Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrifoodtech

Karakter Organoleptik Buah Pisang Raja (Musa paradisiaca L.) pada Kondisi Penyimpanan yang Berbeda.: Organoleptic Character of Banana var.Raja (Musa paradisiaca L.) at Different Storage Conditions Yasmin Aulia Rachma; Riya Andila; Christin Ardianto
Jurnal Agrifoodtech Vol. 1 No. 1 (2022): Juni: Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.624 KB) | DOI: 10.56444/agrifoodtech.v1i1.57

Abstract

Produksi buah pisang di Indonesia melimpah setiap tahunnya, salah satunya jenis pisang raja. Pisang termasuk ke dalam buah klimaterik, sehingga kondisi penyimpanannya mempengaruhi kualitas organoleptik dan masa simpannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa kondisi penyimpanan terhadap karakteristik organoleptic rasa, tekstur, dan aroma buah pisang raja selama penyimpanan. Buah pisang raja disimpan pada 6 kondisi, yaitu penyimpanan tanpa pengemas pada suhu ruang, tanpa pengemas di kulkas (chiller), dikemas plastic pada suhu ruang, dikemas plastik di kulkas (chiller), dikemas plastic yang ditambahkan kalsium karbida pada suhu ruang, dan dikemas plastic yang ditambahkan silica gel pada suhu ruang. Uji organoleptik dilakukan pada hari ke 0, 1, 3, 5, dan 7 dengan metode scoring. Data dianalisis dengan SPSS pada tingkat kepercayaan 95%, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Kondisi penyimpanan yang berbeda mempengaruhi perubahan karakteristik organoleptik warna, tekstur dan aroma buah pisang raja selama penyimpanan dengan signifikan. Perubahan karakteristik warna tercepat adalah pada pisang raja yang disimpan dengan perlakuan penyimpanan tanpa pengemas, perubahan karakteristik tekstur tercepat adalah pada perlakuan dikemas plastik dan ditambahkan kalsium karbida pada suhu ruang, dan perubahan karakteristik aroma tercepat adalah pada perlakuan penyimpanan dengan plastik pada suhu ruang.
Perubahan Panjang Radikula dan Kandungan Gizi Biji Lamtoro Mlanding Selama Perkecambahan [Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit] Rosiana Khoirunnissa; Putri Maharani; Yasmin Aulia Rachma
Jurnal Agrifoodtech Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.38 KB) | DOI: 10.56444/agrifoodtech.v1i2.243

Abstract

Biji lamtoro mlanding [Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit] memiliki kulit yang keras dan tebal sehingga jarang dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Proses perkecambahan biji lamtoro mlanding dilakukan untuk meningkatkan fungsionalitasnya. Perkecambahan dinyatakan berhasil apabila telah muncul radikula dari biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan panjang radikula dan senyawa gizi biji lamtoro mlanding selama perkecambahan. Biji lamtoro mlanding diskarifikasi kemudian dikecambahkan dengan media tisu pada suhu ruang selama 72 hari. Penyinaran dilakukan 8 jam sinar matahari dan 16 jam sinar lampu. Dilakukan pengamatan setiap 24 jam hingga jam ke-72. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial. Data diolah menggunakan ANOVA dibantu dengan aplikasi SPSS pada tingkat kepercayaan 95%. Didapatkan hasil selama proses perkecambahan terjadi peningkatan panjang radikula, protein, dan karbohidrat dengan signifikan.
Pemanfaatan Teknologi Ozon Sebagai Green Technology pada Penanganan Hasil Pertanian Budi Hartoyo; Yasmin Aulia Rachma
Jurnal Agrifoodtech Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.188 KB) | DOI: 10.56444/agrifoodtech.v1i2.328

Abstract

Food and agricultural products are perishable, so they have the potential to experience losses, both in quality and quantity during the post-harvest process and processing due to physiological changes in the form of physical, chemical and microbiological. As an effort to reduce losses during post-harvest and physiological changes, it is necessary to apply appropriate technology (appropriate technology). The application of ozone technology in the handling of fruits, vegetables and fishery products has good prospects because it is felt to be safe and effective. Ozone (O3) has the main function, namely as an oxidizer and disinfectant or a combination of these two functions. The high oxidation potential of ozone can be used to kill bacteria (sterilization process), remove color (decolorization process), remove odors (deodorization process), and decompose organic compounds (degradation process). The treatment of ozonized water in the storage of food products and agricultural products does not damage their nutritional content, because the ozone content itself will be lost by evaporation. If ozone is exposed to sunlight it will break down into oxygen compounds again. Utilization of ozone technology is widely used to reduce contamination and extend the shelf life of fresh fruit, vegetables and fishery products. This paper examines and synthesizes several research results related to the use of ozone for fruits, vegetables and other agricultural commodities during the postharvest process and handling of agricultural products.
Pengaruh Kondisi Penyimpanan terhadap Susut Bobot, Tekstur, dan Warna Pisang Kepok Kuning ( Musa acuminata balbisiana Colla): Effect of Storage Conditions on Weight Loss, Texture, and Color of Yellow Kepok Bananas (Musa acuminata balbisiana Colla) Nadya Winda Iswara; Muhammad Agus Niam; Bagus Tegar Ardi Pramana; Ahmad Nabil Al Aflah; Ali Umar Dhani; Yasmin Aulia Rachma
Jurnal Agrifoodtech Vol. 2 No. 1 (2023): Juni : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/agrifoodtech.v2i1.821

Abstract

Buah pisang kepok kuning (Musa acuminata balbisiana Colla) kerap dipanen sebelum mencapai kematangan karena sifatnya sebagai buah klimaterik. Untuk menghambat penurunan mutu buah pada proses distribusi dan penyimpanan, buah pisang kepok kuning harus disimpan dalam kondisi yang sesuai namun sederhana dan mudah diaplikasikan pada berbagai kondisi masyarakat. Penyimpanan buah pisang kepok kuning dilakukan dengan berbagai kondisi perlakuan, yaitu tanpa pengemas di suhu ruang, tanpa pengemas di suhu chiller -4˚C, plastik PP di suhu ruang, plastik PP di suhu chiller -4˚C, plastik PP + karbid di suhu ruang, dan plastik + silica gel di suhu ruang. Buah pisang kepok kuning kemudian diuji perubahan susut bobot, tekstur, dan warna secara organoleptik untuk melihat penurunan mutunya. Percobaan dilakukan dengan RAL Non-Faktorial, kemudian hasil dianalisis menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan perbedaan hasil yang signifikan antara masing-masing kondisi penyimpanan. Susut bobot terbesar terjadi pada buah pisang yang disimpan pada kondisi penyimpanan tanpa pengemas di suhu ruang, yaitu sebesar 22,815%. Perlakuan kondisi penyimpanan yang paling cepat menurunkan kualitas buah pisang kepok kuning adalah perlakuan tanpa pengemas dan disimpan di suhu ruang, sedangkan penyimpanan yang paling bisa mempertahankan kualitas buah pisang kepok kuning adalah penyimpanan dalam kemasan plastik PP di suhu chiller (4˚C).
Perubahan Panjang Radikula dan Kandungan Gizi Biji Lamtoro Mlanding Selama Perkecambahan [Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit] Khoirunnissa, Rosiana; Maharani, Putri; Rachma, Yasmin Aulia
Jurnal Agrifoodtech Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/agrifoodtech.v1i2.243

Abstract

Biji lamtoro mlanding [Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit] memiliki kulit yang keras dan tebal sehingga jarang dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Proses perkecambahan biji lamtoro mlanding dilakukan untuk meningkatkan fungsionalitasnya. Perkecambahan dinyatakan berhasil apabila telah muncul radikula dari biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan panjang radikula dan senyawa gizi biji lamtoro mlanding selama perkecambahan. Biji lamtoro mlanding diskarifikasi kemudian dikecambahkan dengan media tisu pada suhu ruang selama 72 hari. Penyinaran dilakukan 8 jam sinar matahari dan 16 jam sinar lampu. Dilakukan pengamatan setiap 24 jam hingga jam ke-72. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial. Data diolah menggunakan ANOVA dibantu dengan aplikasi SPSS pada tingkat kepercayaan 95%. Didapatkan hasil selama proses perkecambahan terjadi peningkatan panjang radikula, protein, dan karbohidrat dengan signifikan.
Pemanfaatan Teknologi Ozon Sebagai Green Technology pada Penanganan Hasil Pertanian Budi Hartoyo; Rachma, Yasmin Aulia
Jurnal Agrifoodtech Vol. 1 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/agrifoodtech.v1i2.328

Abstract

Food and agricultural products are perishable, so they have the potential to experience losses, both in quality and quantity during the post-harvest process and processing due to physiological changes in the form of physical, chemical and microbiological. As an effort to reduce losses during post-harvest and physiological changes, it is necessary to apply appropriate technology (appropriate technology). The application of ozone technology in the handling of fruits, vegetables and fishery products has good prospects because it is felt to be safe and effective. Ozone (O3) has the main function, namely as an oxidizer and disinfectant or a combination of these two functions. The high oxidation potential of ozone can be used to kill bacteria (sterilization process), remove color (decolorization process), remove odors (deodorization process), and decompose organic compounds (degradation process). The treatment of ozonized water in the storage of food products and agricultural products does not damage their nutritional content, because the ozone content itself will be lost by evaporation. If ozone is exposed to sunlight it will break down into oxygen compounds again. Utilization of ozone technology is widely used to reduce contamination and extend the shelf life of fresh fruit, vegetables and fishery products. This paper examines and synthesizes several research results related to the use of ozone for fruits, vegetables and other agricultural commodities during the postharvest process and handling of agricultural products.