Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Farmaka

IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI ANTAR OBAT PADA RESEP SPESIALIS PENYAKIT DALAM DI SALAH SATU APOTEK DI KOTA BANDUNG FATHYA ULFA; Eky Septian Pradana; Keri Lestari
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.32314

Abstract

Permasalahan terkait pengobatan merupakan suatu kondisi dalam penatalaksanaan terapi pasien yang dapat menyebabkan, atau memiliki potensi yang menyebabkan tidak tercapainya hasil terapi yang optimal.Salah satu permsalahanterkait obat yaitu interaksi obat.Adanya interaksi obat dengan obat lainnya dapat menyebabkan tidak tercapainya efek terapi atau dapat menimbulkan efek samping. Walaupun efek samping dapat terjadi karena faktor individu, penyakit, atau obat. Oleh karena itu dilakukan identifikasi untuk melihat gambaran potensi interaksi obat pada resep spesialis penyakit dalam di salah satu apotek di Kota Bandung. Resep dari dokter spesialis penyakit dalam diambil dari salah satu apotek di kota Bandung pada bulan Mei-Agustus 2020. Setiap resep dilakukan analisis terkait interaksi obat dengan menggunakan software Interactions Checker pada drugs.com yang dapat diakses secara online yang kemudian diklasifikasikan menjadi 3 kategori yaitu major, moderate, dan minor. Hasil yang didapatkan yaitu dari 974 resep terdapat 31,83 % potensi interaksi dengan 123 interaksi major, 168 interaksi moderate dan 19 interaksi minor.Obat yang paling banyak ditemukan memiliki interaksi yaitu rifampisin dan pirazinamid. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan risiko hepatotoksik sehingga penggunaannya perlu dilakukan pemantauan terhadap fungsi hati.
ANALISIS ABC DALAM PERENCANAAN OBAT ANTIBIOTIK DI APOTEK Luthfiah Pertiwi; Eky Septian Pradana; Rini Hendriani
Farmaka Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i1.32643

Abstract

Perencanaan obat merupakan tahap awal untuk menetapkan jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. Antibiotik adalah terapi utama dalam mengobati penyakit infeksi bakteri sehingga harus dilakukan pengendalian obat yang baik untuk menghindari terhambatnya proses pelayanan obat kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan obat antibiotik berdasarkan analisis ABC untuk mempermudah perencanaan obat antibiotik di Apotek. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif yang didasarkan pada dokumen penggunaan obat Antibiotik periode Agustus-Oktober tahun 2020 di salah satu apotek di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 122 item obat Antibiotik dikelompokkan berdasarkan analisis ABC, didapatkan kelompok A nilai pemakaiannya 41,50% dengan nilai investasi 69.51%. Kelompok B memiliki nilai pemakaian 45,00% dan nilai investasi 20,15%. Kelompok C nilai pemakaiannya 13,50% dengan nilai investasi 10,33%. Kelompok A terdiri dari 24 item, menyerap anggaran sebesar Rp.67.331.434,00. Kelompok B terdapat 26 item, menyerap anggaran sebesar Rp.19.518.487,00. Kelompok C terdiri dari 72 item, menyerap anggaran sebesar Rp.10.010.281,00. Total anggaran antibiotik secara keseluruhan sebesar Rp.96.860.202,00. Drug’s planning is the initial stage to determine the type and amount that suits your needs. Antibiotics are the main therapy used to treat bacterial infections, so good drug control must be carried out to avoid drug vacancies that can hinder the process of drug service to patients. This study aims to classify antibiotic drugs based on ABC analysis to facilitate the planning of antibiotic drugs in pharmacies. The method used is descriptive research with retrospective data collection based on documents of antibiotics uses from August - October 2020 at a pharmacy in Bandung. The results showed that 122 items of antibiotic drugs grouped based on ABC analysis, it was found that group A had usage value of 41.50% and investment value of 69.51%. Group B has usage value of 45.00% and investment value of 20.15%. Group C has usage value of 13.50% and investment value of 10.33%. Group A consists 24 items with budget of Rp. 67,331,434.00. Group B contained 26 items with budget of Rp. 19,518,487.00. Group C consists 72 items with budget of Rp. 10,010,281.00. The total budget for antibiotics as a whole is Rp. 96,860,202.00.
ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PADA RESEP SPESIALIS PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN DI SALAH SATU KLINIK DI KOTA BANDUNG Khoirunnisa, Izzatul; Pradana, Eky Septian; Lestari, Keri
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.30498

Abstract

ABSTRAKInteraksi obat dengan obat merupakan proses di mana obat berinteraksi dengan obat lain dan memengaruhi aktivitasnya dengan meningkatkan atau menurunkan efeknya. Interaksi antar obat dapat menyebabkan efek samping atau menghasilkan efek baru yang tidak terkait dengan efek keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan mekanisme interaksi obat pada resep spesialis penyakit kulit dan kelamin dan  mengidentifikasi obat yang sering berinteraksi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi retrospektif dengan menggunakan data resep yang tersimpan secara elektronik pada bulan Mei, Juni dan Juli Tahun 2020 dengan metode observasional cross-sectional. Analisis interaksi antar obat dilakukan menggunakan aplikasi Interactions Checker pada drugs.com dan diperoleh bahwa 3 resep memiliki potensi DDI (Drug-Drug Interaction) atau sekitar 0,2% potensi DDI. Klasifikasi interaksi dibagi menjadi tiga kelompok yaitu terdapat 1 resep yang memiliki potensi DDI kategori minor (0,06%), 2 resep yang memiliki potensi DDI kategori moderate (0,13%) dan tidak ada resep dengan potensi DDI kategori mayor.Kata Kunci: Interaksi Obat, Spesialis Kulit dan Kelamin.