Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Rekontruksi Pendidikan Budaya “Rarangaken Sawah” Bagi Anak-anak Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Trisna Gumilar; Samson CMS; Kusnandar Kusnandar
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 21 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1259.89 KB) | DOI: 10.24090/insania.v21i2.1413

Abstract

Abstract: Rangraken Sawag is one manifestation of an agrarian culture in District Cipatujah, Tasikmalaya, West Java. This culture in unique because it contains a high aesthetic, in addition to its usefulness in helping farmers maintain the fields. The existence of this culture are now showing symptoms of decline. People are starting to forget this thing., especially the younger generation. Therefore, in a series of conservation activities organized by the food culture Community Service team Padjadjaran University and assisted by Sunda Pakidulan Dangiang community, local government officials and community leaders, the recontruction has been initiated especially for children. The Purpose of this implementation to reintroduce, instill a love, and fostering cultural creativity based society. Keyword: Reconstruction, Education, Children.
Tanggapan dan Horizon Harapan Pembaca terhadap Le Petit Prince Karya A. De Saint-Exupery: Tinjauan Resepsi Sastra Tania Intan; Trisna Gumilar
Metahumaniora Vol 8, No 3 (2018): METAHUMANIORA, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i3.20709

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendekripsikan tanggapan pembaca terhadap novel Le Petit Prince (2) mendeskripsikan horizon harapan pembaca terhadap novel Le Petit Prince, dan (3) mendeskripsikan faktor-faktor penyebab perbedaan tanggapan dan horizon harapan pembaca. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa teks yang memuat tanggapan pembaca novel Le Petit Princeyang terdiri dari 20 orang, sedangkan sumber datanya berupa artikel dan makalah yang dimuat di media massa cetak dan elektronik termasuk internet. Instrumen penelitian berupa seperangkat konsep tentang pembaca, tanggapan pembaca, dan horizon harapan. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang didapat sebagai berikut. (1) Seluruh pembaca menanggapi atau menilai positif unsur tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang, gaya bahasa, teknik penceritaan, bahasa, dan isi novel Le Petit Prince. (2) Harapan sebagian besar pembaca sebelum membaca novel Le Petit Prince sesuai dengan kenyataan ke sembilan unsur di dalam novel Le Petit Prince, sehingga pembaca dapat dengan mudah menerima dan memberikan pujian pada novel Le Petit Prince. (3) Faktor penyebab perbedaan tanggapan dan horizon harapan pembaca selain perbedaan stressing unsur yang ditanggapi juga karena perbedaan pengetahuan tentang sastra, pengetahuan tentang kehidupan, dan pengalaman membaca karya sastra.Kata kunci: tanggapan pembaca, horizon harapan, Le Petit PrinceAbstractThis study aims to (1) describe reader’s responses to the novel Le Petit Prince (2) to describe the reader's expectations horizon of Le Petit Prince's novel, and (3) to describe the factors causing differences in responses and the horizon of readers' expectations. This research is a descriptive qualitative research type. The research data consist of a set of paragraphs that contains readers' responses to Le Petit Prince's novel, while the data sources are articles and papers published in print and electronic mass media including the internet. The research instruments are a set of reader concepts, reader responses, and expectations horizon. The technique of collecting data is observation and data are analyzed by using qualitative descriptive technique. The results obtained are as follow: (1) All readers respond and valuethe theme elements,plots, characters, background, point of view, language, titles, storytelling techniques, language, and extrinsic novel Le Petit Prince positively. (2) The expectations of most readers before reading Le Petit Prince's novels are in accordance with the nine facts in Le Petit Prince's novel, so readers can easily accept and give prise to Le Petit Prince's novel. (3) Factors causing differences in responses and horizon of readers' expectations other than the stressing differences of the elements being addressed also due to the differences in knowledge of literature, knowledge of life and literary reading experience. Keywords: readers responses, expectations horizon, Le Petit Prince
Transposisi pada Penerjemahan Adjektiva Bahasa Rusia ke dalam Bahasa Indonesia Trisna Gumilar; Tri Yulianty Karyaningsih; Ladinata Ladinata
Metahumaniora Vol 9, No 1 (2019): METAHUMANIORA, APRIL 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v9i1.22869

Abstract

Transposisi pada penerjemahan tidak dapat dihindari karena pada setiap bahasa, bahkan pada unit-unit bahasa, terdapat sistem yang berbeda, seperti pada adjektivabahasa Rusia dan Indonesia. Untuk itu, dalam penelitian ini dibahas mengenai berbagai macam transposisi yang terjadi pada penerjemahan adjektiva bahasa Rusia ke dalam bahasa Indonesia serta alasan terjadinya transposisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif dengan model komparatif. Sumber data penelitian diambil dari cerpen Rusia dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penerjemahan adjektiva bahasa Rusia ke dalam bahasa Indonesia terjadi transposisi level dan kategori berupa struktur, unit, kelas, dan intra-sistem. Beragam transposisi ini pada dasarnya terjadi karena adjektiva bahasa Rusia dan Indonesia, secara gramatikal, memiliki banyak perbedaan. Transpositions or shifts in translation cannot be avoided since in each language, even in language units, there are different systems, such as in Russian and Indonesian adjectives. Therefore, this study discussed the various types of transpositions in translation of Russian adjectives into Indonesian and the reasons for this transposition. The method used in this study is a qualitative-descriptive method with a comparative model. The source of the data is taken from Russian short stories and its translation in Indonesian. The results of the study showed that in translation of Russian adjectives into Indonesian there were level shifts and category shifts, viz. structures, units, classes, and inter-systems. These various transpositions basically occur because the adjectives in Russian and Indonesian have many differences grammatically.  
PELATIHAN DOKUMENTASI DAN KREASI SENI BERBASIS TRADISI DI LINGKUNG SENI MEKAR WARGI, CILEUNYI, KABUPATEN BANDUNG Trisna Gumilar; Muhammad Zulfi; Rasus Budhyono; Samson CMS; Baban Banita
Midang Vol 1, No 2 (2023): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v1i2.47493

Abstract

Kesenian tradisional adalah kesenian yang merupakan bagian dari kebudayaan suatu kelompok masyarakat tertentu, dengan keterampilan dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang kepada generasi sesudahnya. Banyak kesenian tradisional bersifat sosial. Seni memiliki fungsi sebagai ekspresi emosional, sebagai representasi identitas lokal, dan berbagi tradisi memperkuat ikatan komunitas sekaligus menghubungkan orang ke masa lalu dan masa kini. Namun seiring dengan proses perkembangan, beberapa kesenian rakyat berangsur-angsur hilang dari pandangan masyarakat. Dalam banyak kasus di seluruh dunia hilangnya banyak tradisi lokal yang lebih tua dan digantikan oleh musik populer global. Dari logika ini, penting untuk melestarikan dan menjunjung tinggi tradisi semacam itu. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengungkap proses penyuluhan dokumentasi pertunjukan, tata organisasi, dan kreasi seni berbasis tradisi di Lingkung Seni Mekar Wargi, Cileunyi, Kabupaten Bandung, yang dilaksanakan pada Agustus hingga September 2018. Pendokumentasian seni dalam upaya memberikan inovasi dalam pentas seni atau pertunjukan di dalamnya sesuai dengan kebutuhan yang ada. Ketiga materi berkaitan dengan strategi yang dilakukan sebagai langkah awal untuk melestarikan seni budaya. Agar tetap bermakna, tradisi harus berubah dan beradaptasi sesuai dengan perubahan zaman dan tidak boleh terlalu kaku dan ketat karena akan menyebabkan kepunahan.
ANUGERAH BUDAYA KOTA BANDUNG DAN KONSISTENSINYA SEBAGAI UPAYA PEMAJUAN KEBUDAYAAN DI KOTA BANDUNG Maulana, Sandya; Gumilar, Trisna; Ampera, Taufik
Metahumaniora Vol 13, No 3 (2023): METAHUMANIORA, DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v13i3.50820

Abstract

Anugerah Budaya Kota Bandung adalah penghargaan dalam bidang budaya yang diberikan oleh pemerintah Kota Bandung kepada para pelaku budaya di kota Bandung atau yang berasal dari kota Bandung. Anugerah ini telah diberikan setiap tahun sejak 2006, kecuali pada tahun pandemi 2020. Konsistensi pemerintah kota Bandung dalam Anugerah Budaya ini kerap mendapat perhatian dari banyak pihak, terutama media. Artikel ini berupaya menafsir apa makna konsistensi tersebut dalam konteks penghargaan terhadap kebudayaan yang lebih menyeluruh dan inklusif. Artikel ini pula berupaya untuk memaknai konsistensi tersebut dalam konteks pemajuan dan pelestarian kebudayaan di kota Bandung.Ditemukan bahwa dalam kurun waktu tujuh belas tahun, konsistensi Anugerah Budaya Kota Bandung juga menunjukkan upaya untuk memahami kebudayaan secara lebih menyeluruh dan inklusif, yang tercermin bukan hanya dalam penambahan kuantitas penerima anugerah, tetapi juga kategori penerima yang juga semakin beragam. Konsistensi ini pula menunjukkan bahwa Anugerah Budaya juga berupaya memajukan dan melestarikan budaya Kota Bandung selama masa penganugerahannya dengan memberikan penghargaan kepada bukan hanya pelopor, tetapi juga penerus dan komunitas pelestari kebudayaan. Akan tetapi, terdapat pula beberapa aspek yang perlu dikritisi, antara lain kurangnya publikasi tentang transparansi atau pertanggungjawaban dewan juri dalam pemberian anugerah setiap tahunnya, serta konsistensi pengkategorian penerima anugerah.
REIMAGINE KOTA BANDUNG: TAWARAN PENULISAN SEJARAH LOKAL DAN SEKTORAL Gumilar, Trisna; Subekti, Mega; Ampera, Taufik
Midang Vol 2, No 1 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.51234

Abstract

Sementara pembangunan fisik Kota Bandung, termasuk peningkatan tata ruang, infrastruktur, dan ekonomi, telah diupayakan oleh pemerintah guna mengurangi ketimpangan sosial yang kini sangat terasa, partisipasi aktif masyarakat menjadi suatu keharusan. Dalam konteks ini, melibatkan masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap Kota Bandung menjadi krusial guna menjaga stabilitas sosial dan kelangsungan dari kemajuan yang telah dicapai. Tingginya tingkat pergantian penduduk di Kota Bandung menjadi titik perhatian, mengingat hal ini dapat mengancam rasa identitas dan keterikatan yang esensial dalam memperkuat fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan. Tulisan ini menjadi sebuah usulan teoritis yang relevan terkait potensi degradasi identitas, dengan mengadopsi metode penelusuran literatur sebagai pendekatan penelitian. Salah satu fokusnya adalah konsep ‘imagined community’ dalam membentuk identitas bersama masyarakat dan keterikatan warga terhadap Kota Bandung. Di antara pendekatan tersebut, terdapat penekanan pada pentingnya membangun sebuah narasi sejarah bersama. ‘Narasi sejarah bersama’ menjadi krusial dalam menghadapi situasi tingginya pergantian penduduk di Kota Bandung, yang disebabkan oleh baik kelahiran maupun migrasi.
AFORISME SEPAKBOLA DALAM MEDIA MASSA RUSIA Khoeruman, Hilman Fauzia; Karyaningsih, Tri Yulianty; Gumilar, Trisna
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 3, No 1 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2024
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v3i1.52176

Abstract

Artikel ini membahas tentang aforisme sepakbola dalam media massa Rusia dalam konteks kajian semantik. Aforisme merupakan salah satu fenomena bahasa dalam bidang leksika yang penggunaannya di media massa berbahasa Rusia saat ini sudah menjadi bagian dari struktur berita itu sendiri. Aforisme bidang sepakbola sering muncul dalam portal berita digital Rusia yang fungsinya tidak hanya sebagai bagian dari struktur, akan tetapi juga berfungsi sebagai cara modifikasi pemaknaan terhadap suatu konten yang diberitakan. Penyampaian makna berita kepada pembaca disertai dengan nuansa ekspresif yang direalisasikan oleh aforisme. Penelitian ini menggunakatan metode deskriptif analisis yang lebih mengedepankan pencarian makna semantis (Pateda, 2016) yang juga didukung melalui pendekatan semantis (Shakirov, 2016). Penelitian ini menunjukkan bahwa aforisme mengandung makna ekspresif yang beragam, ekspresi tersebut mengacu pada topik yang dibicarakan. Secara umum, aforisme sepakbola mengandung pemikiran mendalam terhadap fenomena yang dibahas.
REINVENTARISASI POTENSI DESA MARGAMEKAR: STUDI KASUS PENDAMPINGAN KARANG TARUNA PAMEKAR Gumilar, Trisna; Abdul Malik, Muhammad Zulfi; Subekti, Mega; Septriani, Hilda
Midang Vol 2, No 3 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan reinventarisasi potensi Desa Margamekar melalui pendampingan Karang Taruna Pamekar sebagai upaya pemberdayaan masyarakat lokal. Pendampingan ini melibatkan identifikasi potensi ekonomi, sosial, dan budaya desa yang belum terkelola secara optimal. Metode yang digunakan dalam studi ini meliputi pendekatan partisipatif, wawancara mendalam dengan masyarakat, observasi langsung, dan diskusi kelompok terarah dengan anggota Karang Taruna Pamekar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Margamekar memiliki potensi besar di sektor pertanian, seni budaya, serta wisata alam yang dapat dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan komunitas pemuda desa. Pengembangan potensi Desa Margamekar membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup perencanaan strategis, keterlibatan komunitas, pemahaman pasar, serta pemasaran yang efektif.
RESENSI BUKU "Ekranisasi Awal: Bringing Novels to the Silver Screen in the Dutch East Indies" Gumilar, Trisna
Serat: Journal of Literary & Cultural Studies Vol 1 No 3 (2024): Serat, November 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/serat.v1i3.59511

Abstract

no abstract
Pelatihan digital marketing dalam upaya pengembangan UMKM di desa Margamekar Sumedang Selatan Hasanah, Ferli; Gumilar, Trisna; Subekti, Mega; Rizal, Mohamad Noor
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26095

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi dan munculnya platform perdagangan di Indonesia telah membuka akses ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau. Meski beberapa daerah telah memanfaatkan platform digital, banyak yang tertinggal karena kurangnya literasi ekonomi digital, terutama di pedesaan. Di Desa Margamekar, Kec. Sumedang Selatan, ada potensi UMKM yang cukup besar seperti kuliner dan kerajinan tangan, tetapi literasi ekonomi digital belum mendapat perhatian, termasuk dari pemangku kepentingan. Keterbatasan akses ke pasar digital dan kurangnya sumber daya manusia yang memahami ekonimi digital menjadi kendala utama. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan tujuan akselerasi digitalisasi hasil-hasil UMKM  di Desa Margamekar. Secara khusus kegiatan ini dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi masyarakat desa untuk dapat mengembangkan ekonomi desa secara mandiri melalui pemanfaatan potensi-potensi UMKM yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi, edukasi, dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan efek yang positif, artinya para peserta terbukti menerima manfaat dari kegiatan ini mulai dari aspek pengetahuan memetakan potensi usaha, menetapkan strategi marketing, dan teknik pengelolaan usaha. Akhir dari kegiatan ini juga menyarankan supaya upaya pengembangan potensi kewirausahaan desa perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Kata kunci: digital marketing; UMKM; pelatihan; pemberdayaan masyarakat Abstract The development of technology and the emergence of trade platforms in Indonesia have opened up economic access that was previously difficult to reach. Although some villages have utilized digital platforms, many are left behind due to lack of digital economic literarcy, especially in rural areas. In Margamekar village, Sumedang Selatan, there is significant potential in MSMEs, such as culinary and handicrafts, but digital economic literacy has not yet received sufficient attention, including from stakeholders. Limited access to digital markets and lack of human resources who understand the digital economy remain major challenges. This community service activity was carried out with the aim of accelerating the digitalization of MSME products in Margamekar Village. Specifically, this activity seeks to motivate villagers to develop the local economy independently by leveraging sustainable MSME potentials. The activity was implemented through socialization, eduction, and discussion methods. The result showed positive effects, indicating that participants benefited from this activity, particularly in terms of knowledge on identifying business potentials, developing marketing strategies, and managing business techniques. The conclusion of this activity also suggest that efforts to develop the village’s entrepreneurial potential should be systematic and continuous. Keywords: digital marketing; SME; training; community empowerment