Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH METODE PEMANASAN DAN PENAMBAHAN DAUN MINT PADA UJI ORGANOLEPTIK DAN ANTIOKSIDAN TEH DAUN MURBEI Anitarakhmi Handaratri; Mohammad Istnaeny Hudha
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1254.202 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.10840

Abstract

Minuman telah berkembang bearawal dari tanaman teh (Camellia s.) menjadi beraneka ragam buah-buahan, rempah-rempah, dan daun tanaman lain. Teh dari daun murbei (Morus a.) mengandung senyawa-senyawa yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dalam penelitian ini metode pengeringan yang digunakan ada 3 macam yaitu dengan paparan sinar matahari, dengan bantuan oven, dan dengan bantuan oven microwave. Penelitian ini menggunakan oven microwave yang memiliki gelombang radiasi  untuk mempercepat waktu proses pengeringan. Daun murbei yang dijadikan teh, dikombinasikan dengan daun mint untuk mendapatkan aroma yang enak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan daun murbei sebagai teh dengan tambahan daun mint sebagai aroma dengan variasi metode pengeringan. Hasil Analisa kadar antioksidan dengan metode pengeringan dijemur dan oven semakin menurun dengan lamanya pengeringan. Pengeringan dengan microwave menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan terhadap waktu yang singkat. Kadar air terendah didapatkan dengan metode pengeringan oven sebesar 0,25%.
PENGARUH METODE PEMANASAN DAN PENAMBAHAN DAUN MINT PADA UJI ORGANOLEPTIK DAN ANTIOKSIDAN TEH DAUN MURBEI Anitarakhmi Handaratri; Mohammad Istnaeny Hudha
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.10840

Abstract

Minuman telah berkembang bearawal dari tanaman teh (Camellia s.) menjadi beraneka ragam buah-buahan, rempah-rempah, dan daun tanaman lain. Teh dari daun murbei (Morus a.) mengandung senyawa-senyawa yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dalam penelitian ini metode pengeringan yang digunakan ada 3 macam yaitu dengan paparan sinar matahari, dengan bantuan oven, dan dengan bantuan oven microwave. Penelitian ini menggunakan oven microwave yang memiliki gelombang radiasi  untuk mempercepat waktu proses pengeringan. Daun murbei yang dijadikan teh, dikombinasikan dengan daun mint untuk mendapatkan aroma yang enak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan daun murbei sebagai teh dengan tambahan daun mint sebagai aroma dengan variasi metode pengeringan. Hasil Analisa kadar antioksidan dengan metode pengeringan dijemur dan oven semakin menurun dengan lamanya pengeringan. Pengeringan dengan microwave menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan terhadap waktu yang singkat. Kadar air terendah didapatkan dengan metode pengeringan oven sebesar 0,25%.
Biogas Waste Vegetable Green (Brassica Chinensis Var. Parachinensis) As Alternative Energy Sources Dewi, Rini Kartika; Minah, Faidliyah Nilna; Jimmy, Jimmy; Handraratri, Anitarakhmi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.462 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i2.5471

Abstract

Green mustard (Brassica chinensis var. parachinensis) waste has not been used optimally so it requires proper handling. The solution that can be done is to utilize the waste into biogas. Biogas is energy that can be used by vegetable farmers as lighting, a substitute for kerosene or LPG stoves and the rest of the biogas process can be used as fertilizer to fertilize plants. This research was conducted to determine the effect of the waste mass of Brassica chinensis var. parachinensis (0.5, 1, 1.5 and 2)kg and the length of fermentation time (0,5,10,15, 20) days on the pH and temperature values in biogas production and the mass ratio of vegetable waste and cow dung (1:0, 1: 0.5, 1:1 and 1:1.5)w/w to the volume of biogas produced. From the results obtained from each treatment for the pH value ranging from pH 6-7 and for the resulting temperature ranging from 25 C - 40 C. While the highest volume of gas produced was obtained from the mass of vegetable waste as much as 2 kg with a ratio of vegetable waste and cow dung 1:1.5 with a volume of biogas produced as much as 620 ml.
Pelatihan Pengolahan Camilan Dawet Berbahan Dasar Daun Murbei (Morus alba L.) sebagai Upaya Diferensiasi Pangan Sehat di PKK RT 02 RW 06 Kelurahan Merjosari Malang Anitarakhmi Handaratri; Faidliyah Nilna Minah; Dwi Ana Anggorowati; Ayudya Mahendaringratry
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): JIPPM - Desember 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.206 KB) | DOI: 10.54082/jippm.56

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan yang berbeda dengan masyarakat negara lain yaitu suka sekali jajan, baik membuat sendiri maupun membeli di jajanan kaki lima. Untuk mengantisipasi jajanan atau camilan yang tidak sehat, perlu memperhatikan gizi yang terkandung di makanan. Salah satu camilan khas Indonesia yang sering dibeli adalah dawet atau sering disebut cendol. Cendol yang dijual di luar sering menggunakan bahan berbahaya, semisal pengawet atau pewarna tekstil. Alternatif bahan yang dapat digunakan adalah daun murbei yang sudah banyak diteliti khasiatnya. Pelatihan pembuatan dawet dari daun murbei dilaksanakan di wilayah PKK RT 2 RW 6 Kelurahan Merjosari Malang, karena pasokan bahan baku sangat besar di wilayah ini dan agar menjadi salah satu produk unggulan. Kegiatan ini juga mengusung pelatihan manajemen pemasaran yang mendukung penjualan produk dawet daun murbei nantinya. Dari hasil kuesioner yang disampaikan ke peserta, kegiatan pelatihan ini membuat masyarakat lebih memahami bagaimana mengolah camilan sehat dan memasarkan tidak hanya di seputaran RT 2 RW 6 namun diharapkan dapat dikenal secara luas oleh masyarakat Malang.
Desain Produk Minyak Angin Aromaterapi Sweet Care Hasil Ekstraksi Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) Anitarakhmi Handaratri; Siswi Astuti; Ayudya Mahendaringratry
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 7 No 2 (2023): G-Tech, Vol. 7 No. 2 April 2023
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.019 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v7i2.2031

Abstract

Cinnamon is often used as an active ingredient by the pharmaceutical industry, as a fragrance by the cosmetic industry, by direct application to food, or it can also be incorporated into food packaging. To produce aromatherapy oil from cinnamon, the process is simply use the Mixing and filter method. The purpose of this research is to design a manufacturing process for aromatherapy/fresh care oils whose ingredients are natural ingredients that can be found in Indonesia (indigenous natural resources). The research method used is Research and Design (RnD). Perceptual mapping analysis shows that this product can compete with aromatherapy wind oil products on the market. The planned production capacity is 19,656 tons per year.
PELESTARIAN LINGKUNGAN MELALUI TATAJER Anitarakhmi Handaratri; Yuyun Yuniati
Jurnal Abdimas Vol 19, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v19i2.4707

Abstract

Permasalahan lingkungan yang seringkali terjadi adalah penumpukan sampah-sampah rumah tangga. Semua rumah tangga menghasilkan sampah, baik organik dan anorganik yang berpotensi untuk mencemari lingkungan. Kelurahan Sawojajar, Kotamadya Malang merupakan target dalam implementasi kegiatan pengabdian masyarakat bertema lingkungan hidup. Adanya permasalahan bagaimana mengolah sampah organik dan pemanfataan lahan terbatas dijawab dengan menerapkan metode keranjang Takakura dan tanaman jejer. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah/ diskusi, workshop, praktek, dan observasi. Metode diskusi dan workshop digunakan sebagai media untuk menyampaikan materi dan memahami pentingnya menjaga lingkungan hidup, mengolah sampah organik dan bertanam sayuran. Praktek dan observasi digunakan untuk mengaplikasikan materi yang sudah diperoleh sekaligus mengamati kemampuan masyarakat sebagai evaluasi dan kegiatan berkesinambungan. Hasil yang sudah diperoleh melalui kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran kelompok mitra mengenai pentingnya mengolah sampah organik, meningkatnya kemampuan dalam membuat keranjang kompos takakura sebagai sarana pembuatan sampah menjadi kompos, dan mempunyai kemapuan menanam sayuran di halaman rumah atau sekitar.Kata kunci : Sawojajar, Takakura, sampah, tanaman jejer
PENGARUH METODE PEMANASAN DAN PENAMBAHAN DAUN MINT PADA UJI ORGANOLEPTIK DAN ANTIOKSIDAN TEH DAUN MURBEI Handaratri, Anitarakhmi; Hudha, Mohammad Istnaeny
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 7, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.10840

Abstract

Minuman telah berkembang bearawal dari tanaman teh (Camellia s.) menjadi beraneka ragam buah-buahan, rempah-rempah, dan daun tanaman lain. Teh dari daun murbei (Morus a.) mengandung senyawa-senyawa yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dalam penelitian ini metode pengeringan yang digunakan ada 3 macam yaitu dengan paparan sinar matahari, dengan bantuan oven, dan dengan bantuan oven microwave. Penelitian ini menggunakan oven microwave yang memiliki gelombang radiasi  untuk mempercepat waktu proses pengeringan. Daun murbei yang dijadikan teh, dikombinasikan dengan daun mint untuk mendapatkan aroma yang enak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan daun murbei sebagai teh dengan tambahan daun mint sebagai aroma dengan variasi metode pengeringan. Hasil Analisa kadar antioksidan dengan metode pengeringan dijemur dan oven semakin menurun dengan lamanya pengeringan. Pengeringan dengan microwave menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan terhadap waktu yang singkat. Kadar air terendah didapatkan dengan metode pengeringan oven sebesar 0,25%.
PELATIHAN METODE PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN PRODUK OLAHAN BUAH MURBEI PKK RT II RW VI KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG Handaratri, Anitarakhmi; Hudha, Mohammad Istnaeny; Minah, Faidliyah Nilna; Mahendaringratry, Ayudya
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i2.8307

Abstract

Abstract. The potential for snack food market (snack) is very large in Indonesia where almost part of the Indonesian people eat 3 times a day more snacks than heavy meals. However, not all types of snacks are healthy foods, especially those from non-natural ingredients. PKK RT II RW VI Merjosari Kelurahan Malang City improvised by using mulberry fruit that grows a lot in the yard of the house. A lot of mulberry content is useful for the body, moreover, it is easy to obtain and can be planted in the yard (in pots). The problem in producing food products from mulberry is the short shelf life of the product, so further processing using preservatives is needed. In addition, there is no adequate marketing knowledge to introduce products to the people of Malang. Therefore this PKM program provides knowledge to members of the PKK RT II RW VI Merjosari Village in an effort to grow a mulberry fruit processing micro business. From the results of the training, the level of satisfaction was obtained based on the questionnaire circulated, participants felt VERY SATISFIED with a percentage level of 91.9% and opened opportunities for program sustainability with mulberry herbal products.  Abstrak. Potensi pasar makanan kudapan (snack) sangat besar di Indonesia dimana hampir sebagian masyarakat Indonesia memakan snack 3 kali sehari lebih banyak daripada makanan berat. Namun tidak semua jenis makanan ringan ini merupakan jenis makanan sehat, khususnya yang berasal dari bahan non alami. PKK RT II RW VI Kelurahan Merjosari Kota Malang berimprovisasi dengan menggunakan buah murbei yang banyak tumbuh di halaman rumah. Banyak kandungan zat murbei yang berguna bagi tubuh, terlebih lagi mudah didapat serta dapat ditanam di halaman (dalam pot). Yang menjadi kendala dalam memproduksi produk makanan dari murbei adalah masa kadaluarsa produk yang pendek, sehingga dibutuhkan pengolahan lebih lanjut dengan menggunakan pengawet. Selain itu belum adanya pengetahuan marketing yang memadai untuk memperkenalkan produk ke masyarakat Malang. Oleh karena itu program PKM ini memberikan pengetahuan ke anggota PKK RT II RW VI Kelurahan Merjosari dalam upaya untuk menumbuhkan usaha mikro olahan buah murbei. Dari hasil pelatihan diperoleh tingkat kepuasan berdasarkan angket yang diedarkan, peserta merasakan SANGAT PUAS dengan tingkat persentase sebesar 91,9% dan membuka peluang keberlanjutan program dengan produk-produk herbal murbei. 
PENDAMPINGAN MODEL MANAJEMEN ORGANISASI BAGI UNIT-UNIT PELAKSANA DI KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG Mahendaringratry, Ayudya; Handaratri, Anitarakhmi
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5528

Abstract

Abstract. In an organization, it is necessary to do proper management based on the initial agreement with all its members and the organization's management that has been determined. Actually organization management is an art to make its members want to work together on the same platform. Of course, effective management is needed to ensure the profitability of the organization. Merjosari Kelurahan Malang is a non-profit government organization that has several implementing units in it. So far these units have not yet carried out good organizational management, limited to the needs of their members without thinking about whether they can be developed according to the demands of the times. Organizational management training is needed to increase the knowledge of managers and members of the organization so that it can organize the organization optimally. This training consists of management training, administration and simple financial system. Before starting the training, questionnaires were given in advance to find out the extent of the participants' knowledge about organizational management, obtained incorrect answers which amounted to 62.56% which means that many participants did not understand how to properly manage the organization. After the training was carried out, the results of the second questionnaire obtained correct answers amounting to 78.60% which could be interpreted that the participants had understood the basics of organizational management and were able to apply them in the implementing units. It is expected that from the results of this training participants can optimally manage and develop their organizations Abstrak. Dalam sebuah organisasi, maka perlu dilakukan pengelolaan yang benar berdasarkan kesepakatan awal bersama seluruh anggotanya serta manajemen organisasi yang telah ditetapkan. Sebenarnya manajemen organisasi merupakan suatu seni untuk membuat anggotanya mau bekerja bersama-sama dengan platform yang sama. Tentunya dibutuhkan manajemen yang efektif untuk menjamin profitabilitas organisasinya. Kelurahan Merjosari Malang merupakan organisasi pemerintah non profit yang memiliki beerapa unit pelaksana di dalamnya. Selama ini unit-unit terseut belum melaksanakan manajemen organisasi yang baik, sebatas pada kebutuhan anggotanya tanpa memikirkan aakah nantinya dapat dikembangkan sesuai tuntutatn jaman. Dibutuhkan pelatihan manajemen organisasi untuk menambah pengetahuan pengelola dan anggota organisasi sehingga dapat menata organisasi secara optimal. Pelatihan ini terdiri dari pelatihan manajemen, administrasi dan sistem keuangan sederhana. Sebelum memulai pelatihan, diberikan terlebih dahulu kuesioner untuk mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan peserta tentang manajemen organisasi, diperoleh jawaban salah yaitu sebesar 62,56 % yang berarti banyak peserta belum mengerti bagaimana mengelola organisasi yang benar. Setelah dilaksanakan pelatihan, maka hasil kuesioner kedua diperoleh jawaban benar yaitu sebesar 78,60 % yang dapat diartikan bahwa peserta telah memahami dasar-dasar manajemen organisasi dan mampu mengaplikasikannya di unit-unit pelaksana. Diharapkan dari hasil pelatihan ini peserta dapat secara optimal mengelola dan mengembangkan organisasinya.
CHEMICAL DELIGNIFICATION OF MALANG ARABICA COFFEE HUSK WASTE FOR ALTERNATIVE ENERGY Anggorowati, Dwi Anna; Setyawati, Harimbi; Handaratri, Anitarakhmi; Dewi, Rini Kartika; Surbakti, Sriliani
Journal of Sustainable Technology and Applied Science (JSTAS) Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Sustainable Technology and Applied Science, May 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jstas.v6i1.8131

Abstract

Malang Regency is an area that has the potential to be the largest coffee producer in Indonesia. The coffee processing in Malang Regency will yield approximately 65% coffee beans and 35% coffee husk waste, resulting in an estimated production of about 3,235 tons of coffee husk waste from a total coffee productivity of 9,245 tons. The coffee husk, a by-product of coffee processing, is a waste that has not been utilized to its full potential. Generally, people only use it for fodder and compost. The coffee husk waste contains a lignin content of 29%, hemicellulose at 24%, and the highest cellulose at 33%. Adequate cellulose content of the material for the manufacture of bioethanol is more than 30%; from the composition of Arabica coffee husk, the cellulose content is more than 30%. So it can be used as an alternative fuel, like bioethanol. This research aimed to reduce the lignin content and increase the cellulose content in coffee husk waste through chemical treatment with NaOH. The research stages involved placing 5 grams of coffee husk powder, sized at 80 mesh, into a glass beaker. Next, 50 ml of NaOH solution with concentrations of 5.0%, 5.5%, 6.0%, 6.5%, and 7.0% (v/v) was added. The sample was put in an autoclave at 121°C for 15, 30, 45, and 60 minutes. The best time was 30 minutes with an NaOH concentration of 7%, with the highest cellulose content obtained; it was 55%.