Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Eksplorasi Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Siswa Sekolah Dasar Nela anggraini; Maulina Hendrik; Gatot Afrianto
CENDEKIAWAN Vol 7 No 1 (2025): Cendekiawan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/cendekiawan.v7i1.499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksplorasi kemampuan berfikir kreatif siswa melalui projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) siswa sekolah dasar, berdasarkan pembelajaran berbasis projek dengan mengembangkan kemampuan berfikir kreatif siswa sekolah dasar, adalah strategi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan tiga teknik yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini siswa kelas IV (empat) di SD Negeri 12 Lubuk Besar adalah 36 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini terlebih dahulu peneliti melakukan wawancara kepada kepala sekoalah dan guru di SD Negeri 12 Lubuk Besar, setelah itu peneliti melakukan observasi langsung pada kegaiatan market day hasil dari pembelajaran projek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Hasil penelitian ini bedasarkan analisis data kualitatif deskriptif menunjukan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat secara signifikan setelah di berikan perlakuan pembelajaran berbasis projek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Hasil menunjukkan bahwa projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) dapat memfasilitasi, peningkatan kemampuan berfikir kreatif siswa sekolah dasar, kolaborasi dan kerja sama, penguatan nilai-nilai panacasila dan pengembangan kreativitas siswa melalui aktivitas yang mendorong pemecahan masalah, kolaborasi, dan refleksi.
Pemanfaatan Perpustakaan dalam Mendukung Kegiatan Literasi Siswa SD Negeri 10 Bakam Sulis Asnah; Muhammad Iqbal Arrosyad; Maulina Hendrik
CENDEKIAWAN Vol 8 No 1 (2026): Cendekiawan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/cendekiawan.v8i1.637

Abstract

Pendidikan di Indonesia masih rendah dibanding dengan negara-negara lainnya. Salah satunya yaitu pengaruh kurangnya literasi atau minat baca pada siswa maupun mahasiswa serta kemampuan dalam berpikir kritis (critical thinking) yang masih rendah. Perpustakaan sekolah merupakan sumber daya literasi yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi peserta didik di sekolah. Perpustakaan secara luas diakui sebagai sumber literasi yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan perpustakaan dalam mendukung kegiatan literasi membaca siswa SD Negeri 10 Bakam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru, kepala sekolah dan 34 siswa kelas III—VI SD Negeri 10 Bakam. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi triangulasi sumber yakni menggali kebenaran informasi tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data. Selain melalui wawancara dan observasi, peneliti bisa menggunakan observasi terlibat (participant obervation), dokumen tertulis, arsip, dokumen sejarah, catatan resmi, catatan atau tulisan pribadi dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan perpustakaan dalam pembelajaran berbagai aspek, seperti pemanfaatan sarana perpustakaan, pemanfaatan koleksi serta kunjungan perpustakaan telah di terapkan di SD Negeri 10 Bakam. Selain itu SD Negeri 10 Bakam telah menerapkan Gerakan Literasi Sekolah ( GLS) yang di wajibkan untuk seluruh siswa. Program tersebut seperti wajib berkunjung ke perpustakaan, membaca 15 menit sebelum belajar dan penggunaan pojok baca.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DESA PAYUNG MELALUI PELATIHAN INFOGRAFIS SEBAGAI MEDIA EDUKASI DAN INFORMASI Maulina Hendrik; Silvi Gristina; Adinda Hafizoh Uswatun Hasanah; Ahlak Patahillah; Lailatul Karomah; Nazilla Pratiwi; Alvia Fas'ya; Zahra Filqia Ananta; Khusnul Fadhilah; Cecep Fabian; Rifaldi Bayhaqi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36802

Abstract

                                                                        ABSTRAK          Penyampaian informasi publik di tingkat desa masih banyak dilakukan secara konvensional sehingga kurang menarik dan belum optimal menjangkau masyarakat. Kondisi ini juga ditemukan pada Karang Taruna Desa Payung, Kabupaten Bangka Selatan, yang belum didukung keterampilan pengelolaan informasi berbasis visual dan digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan Karang Taruna melalui pelatihan pembuatan infografis sebagai media edukasi dan informasi desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis workshop dan praktik langsung dengan mitra Karang Taruna Desa Payung. Kegiatan diikuti oleh 21 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota Karang Taruna, perangkat desa, serta mahasiswa KKN. Evaluasi dilakukan melalui observasi keaktifan peserta dan penilaian hasil infografis berdasarkan kejelasan informasi, keterbacaan visual, dan kesesuaian dengan kebutuhan desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengolah informasi menjadi media visual yang komunikatif, peningkatan kepercayaan diri, kreativitas, serta partisipasi pemuda dalam penyampaian informasi publik desa. Infografis yang dihasilkan juga dimanfaatkan secara langsung sebagai media informasi desa, sehingga pelatihan memberikan dampak nyata terhadap kualitas komunikasi publik dan penguatan peran Karang Taruna sebagai agen informasi desa. Kata kunci:.  literasi digital; infografis; Karang Taruna; pemberdayaan pemuda; informasi desa  ABSTRACTPublic information dissemination at the village level is still largely carried out through conventional methods, making it less attractive and not yet optimal in reaching the wider community. This condition was also found in Karang Taruna of Payung Village, South Bangka Regency, where the youth organization had not been supported by adequate skills in visual- and digital-based information management. This community service activity aims to empower Karang Taruna through infographic design training as a medium for village education and information. The program was implemented using a participatory approach through workshops and hands-on practice involving Karang Taruna of Payung Village as the main partner. The training involved 21 participants consisting of Karang Taruna members and administrators, village officials, and KKN students. Evaluation was conducted through observation of participant engagement and assessment of the produced infographics based on information clarity, visual readability, and relevance to village needs. The results indicate an improvement in participants’ ability to transform information into communicative visual media, along with increased creativity, self-confidence, and youth participation in village public information dissemination. The infographics produced were also directly utilized as village information media, demonstrating that the training had a tangible impact on enhancing the quality of public communication and strengthening the role of Karang Taruna as village information agents. Keywords:  digital literacy, infographics, Karang Taruna, youth empowerment, village information
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa: Studi Kasus Eksploitasi Anak dalam Tradisi Budak Ngambek Timah Muhammad Zikry; Maulina Hendrik; Vika Martahayu
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i1.33893

Abstract

Learning motivation of elementary school students is influenced not only by individual factors, but also by social and economic conditions that shape children’s daily experiences. In the Bangka Belitung Islands Province, children’s involvement in the Budak Ngambek Timah tradition remains a culturally accepted practice and poses a serious challenge to educational continuity. This study aims to analyze the factors affecting elementary school students’ learning motivation within the context of child exploitation in the Budak Ngambek Timah tradition. The research employed a qualitative explanatory approach using a case study strategy conducted in Baskarabakti Village, Central Bangka Regency. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis. Informants were selected using purposive and snowball sampling techniques, involving students, parents, teachers, and community members. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through source and method triangulation. The findings reveal that students’ low learning motivation is influenced by three main factors: economic, social, and physical-health factors. Economic pressure encourages children’s involvement in tin mining activities, reducing their time and energy for learning. Social normalization of child labor positions schooling as a secondary priority, while physical fatigue and health problems resulting from mining activities negatively affect students’ concentration and learning readiness. These findings indicate that low learning motivation is a structural issue that requires collaborative efforts to protect children’s educational rights.
Analisis Kebutuhan Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning dengan Konteks Tradisi Budak Ngambek Timah pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 8 Namang Ropita Ropita; Maulina Hendrik; Vika Martahayu
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i1.33913

Abstract

Learning practices in primary schools continue to show limitations in implementing contextual and student-centered learning despite the adoption of the Merdeka Curriculum. Instructional practices remain dominated by conventional approaches and have not integrated local socio-cultural contexts as part of the learning process. This study aims to analyze the learning needs for Problem Based Learning incorporating the Budak Ngambek Timah tradition among fourth-grade students at SD Negeri 8 Namang. A qualitative approach with a descriptive design was employed. The research participants included fourth-grade teachers, fourth-grade students, and the school principal. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, which comprises data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that PBL has been recognized by teachers and included in instructional planning; however, its implementation has not been conducted systematically and remains focused on textbook-based instruction. Learning activities have not utilized local social and cultural contexts as learning resources. In addition, students demonstrate strong connections to tin mining activities as part of their families’ social and economic realities; however, these experiences have not been used as a foundation for learning. In terms of learning resources, instruction is still dominated by textual materials and is not supported by contextual resources based on local culture. Overall, the findings reveal a gap between the demands of the Merdeka Curriculum, student characteristics, and classroom learning practices.
- Analisis Kebutuhan Belajar Peserta Didik Berbasis Technological Content Knowledge (TCK) Pada Pembelajaran IPAS Di SD Negeri 07 Koba: - Pramudya Tri Atmaja Santoso; Maulina Hendrik; Erika Fitri Wardani
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i3.1272

Abstract

This research is motivated by the demands of the digital era, which require educators to integrate technology with learning materials, particularly in science and studies learning in elementary schools. This study aims to analyze students' learning needs based on technological content knowledge (TCK) in science and studies learning at SD Negeri 07 Koba. The study used a qualitative method through a descriptive approach. The study population was 124 students in phase B, with four educators and 24 students selected through purposive sampling. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model, which includes data collection, data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that students require the support of visual media, real-world practice, and the use of technology to help them understand science and studies. The use of technology-based media such as video, animation, and interactive images helps students understand difficult material, increases learning engagement, and fosters learning motivation. Conversely, learning without technology support results in students being less active and having difficulty understanding the material. Limited technological resources hinder the optimal implementation of TCK. Therefore, TCK integration is necessary to support science and science learning, making it more concrete and meaningful for students.