Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Political Economy Study of Fishermen in Kupang City Lasarus Jehamat; Yosep Emanuel Jelahut; Christine E. Meka; Balkis Soraya Tanof; Aris Lambe; Felisianus Efrem Jelahut
Jurnal Pluralis Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial PLURALIS
Publisher : Jurnal Pluralis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The focus of this research is to look at the dynamics and patterns of fishermen's struggle to survive and confirm their identity as fishermen in Kupang. The purpose of this study is to explain the study of political economy in Kupang City, East Nusa Tenggara. The theory used in this study is the theory of income. The method used in this research is qualitative with data collection techniques in the form of in-depth interviews, observation and focus group discussions. The results of the study show that the covid-19 pandemic has an impact on the income of fishermen in Kupang city, both for ship owners, captains/captains, crew members (ABK) and catch collectors/gatherers. The impact is in the form of a decrease in the income earned by fishermen. The decrease in revenue was due to constraints in marketing the main catch, namely bubble fish which became an export commodity abroad. The decrease in income was also caused by the increase in the number of operational costs in fishing activities such as the cost of vitamins, medicines, masks and medical tests if needed. In trading activities, traders are people or institutions that trade products or goods to consumers, either directly or indirectly.
Dampak Psikologis dan Sosial Kecanduan TikTok: Studi pada Mahasiswa Sosiologi Universitas Nusa Cendana Angkatan 2021 dan 2024 Irma Angelika Blegur; Yosep E Jelahut; Lenny S Bire Manoe; Hotlif A Nope
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis dan sosial dari kecanduan TikTok pada mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Nusa Cendana angkatan 2021 dan 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria mahasiswa yang menggunakan TikTok lebih dari lima jam per hari. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan mengacu pada teori Uses and Gratifications. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan TikTok menimbulkan dampak psikologis berupa fear of missing out (FoMO) dan gangguan konsentrasi yang berpengaruh pada penurunan produktivitas akademik. Dari sisi sosial, ditemukan penurunan interaksi langsung serta pergeseran relasi ke komunitas virtual yang cenderung kurang mendalam secara emosional. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan TikTok tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan dan informasi, tetapi juga sebagai medium pembentukan keterikatan sosial dan identitas digital yang berpotensi menimbulkan ketergantungan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan kemampuan regulasi diri dalam penggunaan media sosial agar mahasiswa mampu menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik, kehidupan sosial, dan penggunaan media digital secara bijak.
Ketidakpatuhan Pengemudi Angkutan Manusia terhadap Izin Trayek: Analisis Faktor Ekonomi pada Rute Terminal Kupang–Terminal Baumata Adriani Missa; Hildigardis M I Nahak; Jeni M Ataupah; Yosep E Jelahut
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1594

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor penyebab ketidakpatuhan pengemudi angkutan manusia terhadap izin trayek pada rute Terminal Kupang–Terminal Baumata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan 8 pengemudi dan 2 petugas Dinas Perhubungan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpatuhan dipengaruhi oleh faktor ekonomi, terutama biaya operasional dan jarak tempuh trayek. Biaya bahan bakar, perawatan kendaraan, serta waktu tunggu di terminal yang minim penumpang membuat pengemudi tidak selalu mengikuti trayek secara penuh. Selain itu, penumpang lebih banyak tersebar di luar terminal, sehingga pengemudi memilih mengambil penumpang di titik tertentu untuk menjaga pemasukan harian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakpatuhan berkaitan dengan kondisi operasional yang tidak seimbang secara ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian kebijakan trayek yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.
Eksistensi Praktik Minum Kopi sebagai Konstruksi Identitas Sosial dalam Relasi Masyarakat Desa Lenda, Kabupaten Manggarai Angelina Dewi Anggraini Pagung; Lasarus Jehamat; Herman Y Utang; Yosep E Jelahut
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi praktik minum kopi dalam konstruksi identitas sosial dan relasi sosial masyarakat di Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap 10 informan yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tematik dengan mengintegrasikan teori identitas sosial dan konsep habitus sebagai kerangka analitis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik minum kopi tidak sekadar merupakan aktivitas konsumsi, melainkan berfungsi sebagai praktik sosial yang terlembagakan dalam kehidupan masyarakat. Praktik ini berperan sebagai medium pembentukan dan penguatan relasi sosial, sekaligus sebagai mekanisme reproduksi identitas kolektif yang berlangsung secara berkelanjutan. Selain itu, praktik minum kopi juga berfungsi sebagai norma sosial yang mengatur interaksi antarindividu, khususnya dalam konteks penerimaan tamu dan interaksi komunitas. Penelitian ini memperkenalkan konsep embodied social identity practice, yang menunjukkan bahwa identitas sosial tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga diwujudkan dalam praktik keseharian yang bersifat habitual dan performatif. Temuan ini memberikan kontribusi teoritik dalam pengembangan kajian sosiologi budaya dan konsumsi, khususnya dalam memahami hubungan antara praktik sosial, identitas kolektif, dan struktur sosial dalam masyarakat pedesaan.
PERAN BUMDES TATUMI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA KUNEMAN, KECAMATAN ALOR SELATAN, KABUPATEN ALOR Ritha S. Sarileba; Aris Lambe; Aelsthri Ndandara; Yosep E. Jelahut
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 3 (2026): Vol. 5 No. 3 Juni 2026
Publisher : Ensiklopedia Research and Community Service Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i3.3964

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of Tattumi Village-Owned Enterprise (BUMDes) in improving the income of the community in Kuneman Village, South Alor District, Alor Regency. This research employed a descriptive qualitative approach involving 12 purposively selected informants consisting of village officials, BUMDes managers, and community members. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that BUMDes Tattumi has performed its role through the management of village enterprises, including a village retail store, agricultural and plantation product trading, asset rental services, organic fertilizer production, and educational loan assistance. These business units have improved community access to economic services and supported local economic activities. However, their contribution to increasing community income has not yet been optimal due to limited business development, underutilization of local economic potential, managerial capacity constraints, and limited community participation. The study concludes that BUMDes Tattumi has functioned as a village economic institution, but strengthening institutional governance and developing local potential-based enterprises are necessary to optimize its role in improving community income.Keywords: BUMDes; Role; Community Income; Economic Empowerment; Kuneman Village.
Analisis Tata Kelola Dana Desa Berbasis Good Governance dalam Meningkatkan Infrastruktur Desa Beo Lento Kabupaten Manggarai Timur Gregorius Lefrand Andhy; Yosep Emanuel Jelahut; Susana C. L Pellu; Yeheskial A. Roen
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 6: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i6.16883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola Dana Desa berbasis prinsip good governance dalam meningkatkan infrastruktur desa di Desa Beo Lento, Kabupaten Manggarai Timur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan sembilan informan yang terdiri dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga desa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Dana Desa secara administratif telah berjalan sesuai dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban. Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan desa, memberikan dampak positif terhadap aksesibilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, penerapan prinsip good governance belum sepenuhnya optimal. Partisipasi masyarakat masih bersifat pasif, transparansi belum merata, dan akuntabilitas cenderung bersifat administratif serta belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh output fisik, tetapi juga oleh kualitas tata kelola yang mencakup transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Dengan demikian, penguatan tata kelola menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas pembangunan desa.
Eksistensi To’is pada Masyarakat Desa Poli di Era Modern Dita Afi; Hotlif A Nope; Yosep E Jelahut; Aelsthri Ndandara
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1582

Abstract

Perkembangan modernisasi sering diasumsikan menyebabkan melemahnya budaya lokal, khususnya dalam praktik komunikasi tradisional. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada erosi budaya dan belum banyak mengkaji bagaimana praktik komunikasi tradisional tetap bertahan sebagai sistem sosial yang hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi To’is serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutannya di Desa Poli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus, melibatkan 6 informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa To’is tetap eksis sebagai sistem komunikasi simbolik yang dipahami secara kolektif, memiliki dimensi emosional, serta berperan dalam membangun solidaritas sosial. Keberlanjutannya dipengaruhi oleh warisan budaya, peran tokoh adat, dukungan pemerintah desa, kesadaran kolektif, dan praktik sosial yang terus direproduksi. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis To’is sebagai praktik komunikasi yang bertahan melalui mekanisme habitus. Temuan ini menunjukkan bahwa modernisasi tidak selalu menghilangkan budaya lokal, tetapi dapat berjalan berdampingan melalui adaptasi yang kontekstual.
Peran Tu’a Teno dalam Penyelesaian Sengketa Batas Lahan di Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai Yuliani Erlin Suryani; Yos E Jelahut; Imanta I Perangin Angin; Lasarus Jehamat
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i3.1673

Abstract

Sengketa batas lahan merupakan salah satu bentuk konflik agraria yang sering terjadi pada masyarakat pedesaan dan berpotensi mengganggu hubungan sosial masyarakat. Dalam masyarakat adat Manggarai, penyelesaian sengketa batas lahan umumnya dilakukan melalui mekanisme adat dengan melibatkan Tu’a Teno sebagai pemegang otoritas adat dalam bidang pertanahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Tu’a Teno dalam penyelesaian sengketa batas lahan serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses penyelesaiannya di Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian berjumlah lima orang yang terdiri atas tiga Tu’a Teno, satu Kepala Desa, dan satu masyarakat yang pernah terlibat dalam sengketa batas lahan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tu’a Teno berperan sebagai mediator dan pemimpin musyawarah adat, pengambil keputusan adat dan penentu kembali batas lahan (rahit), serta penjaga harmoni sosial masyarakat. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran masyarakat terhadap batas kepemilikan lahan, hilangnya tanda batas akibat faktor alam, dan adanya tindakan sengaja menggeser batas lahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Tu’a Teno masih memiliki legitimasi sosial yang kuat dalam penyelesaian konflik agraria berbasis adat dan berperan penting dalam menjaga keteraturan sosial masyarakat.
Strategi Pemerintah Desa dalam Implementasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu Maria Ervina Taek Sikone; Aris Lambe; Hildigardis M. I. Nahak; Yos E. Jelahut
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.20109

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemerintah desa dalam mengimplementasikan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemerintah desa dalam implementasi STBM dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu perencanaan dan penganggaran, sosialisasi dan edukasi, pelaksanaan program, serta monitoring dan evaluasi. Strategi tersebut melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, Badan Permusyawaratan Desa, dan masyarakat sebagai aktor utama dalam mendorong perubahan perilaku sanitasi. Implementasi program telah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi yang layak, meskipun masih dijumpai berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana sanitasi, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, dan perlunya penguatan pendampingan secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi STBM dipengaruhi oleh sinergi antaraktor, komitmen pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat.