Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pendampingan Penatalaksanaan Penderita Diabetes Melitus di Paguyuban Diabetes dan Hidup Sehat Kelurahan Darmo Wonokromo Surabaya Ni Nyoman Wahyu Lestarina; Yuni Kurniawaty; Ignatius Heri dwianto; Veronica Silalahi; Cicilia Wahju Djajanti; Kadek Sistadewi Nesa; Natalia Cika Diva
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12458

Abstract

ABSTRAK Penyakit DM merupakan penyakit yang dapat menyebabkan banyak komplikasi dan dapat menyebabkan kematian. Paguyuban Diabetes dan Hidup Sehat (PDHS) menjadi salah satu perkumpulan yang terdiri dari orang-orang yang menderita diabetes atau penyakit kronis lain. Permasalahan yang didapatkan pada mitra adalah adanya resiko penderita diabetes mellitus mengalami komplikasi, ketidakpatuhan penderita untuk melakukan pola hidup sehat, dan keputusasaan dalam menjalani kehidupan penyakit dialami. Pendampingan ini dilakukan pada 30 orang dengan diabetes mellitus yang tergabung dalam PDHS yang bertujuan meningkatkan kesehatan, kepatuhan, dan kualitas hidup penderita diabetes. Kegiatan ini dilakukan dengan sosialisasi kegiatan kepada mitra, penerapan insole sepatu, pelatihan strategi koping dan penatalaksanaan diabetes mellitus dengan menggunakan modul patuh DM dan  pendampingan setelah adanya pelatihan. Para penderita DM mengikuti kegiatan dan pelatihan dengan antusias dan baik. Manfaat yang diperoleh yaitu terdapat penurunan kadar gula darah acak penderita DM, peningkatan pengetahuan dan kepatuhan penderita dalam tatalaksana DM serta peningkatan pengetahuan serta ketrampilan dalam strategi koping yang adaptif. Pendampingan penatalaksanaan diabetes melitus diberikan untuk meningkatkan kualitas hidup sehat penderita dan koping yang adaptif. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Insole Sepatu, Strategi Koping  ABSTRACT DM is a disease that can cause many complications and even death. The Diabetes and Healthy Living Association (PDHS) is an association consisting of people who suffer from diabetes or other chronic diseases. The problems found in partners are the risk of diabetes mellitus sufferers experiencing complications, the sufferer's non-compliance with adopting a healthy lifestyle, and hopelessness in living the life of the disease experienced. This assistance was carried out for 30 people with diabetes mellitus who are members of PDHS to improve the health, compliance, and quality of life of diabetes sufferers. This activity was carried out by socializing the activity to partners, applying shoe insoles, training on coping strategies, managing diabetes mellitus using the DM compliance module, and mentoring after the training. DM sufferers participated in activities and training enthusiastically and well. The benefits obtained are that there is a decrease in random blood sugar levels in DM sufferers, increased knowledge and compliance of sufferers in DM management, and increased knowledge and skills in adaptive coping strategies. Assistance in managing diabetes mellitus is provided to improve the patient's healthy quality of life and adaptive coping.  Keywords: Diabetes Mellitus, Shoe Insoles, Coping Strategies
PERSEPSI PENDERITA KANKER MENGENAI DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA Maria Drosta Vianey Sendo; Arief Widya Prasetya; Ni Nyoman Wahyu Lestarina
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2018): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v8i2.83

Abstract

Persepsi penderita kanker mengenai dukungan keluarga mampu menyadari penderita untuk memahami keadaan di sekitarnya dan yang ada dalam diri. Dukungan sosial dapat meningkatkan adaptasi dan kesehatan keluarga serta mengurangi tingkat kecemasan pada penderita kanker.Fenomena pada tempat penelitian di temukan bahwa sebagian penderita kanker di yayasan tidak di dampingi keluarga saat dalam pengobatan dan penderita mencari informasi kesehatan sendiri tanpa bantuan dari keluarga.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi penderita kanker mengenai dukungan sosial keluarga di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur.Peneliti ini menggunakan metode deskriptif dengan variabel dukungan sosial keluarga.Tehnik sampling yang di gunakan adalah consecutive sampling, dengan besar sampel sebanyak 36 responden.Intrumen yang di gunakan yaitu kuesioner DUSOCS Family Support.Hasil analisa statistik deskriptif proporsi prosentase di dapatkan sebagian besar 81 % responden memilki persepsi dukungan sosial keluarga supportif dan 19 % responden memiliki persepsi dukungan sosial keluarga kurang supportif. Pihak Yayasan Kanker Indonesia diharaakan bekerjasama dengan Psikolog untuk menyusun rencana kegiatan rutin dalam pendampingan pasien kanker dengan melakukan konseling keluarga tentang pentingnya dukungan sosial keluarga bagi kesehatan pasien.
KUALITAS TIDUR DAN TINGKAT DEMENSIA PADA PASIEN LANSIA Belatrix Rebeca Abislong; Sisilia Indriasari Widianingtyas; Ni Nyoman Wahyu Lestarina
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v7i1.120

Abstract

Kekurangan dalam tidur dapat memberikan efek negatif pada kesehatan fisik dan mental, salah satunya kepikunan (demensia). Fenomena di Panti Werda Bakti Luhur Tropodo Sidoarjo menunjukkan bahwa kebanyakan lansia mengeluhkan mereka sering susah tidur dan terbangun pada saat malam hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat demensia di Panti Werda Bakti Luhur Tropodo Sidoarjo. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi cross sectional. Jumlah sampel dipilih dengan cara simple random sampling sebanyak 36 responden. Variabel terikat pada penelitian ini adalah tingkat demensia lansia dan variabel bebas adalah kualitas tidur lansia. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner PSQI untuk mengetahui kualitas tidur lansia dan menggunakan kuisioner MMSE untuk mengetahui tingkat demensia lansia.. Hasil uji statistik menggunakanrank spearman dengan piranti software SPSS 16 didapatkan nilai ?= 0.000 dengan correlation coefficient0,575 yang berarti hubungan sedang antara kualitas tidur dengan tingkat demensia yang memiliki arti semakin buruknya kualitas tidur lansia maka tingkat demensia lansia semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena faktor penyakit dan konsumsi lansia sebelum lansia tidur.
KONSELING MENINGKATKAN SIKAP IBU TERHADAP SENAM NIFAS Ni Nyoman Wahyu Lestarina
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2011): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v2i1.156

Abstract

Senam nifas adalah senam setelah melahirkan yang dapat membantu menguatkan otot perut dan panggul. Akan tetapi masih ada ibu nifas yang mempunyai sikap yang negatif terhadap senam nifas. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pemahaman ibu nifas tentang senam nifas. Salah satu cara merubah sikap ibu terhadap senam nifas adalah melalui konseling. Penelitian ini menggunakan desain penelitian praeksperimental dengan rancangan one group pretest-post test design. Sampel diperoleh melalui teknik consecutive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi. Diperoleh jumlah sampel sebanyak 30 orang responden.Variabel independen dalam penelitian ini adalah konseling, sedangkan variabel dependennya adalah sikap terhadap senam nifas. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuesioner dan dianalisis menggunakan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan konseling didapatkan sebanyak 8 orang responden bersikap positif dan 22 orang bersikap negatif. Setelah mendapatkan konseling tentang senam nifas sebanyak 24 orang memiliki sikap positif dan 6 orang memiliki sikap negatif. Dari analisa tabulasi silang, didapatkan hasil RR 0,34 maka ada perbedaan sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan konseling tentang senam nifas di Puskesmas Pakis. Perbedaan sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan konseling tentang senam nifas menunjukkan konseling efektif untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan dalam konseling proses pembelajaran terjadi secara perorangan sehingga dapat meningkatkan pemahaman ibu.
Beban Kerja Dan Perilaku Caring Perawat Rawat Inap di Surabaya Ariani Dwi Artanti; Ni Nyoman Wahyu Lestarina; Yuni Kurniawaty
JURNAL NERS LENTERA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya tugas yang tidak sebanding dengan kemampuan baik fisik maupun keahlian dan waktu yang tersedia maka akan menjadi sumber stres yang menyebabkan perilaku caring perawat kurang baik dan kurang memuaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan beban kerja dengan perilaku caring perawat ruang rawat inap di Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan populasi terjangkau 93 dan jumlah sampel 48 perawat di ruang rawat inap RS di Surabaya pada bulan 02 Mei – 08 Juni 2023 yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil menggunakan Simple random ampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah beban kerja, sedangkan variabel dependennya adalah perilaku caring. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner kemudian dianalisa statistik deskriptif proporsi prosentase, untuk beban kerja perawat lebih dari 50% (65%) adalah sedang dan perilaku caring perawat lebih dari 50% (63%) adalah cukup. Terdapat hubungan antara beban kerja dengan perilaku caring perawat dengan kekuatan hubungan sangat kuat. Beban kerja mempengaruhi perilaku caring perawat, oleh karena itu pengaturan beban kerja perawat yang efisien dapat meningkatkan perilaku caring perawat dalam melaksanakan tugasnya.
Persepsi Penderita Penyakit Ginjal Kronik dalam Menjalani Hemodialisa Lestarina, Ni Nyoman Wahyu; Kurniawaty, Yuni; Putri, Maria Odilia Verdy Utomo; Kevin, Johanes
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v13i1.2616

Abstract

Patients with end-stage renal failure require renal replacement therapy, one of which is hemodialysis. one of the challenges in treating CKD patients is the lack of interventions that match the beliefs, expectations, and emotional reactions associated with the disease. The purpose of this study was to determine the patient's perceptions of undergoing hemodialysis and how the patient deals with the changes that occur in him. This research is a type of qualitative research with a phenomenological method. the research was conducted in the hemodialysis room hospital in Surabaya. The research was conducted in June-July 2019. The research subjects were determined to be snowball in nature. The research subjects were 6 people, who were chronic kidney disease sufferers who performed routine hemodialysis 2-3 times a week. Data were obtained through in-depth interviews using interview guidelines. The data analysis process includes data reduction, data categorization, synthesis and ends with compiling a working hypothesis. The results of the analysis obtained several themes, namely expectations, experiences, motives, and social/family conditions. in the early stages of the disease they experience some negative disease perceptions which can ultimately affect their coping actions. The role of disease perception is to help patients develop positive disease management strategies that in turn slow the rate of disease progression and improve psychosocial outcomes.
Kebugaran Fungsional pada Lanjut Usia Laki-laki dan Perempuan Purwantini, Dwi; Lestarina, Ni Nyoman Wahyu
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijok.v4n1.p8-14

Abstract

Background: Functional fitness is a concept that represents the optimal physical capacity required to continue normal daily activities, independently and without the onset of premature fatigue. The research aims to determine functional fitness in elderly people between the ages of 60-69 (young elderly) and 70-84 (older elderly). Methods: This research is to carry out a senior fitness test, namely a series of tests to assess functional fitness in the elderly. The research subjects were 31 elderly women and men, aged 60 - > 85 years. The test consists of 5 functional fitness measurements, as follows 30-Second Chair Stand Test, 30-Second Arm Curl Test, 2 minute step test, Chair Sit and Reach test and 8 Foot Up and Go Test. Results: The results of this study: Most elderly people have good leg and upper limb strength which was obtained from examination with the 30-second chair stand test (68%), and 30-second arm curl test (90%). Aerobic endurance from the two minute step test was obtained by the majority of elderly people with good results (97%), limb flexibility from the results of the chair and reach test (57%). Coordination, agility and dynamic balance obtained from the 8 foot up and go test showed that most (68%) were poor Conclusions: Elderly people at Posyandu Rosan Kemuning RW 3 Kebraon Subdistrict and Rumah SSpS Java Province showed that most of the functional fitness components (muscle strength, flexibility, aerobic endurance) were good. Coordination, agility and dynamic balance are lacking. Further research needs to be done regarding exercise or physical activity to improve functional fitness components that are lacking
Edukasi Tentang Kesehatan Gigi Dengan Media Poster Pada Anak Usia Prasekolah Lestarina, Ni Nyoman Wahyu; Teju, Selly Omega Dila; Suadnyani, Ni Ketut
BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | May 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/berbakti.v2i1.3269

Abstract

Kurangnya kesadaran dan pengetahuan anak serta orang tua mengenai kesehatan gigi, dapat meningkatkan kejadian karies gigi pada anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan serta ketrampilan mengenai kesehatan gigi. Kegiatan pengabdian Masyarakat dilakukan di TK Santa Elisabeth dan diikuti oleh 21 orang siswa yang terdiri dari 8 siswa TK A dan 13 siswa TK B. Hasil kegiatan didapatkan, dari 8 siswa TK A didapatkan sebanyak 7 (82,5%) siswa dapat memahami dengan baik dan dapat mempraktekkan kembali langkah-langkah menggosok gigi dengan benar serta dari 13 siswa TK B didapatkan sebanyak 10 anak (91%) mampu mempraktekan langkah- langkah menggosok gigi dengan benar. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendorong kesehatan gigi anak adalah dengan memberikan nasihat kepada orang tua mengenai cara menjaga Kesehatan mulut serta kebiasaan menyikat gigi secara teratur pada anak. Seluruh kegiatan PKM dapat berjalan dengan baik dan lancar.
PROBLEM EMOSI DAN PERILAKU REMAJA DI WILAYAH GRESIK Lestarina, Ni Nyoman Wahyu
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v12i2.232

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang sulit karena remaja memiliki keyakinan, penampilan, nilai dan normanya sendiri. Pada masa remaja terjadi perubahan emosi, minat, peran sosial, sikap dan cara berfikir yang seringkali menyebabkan masalah pada emosi dan perilaku remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran problem emosi dan perilaku dari remaja di wilayah Gresik. Desain penelitian menggunakan desain deskriptif. Subjek penelitian ini adalah remaja di wilayah Gresik sebanyak 42 responde. Cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Strength Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk mengukur problem emosi perilaku remaja. Hasil penelitian pada kategori kesulitan tingkah laku, didapatkan sebanyak 59,5% remaja memiliki hasil yang normal. Perubahan emosional dan tingkah laku remaja berhubungan dengan linkungan remaja itu berada. Peran serta keluarga, teman sebaya dan masyarakat dapat membantu membentuk emosi dan tingkah laku positif dari remaja sehingga remaja mendapatkan nilai moral dan sosial yang baik untuk proses perkembangan remaja
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN DISMENOREA PRIMER PADA MAHASISWI PRODI ILMU KEPERAWATAN STIKES DI SURABAYA Jessica Wahyu Amanda; Kurniawaty, Yuni Kurniawaty; lestarina, ni nyoman wahyu
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v13i2.246

Abstract

Primary dysmenorrhea was menstrual pain that recured regularly since the first menstruation and was most common in women aged 20 to 30 years. Physical activity was an activity to move the body that expended energy and energy to improve health and fitness for the body. Women who lacked physical activity tend to experience dysmenorrhea. The phenomenon found by researchers in nursing student who often experienced dysmenorrhea during menstruation and did not do physical activity. The purpose of this study was to identify the relationship between physical activity and primary dysmenorrhea in nursing students. The design of this research was a correlation study with a cross section approach. The number of samples in this study amounted to 57 respondents who experienced primary dysmenorrhea taken using simple random sampling. Student physical activity was measured using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) and primary dysmenorrhea was assessed by the NRS pain scale (Numerical Rating Scale). Statistical analysis using ASDPP showed that more than 50% (53%) of respondents had mild physical activity and more than 50% (53%) of respondents had moderate primary dysmenorrhea. The results of the Spearman Rank test showed that physical activity was not associated with primary dysmenorrhea with a value of p > (p = 0.079). This could be because there are other factors that might influence the occurrence of primary dysmenorrhea, one of which is stress. Researchers provided suggestions for further researchers to assess other factors that could affect the occurrence of primary dysmenorrhea