dan buah-buahan yang sudah tidak dikonsumsi di lingkungan rumah tangganya untuk dijadikan eco-enzyme. Cairan ini dapat dimanfaatkan sebagai pembersih serba guna, pupuk, perbaikan kualitas udara, dan pemanfaatan lainnya di kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Eco-enzyme, pemberdayaan masyarakat, pelatihan, sampah organik, sampah rumah tangga ABSTRACT The production of household waste in the city area of South Tangerang continues to increase every year in line with the increasing rate of population growth, and organic waste occupies the largest proportion of the total waste production. One effective way to deal with household waste problems is to cut the waste distribution channel to the Final Disposal Site (FDS) through the manufacture of eco-enzymes. Eco-enzyme is a liquid extract produced from the fermentation of vegetable or fruit residue mixed with brown sugar as a substrate. This Community Service Activity aims to empower the community in the area of RT 04, RW 09, Pondok Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan Banten through practical training on making eco-enzymes. The implementation method includes: 1) forming the organizational structure of the driving group; 2) providing counseling about eco-enzymes; 3) training and mentoring for eco-enzyme production, 4) monitoring for eco-enzyme production, and 5) providing eco-enzyme harvesting assistance. The results of the activity show that the community has acquired knowledge and skills regarding the use of vegetable and fruit leftovers that are no longer consumed in their household environment to be used as eco-enzymes. This liquid can be used as a multi-purpose cleaner, fertilizer, air quality improvement agent, and for other purposes in everyday life. Keywords: eco-enzyme, community empowerment, training, organic waste, household waste
Persepsi Mahasiswa Terhadap Augmanted Reality Terintegrasi Dengan Modul Fisiologi Hewan Kurniawati, Heny; Dhini, Bachriah Fatwa; Kusumaningrum, Elizabeth Novi; Diki, Diki
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9467

Abstract

Saat ini mahasiswa dikelilingi oleh sejumlah besar alat dan aplikasi yang berpotensi mengganggu proses pembelajaran dan mengalihkan pelajar dari studi akademis. Oleh karena itu, intervensi pembelajaran diperlukan yang memiliki kapasitas untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan motivasi peserta didik. AR di lingkungan pendidikan memiliki potensi untuk memfasilitasi pembelajaran konstruktivis melalui memungkinkan peserta didik untuk mengontrol proses belajar mereka sendiri dalam kontak dengan dunia maya dan dunia nyata. AR dapat membuat pengalaman belajar lebih menarik, sehingga menciptakan dampak yang mendalam pada proses belajar dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi mahasiswa terhadap media AR terintergrasi dengan modul. Menggunakan pendekatan deskripsi kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa menurut persepsi responden pembelajaran dengan AR dapat memperkaya pemahaman konsep, membantu memahami materi, menambah minat belajar. Penerapan sistem pembelajaran konsep fisiologi hewan dengan menggunakan Augmented Reality (AR) telah memuaskan responden dari segi materi dan media tetapi perlu adanya perbaikan aplikasi.
Teknologi Sediment Microbial Fuel Cell Sebagai Energi Alternatif yang Berkelanjutan Saputro, Fajar Agus; Maulana, Muhamad Riyan; Risnawati, Imbuk; Kurniawati, Heny
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9447

Abstract

Ketergantungan akan penggunaan energi konvensional/fosil semakin meningkat selama setengah abad terakhir sehingga menyebabkan krisis energi dan peningkatan emisi CO2. Sebagai alternatif energi, salah satu yang paling prospektif adalah Microbial Fuel Cell (MFC). Lautan Indonesia menyimpan potensi besar akan kandungan bahan organik pada sedimen laut yang dapat dijadikan sebagai sumber Sediment Microbial Fuel Cell(SMFC). Teknologi SMFC dalam skala besar saat ini masih sulit diterapkan karena studi mengenai pengenalan SMFC, strategi optimasi, dan pembuatan prototype masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai prinsip kerja SMFC, faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan SMFC, dan strategi optimasinya. SMFC melibatkan mikroorganisme yang terdapat pada sedimen laut untuk mendegradasi bahan organik sehingga menghasilkan listrik. Eksplorasi lokasi sedimen perlu dilakukan untuk mendapatkan kualitas sedimen yang kaya akan bahan organik dan mikroorganisme. Pemilihan material elektroda juga perlu dipertimbangkan karena dapat mempengaruhi penempelan mikroba dan kemampuan mentransfer elektron. Modifikasi elektroda biasanya dilakukan untuk meningkatkan performa pembangkitan listrik. Kondisi operasi seperti suhu, kadar oksigen, dan pH dapat mempengaruhi kehidupan mikroba sedimen sehingga kondisi optimal perlu ditentukan. Scale-upSMFC memang memiliki banyak tantangan karena teknologi ini cukup baru. Akan tetapi, bila prinsip SMFC bisa dikuasai dengan baik dan setiap parameter dioptimasi, maka peluang keberhasilan scale-up SMFC semakin meningkat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam penerapan SMFC dalam skala besar.
Model Matematika SVEIAR Penularan Covid-19 di Indonesia dengan Intervensi Vaksinasi dan Tradisi Mudik Idayani, Darsih; Tarigan, Asmara Iriani; Kharis, Selly Anastassia Amellia; Kurniawati, Heny
Euler : Jurnal Ilmiah Matematika, Sains dan Teknologi Volume 13 Issue 1 April 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/euler.v13i1.30231

Abstract

In early 2020, the Covid-19 epidemic started in China, rapidly spreading across the globe, including Indonesia. Indonesian society is known for its diversity and complexity, making it difficult to predict trends in the number of infected, deceased, and recovered individuals. This study develops a Covid-19 transmission epidemic model, called SV EIAR, which accounts for interventions such as vaccination and the mudik tradition (the practice of returning to hometowns during Eid). In this model, the susceptible (S) compartment refers to the subpopulation of individuals who are susceptible to the virus, while vaccinated (V) represents those who have been vaccinated twice. The exposed (E) compartment includes individuals who are infected but still in the incubation period and unable to spread the virus. Infection (I) refers to individuals who are symptomatic, and asymptomatic (A) includes those who are infected but show no symptoms. Lastly, the recover (R) compartment represents individuals who have recovered from the infection. The analysis of the model involves identifying the reproduction number, estimating the disease-free and endemic equilibrium points, and analyzing their stability. Numerical simulations were carried out using Covid-19 transmission data from Indonesia to predict the trends of the infected and asymptomatic populations. The results suggest that the dynamics of Covid-19 cases are semi-stable in the susceptible (S), exposed (E), infected (I), and asymptomatic (A) compartments, meaning that these populations will increase over time. In a disease-free situation, the susceptible population (S) remains stable at a certain value, while other populations are stable at nearly zero. The susceptible population in the disease-free state is larger than during an epidemic, while other populations are smaller in the disease-free state compared to the epidemic. Additionally, the study found that vaccination can help reduce the transmission of Covid-19, while the practice of mudik can increase the spread of the virus.